< >

ARTIKEL EMINEM


Eminem: 'RELAPSE', The Real Slim Shady Telah Kembali

KapanLagi.com -
Oleh: Galih Akbar

Tiga tahun sudah Marshall Bruce Mathers III absen berkarya, periode yang cukup lama bagi seorang rapper kulit putih yang bahkan lebih kontroversial dibandingkan hip-hop itu sendiri, atau pria kulit hitam manapun yang memakai bling-bling, dan kini Eminem kembali dengan alter egonya, Slim Shady.

RELAPSE memang pas untuk mewakili rangkaian karya dari Em di album ke-6nya ini, konsep yang mendeskripsikan akhir dari masa-masa konsumsi drugs, menjalani rehab dan kembali menjadi seorang Slim Shady.

We Made You dijadikan opening single, sebuah re-make comedic satire dari single-single lama macam Just Lose It, Without Me, dan The Real Slim Shady, Jangan heran jika Jessica Simpsons, Kim Kardhasian, Lindsay Lohan sampai Amy Winehouse jadi obyek yang dikoyak oleh olokan sarkas-namun benar adanya oleh Eminem, karena tipikal single seperti itulah yang pernah mengantarkan pria asal Detroit itu, menjual lebih dari 75 juta kopi album secara global.

Dua minggu kemudian, peraih Academy Award for Best Original Song untuk film 8 MILE pada 2002 tersebut, kembali merilis second single bertitel 3 a.m. Single yang diproduseri Dr Dre ini terinspirasi dari film thriller yang dibintangi oleh Anthony Hopkins, SILENCE OF THE LAMBS, lengkap dengan lirik explicit contentnya. Satu lagi yang mendukung karakter single ini, adalah sebuah video klip surealis-suspense buatan Syndrome.

Berikutnya, ada single ke-3, Old Time's Sake yang sukses meraih simpati dari kritikus beserta media, sebuah track yang dibangun dengan beat-beat low-frequency khas rapper West Coast, di sini Dr Dre benar-benar menunjukkan pada publik, jika Timbaland hanyalah seorang newbie dalam bisnis keproduseran.

Single ke-4 yang menyusul adalah Beautiful, merupakan best cut track yang akan mengingatkan Anda kepada super hits Stan feat. Dido yang rilis hampir sepuluh tahun silam. Pada awal single Beautiful, Eminem sengaja memasukkan sampling lagu Reaching Out milik Paul Rodgers, gitaris grup legend Bad Company yang diciptakannya bersama Brian May, gitaris Queen.

Sisanya, Eminem nampaknya benar-benar telah menjadi the real Slim Shady, tapi bedanya, ia ini lebih lethal dan teatrikal dalam tongue twister explicit liriknya. Crack A Bottle, track duetnya bersama 50 Cents dan Dr Dre yang pernah bertengger di puncak Billboard Top Charts, My Mom, Bagpipes from Baghdad, serta Same Song and Dance yang habis-habisan menelanjangi Britney Spears.

Overall, single-single Em memang jauh dari standarisasi Contemporary hit radio, yang mengharuskan lirik ringan disertai aransemen pop catchy, tapi justru di situlah kekuatan dari ayah Hailie Jade Scott ini, obyek dari semua bahan repetannya itu adalah dirinya sendiri, ditemani ritme low end bernuansa funk dari sang produser Dr Dre, nampaknya suksesi ini adalah pencapaian terbaik Em, yang mengingatkan debut albumnya pada 1991, THE SLIM SHADY LP. The real Slim Shady please stand up! (kpl/bar)


Lihat profil: Eminem, Dr Dre, 50 Cent, Queen, Anthony Hopkins, Kim Kardashian
Diposting oleh: Editor | Rabu, 10-06-2009 |

Permusuhan di Kalangan Musisi

KapanLagi.com - Oleh: Noppy

Berbicara mengenai selera memang tidak akan pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Begitu juga mengenai musik, ada saja yang suka dengan aliran satu sementara tak suka dengan aliran lainnya. Kadang sampai tak suka dengan musisinya sendiri. Bahkan para tokoh di dunia musik itu sendiri banyak juga yang saling bermusuhan. Siapa saja sih mereka?

1. The Flaming Lips vs Arcade Fire. Wayne Coyne menyebut mereka 'palsu' dan band yang tidak menghargai penonton ataupun kru mereka. Sementara Win Butler dari Arcade Fire membalas dengan menulis respons pada situs The Flaming Lips, "Kuharap aku tak terlalu palsu dengan melakukan ini daripada ngomong ke Rolling Stone bahwa sekelompok orang yang tidak kukenal ternyata benar-benar bangsat."

2. Lily Allen vs Katy Perry. Saat Katy menggambarkan dirinya sendiri sebagai Lily Allen versi kurusan, Lily nampak amat sewot. Sampai-sampai dia bergabung dengan kelompok anti Katy di situs Facebook dan mengancam akan menyebarkan nomor telepon Katy lewat internet.

3. Kaiser Chefs vs Cheryl Cole. Kaiser Chefs menyebut Cheryl sebagai knobhead alias pengganggu.

4. Noel Gallagher vs banyak artis. Pentolan Oasis ini benar-benar bermulut tajam, dia sering sekali menghina musisi lain dengan kata-kata pedas dan tak tanggung-tanggung. Seperti di bawah ini contohnya:

"Jack White menulis lagu untuk Coca Cola. Dia pengen jadi posterboy dengan jalan pikiran alternatif. Dia kelihatan seperti Zorro di atas donat."

"Aku bukannya benci Kylie (Minogue), tapi aku nggak suka musiknya yang menunjukkan gairah itu. Lagunya terdengar seperti nafsu yang tak bisa dikendalikan, menjijikkan."

"Keane? Sesuai dengan kebiasaanku ngomong, menurutku tiga orang paling goblok di dalam band adalah penyanyi, pemegang keyboard, dan penggebuk drum. Aku nggak perlu ngomong apa-apa lagi kan?"

"Saat Thom Yorke duduk di depan piano dan bernyanyi, yang ditunggu orang-orang hanyalah saat dia menyanyikan Creep. Sudahlah Thom, selesaikan saja."

5. Blur vs Oasis. Gara-gara dianggap sebagai dua band baru yang sukses, Oasis bagai the new Rolling Stone sementara Blur sebagai the new Beatles, rupanya membuat mereka saling kecam. Oasis bahkan pernah berkata, "Aku harap Blur terkena AIDS dan tewas." Sampai saat ini, kedua band dengan ciri khas bertolak belakang itu masih saja terus berjuang untuk menunjukkan siapa yang paling 'British.'

6. Brandon Flowers 'The Killers' vs The Bravery, Fall Out Boy, dan Panic at the Disco (alias emo band). Katanya, "Emo, pop punk, apapun itu, adalah hal yang berbahaya. Kami tidak ingin membenci siapapun, dan kami memang belum ketemu Fall Out Boy, tapi ada sesuatu di dalam tubuhku yang ingin keluar dan membunuh band-band macam itu." Walaupun akhirnya dia memang minta maaf atas perkataannya, namun hal itu tentu tidak bisa dilupakan begitu saja.

7. Eminem vs Moby. Eminem benci sekali dengan musik techno, sementara itu yang digeluti oleh Moby. Dalam lagunya, Without Me, Eminem bahkan menyebut-nyebut Moby di dalamnya. "And Moby? You can get stomped by Obie. You 36 year old baldheaded fag, blow me. You don't know me, you're too old. Let go, it's over. Nobody listen to techno!"

Sementara menanggapi hal itu, Moby berkata, "Aneh memang kalau aku masih menganggap Eminem punya kemampuan sebagai seorang MC. Tapi yang menggangguku adalah dia terus menerus menjunjung tinggi homofobia dan ketidaksukaannya terhadap wanita dalam lagunya. Padahal melihat para pendengar musiknya, mereka hanya bocah berumur 10 tahun!"

Tentu saja, masih banyak lagi kisah 'menarik' perseteruan para musisi dalam industri musik. Namun mungkin perseteruan itu malah memberikan rasa 'renyah' dalam dunia musik dunia. (kpl/npy)


Lihat profil: Oasis, Blur, Eminem, Kylie Minogue, Cheryl Cole, Lily Allen
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 18-04-2009 |

«123»