KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Ditemui pada saat pembacaan ikrar talak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (24/6) siang, Ferry yang tampak hadir sendiri tanpa Risma buru-buru tancap gas. Ia tidak memberikan keterangan kepada media yang telah menantinya. "Sudah resmi... Sudah resmi... Ya sudahlah," ujarnya singkat seraya masuk ke dalam mobil dan langsung berlalu.
Sementara itu, hakim yang menangani perceraian ini, Drs. Harum Rendeng SH, mengungkapkan bahwa seiring dengan pembacaan ikrar talak ini maka Ferry sudah resmi bercerai dan semuanya sudah berkekuatan hukum tetap. Dan meski Risma tidak hadir, tidak akan berpengaruh terhadap putusan yang sudah ada.
"Ya nggak apa-apa, itu sudah sah kok karena sudah diwakilkan," kata Harum yang ditemui di kantornya.
Harum juga menjelaskan bahwa ikrar yang dibacakan hari ini merupakan keputusan akhir dari keduanya. "Ya, semua yang sudah diputuskan dalam pengadilan, itu sudah bisa langsung dilaksanakan," pungkasnya. (kpl/mai/boo)

"Drama musikal ini bercerita tentang pengendara yang terjatuh dan terluka karena ugal–ugalan. Kita berusaha menyadarkan pengendara secara halus untuk menghormati pengguna jalan yang lain," beber Imaniar sebelum acara digelar.
Proses kreatif dari drama musikal ini, kata Imaniar berlangsung selama 1 bulan, dan dinilai cukup solid. "Kendalanya hanya soal teknis saja," ujarnya.
"Kalau inspirasi SAFETY ON THE ROAD ini dari pengalaman pribadi saya sendiri yang melihat kejadian–kejadian mengerikan di jalan raya. Semua kejadian itu akibat jalan raya dibuat main–main," ungkap putri musisi Said Kelana ini.
Drama musikal dapat dikatakan cukup kolosal dengan 171 pendukung. Termasuk di dalamnya beberapa artis beken seperti Netral, J Rocks, The Titans, Reza Artamevira, dan Neo. Dipandu Ferry Maryadi dan Desy Ratnasari. Sementara music director ditangani Inang Noorsaid. (kpl/wwn/boo)

Di usia muda, Risma harus mau menerima statusnya sebagai janda. Tapi ia tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, semua ini sudah digariskan Yang Maha Kuasa. "Umur berapa pun, kalau ini harus terjadi saya harus siap. Ini mungkin jalan terbaik yang diberi Allah dan di balik ini semua ada hikmahnya. Saya yakin pasti nanti dapat sesuatu yang lebih baik atau lebih indah," tutur Risma dalam preskon perceraiannya di Comedy Cafe, Jakarta Selatan, Minggu (31/5).
"Namanya perpisahan itu bukan hanya sedih, tapi hancur. Pokoknya kita akan mengasuh anak sama-sama dan selalu mencari jalan tengah yang terbaik buat anak," timpal Ferry.
Saat ini, kata Risma, ia tinggal bersama orang tua dan anaknya. Dan untuk mengisi hari-harinya dan sebagai alasan untuk menghidupi anaknya, ia pun memilih terjun lagi ke dunia entertainment.
"Saya sebelum nikah sudah main sinetron. Tapi setelah nikah, saya milih fokus untuk kuliah. Apalagi setelah melahirkan, saya fokus ngurus anak. Jadi bukan berarti nggak ada yang nafkahin. Saya kembali ke entertain, sudah setahun lebih. Lagian kuliah saya sudah selesai, dan anak juga udah lebih gede," katanya.
Lalu bagaimana tanggapan Ferry soal rencana ini? Ternyata ia mendukung saja apapun keputusan mantan istrinya. Ia beranggapan pada waktu menjadi istri, Risma adalah sosok yang mendekati sempurna. "Ia istri yang baik," ujar Ferry.
"Ya, Akang juga baik, sempurna. Punya tanggung jawab sama keluarga," sambung Risma tak mau kalah. (kpl/ant/boo)

"Ya mediasi nggak pernah bisa berhasil, namun alasan mereka itu sama tapi saya nggak bisa ngungkapin. Ini menyangkut privasi dan patut dihargai. Mereka nggak mau terjadi perang opini di media, soalnya akan melibatkan dua keluarga besar," kata Dwi dalam preskon perceraian Ferry dan Risma di Comedy Cafe, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (31/5).
Dijelaskan Dwi, semua kesepakatan termasuk hak asuh anak dan gono-gini sudah dibahas. Karena anak masih di bawah umur, maka otomatis akan ikut dengan ibunya. "Tapi secara defakto, kapanpun Ferry jemput, kapanpun Ferry pengen bareng sama anak, itu boleh. Biaya untuk anak ditanggung oleh mereka berdua," terang Dwi.
Komunikasi Ferry dan Risma juga diyakini berjalan lancar dengan adanya preskon bareng ini. Berbeda dengan sidang cerai mereka yang terkesan ada masalah di antara keduanya. "Ini salah satu bentuk kalau kita nggak berantem. Komunikasi kita masih baik-baik saja. Tadi aja kita datang satu mobil," kata Ferry.
"Saya mohon untuk ke depan, nggak ada wawancara sendiri yang berkaitan dengan masalah cerai. Kalau nantinya pertanyaan soal masalah karir atau anak, silahkan. Saya mohon, karena dengan opini yang dibentuk oleh media, itu bisa merusak imej kita," sambung pesinetron/presenter ini.
Perpisahan ini memang berat bagi Ferry dan Risma, apalagi rumah tangga mereka baru berusia 6 tahun. Namun mereka berharap bisa jauh lebih baik lagi ke depannya agar bisa tetap bertahan.
"Melihat ke depan akan lebih baik daripada melihat ke belakang. Mohon doanya saja, semoga kita bisa jadi orang tua yang lebih baik bagi anak kita. Dan hubungan kita jangan sampai dikotori oleh campur tangan atau fitnah dari orang lain," pungkas Ferry. (kpl/ant/boo)

"Ada banyak sekali, nggak mungkin saya jelaskan di sini. Terlalu complicated. Tapi soal alasan yang tahu cuma pengacara sama Risma," kata Ferry yang ditemani Risma serta kuasa hukumnya di Comedy Cafe, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (31/5) sore.
"Ya intinya pasti ada masalah dalam rumah tangga kami. Cukup kami saja yang tahu. Yang penting kita selesaikan baik-baik," timpal Risma.
Meski tidak mau menjelaskan lebih detail, Risma menuturkan bahwa masalah rumah tangganya sudah dimulai sejak dua tahun belakangan ini. Mereka pun sudah mencoba perbaiki dengan segala macam cara. Sayangnya, keduanya tidak juga menemukan titik terang. "Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. Saya berharap ini adalah yang terbaik buat saya, keluarga, dan anak," ujarnya.
Lalu, bagaimana dengan isu orang ketiga, yang belakangan diyakini publik adalah aktris Deswita Maharani? Mendengar ini, Ferry buru-buru membantahnya. Ia menganggap publik belum bisa membuktikan hal itu. Dan dalam kesempatan ini, Ferry melayangkan permintaan maafnya kepada pihak lain yang ikut terseret dalam persoalan rumah tangganya.
"Itu sama sekali tidak ada (WIL). Dan saya merasa kasihan banget kepada orang yang terseret tersebut. Kalau bisa saya mohon sekali lagi tidak menyangkutpautkan masalah itu lagi," tukasnya.
Kabar yang menyebutkan Risma pernah menangkap basah Ferry dan Deswita di sebuah hotel pun dibantah oleh Risma. "Itu sama sekali nggak benar. Perpisahan pasti berat, apalagi perceraian. Tapi ini kesepakatan berdua. Bukan masalah siapa menceraikan siapa. Saya menganggap ini proses yang harus dijalani," pungkasnya. (kpl/ant/boo)

"Saya sudah tanyakan mengenai orang ketiga ini kepada keduanya dan mereka jawab itu tidak benar. Bahwa ada sesuatu yang tidak mau diungkapkan, itu sudah menjadi hak mereka," kata Dwi Ria usai sidang di Pengadilan Agama, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Dalam beberapa kali sidang, Risma tidak nampak menghadiri persidangan. Beredar kabar jika Risma dipaksa untuk tidak hadir agar tidak membongkar semua penyebab perceraiannya. "Tidak ada tekanan soal itu. Sudah lah tanya saja ke Risma nya langsung jika memang ada tekanan," ujarnya.
Sejak menggugat cerai, keduanya memang sudah pisah rumah. Kini setelah keduanya resmi bercerai, Risma tak lagi tinggal di rumah Ferry. "Sekarang Risma diberikan kesempatan selama 14 hari untuk melakukan banding," ujar Dwi Ria. (kpl/mai/erl)

"Hari ini adalah agenda kesimpulan sekaligus putusan. Karena saksi sudah dihadirkan dan bukti-bukti sudah diajukan, maka majelis hakim langsung memutuskan untuk mengabulkan talak Ferry," tutur kuasa hukum presenter acara Dream Girls ini yang ditemui usai persidangan.
Baik Ferry dan Risma, tidak ada yang hadir. Sepertinya keduanya sudah menerima perpisahan itu. Risma sendiri tidak secara langsung menunjuk pengacara yang mewakilinya. Ia cukup mendengar perkembangan sidang melalui pengacara Ferry, Dwi Ria Latifa.
"Ya dia (Risma) tidak datang karena memang sudah mewakilkan semuanya kepada saya. Tapi Risma selalu menandatangani setiap persidangan. Dia tahu dia tidak hadir dan tidak keberatan dengan keputusan hakim," kata Dwi.
Soal anak dan harta gono-gini juga tidak masalah. Semuanya sudah disepakati bersama. "Kalau anak di bawah umur itu pasti jatuh ke tangan ibunya. Dan berdasarkan kesepakatan, anak memang dirawat Risma," jelas Dwi. "Sedangkan gono-gini sudah disepakati di luar sidang, jadi saya nggak bisa membicarakan masalah ini." (kpl/mai/boo)