KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Bukan hanya itu, Iyeth Rahmawati, salah satu pengacara yang pernah menangani Dewi juga memberinya harapan untuk menang. Iyeth yang dihubungi sebelumnya mengatakan jika peluang Asep untuk menang adalah 100% jika ia mengajukan banding. Tentu saja, Asep senang mendengarnya.
"Aduh, itu buat aku seperti doa. Karena aku sendiri banding bukan untuk materi. Jadi keputusan kemarin itu ada yang nggak sinkron aja yang akhirnya Hakim memutuskan tidak relevan atas bukti-bukti yang saya terapkan. Tapi kalau memang betul saya dibilang bakal menang 100% ya bagi saya itu doa, mudah-mudahan jadi kenyataan," ucapnya.
Dihubungi KapanLagi.com via telepon pada Sabtu (29/8), Asep juga mengaku tidak takut dengan segala ancaman yang pernah dikatakan mantan tim pengacara Dewi jika ia akan dipidanakan jika mengajukan banding.
"Bukan saya menantang, tapi saya yakin saya berada di posisi yang benar. Dan kalau saya tidak terbukti, ya mohon maaf, saya tak segan-segan untuk menuntut balik," pungkasnya. (kpl/hen/boo)

"Ya kaget aja sih ngedengarnya. Karena yang aku tahu, kelihatannya mereka cocok-cocok saja. Tapi kejadiannya sama aja. Nah di sini bisa dilihat siapa yang tidak bisa dimengerti," ujar Asep yang dihubungi KapanLagi.com via ponsel, Sabtu (29/8).
Menurut Asep, kejadian ini sudah kedua kalinya dan dua-duanya punya masalah yang sama. Dulu, kata Asep, pengacara Dewi juga penah meninggalkannya lantaran dikatakan Dewi telah dibayar mahal. Padahal tidak ada pembayaran jasa pengacara sama sekali.
Dan sekarang kejadian tersebut terulang kembali ke Elza Syarief, yang memilih mundur karena tersinggung dengan ucapan Dewi yang seperti itu. "Kalau aku kan selalu bilang, kalau bicara harusnya dipikir-pikir lagi. Jangan sembarangan bicara," tukas Asep. (kpl/hen/boo)

Jika dulunya Elza dan tim begitu membela Dewi, kini sudah tidak lagi. Sejak Jumat (28/8) kemarin, mereka resmi mengundurkan diri. Bahkan mantan pengacara Dewi, Iyeth Rahmawati - salah satu anggota tim Elza, bisa memprediksi jika nantinya Asep benar mengajukan banding, sudah pasti Dewi bakal gigit jari karena kalah.
"Biarin aja, itu haknya si Asep untuk banding. Tapi saya sudah memastikan kalau Asep banding, dia pasti menang 100%," kata Iyeth yang dihubungi KapanLagi.com via telepon, Sabtu (29/8) siang.
Keyakinan Iyeth itu sendiri bukan tanpa alasan. Menurutnya, sekarang Dewi sendirian. Ia tidak lagi memiliki kuasa hukum yang akan membantunya. "Kalau masih ada kita, tim kuasa hukumnya, masih ada kemungkinan menang. Jadi saya yakin kalau Asep banding, dia pasti menang," ujarnya.
Tercatat, ini kedua kalinya Dewi kehilangan tim pengacara. Sebelumnya, ia pernah ditinggalkan empat pengacaranya yang antara lain terdiri dari Hj Endah dan Doni Endrasanto. Dan sekarang setelah dibela oleh Elza, Dewi berulah lagi. Ia mengklaim telah membayar mahal Elza dkk, padahal Elza tak menerima pembayaran sepeser pun dan memang menggratiskan jasanya sejak awal. Elza yang tersinggung memilih untuk pergi.
"Ya, kalau bicara masalah karakter, sifat itu ada yang jelek dan ada yang bagus. Tapi kalau saya sendiri memang jarang berhubungan langsung sama Dewi kecuali di persidangan. Tapi yang saya dengar Ibu Elza sangat kecewa sekali dengan perilaku Dewi Perssik," jelas Iyeth. (kpl/hen/boo)

Dituturkan Iyeth Rahmawati - salah satu anggota tim kuasa hukum yang membela kasus Dewi, Elza sangat marah ketika tahu Dewi mengatakan kepada media jika ia mengeluarkan banyak uang untuk menyewa pengacara. Kemarahan itu cukup beralasan. Pasalnya, Iyeth mengungkapkan jika Dewi sama sekali tidak membayar jasa mereka alias gratis!
Saat dikonfirmasi soal penarikan diri tidak membela Dewi Perssik lagi yang tercatat sejak Jumat (28/8) kemarin, Iyeth menjelaskan, "Iya, itu memang betul. Jadi, dari awal komitmennya kita memang tidak dibayar, tapi kita tetap menjalani tugas kita sebagai lawyer. Tapi kok dia (Dewi) bilangnya kita dibayar mahal, kita jadi kecewa."
"Yang paling tersinggung itu adalah Ibu Elza dan saya dapat kabar beliau sempat marah-marah sama Dewi. Itu disampaikan lewat Siska - manajernya Dewi. Tapi pas telepon Dewi langsung, tidak diangkat-angkat," sambungnya kala dihubungi via telepon oleh KapanLagi.com, Sabtu (29/8) siang.
Bukan cuma itu yang membuat tim kuasa hukumnya jadi naik darah. Dikatakan Iyeth, hingga dinyatakan menang terhadap kasus pencemaran nama baik yang dituntut Asep, Dewi sama sekali tidak menyampaikan rasa terima kasih.
"Kita pun tidak meminta itu dari Dewi. Hanya saja, akan sangat terhormat kalau dia mengucapkan terima kasih atas kemenangannya itu," tukas Iyeth. (kpl/hen/boo)

Ditemui di Pengadilan Negeri Jakut, Senin (10/8), Elza menjelaskan kalau saat ini sidang ditunda lantaran hakim berhalangan datang. "Agenda putusan ditunda karena para hakim sedang ada kegiatan di Pengadilan Tinggi. Jadi perkara ini ditunda sampai minggu depan tanggal 18. Buat saya ini mekanisme yang sudah biasa," terang Elza.
Elza tidak menyatakan dengan pasti apakah dia yakin kliennya akan menang, namun menilik persidangan selama ini tidak ada bukti yang memberatkan. "Kita sudah lihat sidang sebelumnya. Di pembuktian dan kesimpulan. Semuanya tidak terbukti," ujar Elza yang juga menyatakan segala keputusan pengadilan ada dalam kewenangan hakim.
Soal ketidakhadiran Dewi Perssik di jadwal persidangan terakhir ini, Elza menjelaskan kalau kliennya tidak diwajibkan datang. "Prinsipal tidak perlu hadir karena sudah diserahkan ke kuasa hukumnya, tapi kalaupun bisa datang ya tergantung kesibukan Dewi karena dia lagi ada syuting Ramadhan. Buat kita gugatan ditolak saja sudah suatu kemenangan," tambah pengacara selebriti ini. (kpl/hen/erl)

"Sampai sejauh ini, saya ternyata masih ada di hatinya, dan saya akan sangat bersedia sekali, demi menyelesaikan masalah ini dan saya ikhlas dilibatkan," tegas pria yang akrab disapa Ipul tersebut.
Ditemui KapanLagi.com sesaat setelah menghadiri lanjutan persidangannya vs Asep Komarudin, Ipul nampak bersama sang mantan istri beserta kuasa hukumnya, Elza Syarief.
"Sangat meringankan, karena dia tahu permasalahannya, ya ada hikmahnya lah kalau nggak gini kita nggak ada komunikasi, karena kemarin-kemarin kita sempet lost komunikasi," timpal Dewi mengomentari kehadiran Ipul.
Soal absennya sang suami, Aldi Taher dalam menemaninya kali ini, DP punya alasan tersendiri kenapa ia hanya ditemani oleh Elza.
"Dia lagi ada kerjaan, saya di sini cuma jadi dayang-dayang ibu Elza, karena saya memang tidak diwajibkan datang," tandasnya. (kpl/hen/bar)

"Terima kasih banyak mas Haji, ya walaupun kemarin kita sempet slack ya itu biasa, tapi saya sempat kaget kok mas Haji mau jadi saksi, karena saya pikir mas Haji udah nggak mau lagi dilibatkan," ungkap DP, dengan panggilan khususnya mas Haji untuk Saiful Jamil.
Ditemani oleh kuasa hukumnya, Elza Syarif beserta Ipul, setelah menghadiri sidangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (29/6), pedangdut kontroversial tersebut juga mengungkapkan alasannya memilih Ipul sebagai saksi.
"Jadi awalnya saya ditanya sama ibu Elza, kenal Asep itu dari mana? Ya saya bilang dari mas Haji, nah terus ibu Elza minta mas Haji jadi saksi, saya pikir dia sudah nggak mau terlibat, tapi ternyata dia muslim yang baik, tapi suami saya tahu kok, dan saya sudah minta izin sama dia," tutur DP. (kpl/hen/bar)