< >

BLOG FRANKY SAHILATUA


Franky Sahilatua, Tak Mudah Jika Ingin Go International

Kapanlagi.com - Banyak penyanyi tanah air yang belakangan ini mengaku berniat untuk go international karena merasa sudah memiliki kemampuan dan popularitas yang cukup, namun bagi seorang penulis lagu kawakan asal Surabaya, Franky Sahilatua, go international tidaklah semudah yang dibayangkan.

"Nggak mungkin penyanyi asing bisa masuk ke sana, sehebat apapun nggak bisa, bukan hanya karena populer terus nduwe karep, itu nggak bisa, akan mengganggu porsinya seniman lokal di sana," jelas penulis lagu Kemesraan yang dipopulerkan oleh Iwan Fals tersebut, menjelaskan kondisi industri musik di luar negeri.

Sementara itu, Franky yang ditemui KapanLagi.com bersama Garin Nugroho, dalam radio talkshow mengenai acara Dongeng Perubahan yang digelar di Radio Mas Fm, Malang, Minggu (14/6) tersebut juga menegaskan, jika permasalahan utama dalam go international adalah regulasi yang ketat.

"Union artisnya itu tidak mengizinkan, mereka support dan begitu melindungi para artis lokalnya, jadi nggak bisa nyelonong begitu aja, ini soal regulasi, saya bilang begini malah banyak yang ngetawain," tandasnya sambil tersenyum.   (kpl/bar)


Lihat profil: Franky Sahilatua, Garin Nugroho, Iwan Fals
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 15-06-2009 |

Franky Sahilatua: Industri Musik Itu Kayak Sapi Perah!

Kapanlagi.com - Bagi penyanyi balada Franky Sahilatua, industri musik tanah air sudah sedemikian parah, penyanyi yang menulis lagu Bis Kota tersebut mengistilahkan industri musik Indonesia adalah bak sapi perah yang terus diperas.

"Industri musik itu kayak sapi perah, diperas habis susunya sampai habis lalu dibuang, mengerikan memang industri musik kita," ujar pria kelahiran Surabaya tersebut saat ditanya mengenai trend industri musik tanah air.

Selanjutnya, penyanyi sekaligus penulis lagu bernama lengkap Franky Hubert Sahilatua tersebut juga mengungkapkan penyesalannya terhadap trend musik yang berlaku di media TV Indonesia.

"Anak-anak yang bercita-cita jadi pemain band atau penyanyi nggak apa-apa memang nggak masalah, tapi TV akan menguangkan dan mengeksploitasi popularitas penyanyi atau sebuah grup band sampai habis, jangan heran jika ada seorang presenter wanita yang dahulu begitu mendominasi di TV karena dia cukup lucu, sekarang mana? hilang kan, jadi intinya TV bukan mempopulerkan dia," tandas Franky memberi contoh tanpa menyebutkan nama presenter yang bersangkutan.

Franky yang ditemui KapanLagi.com bersama sutradara kawakan Garin Nugroho dalam radio talkshow di Radio Mas Fm, Malang, Minggu (14/6) memang sedang dalam rangka tur Dongeng Perubahan Untuk Bangsa, yang digelar di 10 kota, dan kota Malang sendiri menjadi persinggahan ke-5, pada Sabtu (13/6), di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. (kpl/bar)


Lihat profil: Franky Sahilatua, Garin Nugroho
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 15-06-2009 |

Garin Nugroho: Acara TV Semakin Memalukan!

Kapanlagi.com - Sebagai seorang produser, sutradara dan pakar media massa senior, Garin Nugroho ternyata mengkritisi tayangan TV tanah air yang dinilainya semakin tidak berisi, dan memberikan ekses negatif kepada masyarakat.

"Contohnya nih, ada tuh acara petualangan yang ada jalan-jalannya, dan pada saat ada di Mesir terus presenternya bilang 'seharusnya ada tempat berteduh ya, panas nggak ada payung nih', kan ini memalukan, nilai etika dan pendidikannya itu nggak ada," tegas Garin mencontohkan salah satu acara di TV swasta nasional.

Selanjutnya, menurut Garin dalam banyak program televisi, profesionalisme menjadi barang yang langka dan banyak yang melupakan mengenai etika profesi itu sendiri.

"Banyak orang yang terlibat di produksi acara TV nggak ngerti apa itu etika profesi, ini berkali-kali sudah saya lihat di TV, dan acara TV memang semakin memalukan, saya sampai pengen tempeleng itu TV saya," ujar Garin sambil tertawa.

Sementara itu Garin Ditemui KapanLagi.com dalam radio talkshow bersama Franky Sahilatua mengenai acara Dongeng Perubahan yang digelar di Radio Mas Fm, Malang, Minggu (14/6).    (kpl/bar)


Lihat profil: Garin Nugroho, Franky Sahilatua
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 15-06-2009 |

Garin Nugroho Anggap Film Indonesia Belum Sukses

Kapanlagi.com - Dengan semakin banyaknya film Indonesia yang diproduksi dan diputar di bioskop Indonesia, banyak pihak yang mengatakan jika dunia perfilman Indonesia telah mengalami kebangkitan, namun bagi seorang sutradara senior tanah air, Garin Nugroho, film Indonesia sama sekali belum meraih kesuksesan.

"Itu Omong Kosong, contohnya DAUN DI ATAS BANTAL, waktu itu jadi rekor penonton terbanyak, tapi yang bikin hanya saya sendiri, namanya bukan kebangkitan, makanya sekarang ini saya sudah terasing, karena saya bilang itu hanya omong kosong," ungkap pria kelahiran Yogyakarta tersebut berapi-api.

Ditemui KapanLagi.com dalam radio talkshow bersama Franky Sahilatua mengenai acara Dongeng Perubahan yang digelar di Radio Mas Fm, Malang, Minggu (14/6), pria yang pernah menyabet Special Jury Prize di Festival Film Tokyo 1998 tersebut juga menjelaskan teorinya tentang industri film nasional.

"Mari kita lihat film yang sukses secara komersial, dari 100 film yang sekarang dibuat, yang sukses hanya dua atau tiga saja, yang lainnya di bawah rata-rata dengan kualitas yang buruk, sukses nggak?" ujarnya menjelaskan.

"Sebenarnya yang disebut sukses secara komersial adalah 20% film dengan kualitas bagus, 40% kelas menengah, dan 40% sisanya adalah film yang tidak sukses, baru itu benar jika disebut kesuksesan secara komersial," tambahnya menegaskan konsep kesuksesan sebuah industri film. (kpl/bar)


Lihat profil: Garin Nugroho, Franky Sahilatua
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 15-06-2009 |

Garin Nugroho - Franky Sahilatua Tampilkan 'Dongeng Pancasila'

Kapanlagi.com - Sutradara film Garin Nugroho dan penyanyi balada Franky Sahilatua akan tampil sepanggung dalam acara Dongeng Pancasila yang diselenggarakan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Surabaya, 15 Juni mendatang.

Hanif Nashrullah selaku panitia penyelenggara, di Surabaya, Jumat (12/6) mengatakan, pertunjukan yang digelar di Gedung Cak Durasim, Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu terbuka untuk umum dan gratis.

"Kami berharap Dongeng Pancasila menjadi salah satu alternatif cara berkomunikasi dalam memberikan pendidikan kewarganegaraan kepada masyarakat," katanya.

Apalagi, menurut dia, di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan Pemilu Presiden 2009 justru semakin membuat masyarakat tidak cukup respek pada nilai dasar seperti Pancasila, karena hanya dianggap sebagai dongeng belaka.

Oleh karena itu, Garin Nugroho telah menyiapkan 14 cerita dongeng berisi pesan-pesan kebangsaan yang akan dibawakan dengan cerdas dan menarik dalam durasi 120 menit.

"Dia akan mengisahkan Pancasila lewat dongeng dengan kisah-kisah sederhana, seperti kisah Soekarno, Marcopollo, Tanah Damai dan Perang, dan lain sebagainya," katanya.

Di tengah dongeng, Franky Sahilatua akan mendendangkan syair-syair yang dikenal sarat dengan tema sosial kemasyarakatan yang selama ini sering dimainkan di panggung-panggung musik nonkomersial.

Dalam setiap lagu yang dimainkan Franky, Garin akan mengajak hadirin mendengarkan dongeng demi dongeng sesuai dengan tema lagu tersebut.

"Nilai kebangsaan dikomunikasikan berdasarkan perjalanan kedua sosok seniman ini lewat dongeng. Sebuah dongeng gabungan antara visi, pengalaman, emosi, empati, dan cara berpihak terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat," kata Hanif.   (kpl/bun)


Lihat profil: Garin Nugroho, Franky Sahilatua
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Jumat, 12-06-2009 |

Franky Sahilatua Refleksikan Soal Pancasila

Kapanlagi.com - Penyanyi balada yang juga aktivis LSM, Franky Sahilatua, akan menjadi salah satu tokoh penting dalam 'hajatan' bertajuk Dongeng Pancasila di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (01/06) malam.

"Ini merupakan refleksi pribadi dan teman-teman merayakan Pancasila yang adalah falsafah sekaligus ideologi bangsa. Yang menjadikan kita bisa harmonis dalam keberagaman dan kebhinnekaan," katanya, Senin (01/06) pagi.

Acara itu sendiri merupakan rangkaian dari sejumlah aktivitas dalam merayakan Hari Lahir Pancasila, pada 1 Juni.

Topik Dongeng Pancasila yang juga menampilkan suguhan nyanyi dan puisi itu, menurutnya, mempertanyakan apakah Pancasila tak lagi jadi 'rumah bangsa'.

Sementara itu, Imma dari Panitia Penyelenggara, mengungkapkan, pihaknya menjadikan penampilan bareng Franky Sahilatua-Garin Nugroho sebagai inti acara yang juga mengundang sejumlah tokoh yang terlibat di beberapa Tim Sukses Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres), khususnya Mega-Pro dan JK-Win.

Garin Nugroho mewakili komunitas seni pentas, sedangkan tokoh lain yang diundang, menurut dia, antara lain Dr Sukardi Rinakit (pakar politik), dan Radhar Pancadahana.

Sedangkan beberapa tokoh muda yang dimintai komentarnya sehubungan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, pada umumnya mengatakan, situasi sekarang ada degradasi nilai-nilainya dalam aplikasi.

"Dari sejarah yang kami pelajar, hanya di zaman Bung Karno ada kebersamaan dan persatuan. Sekarang justru banyak pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan sendiri dan kelompok maupun partainya. Contohnya saja di Pemilu sekarang, saling ejek dan cerca terjadi di lingkup elite," kata Debby, seorang mahasiswa.

Sedangkan beberapa tokoh agama berharap, ada revitalisasi dalam pembudayaan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang menjamin kebhinnekaan dan keberagaman di Tanah Air.   (kpl/bee)


Lihat profil: Franky Sahilatua, Garin Nugroho
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Senin, 01-06-2009 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA FRANKY SAHILATUA TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA FRANKY SAHILATUA TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA FRANKY SAHILATUA TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA FRANKY SAHILATUA TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA FRANKY SAHILATUA TAHUN 2004