KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Oleh: Yunita Rachmawati
Gigi memang selalu kepingin tampil beda. Band asal Bandung yang digawangi Armand Maulana dkk ini kembali menelurkan album andalan. Uniknya, justru di album studio ke-11 ini, mereka menggunakan self title sebagai tajuknya - berbeda dengan kebanyakan band yang merilis album self title di album perdana. Isinya? Jangan ditanya, benar-benar spesial pakai telor.
Dalam album yang berisi sembilan track bernuansa percintaan itu, Armand, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy tetap berusaha mengikuti perkembangan zaman yang ada, seperti salah satu lagunya berjudul My Facebook, jejaring pertemanan yang sedang 'in' di kalangan masyarakat.
Sedikit berbeda dengan album sebelumnya yang lebih menerapkan konsep akustik, di album ini Gigi mengusung format elektronik. Gigi berusaha lebih 'ceria' dengan tema-tema menarik. Misalnya saja di lagu andalan Gigi bertajuk Ya Ya Ya. Lagu yang dipilih dari hasil survei langsung oleh fans dan radio ini menceritakan tentang kisah seseorang yang sudah tidak sabar menunggu pernyataan cinta dari kekasihnya.
Dalam video klipnya, yang sering tayang di TV, menampilkan kekejaman seorang wanita yang menginginkan pria yang didamkannya. Agak sedikit kejam memang karena sang pria kerap disiksa agar wanita tersebut bisa mencapai keinginannya.
Di lagu lainnya, Restu Cinta, musik Gigi lebih high. Mereka memilih untuk menggaet Addie MS, dan mereka merasa lebih lebur tanpa dipaksakan sehingga warna mereka masih tetap ada dan musik Addie juga tetap kuat.
Di album ini juga, tak bisa dipungkiri, warna musik yang dibawakan Gigi lebih strong. Misalnya saja nuansa rock yang benar-benar catchy di lagu pertama, Sumpah Mati, serta lagu ketujuh, Dan Sekarang. Enaknya lagi, lirik yang diusung pun tidak ruwet dan pendek-pendek, jadi makin gampang dihafal dan makin mudah dinyanyikan.
Tak mau ketinggalan dengan karakter vokalis, sang gitaris Dewa Budjana juga punya andil besar, khususnya di lagu Cinta Lalu. Dentingan melodi bersuara bening dari gitaris asal Bali ini mampu membawa angan siapa pun yang mendengarnya ke masa lalu. Pastinya, lagu ini jangan sampai terlewatkan.
Jadi, tunggu apa lagi. Langsung saja dengarkan gaya Gigi yang lebih dewasa. Mereka tetap mantap dengan jalur dan warna musik andalan tanpa kehilangan jati diri yang sesungguhnya. (kpl/boo)

KapanLagi.com - Bagi masyarakat pada umumnya, bulan Ramadhan memang adalah sebuah momen untuk refleksi diri dari segala perbuatan yang telah dilakukan kurang lebih selama 11 bulan. Namun, bagi masyarakat industri musik, selama beberapa tahun terakhir ini, bulan Ramadhan adalah sebuah kesempatan untuk berlomba-lomba menciptakan dan menjual sebuah album religi.
Bagi beberapa band kenamaan, membuat album religi memang sudah menjadi sebuah tradisi tahunan. Sebut saja 2 band kenamaan, GIGI dan Ungu. Kedua band kenamaan tersebut, selalu tidak pernah melewatkan kesempatan untuk me-release album religi, di tengah bulan Ramadhan.
Menurut segi bisnis industri musik, album religi adalah sebuah proyek musiman. Karena biasanya, album religi tersebut hanya laku dijual di saat bulan Ramadhan. Dan tidak dapat dipungkiri, jadwal manggung band-band yang memiliki album religi sangat padat di saat bulan Ramadhan.
Yang jadi pertanyaan adalah, apakah album religi benar-benar sebuah karya yang dibuat dengan perasaan kerinduan manusia akan Tuhan? Ataukah, album religi hanyalah sebuah tuntutan industri dan bisnis musik?
Bagi beberapa band lainnya, seperti The Titans dan Angkasa, membuat sebuah album religi adalah suatu hal yang sangat berat dan sulit. Karena menurut mereka, diperlukan persiapan mental dan tanggung jawab yang besar dalam membuat sebuah album religi.
Walaupun tahun depan mereka ingin membuat sebuah album religi, mereka tidak ingin membuat album religi seperti yang sudah ada. Mereka sangat ingin memperdengarkan lagu-lagu karya mereka yang bernuansa Islami, dengan warna yang benar-benar berbeda dari karya band-band yang ada sebelumnya.
Mungkin masyarakat pencinta musik tidak perlu khawatir lagi akan bosan mendengarkan lagu-lagu religi yang sudah ada. Karena saat ini dan yang akan datang, akan semakin banyak band-band Indonesia yang berlomba-lomba berkarya membuat album bernuansa religi, dan akan semakin banyak warna dan pilihan jenis musik yang akan disajikan oleh para musisi di setiap bulan Ramadhan. (kpl/dna)