< >

BLOG FARIZ RM


Cicak Perbaiki Sistem Pemerintahan Dengan RBT Gratis

Kapanlagi.com - Derasnya dukungan yang mengalir kepada dua pimpinan non aktif KPK, Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah, mendorong Fariz RM, Once Dewa, Jimo Kadri Jimo The Prinzes Of Rhythm (KJP), Cholil Efek Rumah Kaca, dan Netral turut memberikan dukungan. Kegiatan ini juga merupakan dukungan terhadap gerakan anti pelemahan KPK demi Indonesia yang bersih dan bebas korupsi.

"Saya wajib mendukung upaya memperbaiki sistem di tanah air, saya cinta tanah air, saya ingin pemerintah yang bersih. Dalam kasus yang menimpa KPK, saya ingin hukum ditegakkan dengan benar," terang Fariz RM.

Bersama dengan Cicak (Cinta Indonesia Cinta KPK) mereka merekam lagu pendek untuk nada sambung telpon genggam berjudul KPK di Dadaku dengan musik latar oleh Netral. Nada sambung KPK di Dadaku nantinya bisa di-download secara gratis oleh pengguna telepon genggam. Nada sambung KPK di Dadaku direkam dan mudah disebarluaskan kepada masyarakat luas khususnya pengguna telepon genggam.

"Sehingga siapa pun yang ingin menunjukkan dukungannya terhadap KPK bisa melakukannya dengan memasang nada sambung di telepon genggam masing-masing," jelas Irma Hidayana dari Cicak.

Dewi Soeharto, anggota cicak yang lainnya, menambahkan, "Membuat nada sambung bersama kalangan musisi merupakan salah satu kegiatan Cicak dalam rangkaian kampanye anti pelemahan KPK."

Sejak bergulirnya kasus yang mengindikasikan adanya pelemahan dari kriminalisasi KPK, Cicak telah melakukan kampanye anti pelemahan dan kriminalisasi KPK melalui pentas musik Slank dan band lainnya, pembacaan puisi, dan pembuatan mural-mural di tembok-tembok Jakarta. Dalam waktu dekat Cicak juga akan membuat klip iklan layanan masyarakat. (kpl/gum/npy)

DOWNLOAD MP3 LAGU KPK DI DADAKU

    

Lihat profil: Fariz RM, Once Dewa, Efek Rumah Kaca, Netral, Slank
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 03-11-2009 |

Once: Soal KPK Hukum Harus Ditegakkan

Kapanlagi.com - Once Dewa dan Fariz RM serta sejumlah musisi lain, tengah terlibat dalam proses produksi sebuah RBT (Ring Back Tone) berjudul KPK di Dadaku, sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan KPK melawan ketidakadilan sistem hukum di Indonesia.

Once mengaku, sebagai warga negara memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki sistem hukum di tanah air. Sebagai seniman, dirinya akan berjuang sesuai kapasitas seorang musisi.

"Saya merasa wajib mendukung, upaya memperbaiki sistem di tanah air. Saya cinta tanah air. Ini pemerintahan yang bersih, dalam kasus KPK saya ingin hukum ditegakkan dengan benar," tegas vokalis Dewa 19 ini saat ditemui di Studio Santorini Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (2/11).

Senada dengan Once, musisi Fariz RM juga mendukung langkah upaya berbagai pihak untuk memperbaiki sistem hukum di Tanah Air. Menurutnya, apa yang dialami KPK merupakan sebuah kemunduran bangsa dalam segi hukum.

"Saya juga mendukung upaya memperbaiki sistem yang di tanah air. Kalau melihat kasus KPK, ini adalah satu kepincangan sistem hukum yang cukup memprihatinkan. Saya sebagai musisi hanya bisa membantu dari segi bermusik. Moga-moga yang temen lakukan ini bisa membuka sistem hukum di Indonesia," tegas Fariz dalam suasana pemadaman listrik di Studio tempat menyelesaikan rekaman tersebut.

Komunitas Cicak (Cinta Indonesia Cinta KPK) bersama sejumlah musisi, tengah menyiapkan proses rekaman. Langkah ini merupakan wujud kepedulian musisi dalam upaya ikut terlibat dalam menegakkan supremasi hukum. RBT tersebut akan secara bebas dapat di-download di sejumlah situs internet. (kpl/gum/dar)  

DOWNLOAD MP3 LAGU KPK DI DADAKU

   

Lihat profil: Once Dewa, Fariz RM, Dewa 19
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 03-11-2009 |

RBT KPK di Dadaku, Bentuk Dukungan Musisi Pada KPK

Kapanlagi.com - Dukungan terus mengalir untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dua pimpinan nonaktifnya, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah tengah ditahan tanpa alasan yang kuat. Penahanan ini dinilai sebagai upaya pelemahan terhadap institusi yang telah banyak memenjarakan koruptor kelas kakap itu.

Irma, mewakili komunitas Cicak (Cinta Indonesia Cinta KPK) ditemui di Studio Santorini, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin 2/11 mengungkapkan, dukungan juga datang dari kalangan musisi tanah air. Mereka berencana merilis sebuah RBT (Ring Back Tone) berjudul KPK di Dadaku.

"Bentuk kepedulian musisi terhadap KPK atas bentuk ketidakadilan pemerintah. Teman-teman artis seperti Bino, Cholil, Once dan Fariz RM rela untuk membantu KPK melalui musik ringtone ini," ungkap Irma.

Soal pilihan pada Ring Back Tone, menurut Irma lebih pada proses produksi, agar bisa secepatnya bisa sampai kepada masyarakat. Karena besok (Selasa, 3/11) lagu ini bisa di-download secara bebas di beberapa situs internet yang ditunjuk.

"Supaya nanti prosesnya nggak berbelit-belit. Dan harapannya supaya besok masyarakat langsung bisa mendownload lagu ini. Ini bentuk dukungan kepada KPK dan menolak kriminalisasi KPK," pungkas Irma sambil mengungkapkan jika lagu tersebut tengah dalam proses produksi. (kpl/gum/dar)

DOWNLOAD MP3 LAGU KPK DI DADAKU

  

Lihat profil: Once Dewa, Fariz RM
Komentar : 4 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 02-11-2009 |

Sore Kolaborasi Dengan Ebiet di Djakarta Artmosphere

Kapanlagi.com - Jika Anda penggemar musik-musik lawas yang dibawakan oleh Doel Soembang, Fariz RM, Vina Panduwinata, maka sebaiknya jangan lewatkan event Djakarta Artmosphere yang mempertemukan mereka dengan pada musisi indie muda.

Dalam event yang akan digelar pada 7 November 2009 mendatang di Annex Building Jl. MH. Thamrin No. 5, Jakarta Pusat, dijadwalkan juga jika musisi senior Ebiet G Ade akan berkolaborasi dengan Sore, tepat pada pukul 14.00. Sementara, sebagian hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk korban gempa Padang.

Raymon Gascaro, Keyboardist Sore, mengaku sangat bangga memiliki kesempatan berduet dengan Ebiet. Untuk persiapan, mereka juga sudah berlatih bersama.

"Kemarin kita sudah sempat ngobrol, kayaknya asyik kita sangat senang. Bisa dibilang Om Ebiet ini kan senior yang sudah melegenda," ungkapnya, saat preskon Djakarta Artmosphere di Galeri Antara, Pasar Baru, Senin (26/10).

Sementara itu, Sore juga mengaku tidak akan menggubah banyak musik sang senior. Meskipun band indie, Sore berencana akan berusaha seharmonis mungkin dengan musik khas Ebiet.

"Pastinya kita nggak akan mengubah orisinalitas musik beliau. Ya kita lihat aja deh nanti pokoknya," tandasnya.     (kpl/ant/bar)


Lihat profil: Sore, Ebiet G Ade, Fariz RM, Doel Sumbang, Vina Panduwinata
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 27-10-2009 |

Sherina: Bagi Saya Om Chrisye Adalah Inspirasi!

Kapanlagi.com - Bagi penyanyi muda berbakat sekelas Sherina Munaf, bakat saja tak cukup untuk dapat mendukung karirnya, namun juga diperlukan inspirasi dari senior. Keponakan Fariz Rustam Munaf tersebut bahkan mengaku telah terinspirasi oleh karya-karya almarhum Chrisye saat ia mulai berkeinginan kuat menyanyi di waktu kecil.

"Saya pernah ketemu dia saat masih kecil, bagi saya om (Chrisye) adalah inspirasi, vokalnya sangat unik dan mungkin cuma dia yang punya ciri vokal seperti itu," terangnya.

Ditemui KapanLagi.com dalam Konser Classic Chrisye a Night to Remember di Ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (12/10), pemilik nama lengkap Sinna Sherina Munaf tersebut nampaknya benar-benar ingin mengejar impiannya dalam berkarir, seperti halnya yang telah dilakukan oleh almarhum Chrisye.

"Tentunya pengen, tapi untuk jadi seperti itu tidaklah gampang, tentunya dengan karya dan kejujuran untuk meraihnya," ujar dara berusia 19 tahun itu.

"Ekspektasi aku ya pada diri sendiri untuk bisa bekerja lebih baik," imbuhnya menegaskan.    (kpl/ant/bar)


Lihat profil: Sherina, Chrisye, Fariz RM
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 14-10-2009 |

Yuni Shara Kagumi Legenda Pance Pondaag

Kapanlagi.com - Penyanyi Yuni Shara dikenal sebagai pembawa lagu-lagu tempoe doeloe yang kemudian di-recycle. Meski demikian pacar Raffi Ahmad itu mengaku kagum dengan karya-karya penyanyi Pance Pondaag. Menurutnya lagu ciptaan penyanyi tahun 80-an itu membahas banyak sisi kehidupan.

"Lagunya om Pance gila, di segala sudut dibawain, ya sudah rekaman lagu tadi yang aku bawain," ungkap Yuni saat ditemui di acara Indigo Music Festival di Gedung Telkom, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (9/9).

Yuni dan para pengunjung acara tersebut mendapat surprise ketika penyanyi yang tengah dalam masa pemulihan akibat stroke itu muncul di acara Indigo Music Festival.

"Nggak nyangka, itu surprise karena om Pance kan sakit, emang kita mau berbagi di situ," tegas Yuni.

Sementara Lomba Cipta Lagu dan Lirik Muslim 2009 program Indigo Music Festival yang diprakarsai PT Telkom menetapkan lima pemenang lagu terbaik. Lima lagu terbaik berjudul Senyum Terbaikmu ciptaan Pangky Alatas, Kirimkan Cinta ciptaan Arief Muttaqin, Taqwa citaan M. Haris Munandar, Nikmat Dalam Doa oleh Chandra Irawan dan Terima Kasih milik Fajar Ahadi.

Proses penjurian lomba cipta lagu dan lirik Muslim dilakukan sejak 13 Juli 2009 dengan dewan juri yang terdiri atas Bubi Sutomo, Fariz RM, Gilang Ramadhan, Iwang Modulus dan Krisna.

Lima lagu terbaik itu selanjutnya akan masuk tahap rekaman yang nantinya akan dinyanyikan lima artis atau grup band, yaitu Andien, Joeniar Arief, Twentyfirst Night, Melati Hieselaar dan Fastrack Various Artis.       (kpl/gum/dar)


Lihat profil: Yuni Shara, Andien, Fariz RM, Gilang Ramadhan
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Jumat, 11-09-2009 |

Piercing Lagi, Fariz FM Makin Gaya

Kapanlagi.com - Semakin gaek, Fariz RM makin oke saja, terutama soal gaya. Soal fashion ia jadi tidak mau ketinggalan dengan anak muda zaman sekarang. Buktinya, di telinga sebelah kirinya terpasang anting lagi. Mengingatkan masa kejayaannya di tahun '80 sampai '90–an.

"Ini anting lama bukan baru," sahut Fariz saat dijumpai di Pisa Cafe Mahakam, Jakarta, Senin (24/8).

Bagi Fariz, anting merupakan bagian dari kebutuhan pribadinya. "Seperti tato, gelang, atau kalung. Kalau saya suka anting. Kayak hobi saja," tukasnya lagi.

Pelantun lagu Sakura dan Barcelona ini menyatakan tak risau bila ada orang yang bergunjing soal gayanya yang pakai anting lagi. "Itu sudah jadi konsekuensi bila memilih jadi publik figur," tandasnya. Jadi diomongin tidaklah soal. "Yang bahaya kalau orang sudah tidak mau ngomongin kita," sambungnya.

Seperti saat dia menjadi pesakitan dalam sel untuk sesuatu yang diyakini tidak pernah ia lakukan, Fariz tak peduli orang mau bicara apa. Baginya itu bagian dari sebuah perjalanan. Bahkan ia merasa bersyukur dengan apa yang terjadi. Fariz bisa merasakan bagaimana hidup di tengah popularitas sampai jatuh pada titik nadir.

"Hidup semua orang pasti ada hitam dan putihnya tergantung kadarnya saja. Saya senang telah mengalami banyak hal. Saya merasa beruntung dapat merasakan euforia popularitas sampai jatuh di titik nadir. Itu akan menjadi bekal dalam hidup saya. Tidak semua orang bisa merasakan seperti itu,"pungkasnya.    (kpl/wwn/boo)


Lihat profil: Fariz RM
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 25-08-2009 |

«123»

LIHAT ARSIP BERITA FARIZ RM TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA FARIZ RM TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA FARIZ RM TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA FARIZ RM TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA FARIZ RM TAHUN 2004