KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Gampang-gampang susah, dia itu bisa jadi soldier to cry-ku. Tapi kalau aku curhat gak bisa langsung bersentuhan dan gak setiap hari bisa ketemu," tuturnya di Bricks Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan (17/11). "Sekarang kan ada teknologi internet, jadi gak masalah sih. Itu juga mengurangi berantem," imbuhnya.
Marco adalah seorang pria bule berkebangsaan Italia dan Five bertemu dengan Macro saat pria tersebut tengah berlibur di Jakarta. Marco berprofesi sebagai seorang interior design. Lantas, bagaimana dengan orang tua Five? Apakah mereka merestui hubungan putrinya?
"Alhamdulillah tanggapan ortu dia baik. Walaupun dia statusnya duda (anaknya 1), tapi kalau di sana fair ya, kalo udah duda ya single ya," pungkasnya. (kpl/buj/bun)

"Aku cukup kontroversi, lain dari pada yang lain, ada adegan love scene dan itu membuat aku berpikir berbulan-bulan karena adegan ini sangat berani. Tapi bebasnya enggak seperti yang dulu, sempat sedikit beban karena ada kontroversi dengan diri sendiri. Aku single yang punya buntut," kata Five di Plaza Semanggi, Selasa (17/11).
Namun demikian, Five tetap saja menerima tawaran main tersebut. Menurutnya, ia telah mempertimbangkan banyak hal sebelum akhirnya memutuskan untuk menerima job berakting.
"Dan aku ingin menunjukkan kalau aku masih eksis di dunia akting. Aku sebenarnya ingin yang beda, tapi menurut orang lain ini adalah sebuah pemberian dan harus dimanfaatkan, aku mau memerankan segala tokoh," tegasnya. (kpl/buj/bun)

"Idenya cukup menarik, tapi kalau dihubungkan dengan agama itu dapat menimbulkan kontroversi. Mungkin dari film itu buat kita belajar untuk menghadapi masa depan yang lebih buruk lagi," katanya kepada KapanLagi.com, saat ditemui di acara syukuran Film HANTU BINAL JEMBATAN di Plaza Semanggi, Selasa (17/11).
Mantan istri Henry Yosodiningrat ini berpendapat bahwa masyarakat tak perlu menunjukkan sikap penolakan yang terlalu berlebihan. Apalagi sampai terobsesi pada film tersebut.
"Masih banyak yang bisa kita lakukan selain memikirkan 2012. Karena yang buat juga bukan orang Indonesia jadi ngapain harus ditarik lagi dan itu kurang bijaksana aja," tukasnya.
![]() | ![]() | ![]() |
(kpl/buj/bun)

Namun ketika dikonfirmasi, Idea membantah kabar tersebut. Karena meski satu film, dirinya tidak pernah dalam satu frame dengan mantan istri Pasha Ungu itu. Secara tegas pria yang pernah mendapat bogem dari Pasha itu membantah kembali dekat dengan janda tiga anak itu.
"Tidak satu frame sama Okie. Saya tahu kalau dia main di film ini setelah selesai syuting," tutur Idea di acara syukuran film HANTU BINAL JEMBATAN SEMANGGI di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
"Tadinya yang saya tahu yang main itu hanya Five Vi dan semua itu berjalan begitu saja. Tidak usah dijadikan masalah," tambah Idea setengah meminta.
Namun sayang saat dimintai komentarnya lebih jauh, Idea memilih kabur melewati pintu samping Brick Cafe, begitu selesai menggelar konferensi press. (kpl/buj/dar)

"Mendingan tidak ada, daripada ngasih dampak yang jelek. Menurut aku kalau ada dan tidak bagus mendingan dibubarkan, daripada jadi aliran sesat. Tapi kalau ada yang mengikhlaskan dipoligami nggak masalah," ungkap Five Vi saat dimintai komentar soal klub poligami yang belakangan jadi perdebatan.
"Tapi di sini nggak seperti di luar negeri, di luar lebih jelas aturannya," tambahnya menegaskan.
Menurut Five V, para pria yang ingin menjalani poligami, jangan hanya mencari legalitas dari Al Quran. Namun perlu melihat dampak yang ditimbulkan, di samping harus mengukur kemampuan secara ekonomi maupun sisi keadilan dalam bertindak kepada sang istri.
"Jangan menghalalkan segala sesuatu yang ada di Al Quran. Dulu kalau mau poligami dipikirkan dulu, sudah bisa seperti Rasul belum? Kalau belum mendingan nggak usah," tegasnya saat ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (29/10).
Menurutnya poligami yang banyak terjadi di Indonesia sekarang ini, lebih didorong oleh nafsu seks, terbukti para pelaku poligami lebih memilih perempuan muda, dibanding para janda, sebagaimana dicontohkan oleh Rasul.
"Kalau poligami yang sekarang bukan pilih yang kurang beruntung malah cari perawan yang belum dikilik-kilik, berarti itu kan karena nafsu. Pokoknya kalau mau poligami harus belajar dulu," pungkas perempuan yang pernah menjadi istri keempat pengacara Henry Yosodiningrat itu sambil tersenyum. (kpl/gum/dar)

"Kebetulan aku juga belum pernah ke Eropa dan ingin mencoba mengadu nasib di sana. Pengen lihat situasi di sana tapi ternyata di sana susah juga nggak semua orang bisa bahasa Inggris," terang Five Vi.
Banyak pengalaman unik yang diperoleh perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 12 September 1979 itu, keindahan kota dan pengaruh suhunya yang cukup dingin, hingga membuatnya alergi.
"Di sana kan beda cuaca, hanya dua season sedangkan di sini Indonesia 4 season. Yang tadinya aku nggak kenal alergi di Itali aku kena alergi dingin, walaupun di sana musim panas tapi buat orang Indonesia tetap dingin," terangnya.
Keinginan mantan istri pengacara Henry Yosodiningrat itu mencari nafkah ke luar negeri, sebenarnya telah lama terpendam. Karena selama berkarir di tanah air, tidak banyak hasil yang diperoleh. Itu pun pas-pasan untuk kebutuhan hidupnya.
"Sebenarnya sebelum kenal laki aku ini sudah pengen ke luar negeri, pengen tahu dunia luar karena selama ini aku kerja terus dan duitnya mentok di situ aja, dan aku nggak ingin jadi janda terus," tuturnya mengenang.
Menurut Five Vi yang ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (29/10) itu, masa lalunya hanya bisa dikenang dan diambil pelajaran. Semua dipahami sebagai cobaan dari Tuhan yang telah berhasil dilaluinya.
"Bagi aku pengalaman hidup yang kemarin itu ya sudahlah, sama yang tuwir (pria yang lebih tua, red) dah dicoba (oleh Tuhan, red), sama yang brondong sudah dan hanya pacaran doang, dan nggak ada asyiknya karena secara biologis pun perempuan itu lebih dewasa dari pada laki-laki," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Tapi memang kalau bule lebih banyak pertimbangan, karena dia lebih banyak yang dipikirkan, dan keluarga sudah kenal juga kok," ungkap Five Vi saat ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (29/10).
Five Vi tercatat telah dua kali gagal berumah-tangga. Suami pertamanya adalah Iwan Setya Budiman, yang menikahinya 12 September 2007 dan bercerai tiga bulan kemudian. Selanjutnya perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur itu menikah secara siri dengan aktivis dan pengacara Henry Yosrodiningrat. Namun pernikahan ini pun berakhir dengan perceraian.
Sejak saat itu, Five Vi mengaku mulai 'berselera' dengan pria asing, dan terbukti beberapa kali dekat dengan bule. Di matanya bule memiliki kelebihan dibanding dengan dua pria yang pernah mendampingi hidupnya.
"Kalau bule lebih punya pemikiran sendiri-sendiri dan lebih kuat untuk jaga perempuan, dan lebih ngerasa aman apalagi dia mau mempelajari Islam," pungkasnya. (kpl/gum/dar)