KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Membawakan puisi beliau mengingatkan aku akan masa lalu aku yang hobi menulis puisi nulis cerpen, nulis lirik lagu waktu SD dulu aku suka nulis puisi," tuturnya.
Ditemui KapanLagi.com di acara latihan Indonesia Membaca Rendra di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10), Denada lalu memberikan bocoran soal sajak sang 'Burung Merak' yang akan dibacanya.
"Judulnya Anugerah Dari Gusti Allah. Gini lirik rap yang aku bawain nanti, 'ketika langit bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja', gitu," lanjutnya sembari memperagakan sedikit bait yang akan ia bacakan.
Sementara itu, soal persiapan, perempuan yang juga jago berakting tersebut nampaknya tak mau sembarangan, hingga ia pun berlatih secara maksimal.
"Banyak-banyak latihan, kita tahu dia adalah masterpiece. Membawakan puisinya adalah berharga," pungkasnya. (kpl/gum/bar)

"Tantangan terbesar saat itu adalah waktu difoto bukan karena posenya, tapi lebih pada saat difotonya itu. Agak risih karena aku bukan tipe orang yang nyaman difoto," ujar Denada di acara pameran yang digelar di Senayan City, Jakarta, Jumat (23/10).
Pun begitu, ia mengaku puas dengan hasil jepretan Jerry. Walaupun tampil agak sensual, ia merasa momen pose fotonya kali ini yang paling asyik yang pernah dilakukannya. "Puas," katanya singkat.
Lantas, apa alasan Denada tidak suka difoto? "Iya, nggak pede aja saat difoto karena aku punya ketakutan sendiri. Tapi pose yang ini keluar sendiri tanpa diarahkan. Awalnya sih risih, tapi lama-kelamaan asyik juga," tukasnya.
Disinggung mengenai arti kamar secara pribadi, ia menilai kamar merupakan tempat yang sangat privasi. Di kamar, orang bisa melakukan apa saja baik menangis, merenung, marah, berpikir, dan nonton. "Karena kamar untuk bekerja dan istirahat, dan di kamar nggak perlu make-up dan parfum," pungkas putri Emilia Contessa ini. (kpl/gum/boo)

"Aku nggak mau dicomblangi lagi. Takut salah nantinya kayak kemarin. Trauma juga kalau dicomblangi lagi," kata Kristina saat ditemui di Studio Cawang ANTV, Jakarta Timur, Jumat (5/6) kemarin.
Bintang film PANGGUNG PINGGIR KALI ini mengatakan jika dirinya menghargai jika ada orang-orang yang ingin mencarikannya jodoh. Menurutnya, sampai saat ini dirinya masih ingin mencari kekasih sesuai dengan pilihan hatinya.
"Gini-gini aku juga masih ada yang mau lho. Tapi aku memang nggak mau mengulang kesalahan yang kemarin-kemarin. Biarlah Allah yang mengatur jodohku nanti. Yang terpenting saat ini aku masih bebas menjalani hidupku yang sendiri ini," ujar Kristina. (kpl/mai/boo)

"Saya melihat ibu Kartini itu perjuangannya luar biasa sekali. Ibu saya, saya melihatnya sebagai Kartini modern, dan kita tak usah melihatnya jauh-jauh seorang ibu yang berjualan kain untuk menghidupi keluarganya itu juga saya melihatnya sebagai Kartini modern," tuturnya saat ditemui di Wisma Mampang, Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (20/4).
Sosok Emilia Contessa, menurut Caleg (Calon Legislatif) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Daerah Pemilihan V (Malang Raya, red) itu, merupakan sumber inspirasi hidupnya. Ada masa-masa sulit, penuh perjuangan yang dialami Ibunya, untuk memperjuangkan anak-anaknya. Hal itu, menurutnya, merupakan bentuk implikasi Kartini modern.
"Ibu saya itu sudah bisa melewati masa single parent membesarkan saya dan adik-adik saya, sebagai ibu dan sebagai seorang ayah juga. Saya amat bangga sekali dengan beliau. Dia sebagai fixer persoalan yang saya alami, sedih, dan lagi susah dia selalu hadir di situ sebagai orang yang membereskan semuanya," pungkasnya. (kpl/buj/dar)

"Saya senang karena saya liat sekarang ini wanita di Indonesia sudah mempunyai kesempatan pendidikan yang sama dan hak-haknya sudah diperhatikan," tegasnya saat ditemui di Wisma Mampang, Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (20/4).
Namun kesempatan itu juga bukan sesuatu yang membanggakan, jika melihat masih banyaknya perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh sistem sosial di masyarakat. Denada mencontohkan daerah asal orang tuanya, yang secara struktur keluarga memberi perlakuan berbeda antara kaum pria dan perempuan.
"Cuma memang kita gak boleh terlalu senang juga karena banyak di daerah terutama di daerah ibu saya di Banyuwangi, masih banyak orang tua yang hanya menyekolahkan anak laki-laki mereka, karena anak wanita akan dinikahkan dan kehidupan ditanggung oleh suaminya," terang Caleg (Calon Legislatif) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Dengan masih beratnya beban kaum perempuan, berikut perlakuan diskriminasi yang masih kerap terjadi, putri penyanyi senior Emilia Contessa itu melihat bahwa yang dilakukan RA Kartini puluhan tahun lalu, merupakan perjuangan luar biasa. Kartini modern masih harus berjuang keras, berjuang di segala unsur. Secara sederhana perjuangan Kartini modern terimplikasi pada usaha mereka meningkatkan kesejahteraan kehidupan keluarga. (kpl/buj/dar)

Namun teguran itu tak dihiraukan oleh Denada sampai sang mama akhirnya menyadari kalau sekarang dirinya hanya bisa berdoa untuk kebaikan putrinya.
"Kalau Mama sudah 4 kali dalam setahun menanyakan hal itu, dan itu wajar karena aku putri sulung dan adik aku ada dua. Jadi sampai sekarang ini akhirnya Mama mengerti karena kita hanya bisa berdoa," ujarnya saat dijumpai di Wisma Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/04).
Ketika disinggung tentang perjodohan, Denada mengaku senang jika dijodohkan. Alasannya, ia bisa lebih berhemat energi. "Kalau orang banyak risih atau nggak suka dijodohin, tapi aku suka. Karena itu buat aku save energy banget," katanya.
"Pertama, kalau dijodohin pasti orang yang menjodohi aku itu sudah tahu sedikit banyak tentang aku. Aku senang dicomblangin. Sampai sekarang teman-teman aku sudah banyak banget yang nyomblangin. Tapi aku anggap itu sebagai ungkapan care mereka," imbuh Denada. (kpl/buj/boo)

Anehnya kesalahan tersebut tak bisa dijawab oleh Denada sendiri karena dirinya tidak mengerti apa yang salah pada dirinya. Seperti yang diutarakannya saat dijumpai KapanLagi.com di Wisma Mampang, Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (20/4).
"Itu sedikit problem. Kalau masalah saya pacaran memang tidak gampang, nggak tahu saya kenapa. Apakah sayanya yang introspeksi diri atau sayanya ada yang salah. Sampai saat ini saya masih belum berkomitmen sama pria jadi masih single gitu," paparnya.
Walaupun mengakui kesalahannya tersebut, putri sulung Emilia Contessa ini tidak menyesali apa yang terjadi pada dirinya. Denada menganggap hal itu sebagai bagian dari hidupnya yang sudah diatur oleh Tuhan.
"Cari pasangannya sih siapa saja yang ditetapkan sebagai jodoh. Mau aktor, pengusaha, atau orang biasa, mau tentara atau polisi, kalau memang sudah jodoh ya sudah," tukasnya santai. (kpl/buj/boo)