KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Alhamdulillah kalau mereka pikir Mano kaya, sanggup membayar segitu banyak. Keluarkan uang Rp3 juta saja Mano pikir-pikir. Mano nggak takut, Mano nggak ngerasa gagal karena ini keputusan satu pihak," ungkapnya dalam jumpa pers mengenai kekalahannya dari sang suami, Tengku Muhammad Fakhry, atas sidang kasus pencemaran nama baik di Malaysia.
Ditemani ibundanya Daisy Fajarina, kuasa hukum Farhat Abbas, dan Laskar Merah Putih, mantan model ini berharap ada keadilan yang berlaku. Pasalnya, ia sudah memiliki banyak bukti, sudah divisum, tapi kasusnya tidak ditindaklanjuti. "Ya itu menunjukkan kuat pengaruh mereka (Kelantan) di negara kita. Mano hanya ingin keadilan. Mano hanya ingin dia (Fakhry) di-judge (dihukum)," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menampik anggapan jika ia tidak menghargai Pengadilan Malaysia karena tidak pernah pernah hadir di sidang. Menurutnya, lewat pengacara yang ditunjuk pun ia sudah tak perlu hadir. "Bukannya Mano tidak menghargai. Sekali lagi Mano menjelaskan, Mano nggak punya masalah sama Malaysia, tapi sama Fakhry. Malah waktu itu banyak orang Malaysia yang tolong Mano," terangnya.
Farhat yang berada di samping Manohara juga menegaskan bahwa putusan pengadilan yang merugikan kliennya tersebut belum diterima sepenuhnya. "Tidak segampang itu. Kasus pencemaran nama baik itu cacat hukum. Itu kan terjadinya di Indonesia, harusnya perkaranya di Indonesia," jelasnya.
Lantas, bagaimana dengan isu deportasi yang pernah diajukan Fakhry? Akankah Manohara dikembalikan ke negara suaminya? Mendengar ini, ia langsung bersemangat menjawab. "Dulu, dia (Fakhry) bilang mau deportasi Mano dari Indonesia ke Malaysia. Tapi itu kan tidak akan bisa. Mau dilihat dari buku apa pun tidak masuk akal. Negara asal Mano kan Indonesia," pungkasnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (8/11) malam. (kpl/ato/boo)

"Yang pasti sudah kita beritahu kepada penyidik. Rabu besok dia (Pinot) akan memenuhi panggilan penyidik," jelas Farhat saat dihubungi via telepon kemarin.
Di kasus berbeda, Kasat Renakta Polda Metro Jaya, AKBP Agustinus P mengatakan, pihaknya akan memanggil Daisy Fajarina terkait kasus dugaan pemalsuan surat-surat.
"Kita sekarang sedang meminta keterangan dari beberapa saksi. Nanti dia (Daisy) juga saya panggil," kata Agustinus.
Dalam kasus ini Daisy dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan telah memalsukan surat-surat untuk membuat paspor Shaliha. (kpl/adt/bun)

"Dari awal nikah, sebenarnya itu pernikahan yang nggak legal meski secara hukum di Malaysia. Ya pokoknya kita sedang mengerjakannya. Untuk lebih jelasnya tanyain saja sama pihak Malaysia," kata Manohara saat ditemui di acara buka bersama di Batavia Hotel, Jakut, Selasa (01/09) kemarin.
"Mano nggak ada apapun dengan Malaysia," lanjutnya. "Masalah Mano itu Tengku Fakhry secara individual. Nggak mau karena dia jelek jadi kebawa semua orang Malaysia itu jelek. Karena banyak juga yang membantu Mano itu orang Malaysia."
Pengacara Mano sendiri, Warsito Sanyoto, mengungkapkan jika sampai saat ini belum ada perkembangan atas kasus Mano. Pasalnya, mereka masih menunggu laporan dari Kerajaan Kelantan untuk diteruskan ke pihak Kepolisian di Malaysia untuk kemudian diproses di Indonesia. Mengenai Ratna Sarumpaet sendiri, dia mengaku tidak ingin ambil pusing.
"Kita nggak nyari masalah baru, itu nggak ada apa-apanya. Biarkan saja, kita defensif. Pokoknya kita fokus pada laporan awal," katanya.
"Memang dari awal kasus ini penuh pro kontra seperti dibuat-buat. Saya kecewa dengan Ratna Sarumpaet karena Ibu Daisy tidak pernah dijerat hukum apapun di Perancis. Kenapa dia ngomong, bawa surat segala, kalau dia pernah dihukum di sana," tambah Farhat Abbas. (kpl/ant/npy)

"Buat apa kita ramai-ramai tapi tiba-tiba cerai? Aku sendiri pingin yang khidmat saja atas restu dua orang tua dan berjalan langgeng itu sudah cukup," tukasnya.
Saat disambangi di bilangan Casablanca, Jakarta, belum lama berselang, mantan kekasih Farhat Abbas ini tak menampik tema seperti itu diambil karena sang suami, Farid Dwi Nuryanto, bukan berasal dari kalangan selebriti. Dia hanya pebisnis yang kerja kantoran.
"Aku pilih yang kerja kantoran karena butuh yang setia, dan bisa memberikan kenyamanan. Kan dulu sudah capek pacaran dengan macem-macem tipe. Sekarang pilih yang setipe saja," ujarnya langsung tertawa.
Menurut Kumala, suaminya itu tipe pria yang sederhana, baik dari penampilan maupun dari kesukaan makan. "Sama sekali dia tidak neko-neko. Dia lebih suka makan pecel lele, tempe, dan tahu, daripada makan seperti pizza atau steak. Jadi dia bagian yang tidak enak-enak, yang enak buat aku saja," ujarnya sumringah. (kpl/wwn/boo)

"Coba kalian pikir secara logika, mana mungkin jika naik 14 kilo cuma dalam waktu 4 hari?" ujar Mano saat menggelar rapat bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea dan Farhat Abbas, di kantor Hotman di kantor Summit Mas, Jl Jenderal Sudirman, Jaksel, Rabu (24/06) siang tadi.
Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang apa yang dikonsumsi oleh Mano sehingga bisa bertambah berat begitu cepatnya. "Orang biasa yang makan cokelat dalam waktu 3 bulan itu sudah menaikkan berat badan, kenapa hanya makan cokelat saya badan sudah naik 14 kilo?" pungkasnya. (kpl/hen/npy)

"Tujuan rapat hari ini adalah untuk meng-counter pemberitaan yang beredar di TV yang membantah seolah-olah tidak melukai, dalam hal ini Tengku Fakhry," terang Hotman Paris Hutapea yang didampingi Farhat Abbas di kantor Hotman di Summit Mas di Jl Jendral Sudirman, Jaksel, Rabu (24/06) siang tadi.
"Jadi, kejadian sebenarnya menurut Mano, penyiksaan itu terjadi awal April sampai 20 April. Mengenai luka-luka, itu sudah kering dan sudah tidak ada luka lagi. Kejadian itu terjadi setelah 10 hari penyiksaan," kata Hotman merujuk pada rekaman milik Kerajaan Kelantan di mana Mano ditunjukkan sedang bersenang-senang, berenang, dan menari poco-poco.
"Ke manapun Mano pergi, Mano selalu dijaga pengawal-pengawalnya," terang Mano. "Di pulau itu sudah disediakan hidden camera. Mano tahu karena Mano melihat kamera dan mungkin itu yang dijadikan bukti buat mereka. Emang setelah peristiwa itu berlalu, luka Mano apabila kena air sudah tidak terasa sakit karena sudah kering."
Lebih jauh lagi, pembantu yang biasa melayani Mano, dituturkan Mano, sempat meneteskan air mata melihat keadaan tubuh Mano. "Mano sedang ganti baju untuk menonton sepak bola, ketika Mano buka baju ada pembantu yang melihat badan Mano dan dia menangis melihat keadaan badan saya. Tapi mereka kira Mano sendiri yang melakukan hal itu, padahal tidak," ungkapnya.
Hotman menambahkan jika setiap Mano diajak berhubungan, gadis muda itu selalu diberi pil. Dia pun juga dipaksa agar selalu tampak senang di depan publik.
"Mano itu sebenarnya takut ketinggian, takut dengan ikan-ikan kecil. Tapi saat Mano minum pil, Mano tidak merasakan apa-apa, cuma merasa fly. Dan Mano harus loncat dan berenang, Mano itu dipaksa padahal Mano takut," ungkap Mano. (kpl/hen/npy)

Saat dimintai konfirmasi melalui telepon, Roy yang sedang berada di Yogyakarta, Kamis (18/6), mengaku sudah mengkonfirmasi pernyataan Farhat kepada ibu Manohara, Daisy Fajarina, langsung.
"Saya nggak tahu, tiba-tiba nggak ada angin nggak ada hujan, Farhat lepas kontrol bikin statement sendiri mau menuntut saya. Dibilang Ibu Daisy marah, karena saya menyebarkan foto-fotonya Mahonara. Setelah mendengarnya, saya telepon langsung ke ibu Daisy. Nah, kata Bu Daisy nggak marah tuh sama saya," katanya.
Lantas jika tidak marah, apa yang dikatakan Daisy tentang foto-foto Manohara yang ditelitinya?
"Justru berterima kasih pada saya. Mendengar Farhat membuat statement sendiri, Bu Daisy bahkan kabarnya mendapat saran untuk memecat Farhat dari tim pengacaranya," katanya.
Roy lantas menjelaskan kronologi kejadian pertemuan dengan Daisy dan Manohara.
"Yang minta untuk periksa foto itu Bu Daisy, Selasa 9 Juni. Saya bertemu di Grand Hyatt lantai empat, ada juga Manohara dan kakaknya Dewi. Saya nggak datang sendiri, diantar oleh Mas Edy Hartawan dari Laskar Merah Putih," terangnya.
Siang sebelum menemui Daisy, Roy mengaku sudah dikontak dokter forensik yang memeriksa Manohara.
"Saya membantu dalam kapasitas untuk menunjukkan rentang waktu foto yang diambil dari BB (Blackberry - Red) Manohara. Nah, saat ada wartawan tanya kepada saya, saya tunjukkan, menunjukkan itu beda dengan memberikan gambar ya. Jadi tidak ada niat menyebarkan. Media perlu tahu fotonya agar Mano tidak dituduh berbohong," terangnya. (kpl/uji/bun)