KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
"Mungkin bisa karena KCB dibuat 80 % sesuai dengan bukunya, dari tempatnya juga di Mesir, pemainnya juga punya basic dari pesantren," ujar Fedi saat ditemui di gala premiere QUEEN BEE, di FX Mall sudirman, Jakarta selatan, Selasa (2/6).
Sementara itu, soal image Fedi Nuril yang sudah lekat dengan sebutan artis religius, nampaknya aktor sekaligus gitaris Garasi itu telah merelakan imagenya digeser oleh para pemeran KCB.
"Itu suatu hal bagus, gue ikhlas kalau memang lebih, gue gak masalah justru industri perfilman semakin meningkat, dan gue berharap mereka bisa kuat menghadapi cobaan di dunia entertainment," terang Fedi. (kpl/buj/bar)

"Gue agak prihatin habis dia mengalami hal yang cukup berat. Biarkan dia tenang dulu. Dan kasus ini sebaiknya di selesaikan secara baik-baik karena ini menyangkut dua negara. Itu semua kita harus hati-hati dalam bertindak yang ditakuti kita akan berperang, karena kita menghindari itu," ujar Fedi saat ditemui di gala premiere film QUEEN BEE di FX Mall Sudirman Jakarta Selatan, Selasa (2/6).
Bintang AYAT-AYAT CINTA ini menilai tindakan yang dilakukan Mano sudah tepat. Fedi berpendapat, apa yang dilakukan Mano sah-sah saja.
"Mungkin dia terkenal karena simpati dan empati orang tapi kalau tiba-tiba dia main sinetron kenapa nggak. Mungkin itu salah satu cara dia buat ngelupain masalahnya, ya siapa tahu dengan syuting dia bisa fresh lagi," terang Fedi. (kpl/buj/erl)

"Kita sempet performance, sebenernya kita lagi vakum karena proses nyari vokalis. Berhubung ini acara amal, juga nggak terlalu serius banget, akhirnya pakai vokalis dadakan," terang Fedi Nuril tentang penampilannya di acara amal untuk Situ Gintung ini.
Kesulitan mencari vokalis baru ini disebabkan oleh beberapa persyaratan yang ditetapkan band ini. "Masing-masing mereka punya ciri khas. Dan kita sih inginnya cewek. Nggak boleh ada percintaan dalam band Garasi. Bahkan ada salah satu peserta audisi, cakep banget dan suaranya pun bagus tapi justru kita gagalin. Karena kita khawatir hal yang kita takutin terjadi," ungkap bintang MENGAJAR MATAHARI ini.
Dalam pemilihan vokalis, Fedi menekankan kualitas suara. "Yang penting suara, fisik bisa dipoles," ungkap Fedi yang mengatakan berencana merilis album baru tahun ini, setelah mendapat vokalis baru. (kpl/hen/erl)

"Untuk sekarang gue memang gak ada seseorang yang spesial dekat. Dan gue bukan menutup diri juga, tapi sekarang Garasi lagi ada PR baru yang harus dikerjakan. Mungkin waktu untuk mendekati perempuan agak susah tapi kalau berjalannya waktu ketemunya ya udah jalani aja," ujar Fedi saat ditemui di Tea Box Cafe, Jl. Panglima Polim Blok A, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).
Ketika para wartawan mengonfirmasi kepada Fedi mengenai wanita yang menemaninya saat di resepsi pernikahan seorang temannya, Fedi menolak kalau wanita itu adalah kekasihnya. Gitaris Garasi ini mengaku wanita itu hanya sebatas teman rombongan yang datang ke pesta perkawinan tersebut.
Kriteria wanita pujaan Fedi sendiri tidak terlalu sulit. Wanita itu haruslah seorang pendengar yang baik dan tidak harus mengerti musik. "Ya kita sempat jalan tapi itu bukan pacar. Itu cuma teman, kita jalan bareng rombongan kok. Dia gak harus mengerti musik tapi dia pendengar yang baik. Gak ada target umur 30 juga santai aja," jelas Fedi. (kpl/buj/npy)

"Ya, sudah resikonya. Tapi gue lebih memilih album dulu ya, karena vokalis baru akan ada persiapan yang akan susah. Pastinya orang PH juga males karena jadwal gue susah banget pastinya," terang Fedi saat ditemui Tea Box Cafe, Jl Panglima Polim Blok A, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).
Keseriusan Fedi untuk terjun total membangun grup band Garasi menjadi band papan atas seperti Peterpan dan Ungu tinggal menunggu keajaiban datang. Pasalnya, Fedi mengaku saat ini dirinya sedang fokus menulis lagu untuk album Garasi yang akan datang.
"Kalau untuk sekarang gue bisa terjun habis karena memang belum ada film. Ya, gue memang dari dulu satu-satu. Kalau lo perhatiin film gue setahun sekali. Kalau sekarang gue bisa banget fokus di Garasi dulu untuk mencari vokalis baru dan membikin lagu-lagu baru," ungkap Fedi. (kpl/buj/npy)

Grup yang kini tinggal Fedi Nuril (keyboard dan gitaris) dan Aries Budiman (drum) itu akan menggelar audisi pada 8 Februari mendatang di kantor Miles Production. Beberapa kriteria dan persyaratan pun telah disiapkan untuk menentukan vokalis baru.
Menurut Fedi yang ditemui di Teabox Cafe, Jl. Panglima Polim Blok A, Jakarta Selatan, Rabu (28/1), persyaratan untuk menjadi vokalis Garasi cukup sederhana. Tidak harus cewek, cowok pun punya kesempatan, asal berpenampilan menarik, berusia 20-25 tahun, mengerti teknik menyanyi, belum menikah dan minimal tinggi badan 160 Cm.
Pertimbangan usia harus 20-25 tahun, menurut pemeran Jeffrey dalam film JANJI JONI itu lebih pada persoalan semangat berkarya. Menurutnya seseorang yang berusia 20-25 sedang semangat-semangatnya untuk bekerja.
"Belum menikah yang kita harapkan, karena kita sama-sama masih single," tegasnya. "Minimal dia sudah punya teknik menyanyi, kalau karakter itu bebas karena kekuatan Garasi itu ada di lagunya," tambah Fedi.
Garasi harus sudah mendapatkan pengganti Ayu pada Februari 2009, karena sudah banyak kontrak promo on atau off air di Februari. Dengan sosok vokalis baru diharapkan Fedi bisa menggali kreativitas dirinya untuk menciptakan lagu.
"Dengan vokalis baru seperti apa pun dia itu, bisa menggali kreativitas gue, karena kalau dengan Ayu gue cuma bisa cari lagu yang cocok dengan Ayu," pungkas Fedi. (kpl/buj/dar)

Rasa penyesalan dan sedih keluar dari dalam lubuk hati bintang film AYAT-AYAT CINTA itu. Fedi dan Aries Budiman mengaku terkenang saat terakhir manggung bersama Ayu di malam tahun baru lalu di Purwodadi, Jawa Tengah.
"Aku merasa dia terakhir peluk-pelukan, rasa sesal dan sedih itu pasti ada. Pengalaman terakhir bersama Ayu saat malam tahun baru kemarin manggung di Purwodadi," ungkap Fedi saat ditemui di Teabox Cafe, Jl. Panglima Polim Blok A, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).
Fedi Nuril (keyboard dan gitaris) bersama Aries Budiman (drummer) memutuskan memecat Ayu Ratna sebagai vokalis Garasi Band. Ia dinilai tidak profesional dan kurang loyalitas terhadap grupnya. Hal ini didukung oleh sikap Ayu yang kerap absen dalam latihan dan sibuk dengan aktivitas pribadinya, termasuk urusan tampil featuring di band lain.
Garasi Band adalah trio band kelahiran akhir 2005. Kelahirannya diikuti rilis film layar lebar dengan setting grup mereka, dengan judul GARASI (2006) yang diproduseri oleh Mira Lesmana. (kpl/buj/dar)