KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Soal isu keterlibatan dengan pesta narkoba, Vicky membantahnya, menyatakan kalau kesaksian seorang wanita yang mengaku melihatnya sama sekali tidak benar. "Kronologisnya begini. Kan ada ibu-ibu yang mukanya ditutupin pakai plastik ngomong katanya melihat gue malem-malem keluar dari Bardut yang deket dari kosan, terus pulang ke kosan dengan jalan sempoyongan," kilah Vicky yang ditemui di rumah Thomas Ramdhan (personel Gigi), di Mahogani Residence, Bekasi, Kamis (5/11).
"Padahal sebenernya gak bener, gue baru pulang dari Puncak jam 8 malam, terus balik ke kosan untuk prepare, siapin barang mau pergi lagi ke Bandung. Gue nggak ngerti ibu itu siapa, gue kan enggak pernah ikut campur urusan orang lain, tapi orang yang enggak gue kenal sama sekali bisa ikut campur," lanjutnya.
Ditanya soal narkoba, Vicky mengaku memang pernah punya pengalaman menggunakan barang jahanam ini. "Dulu waktu SMP pernah, tapi gue tahu dampaknya seperti apa. Temen-temen gue yang ngasih sudah pada mati semua. Sama aja mengacaukan diri sendiri. Gue sama sekali nggak mengonsumsi narkoba sekarang," kilah mantan suami Cynthia Nabila Ramlan ini. (kpl/adt/erl)

"Ini adalah pesta bertaraf internasional untuk para pecinta blues," katanya.
Acara bernama resmi Djarum Super Jakarta International Blues Festival itu akan digelar pada Sabtu (7/11) di Istora Senayan, Jakarta dengan tema Back To The Roots of All Music dan akan menampilkan sederetan musisi dan band blues yang jauh lebih banyak dan beragam dibanding tahun lalu.
Sejumlah artis yang akan mengisi acara tersebut di antaranya Gugun & Blues Shelter, Blues Train, Kiboud Maulana, Gigi, The Dance Company, The Changchuters. Ada juga penampilan khusus dari gitaris blues senior Yopie Item dengan dua anak kandungnya Audy dan Stevie Item, serta 'duel' Bondan Prakoso dengan ayahnya yang juga musisi, Sisco.
Acara tersebut juga akan diisi oleh penampilan Abdee Slank dengan John Paul Ivan dan vokalis Rif, Andi. Dari deretan mancanegara akan ada penampilan musisi dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Irlandia, Thailand dan Singapura, di antaranya Jan Akkerman dan Mike Wilgar.
Para penonton yang hadir dalam konser musik tersebut akan dipuaskan dengan hadirnya empat panggung sekaligus. Para penonton akan diberi kesempatan untuk menyusuri empat panggung sekaligus dengan harga tiket Rp100 ribu.
Sementara itu, pihak Djarum Super sebagai sponsor utama menyatakan menyambut baik pergelaran musik tersebut. Handojo, perwakilan dari PT Djarum mengatakan pihaknya berharap perkembangan musik blues ditanah air akan berkembang maju seperti musik lainnya. (ant/bun)

"Kami kepingin sekali menggelar konser tunggal," kata drummer Netral, Eno, dalam jumpa pers yang digelar usai band ini tampil di ajang konser musik akbar Indonesia Live di Lapangan D Senayan Jakarta, Sabtu (31/10) malam.
Keinginan itu, katanya, kalau bisa akan diwujudkan di Bali, saat usia Netral genap 17 tahun pada 11 November mendatang. Selain Eno, band yang terkenal antara lain lewat tembang hits Hari Yang Indah, Akhir Pertempuran, dan Garuda di Dadaku ini ditukangi oleh Bagus (vokal, bas) dan Coki (vokal, gitar).
Sampai sekarang, mereka telah menghasilkan 10 album, dan memproduksi sedikitnya 100 lagu, termasuk Lintang yang menjadi salah satu soundtrack film LASKAR PELANGI. Selain Netral, Indonesia Live yang bertema Love the Nation juga menampilkan sejumlah band kondang, di antaranya Gigi, BIP, Saint Loco, Rio Febrian, dan Ridho Irama bersama Sonet 2 Band.
Dalam waktu dekat, Bagus, Eno dan Coki akan kembali mengunjungi penggemarnya di ajang konser musik akbar Soundrenaline 2009, yang dijadwalkan di Bali.
Berbicara tentang aktivitas menciptakan lagu, Bagus mengatakan, "Kami biasanya nge-jam (di studio, Red). Soal lirik, kami bicara tentang kehidupan sehari-hari saja."
Pertama kali terbentuk pada November 1992, Netral beranggotakan Bagus Dhanar Dhana, Gabriel Bimo Sulaksono, dan Ricy Dayandani. Belakangan Gabriel dan Ricy keluar, posisi mereka digantikan oleh Eno Gitara Ryanto dan Christopher Bollenmeyer alias Coki.
Memainkan musik rock alternatif, band ini mulai dikenal di blantika musik tanah air setelah video klip dari album debutnya yang bertajuk WALAH ditayangkan MTV Indonesia. (ant/bun)

Gigi yang diwakili Armand Maulana dalam press conference di Cone Cafe, FX Plaza Sudirman, Kamis (22/10), menyatakan Gigi siap mengguncang Senayan. Karena bagaimana pun, kata Armand, konser sekelas Indonesia Live sangat penting bagi gairah industri musik nasional.
"Pagelaran seperti ini sangat bagus, karena bagaimanapun kita harus ingat saat Indonesia mengalami krisis pada tahun 1998. Nyaris semua bidang seni ikut hancur, seperti industri film yang hancur, tapi musik tidak. Kita berharap event seperti ini terus ada, dan kalau bisa Indonesia Live dapat hadir satu tahun sekali," harapnya.
Untuk Indonesia Live sendiri, Gigi tetap akan tampil optimal dengan lagu-lagu hits mereka. Rencananya Gigi dijadwalkan bakal manggung pada puncak acara di malam hari.
Selain menghelat berbagai jenis musik dari pop, rock, sampai dangdut, Indonesia Live juga menyuguhkan beberapa tarian tradisional, Tarian Perang Papua, Tari Pendet, dan Tari Saman. Sekaligus membuktikan Indonesia Live sebagai sarana kepedulian kreasi budaya anak bangsa. (kpl/wwn/bun)

Penyelenggara acara, Fame yang diwakili Yudhis Tjoe, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/10), mengatakan, konser Indonesia Live akan lebih mengedepankan musik Indonesia di depan penontonnya sendiri.
Yudhis mengatakan Indonesia Live merupakan perwujudan apresiasi seni, baik industri maupun tradisi, sehingga bakal terjalin sebuah komunitas musik dan seni tanpa harus terpisahkan oleh sekat-sekat jenis musik. Oleh karena itu, akan menghadirkan tidak hanya musik pop, tetapi juga dangdut, dan atraksi tarian.
Di luar grup di atas, sederet anak band yang konsisten memainkan musik di genre pilihannya juga akan unjuk gigi, seperti halnya Saint Loco, Gangsta Rasta, The Upstairs, dan Tony Q.
Konser Indonesia Live diharapkan bisa mewadahi keinginan untuk mempersatukan musik, pecinta musik, juga seni tradisi dalam sebuah venue ajang penuh perdamaian. Indonesia Live dibuat dengan kesan kekeluargaan, menyenangkan, bersih dan aman. (kpl/dar)

Tak tanggung-tanggung, BIP, Netral, Gigi, dan Sonet 2 Band bakal unjuk gigi di sana. Tak sekadar menampilkan musik, atraksi tarian pun akan diusung ke pentas yang bernuansa Indonesia ini. Boleh dibilang, inilah pentas musik yang pekat dengan aroma tanah air, seperti namanya, Indonesia Live (IL). Sesuai dengan bangsa Indonesia yang memperingati Hari Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober.
Kehadiran para pendukung acara IL ini memang dimaknai sebagai sebuah pergulatan eksistensi bermusik. Di luar grup papan atas, sederet anak band yang konsisten memainkan musik di genre pilihannya juga akan unjuk gigi, seperti halnya Saint Loco, Gangsta Rasta, dan Tony Q.
Diakui Yudhis Tjoe, salah satu pihak penyelenggara, acara ini memang sudah lama diimpi-impikan. Sebuah keinginan yang realistis untuk lebih mengedepankan musik Indonesia di depan penontonnya sendiri. Selain itu, juga keinginan menjadikan musik berskala industri bisa berdampingan manis dengan kesenian tradisional. Dan, impian ini akhirnya bisa diwujudkan dalam sebuah bingkai manis bernama IL.
Dengan back-up panggung besar, berkekuatan suara 150.000 watt serta kekuatan cahaya lampu sebesar 900.00 watt, maka IL diharapkan bisa memuaskan dahaga pecinta musik akan tontonan yang bermutu dan berlangsung aman. Apalagi sejak pagi, siang hingga malam hari, para penonton bisa menyimak aksi pentas musisi bernas di bidangnya, seperti Visual Band, Pain Killer, EXO, Pace Rasta, The Upstair, Ridho Rhoma, Rio Febrian, Mahadewi, Gangsta Rasta, Superman Is Dead, Yovie and The Nuno, dan lain-lain. (kpl/wwn/npy)

"Kalau setahu saya sih tidak ada tanda-tanda seperti itu, karena mereka pun habis berbuka puasa di kafe," ungkap bassist Slank itu.
Ditanya soal posisi almarhum ketika kecelakaan terjadi, Ivanka menyebutkan jika sang pengemudi adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang sepertinya memang kurang hafal daerah Dago Pakar.
"Si Andre di depan di samping Jonathan. Nah saya juga nggak tahu apakah mobil Taruna Biru itu remnya blong atau tidak, tapi soal mobil itu tidak siap untuk menikung saya nggak tahu," ujarnya.
Selanjutnya, Ivanka yang ditemui KapanLagi.com di TPU Jeruk Purut, Senin (31/8), menceritakan kejadian saat menjemput jenazah Andre di RS Hasan Sadikin, Bandung (31/8) dini hari.
"Emang gue yang jemput jenazahnya bareng Thomas (Thomas Ramdhan, bassist Gigi, red) dan sama teman gua satu ke RS Hasan Sadikin. Jenazah dari RS ketika kita datang udah beres dan siap diberangkatkan ke Jakarta, itu sekitar jam 1 dini hari," terangnya.
"Nah kita di sana bagi-bagi tugas, kebetulan ada Sandy Arifin (pengacara yang juga sepupu Andre, red), dia ngurusin jenazahnya Andre. Saya sendiri ngurusin jenazahnya Jonathan, dia itu warga Amerika dan dia yang mengendarai mobil Taruna warna biru tersebut. Jonathan di sini tidak ada keluarganya, jadi sekarang jenazahnya disemayamkan di Kedubes AS. Sementara Ido Zakaria katanya sempat koma, nggak lama sampai di RS terus meninggal, nah dia sudah ada keluarganya," tambahnya menuturkan kronologis penjemputan jenazah sepupunya itu. (kpl/hen/bar)