KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Pemain: Vino G Bastian, Fathir, Dion Wiyoko, Ali Syakieb, Dallas Pratama, Fanny Fabriana
Berawal dari persahabatan 5 pemuda, Ale (Fathir), Jarot (Vino G Bastian), Lukman (Dion Wiyoko), Sadat (Ali Syakieb), dan Jago (Dallas Pratama). Umur yang masih muda, membuat mereka sangat berambisi dan cenderung menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Ale yang terlihat memiliki jiwa kepemimpinan, dianggap sebagai leader kelompok ini.
Suatu hari dalam pertandingan sepak bola, mereka terlibat perseteruan dengan kelompok lain. Ale saat itu sedang terdesak, namun Jarot datang menyelamatkannya. Sayang, secara tak sengaja Jarot menusuk lawan dengan pisau. Ale dkk yang panik melihat korban jatuh bersimbah darah, langsung meninggalkan Jarot sendirian.
Akibat perbuatannya, Jarot harus mendekam di dalam penjara seorang diri. Tak ada satu pun sahabat-sahabatnya yang mau peduli. Ia pun merasa telah dikhianati teman-temannya sendiri. Perasaan kecewa dan sakit hati membuat Jarot ingin membalas dendam.
Selepas dari penjara, ia langsung bergabung dengan kelompok Naga Hitam yang notabene musuh dari kelompok Ale dkk. Permasalahan pun semakin rumit. Mulai dari Jarot yang tidak sengaja bertemu adik Ale, Aisya (Fanny Fabriana), perempuan yang dulu pernah ia cintai, hingga perdagangan narkoba antar dua kelompok ini.
Film dengan tema gangster mungkin baru SERIGALA TERAKHIR yang cukup menonjol. Upi Avianto sebagai sutradara cukup berani membuat film seperti ini, mengingat negara kita tidak terlalu terkenal dengan kelompok-kelompok mafia semacam ini.
Dengan durasi film selama 135 menit, film menjadi sedikit membosankan. Beberapa adegan drama dibuat lambat, sehingga cenderung membuat penonton sedikit bosan. Namun hal itu tertutupi dengan adegan action yang apik dan akting Vino sebagai Jarot yang cukup menawan. Ia mampu mengekspresikan rasa kecewa dan sakit hatinya akibat dikhianati dengan baik. (kpl/riz)

KapanLagi.com - Pemain: Tora Sudiro, Vincent Rompies, Fanny Fabriana, Bagoes Surya Aji Wibowo, Didik Nini Thowok, Marwoto.
Oleh: Rifqa Rizkarima.
Atas nama cinta, manusia bisa berbuat apapun. Seperti yang dilakukan oleh Sahroni (Tora Sudiro), preman desa Demolong yang jatuh cinta pada Rini (Fanny Fabriana), anak pak lurah (Marwoto).
Padahal pak lurah sendiri hendak menjodohkan Rini dengan laki-laki pilihannya, yakni, Raden Mas Pono (Vincent Rompies). Akhirnya pak lurah memutuskan, siapapun yang bisa menjadi lurah sebagai pengganti dirinya kelak, maka akan dinikahkan dengan Rini.
Persaingan antara Sahroni dan Pono pun dimulai. Sahroni pun berubah 180 derajat, tak lagi menjadi preman yang dibenci masyarakat. Pono yang takut tak mendapat Rini, mati-matian meraih perhatian masyarakat desa. Merasa tak cukup, Pono pun meminta bantuan seorang dukun sakti, Heri (Den Baguse Ngarso).
Tibalah saat hari pemilihan, perhitungan suara pun dilakukan. Pono pun unggul tipis dari Sahroni, itu pun karena Pono curang menyuap petugas pemilihan. Walau patah hati, Sahroni tetep menerima hasil pemilihan tersebut. Rini yang diam-diam telah jatuh pada Sahroni yang tidak ingin menikah dengan Pono. Maka pada malam midodareni, ia kabur. Saat kabur, Rini ternyata memiliki rencana sendiri, yakni membuka kedok Pono. Ia menjebak salah satu kaki tangan Pono agar mau menjadi saksi kecurangan bosnya.
Akhir kata, perhitungan suara ulang pun dilakukan. Dan kali ini Sahroni lebih unggul dari Pono. Pernikahan Rini dan Sahroni pun segera dipersiapkan. Pono yang tidak terima dikalahkan seorang preman, ditambah harga diri sebagai keturunan 'Raden Mas', membuatnya melakukan segala cara untuk mengacaukan pernikahan Rini dan Sahroni.
Memasang nama Tora Sudiro dan Vincent Rompies untuk berduet di film komedi bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, duo aktor kocak ini sukses lewat film komedi seperti KRAZY CRAZY KREZY, WAKIL RAKYAT, TRI MAS GETIR, dan BENCI DISKO. Memang, nama kedua aktor ini seperti sebuah jaminan kelucuan yang bakal dihadirkan.
Lihat saja ulah Tora dan Vincent dalam PREMAN IN LOVE. Mungkin beberapa adegan terkesan jorok, seperti adegan Vincent yang terkena (maaf) tinja dan adegan di mana Mr.P Tora ereksi. Rasanya kurang pantas jika ditonton bersama keluarga.
Namun sepertinya pemilihan duo Tora dan Vincent harus kembali dipikirkan oleh Rako Prijanto selaku sutradara. Mungkin dua nama ini memang mampu memberikan kelucuan dan chemistry keduanya bersama Rako telah terbangun sejak film TRI MAS GETIR. Penonton lama-lama akan bosan dengan pemain yang itu-itu saja.
Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur. Paling tidak film yang ditulis oleh Kinara Samael dan diproduksi oleh MD Pictures ini bisa menjadi salah satu alternatif hiburan saat liburan tiba. (kpl/riz)