< >

ARTIKEL FALL OUT BOY


Panic At the Disco: 'PRETTY. ODD.' Mereka Tetap Seperti Dulu

KapanLagi.com -
Oleh: Noppy

Panic At the Disco akhirnya kembali. Jika Anda sudah rindu dengan penampilan mereka yang fantastis bak opera dengan berbagai ikon sirkus di dalam album mereka, maka bersiaplah untuk 'menelan' PRETTY. ODD.

Saat mulai merasakan We're So Starving sebagai track pertama dalam album kedua mereka ini, Panic menjanjikan pada penggemar mereka jika, 'Kami tetap band emo/pop yang telah menjual jutaan kopi album!' Walaupun sebenarnya tidak terlalu benar.

Pasalnya, kesan gelap dan suram khas band emo dalam album debut mereka, A FEVER YOU CAN'T SWEAT OUT, yang dirilis 2005 silam, nampaknya sudah semakin sirna seiring Anda mendengarkan lagu-lagu berikutnya.

Tak ada lagi kisah tentang pelacur, penari bugil, dan perselingkuhan. Panic telah menggantikannya dengan nada-nada sunny pop dan keceriaan ala The Beatles dan The Beach Boys. Terdengar jelas dalam single pertama mereka, Nine in the Afternoon, yang lengkap dengan perpaduan petikan gitar yang 'malas' dan sentuhan terompet, benar-benar akan terasa beda dengan single ternama mereka, I Write Sins Not Tragedies, yang penuh kemarahan.

Rupanya Panic memang menghabiskan waktu empat tahun untuk menggodok materi album baru mereka ini sehingga bisa benar-benar dilepas dari Fall Out Boy.

Perlu bukti? Dengarkan saja That Green Gentleman (Things Have Changed), Do You Know What I'm Singing?, dan Folkin' Around yang agak-agak terdengar seperti lagu country (sebenarnya cukup menghancurkan image yang ingin dibangun Panic dalam album kedua ini).

Vokal Urie pun lebih matang di album kedua ini. Sehingga untuk keseluruhan, PRETTY. ODD. memang a. pretty. rock. album. (kpl/npy)


Lihat profil: Panic At the Disco, Fall Out Boy
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 08-08-2009 |

Emo, Lebih Dari Sekedar Musik

KapanLagi.com - Akhir-akhir ini banyak terdengar istilah 'emo.' Musik emo, gaya pakaian emo, potongan rambut emo, bahkan gaya hidup emo. Jika kita mengakses situs www.friendster-layouts.com dan memilih kategori emo, maka akan muncul ratusan tampilan pola halaman yang kebanyakan dihiasi dengan warna-warna gelap, suram, didominasi hitam, abu-abu, putih, dan merah darah. Dilengkapi dengan gambar orang dengan smokey eyes, rambut menutupi mata, dan biasanya menunjukkan bahwa mereka sedang patah hati dan putus asa. Tetapi, apakah sebenarnya 'emo' itu? Apakah melulu gaya berpakaian yang saat ini lagi in di kalangan anak muda itu?

Lebih Dekat Dengan Emo

Hampir serupa dengan punk dan rock, emo sekarang dikenal sebagai suatu keadaan emosional. Istilah emo sendiri dianggap sebagai sebuah budaya, kata itu adalah singkatan dari kata 'emotional' (emosional). Emo sendiri ternyata bukan hanya sebuah sikap, namun juga fashion yang terpengaruh dari musik emo (emocore).

Emo adalah Aliran Musik

Emocore adalah perpaduan dari hardcore dan musik punk yang sangat populer di Washington DC pada akhir era 80-an. Budaya emo akhirnya terus berkembang antara dekade 90-an hingga 2000-an hingga mencapai popularitasnya saat ini.

emo

Pertengahan 80-an, istilah emo menggambarkan sub genre hardcore punk yang berakar dari musik Washington DC. Pada perkembangannya, istilah emocore yang merupakan kependekan dari emotional hardcore, akhirnya digunakan untuk menggambarkan penampilan band-band di Washington DC yang sangat emosional misalnya Rites of Spring, Embrace, atau Moss Icon.

Di pertengahan 90-an, istilah emo mulai merujuk pada genre indie yang mendapatkan pengaruh dari Fugazi yang dianggap sebagai emo first wave.

Band-band seperti Sunny Day Real Estate dan Texas is the Reason menunjukkan gaya emo indie rock yang lebih menunjukkan melodi mereka daripada kekacauannya.

Yang saat ini sedang populer adalah band-band seperti Fall Out Boy, My Chemical Romance, Panic at the Disco, dan Paramore yang juga disebut sebagai band emo walaupun gaya musik mereka memang cukup berbeda dengan band-band emo sebelumnya.

emo

Emo adalah Gaya Berpakaian

Namun emo sepertinya telah berkembang jauh melampaui dunia musik saja. Emo sekarang malah lebih sering dihubungkan dengan fashion daripada musik.

Istilah emo ini kadang kala langsung dirujuk pada jeans ketat yang dipakai cowok dan cewek juga, poni rambut yang panjang dan disisir ke satu sisi wajah dan menutupi salah satu atau malah kedua mata. Potongan rambutnya lurus, kaos ketat (biasanya berlengan pendek) bertuliskan nama-nama band emo, ikat pinggang berkepala besar, sepatu kanvas atau sepatu hitam yang sering kali nampak tua dan lusuh, dilengkapi dengan kaca mata berbingkai hitam tebal.Gaya berpakaian ini disebut dengan istilah fad.

emo

Emo adalah Gaya Hidup

Belakangan, media menghubung-hubungkan emo dengan stereotype seperti emosional, sensitif, pemalu, tertutup, atau cepat tersinggung. Parahnya, mereka juga menghubung-hubungkan karakter emo dengan depresi, suka melukai diri sendiri, dan bunuh diri.

Namun terlepas dari semua itu, emo adalah salah satu tren musik yang akhirnya berkembang menjadi suatu gaya berpakaian dan cara bergaul. Seperti juga gaya hidup lainnya, ada sisi negatif dan ada sisi positif di dalamnya. Tak semua emo kids (penganut aliran emo) bersifat emosional dan suka menyakiti diri sendiri. Dalam satu situs emo, www.emo-corner.com, disebutkan bahwa 'emo people are not all suicidal and they do not slit their wrist!' Jadi, are u dare enough to be called emo kids? (kpl/wiki/le/ec/npy)


Lihat profil: Fall Out Boy, Panic At the Disco
Diposting oleh: Editor | Rabu, 12-11-2008 |

«1»