KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Menurut Intan, kekasihnya ini selalu jadi teman sharing. "Ya. Aku selalu cerita apa pun ke dia. Dan dia selalu ngasih masukan dan selalu bisa aku terima," ungkap Intan saat ditemui di lokasi syuting video klip di Studio D'loop, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).
Soal hubungan mereka, Banyu menegaskan kalau mereka menjalani hubungan ini selangkah demi selangkah. Banyu juga mengunggul-unggulkan kekasihnya dengan segala talenta yang dimilikinya. "Yang pasti selangkah demi selangkah kita jalani bareng. Di mata gue dia itu the next big thing, di tengah dunia musik Indonesia. Kalau dibilang kualitas, Intan punya kualitas yang jauh lebih bagus dari gue. Banyak yang bisa gue puji dari dia. Akan memakan banyak waktu kalau saya muji dia. Bisa capek kalian dengerin gue. Dia itu seorang yang multi talenta," puji Banyu.
Ditanya soal kolaborasi, Banyu mengindikasikan belum ada rencana ke arah itu. "Kalau untuk sementara kolaborasi kita adalah kolaborasi hati aja. Mungkin aja sih ke depannya bisa seperti itu. Dan mungkin dia bikin lagu buat gue," kilah putra Eros Djarot ini.
"Ya, pastinya kita punya rencana masing-masing, yang penting semuanya dijalani aja dulu," timpal Intan. (kpl/ato/erl)

"Saya bersyukur sekali, karena pada tahun 80-an, saya dengan almarhum bisa dibilang cukup ketat. Kita sering adakan beberapa acara berdua," ungkapnya saat ditemui usai konferensi pers Konser Classic Chrisye A Night To Remember, di JustSteak Cafe, Mahakam Jakarta Selatan, Rabu (30/9).
"Chrisye itu pendiam, manggung dia jarang bicara, tapi untuk bergaul dia paling aktif, orangnya enak banget tuh," tambahnya menegaskan.
Karenanya saat dilibatkan dalam konser ini, mantan suami Rini S. Bono itu merasa mendapat kesempatan istimewa. Dirinya langsung menerima tawaran itu, tanpa berpikir panjang.
"Begitu ditawarkan saya langsung bilang iya, tanpa pikir panjang, buat saya, kita sesama seniman atau musisi sangat merasa kehilangan beliau. Chrisye itu salah satu musisi terbaik di Indonesia. Buat saya ada kebanggaan tersendiri ketika dilibatkan dalam konser ini," terangnya.
Iyek akan melepas kerinduan dengan membawakan hit Chrisye, Anak Jalanan yang sebelumnya juga pernah dinyanyikannya. Bedanya hanya pada iringan musik yang menggunakan orkestra.
Ahmad Albar bersama sejumlah musisi dan seniman akan tampil dalam konser Clasic Chrisye A Night To Remember, yang akan berlangsung di Ritz Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta, pada 12 Oktober mendatang. Konser dengan konsep orkestra itu akan menampilkan Twilight Orkestra pimpinan Addie MS sebagai musik pengiring.
Turut bergabung dalam konser ini seniman Eros Djarot, Slamet Raharjo, Vina Panduwinata, Yogie Suryoprayogo, Oddie Agam, Memes, Utha Likumahuwa, Armand Maulana, Dewa Budjana, dan penyanyi muda Sherina beserta Afgan. (kpl/hen/dar)

Konser tersebut akan digelar pada 12 Oktober di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta. Addie menambahkan, ia telah mempersiapkan konser tersebut selama lima bulan hingga akhirnya disambut baik oleh Merah Putih Showbiz yang menjadi promotor dalam pagelaran musik tersebut.
Ia juga menambahkan, konser tersebut sangat layak didedikasikan bagi Chrisye atas hasil karyanya selama ini di bidang musik. Karena itu, pihaknya akan mengapresiasikan kiprah sang legendaris dengan menampilkan lagu-lagu yang pernah dipopulerkannya di pada 70-an hingga 80-an.
Bentuk pertunjukan dari Classic Chrisye itu adalah variety show dengan format musik orkestra.
Sejumlah artis dan musisi papan atas Indonesia juga akan hadir guna mengisi acara dalam konser tersebut, di antaranya Eros Djarot, Slamet Rahardjo, Vina Panduwinata, Oddie Agam, Memes, Utha Likumahuwa, Ahmad Albar, Armand Maulana, Dewa Budjana, Sherina dan Afgan Syah Reza.
Setiap pengisi acara akan membawakan satu hingga dua lagu dari kumpulan lagu-lagu Chrisye, seperti Lilin Lilin Kecil, Chopin Larung, Merpati Putih, Serasa, Galih dan Ratna, Lestariku, Sendiri, Kisah Insani, Sabda Alam, Juwita, Cintaku.
"Semua lagu akan dibawakan dengan tetap mempertahankan otentisitas gubahannya diperlebar secara orkestra," katanya.
Sementara itu, konser tersebut memiliki kapasitas hingga 3.000 orang dengan berbagai kelas, di antaranya Gold seharga Rp1 juta, Silver Rp600 ribu dan Tribune Rp250 ribu. (kpl/bun)

Pertunjukan yang menurut rencana akan digelar di The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta ini memang boleh dibilang sangat istimewa. Karena konser ini memang khusus dipersembahkan untuk almarhum Chrisye, sekaligus juga bagi masyarakat penikmat dan pecinta musik di tanah air.
Bagi seorang Addie MS, banyak cara untuk mengungkapkan rasa cinta. Tetapi musik adalah salah satu cara yang paling nyata dalam pengungkapan rasa sayang. Dan konser ini merupakan persembahan nyata dan penghargaannya untuk almarhum Chrisye.
"Konser musik kali ini adalah juga sebuah penghargaan yang bisa saya berikan kepada sahabat lama saya. Dan tentu saja saya juga berharap konser ini sekaligus sebagai ajakan bagi masyarakat kita agar bisa mengapresiasi karya-karya lama, agar tidak mudah untuk dilupakan," kata Addie MS saat dihubungi via telepon baru-baru ini.
Ide untuk menyelenggarakan konser ini diakui Addie MS telah disiapkan sekitar 5 bulanan yang lalu. Konser ini akan menampilkan lagu-lagu yang pernah dipopulerkan Chrisye, khususnya di tahun 70-an sampai 80-an.
Bentuk pertunjukan dari Classic Chrisye ini sendiri adalah variety show dengan format musik yang orkestral. Dan dalam menghadirkan pengisi acara, Addie MS bersama timnya berusaha menampilkan artis dan musisi yang pernah bekerja sama dengan Chrisye di awal dan pertengahan karirnya seperti Eros Djarot, Yockie Suryoprayogo, Kompyang, Vina Panduwinata, Oddie Agam, Memes, Utha Likumahuwa, Ahmad Albar, Noor Bersaudara, Armand Maulana, Dewa Budjana, serta artis-artis muda lainnya, seperti Sherina, Afgan, The Cinnamon dan Wisang.
Setiap pengisi acara, masing-masing akan membawakan 1 sampai 2 lagu. Di antara kumpulan lagu-lagu Chrisye yang akan dibawakan antara lain Lilin-Lilin Kecil, Chopin Larung, Smaradhana, Serasa, Merpati Putih, Galih dan Ratna, Lestariku, Hip-Hip Hura, Sendiri, Kisah Insani, Anak Jalanan, Sabda Alam, Juwita, dan Cintaku.
Konser ini akan dimulai pada pukul 19.00 bertempat di The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place Jakarta, yang berkapasitas sebanyak 3000 orang. Tiket disediakan menjadi tiga kelas, yakni kelas Platinum seharga Rp1.500.000, kelas Gold Rp 1.000.000, kelas Silver seharga Rp600.000, dan Tribune seharga Rp250.000.
"Saatnya kita mengapresiasi karya-karya yang sangat memorable dari insan seni di tanah air, di mana salah satunya adalah karya dari almarhum pemilik nama asli Chrismansyah Rahadi yang meninggal dunia pada 30 Maret 2007 silam setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang telah dideritanya sejak tahun 2005," pungkas ayah dari personil Vierra, Kevin Aprilio, ini. (kpl/hen/npy)

Ditemui di rumah duka Pesona Depok Blok A-V No. 5 Depok, Jumat (7/8) dini hari Eros Djarot, menceritakan kondisi almarhum yang saat itu sudah dimandikan dan dikafani. Dirinya mengaku mendapatkan cerita dari Clara Sinta, salah satu anak W.S Rendra yang malam itu terlihat sibuk.
"Kondisi cukup bagus, wajahnya cerah, beliau meninggal di ranjangnya di sini. Suatu hal yang menarik meninggalnya ditemani putrinya sendiri dan katanya dia nggak merasa kesakitan. Clara cerita sama saya dia masih sempat bicara dia minta makan kasih minum kemudian pergi (meninggal, red), tidak ada tanda-tanda yang cukup berarti kalau mau pergi," terangnya mengutip Clara.
Indonesia menurut Eros telah kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Karena dalam hidupnya Rendra banyak memberi motivasi, dan menyumbangkan pemikiran bagi bangsa. "Saya bangga dia meninggal tidak sebagai pecundang, pengkhianat, tapi sebagai bapak yang baik," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Saya masih nggak ngerti saya cuma diundang saya disuruh tanda tangan saya masih belum tahu. Saya belum tanda tangan kalau belum baca isinya," ungkap Bella di sela acara yang berlangsung di Tea Addict Cafe, Jl. Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).
Sebagai sebuah gerakan budaya, Bella menilai acara ini cukup bagus, meski dirinya menolak jika dikaitkan dengan politik. Gadis berusia 35 tahun ini, mendukung sepenuhnya pendapat Sujiwo Tejo yang saat itu hadir di acara tersebut.
"Seperti tadi mas Sujiwo Tejo bilang kalau ini dibawa ke politis saya nggak mau. Tapi kalau dulu di acara televisi masih ada acara yang menyangkut budaya saya mendukung, tapi kalau sampai dipolitisir saya nggak," ungkap Bella menegaskan.
Acara Mufakat Kebudayaan merupakan acara silaturahmi atas keprihatinan kondisi budaya nasional yang semakin tersisihkan. Acara ini banyak dihadiri para budayawan dan selebritis, termasuk Iwan Fals, Sujiwo Tejo, Marcella Zalianty, Yenny Rachman, Eros Djarot, Sys NS,Mat Solar, Happy Salma, Ray Sahetapy dan lain sebagainya.
"Saya diundang kaget, saya tidak tanda tangan karena saya tidak mengerti. Saya nggak mau terseret karena kebodohan karena nggak mengerti, karena saya benar-benar merawat profesi saya," terang Bella.
Di sisi lain Bella ingin teguh berpendapat, dan ingin melihat masalah secara rasional dengan tidak menyalahkan siapa pun. "Dan saya bukan barisan generasi yang harus ngamuk karena entertainment begini dan TV yang mementingkan rating biar bagaimana pun gue produk TV juga," pungkasnya. (kpl/buj/dar)

"Ya, bagi saya Marcella imejnya nggak berubah. Saya punya keadilan versi saya sendiri. Dia wanita yang baik, cantik, humble, intelek, dan anggun," puji Banyu yang ditemui di sela prosesi pembebasan Marcella di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6) malam.
Putra sutradara senior Eros Djarot itu pun mengaku sama sekali tidak ada rasa malu bersahabat dengan kakak kandung Olivia Zalianty tersebut. Baginya, hukuman yang dialami Marcella selama 6 bulan 20 hari mendekam di balik jeruji besi tak bisa dibenarkan.
"Saya nggak punya preseden apa pun terhadap Marcella Zalianty. Terserah orang mau bilang apa, bagi saya di Republik ini wajah keadilan itu beragam. Yang salah bisa benar, dan yang benar bisa salah," ujarnya.
"Pokoknya Marcella tetap pujaan hati lah, dan nggak ada urusannya dengan imej. Imejnya dia nggak cacat sama sekali. Saya menggunakan bahasa nurani," sambung Banyu dengan tegas. (kpl/hen/boo)