KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Sebenarnya sudah diingatkan sama budayawan kita, dari perlindungan generasi muda kita itu kurang memberikan konten kebudayaan dalam pemikirannya. Makanya di Indonesia itu harus ada dibangun semacam taman budaya," ujarnya.
Ia lantas mencontohkan minimnya anggaran bagi taman-taman budaya yang bertebaran di sejumlah kota. Padahal, bila saja anggaran mencukupi, maka potensi membangkitkan generasi muda sangat besar.
"Saya sering berkeliling di taman budaya dan sangat potensial untuk membina generasi muda. Sayang, taman-taman budaya hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp50 sampai Rp35 juta untuk biaya operasional. Padahal taman-taman budaya di luar negeri mendapat suntikan dana luar biasa," ucap musisi yang sempat menimba ilmu dari Elfa Secioria tersebut.
Tak hanya menyikapi kebijakan pemerintah, Dwiki yang terlibat dalam hearing seniman, budayawan dan penyair dengan pimpinan MPR RI, di gedung MPR, Senayan Jakarta, Rabu (2/9) tersebut juga mengutarakan pengamatannya terhadap perkembangan kebudayaan di tanah air.
"Waktu zaman orde lama itu yang namanya budaya asing benar-benar ditutup, tapi waktu orde baru itu di buka selebar- lebarnya. Sayangnya yang masuk bukan yang baik-baik aja, tapi yang buruk-buruk juga, seperti narkoba," terangnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid pun sepakat dengan apa yang disampaikan Dwiki. Menurut Hidayat, pendidikan seni perlu ditempuh dari SMA sampai perguruan tinggi.
"Tanpa lembaga khusus itu, bagaimana nasib budaya kita," tandas orang nomor satu di Majelis Permusyawaratan Rakyat. (kpl/mai/bar)

"31 sebagai titik balik, malah saya seperti baru masuk Elfas. Saya juga banyak belajar dari abang, bahkan kalau saya mau diganti, saya bilang sama abang kalau saya mau diganti langkahi dulu mayat saya," ujar Lita Zein yang juga sahabat dekat Ruth Sahanaya itu.
Ditemui KapanLagi.com dalam acara syukuran ulang tahun ke-31 di Oasis Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, (11/8), personel Elfas Singer yang turut hadir antara lain, Agus Wisman, Yana Julio, Lita Zein dan Elfa Secioria sendiri.
"Walaupun umur kita bertambah, semangat kita harus bertambah," timpal Agus Wisman, anggota Elfas yang kini telah menginjak usia 44 tahun.
Disinggung soal persaingan di industri musik tanah air yang kian ketat, personel senior di Elfas tersebut mengaku tak gentar menghadapinya.
"Terancam band? Alhamdulillah kita masih bisa mengeluarkan album, dan sampai sekarang saya masih kuat menyanyi. Saya akan serahkan hidup saya buat Elfas Singer," tandasnya. (kpl/buj/bar)

Saat merayakan ulang tahun grup musik ini di Oasis Cafe Cikini, Jakarta Pusat (11/9), Elfa Secioria mengungkapkan rasa syukurnya atas kesehatan mereka semua. "Kami berkumpul di sini dalam rangka syukuran ulang tahun 31. Masih hidup, masih sehat punya hobi dan profesi yang sama. Kami sudah sampai juara dunia 8 kali," terang komposer ulung Indonesia ini.
Soal flu babi yang sempat menimpa personil Elfa's Music School sewaktu mereka mengikuti festival budaya di Korea, Elfa menegaskan tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. "Kami tepatnya 3 minggu yang lalu konser di Korea, yang di sini tidak sempat berangkat karena masalah H1N1. Dalam 2 hari pasukan saya yang demam 26. Menurut kami virus yang kami dapat itu virus tifus atau DBD tapi yang jelas 10 tablet tamiflu sudah habis. Saya menahan berita, karena anak-anak saya masih amatir masih anak-anak, bayangin aja gak ada selimut mereka langsung sms mamanya, gak dapat air panas buat susu saja lapor," terang musisi kondang Indonesia ini.
"Kami yang resmi terpantau 12, tapi yang di sana puluhan. Begitu ada kasus pertama kita lapor, lalu ada kedubes datang. Dalam kondisi seperti ini saya bilang nanti lain kali kita bawa dokter sendiri yang tahu penyakit tropis," tambahnya. (kpl/buj/erl)

"Rencana Elfa's Music School akan mengikuti ajang Asean Choir Games dan World Choir Games, di provinsi Gyeongsang, Korea, 400 Km selatan kota Soul. Keberangkatan dibagi dua gelombang, gelombang tanggal 6 sampai 11 Juli, dan gelombang kedua 11 - 17 Juli," terang Yana mengawali cerita.
Gelombang pertama berangkat 28 orang untuk mengikuti Asean Choir Games kategori Etnik, di mana usia mereka antara 10-20 tahun. Ke-28 orang tersebut termasuk Elfa murid-muridnya dan pengurus. Mereka berangkat dalam keadaan sehat, dan segar bugar. Bahkan sebelum berangkat, mengantisipasi memeriksakan diri ke dokter masing-masing dan membawa obat yang diperlukan.
"Sampai di Korea tanggal 7 Juli pagi, di Soul, kemudian berangkat ke Gyeongnam 6 jam perjalanan. Pada tanggal 8 mulai ada anak yang mengeluh, terus tanggal 9-nya mereka ikut lomba, alhamdulillah memenangkan games dengan nilai 82 point," terang Yana saat ditemui di rumahnya, Jl. Bukit Cinere, No. 5, Depok, Jawa Barat, Senin (13/7).
Dari sekitar 1500 peserta dari negara-negara Asia, sudah banyak yang sakit. Panitia melihat hal itu langsung memeriksakan setiap peserta. Panitia juga tidak menduga kalau hal itu sebagai wabah flu babi. Pada tanggal 10 semua kontingen diperiksa air liur dan seluruh tubuh.
"Setelah dicek 20 orang suspect, setelah diteliti 12 orang positif terjangkit flu babi, tingkatannya berbeda-beda. Sepuluh orang dibawa ke rumah sakit, dua orang dikarantina di hotel. Yang di rumah sakit keadaannya membaik, sudah tidak batuk dan suhu tubuhnya mulai normal. Tapi dua orang yang di ambang batas itu dikirim lagi ke rumah sakit, jadi ada 12 orang di RS," terangnya.
Yana meminta keluarga di tanah air untuk tenang, karena di sana sudah langsung ditangani dan mendapatkan perawatan secara serius.
"Keadaan mereka baik-baik saja tidak perlu dikhawatirkan, tanpa menyepelekan kekhawatiran ibu-ibu yang anaknya ikut ke sana. Mereka sudah ditangani sama tim medis dan treatment di sana," tegasnya. (kpl/buj/dar)

Hal itu juga dibenarkan oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Ia mengatakan ke-14 warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus influenza A (H1N1) di Korea Selatan hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit namun kondisi kesehatannya dalam keadaan baik. "Keadaannya sangat bagus, bahkan ada yang tidak panas dan pilek," kata Siti Fadilah di kediamannya yang berada di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Minggu (12/7).
Dari ke-14 WNI tersebut antara lain terdiri atas 10 anggota Elfa's Music School, dua anggota Gorontalo Choir, dan satu anggota Riau Choir, Semuanya akan dipulangkan ke Indonesia setelah bebas dari infeksi virus influenza A (H1N1).
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan sebagian dari 336 WNI peserta kontes paduan suara Asian Choir Contest di Kota Changwon, Korea Selatan, dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Minggu sore (12/7).
"Yang dinyatakan negatif, tidak terinfeksi, menurut jadwal pulang hari ini (Minggu, 12/7). Dari 336 peserta, 83 yang sudah dinyatakan negatif, sore ini dijadwalkan tiba di Indonesia," katanya.
Sebelumnya 14 WNI peserta kontes paduan suara di Kota Changwon, Korea Selatan, dikonfirmasi positif terinfeksi influenza A (H1N1) oleh otoritas kesehatan provinsi itu pada Sabtu (11/7). Akibatnya, seperti dilansir dari Reuters, kepulangan sekitar 300-an WNI setelah kontes yang dijadwalkan pada Minggu (12/7) dibatalkan oleh pihak berwenang di Korea Selatan pada Sabtu (11/7).
Disebutkan pula bahwa petugas kesehatan di Korea Selatan telah melakukan tes kepada 34 orang WNI peserta kontes paduan suara yang memiliki gejala flu.
Rombongan WNI peserta kontes paduan suara itu disebutkan meninggalkan tanah air pada 6 Juli dan dijadwalkan pulang pada 12 Juli. Namun sesuai prosedur penanganan kasus flu H1N1 maka yang bersangkutan harus menjalani perawatan terlebih dahulu. (kpl/boo)

"Mungkin kemarin-kemarin itu bukannya menghilang, emang lagi nggak ada job aja, nah kalau sekarang nongol karena ada job, promo untuk single, dan single aku udah ada di radio-radio," paparnya saat ditemui KapanLagi.com di Studio Penta, Selasa (16/6).
Di lain pihak, setelah tertimpa gosip kurang sedap, Sherina mengaku tak khawatir imejnya sebagai penyanyi akan luntur, dan menegaskan jika orang-orang yang dekat dengannya selalu memberikan dukungan.
"Kalau buat aku nama aku nggak tercoreng sama sekali, justru teman-teman aku banyak yang memberi dukungan, ya karena mereka tau aku seperti apa," pungkas solois yang pernah membawakan karya-karya Elfa Secioria Hasbullah tersebut. (kpl/hen/bar)

Ada 18 panggung yang menampilkan lebih dari 60 pentas musisi tanah air dan musisi mancanegara yang memuaskan dahaga bermusik dari penonton yang sebagian besar merupakan anak muda Jakarta.
Musisi Indonesia yang tampil pada hari pertama antara lain Dwiki Darmawan Global Harmony Orchestra, Ledisi, Band Komunitas Jazz Medan, Balawan, Tangga, Surabaya All Star, Yance Manusama, Oele Pattiselano Trio, Dimi, Dewa Budjana, Elfa Secioria Hasbullah, Nial Djuliarso, Slaamander Big Band, Lala Suwages.
Sedangkan musisi mancanegara yaitu Malaka Ensemble, Pa Tua, Imelda Rosalini Trio, Djirao Unlimited Percussion, Matt Bianco, Alex Ligertwood, Mike Stern featuring Dave Weckl, Simon Philips, Eric Darius, Taaq, Eliane Elias, dan Sensual.
Selain itu, juga ada 'Purple Circle', dengan dua show spesial untuk hari pertama yaitu Jason Mraz dan Dianne Reeves.
Pengamat musik, Bens Leo melihat Java Jazz festival yang diadakan untuk kelima kalinya ini lebih banyak dipadati oleh penonton dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. "Meskipun harga tiket lebih mahal, tetapi saya lihat penonton lebih banyak," kata Bens.
Ia memperkirakan karena musisi yang tampil lebih banyak sehingga memberi penonton lebih banyak pilihan musik yang akan dilihat dan dinikmati.
"Ini karena sponsor merupakan perusahaan telekomunikasi yaitu Axis sehingga musisi muda bisa tampil. Pada tahun sebelumnya sponsor merupakan perusahaan rokok yang melarang musisi muda untuk tampil," terang Bens Leo. (kpl/boo)