KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Pulang kampung dong, semua keluarga besar di Surabaya jadi aku harus pulang kampung. Kebetulan tanggal 18-19 masih ada kerjaan jadi pulangnya tanggal 20an H-1," ungkap Garneta.
"Untuk tradisi di keluarga aku harus bareng-bareng ga boleh pisah-pisah, kecuali Lebaran tahun kemarin aja ibu aku di sini(Jakarta) dan bapak aku di sana (Surabaya), tapi untuk Lebaran sekarang enggak deh, bareng semua di Surabaya dan biasanya ibu aku bikin opor," ucapnya.
Garneta tak merasa nyaman menghabiskan Lebaran di Jakarta, menurutnya acara Lebaran di kampung lebih menggiurkan.
"Beda banget suasana Lebaran di Jakarta jauh lebih ga enak karena giliran kita lihat orang pulang kampung kayanya iri banget mendingan sama keluarga besar aja di Surabaya. Tahun kemarin tuh karena aku abis sakit jadi ga bisa Lebaran bareng", ucapnya saat di temui di kawasan Kemang beberapa saat yang lalu.
Wanita kelahiran Surabaya, 25 juli 1985 ini menceritakan kebiasaan keluarga besarnya dalam menyambut Idul Fitri, 1430 H, "pertama keluarga sholat Ied kemudian makan setelah itu maaf-maafan di sekitar rumah baru, ke rumah keluarga besar karena ibuku nomor dua." (kpl/gum/bee)

"Enggak, bukan itu, saya jamin 100% enggak. Mungkin akan jadi masalah nantinya (soal beda agama), tapi yang saya hadapi bukan itu. Ya masalah kesibukan masing-masing aja, masalah intensitas bertemu. Masing-masing mendingan fokus sama apa yang dicita-citakan aja dulu deh," kata Nicky saat diwawancarai di Bazar Artis, Kemang, Sabtu (5/9).
"Saya lagi pengen merintis usaha, itu juga jadi faktor untuk intens ketemuannya. Masing-masing profesi untuk pekerjaannya, masa depannya, ya buat kariernya, terutama untuk entertain juga. Pacar saya beda agama selama ini buat saya gak masalah, ini lebih baik fokus ke masing-masing aja," imbuhnya.
Walau telah berpisah namun Nicky, yang mengaku masih satu manajemen dengan Garneta, tetap menjalin persahabatan dengan sang mantan kekasih.
"Persahabatan pasti, kan saya sudah bilang, orang yang pernah saya sayang jadi benci, buat apa saya pacaran? Semua teman-teman di manajemen itu sahabat saya, hampir semua curhat ke saya. Tapi sekarang tidak ada yang spesial di antara kita, spesialnya hanya sebatas manajemen, sahabat, adik. That's it," tegasnya. (kpl/gum/bun)

"Komunikasi masih lancar, telepon-teleponan, say hi walaupun masih di Australia sekarang teknologi sudah canggih, jadi nggak masalah," kata Nicky yang kepada KapanLagi.com di Bazar Artis, Kemang, Sabtu (5/9), satu jam setelah Garneta diwawancarai di tempat yang sama.
Walau begitu, Nicky tak memungkiri jika ia dan Garneta mulai jarang bertemu. Namun ia membantah jika hal itu disebabkan karena jarak mereka yang kini berjauhan, karena Garneta tengah menuntut ilmu di Australia.
"Sudah jarang, ya mungkin sibuk di kehidupan masing-masing. Kemarin saya baru selesai layar lebar, trus jadi aktivitasnya jarang ketemu. Namanya masalah pasti ada, namanya pacaran pasti ada masalah. Biasa kalau pacaran, kecuali kalau udah suami istri, namanya juga cocok-cocokan," paparnya.
Dan saat dimintai konfirmasi soal kabar bahwa hubungan mereka sudah putus, Nicky berulang kali mengelak dan menanyakan asal muasal kabar tersebut. Dan akhirnya, pesinetron ganteng itu mau mengakuinya.
"Ya biasalah, namanya pacaran putus nyambung-putus nyambung, gak terlalu jadi beban. Buat saya ya pada saat ini mungkin itu yang terbaik," tukasnya. (kpl/gum/bun)

"Saya sudah putus sekitar 3 minggu yang lalu dan putusnya bukan main-main. Karena kita sudah sering putus nyambung dan aku sudah tidak mau balikan lagi. Sudah ya, pertanyaan tentang putusnya saya tidak mau lanjut," tegas Garneta, saat ditemui di Bazar Artis, Kemang, Sabtu (5/9).
Soal berakhirnya jalinan kasih itu, Garneta mengaku adalah karena prinsip dan bukan orang ketiga. "Ini masalah prinsip saja, kita sepakat untuk bubar. Kita berdua masih saling sayang, sama-sama masih cinta. Gak ada orang ketiga dan perselingkuhan," imbuh dara kelahiran Surabaya, 25 juli 1985, itu.
Lalu, bagaimana dengan cap 'playboy' yang terlanjur melekat pada diri Nicky? Apakah hal itu juga menjadi penyebab putusnya mereka?
"Kalau cap playboy itu masa lalu dia dan dia gak pernah seperti itu. Bukan karena waktu juga, lebih ke masalah prinsip," pungkas mahasiswi UPN Surabaya tersebut. (kpl/gum/bun)

"Putusnya hampir 2 bulan yang lalu, kita sempat putus-nyambung. Gue yang mutusin, buat apa dijalani kalau tidak cocok lagi. Aku pacaran sekitar 9 bulan, ya karena intensitas saya ke Jakarta kurang, karena saya fokus dengan kuliah saya, akhirnya semakin dijalani kita semakin tidak cocok dan selisih pendapat," jelas Nicky, saat ditemui di Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Putusnya hubungan Nicky dan Garneta bukan dibakar rasa emosi yang didasari cemburu buta, tapi lebih karena ketidakcocokkan di antara mereka berdua. Menurut Nicky, kalau ada rasa emosi adalah wajar, karena mereka masih dalam penjajakan.
"Cemburu gak juga, wajar kalau ada rasa emosi, ketidakdewasaan, namanya juga penjajakan. Namanya juga pacaran, kita berusaha menyatukan keduanya, kalau tidak cocok kita jadi teman," terang Nicky.
Sementara tudingan sebagai seorang 'playboy' pun melekat pada dirinya, tapi menyikapi tuduhan itu mantan kekasih Asti Ananta ini menanggapinya dengan santai.
"Yang jalani kan saya, bagi saya selama pacaran tidak makan waktu sebentar, banyak orang bilang seperti itu. Tapi ini kan hidup saya," pungkas Nicky. (kpl/buj/bun)