KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Wartawan ANTARA melaporkan, ratusan Nidji terus bergoyang saat Nidji menyuguhkan tembang-tembangnya dalam sebuah konser yang bertajuk Bintang Coklat itu serta diawali oleh penampilan pembuka dari grup band lokal.
Penampilan pertama dari grup band Nidji diawali dengan lagu berjudul Arti Sahabat. Lantunan lagu pertama persembahan dari Nidji pun langsung disambut teriakan ratusan orang yang memadati arena konser.
Penampilan atraktif dari Giring, sang vokalis grup band Nidji membuat para penonton yang hadir di lokasi konser turut berjingkrak dengan semangatnya.
Selain itu, saat dipersembahkan lagu yang berjudul Bila Aku Jatuh Cinta, Giring berduet mesra dengan Nurul, salah seorang penyanyi wanita asal Subang.
Selain itu, penonton yang hadir langsung dimanjakan dengan suasana haru lewat lantunan lagu hits terbaru dari Nidji yang berjudul Sang Mantan.
Sepanjang konser, Giring tak henti-hentinya mengajak para penonton untuk ikut menggoyangkan badan dan tangannya sambil bernyanyi bersama. (ant/bar)

Hal itu diakuinya di sela-sela manggung dalam LA Lights Concert 3D Experience di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam lalu.
"Percaya atau tidak, saya pernah dekat sama cewek Malang," katanya pada para penonton yang berjubel. Sontak para penggemar yang berjumlah sekitar 3.000 orang itu berteriak penuh rasa penasaran.
"Ketemunya ya di sini. Tapi sayang, hubungan itu nggak bisa terus. Soalnya saya selalu rindu kehangatan wanita. Saya nggak bisa long distance relationship," tukasnya sambil tertawa.
Seperti hendak mengingat masa-masa di mana cinta tak harus memiliki itu, Giring bersama Nidji pun menyanyikan lagu Sudah featuring Nindy. Crowd pun menyambut hits tersebut dengan bernyanyi bareng dan mengayunkan tangan mereka ke atas. (kpl/npy)

Demi perjuangan melibas pelanggaran hak cipta itu, Nidji tak lupa untuk selalu mengajak para penggemarnya membeli karya cipta musisi yang asli, bukan yang bajakan. Dan usaha mereka itu juga ditunjukkan oleh band asal Jakarta tersebut saat manggung di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam kemarin.
Di sela-sela pertunjukan mereka, Giring, sang vokalis, menyapa para penggemarnya yang membludak dalam acara LA Lights Concert 3D Experience tersebut.
"Apa kabar Malang? Jangan beli bajakan ya! Bajakan haram!" teriaknya disambut sorakan ribuan penonton di situ.
Semoga saja, imbauan Nidji itu turut membantu mengurangi tingkat pembajakan di Indonesia yang sudah mencapai 84% ini. (kpl/npy)

Acara pun tepat dimulai pukul 8 malam dengan kehadiran The Changcuters yang langsung disambut meriah oleh para penonton. Kehadiran Tria, Qibil, Alda, Dipa, dan Erick yang tampil seragam dengan kemeja putih dan celana pensil kotak-kotak sambil menyanyikan lagu-lagu hits mereka benar-benar memanaskan para penonton yang rela berdesak-desakan di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam itu.
Suasana makin meriah ketika Giring Nidji ikut naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu I Love You Bibeh bersama Tria dan kawan-kawan. Tak hanya itu, Giring pun bergoyang-goyang ala penyanyi dangdut lengkap dengan geolan pinggulnya.
Pukul 09.20 malam anak-anak The Changcuters masuk ke backstage. Sebelum disusul dengan penampilan Nidji yang rupanya paling ditunggu-tunggu, panitia menayangkan beberapa testimonial para penggemar yang juga menonton di situ.
Akhirnya pukul 09.30 malam, Giring dan kawan-kawan naik ke panggung dan disambut dengan sorakan khas Aremania. Penampilan mereka pun semakin membuat suasana makin panas dengan joget ala Giring.
Dalam kesempatan tersebut, Giring juga memamerkan kemampuannya untuk bersolo gitar di intro lagu Sang Mantan dan Hapus Aku. Sementara kemampuannya berduet juga dibuktikan bersama Nindy dalam lagu Sudah dan bersama Tria dalam lagu Biarlah.
Dan konser di mana para penonton juga diberikan kacamata 3D oleh panitia itu pun berakhir sekitar pukul 11 malam dengan kolaborasi dari The Changcuters, Nindy, dan Nidji. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh grup Swami, Bongkar. Dengan aransemen yang berbeda, Bongkar sukses menutup konser dengan kesan semarak ini. (kpl/npy)

"Pembuatan album ini cukup lama. Lima bulan itu waktu yang cukup lama dalam pembuatan album kita, biasanya gak nyampe segitu. Dalam album pertama Nidji banyak eksperimen, album kedua kita banyak lebihnya dalam aksi panggung dan di album ketiga kita coba lebih rendah hati dan lebih simpel. Kita mulai membuat lagu jujur dari Laskar Pelangi. Di album ini tiap lagu adalah kejujuran dari hati kita," papar Giring di sela peluncuran album ketiga Nidji di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (15/10).
Dalam album tersebut terdapat sebuah lagu yang dipersembahkan Giring untuk sang kekasih, judulnya Dosakah Aku. Menurut pria berambut kribo itu, lagu tersebut menggambarkan kisah cinta mereka.
"Gue membuat Dosakah Aku yang gue ciptain khusus buat Chyntia. Dia pacar gue, dia janda tapi gue gak peduli masa lalu dia dan orang lain bukan hakim yang tepat untuk hubungan cinta gue," tandas Giring.
"Untuk pencapaian masih banyak yang belum kita capai. Kita pengen bikin album yang ke-20, 25. Kalau untuk kemapanan kita sangat bersyukur atas karunia ini. Lagu Sang Mantan itu bukan untuk mantan-mantan gue. Sebenernya tadinya judulnya Sang Mantan Juara, tapi Bu Aci bilang judulnya kepanjangan," imbuhnya.
Peluncuran Nidji sempat diwarnai kericuhan saat para Nidjiholic, sebutan bagi para fans Nidji, yang saling berebut untuk keluar dari gedung dikarenakan gempa yang mengguncang Jakarta.
"Gara-gara gempa barusan launching Nidji dan sekaligus tampil langsung pukul 5 sore," tandas Giring.
Para Nidjiholic kocar-kacir turun ke bawah meninggalkan tempat acara yang berada di lantai 12 Gedung Annex Building, Hotel Nikko. Bahkan ada segerombolan Nidjiholic yang sempat disuruh tenang oleh keamanan merasa jengkel dan berkata 'Tenang-tenang, kalau gue mati gimana?' ujar salah seorang fans berteriak. (kpl/adt/bun)

Di antara para penonton yang mengaku terhibur dan puas dengan aksi panggung para personil dua grup band papan atas Indonesia itu adalah Ary Bestari dan I Gede Suparwata. Kedua anak muda Bali ini mengatakan, mereka bersyukur dapat menyaksikan konser dua grup musik yang sudah lama menjadi idola mereka itu dalam satu panggung yang sama.
"Aksi panggung Nidji dan Kahitna heboh dan top. Buatku, harga tiket 35, 45, dan 60 dolar Australia nggak mahal karena kita dapat nonton dua grup band papan atas sekaligus. Pokoknya keren dan mereka tampil sangat maksimal," kata Ary.
Anak muda yang belum lama menamatkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini mengatakan, konser musik yang berlangsung sekitar empat setengah jam di panggung gedung Sancorp Piazza South Bank itu diawali dengan aksi personil band lokal, Faroroci, dan sendra tari Rama-Shinta. Sehabis itu giliran para personil Kahitna, kelompok musisi asal Bandung yang dibentuk tahun 1986, membawa ingatan para penonton dengan serangkaian lagu-lagu pop mereka, seperti Cantik, Cerita Cinta, Andai Dia Tahu, dan Tak Sebebas Merpati.
"Menurutku, lagu-lagu Kahitna lebih enak di telinga pas mereka live daripada hanya didengar lewat kaset. Kalau mereka konser di Hard Rock Cafe dan Kamasutra Bali, pasti saya nonton," katanya.
Kehebohan sekitar 200 orang yang menyaksikan konser Pesta Rakyat yang merupakan puncak acara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-64 Sabtu (26/9) malam itu bertambah ketika para personil Nidji menguasai panggung dari pukul 20.30 - 22.00 waktu Brisbane. Grup musik asal Jakarta beranggotakan Giring Ganesha (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass), dan Run-D (keyboard) ini, menurut Ary, tampil secara maksimal dengan serangkaian lagu-lagu hitsnya seperti Laskar Pelangi, Hapus Aku, Biarlah, Disco Lazy Time, Child, Shadow, dan Sudah.
"Tak lupa juga Giring membawakan lagu dari album barunya yang kabarnya akan dirilis Oktober ini, Sang Mantan, dan lagu tenar John Lennon, Imagine. Di antara para penonton, tampak juga beberapa orang Australia, khususnya mereka yang punya teman khusus orang Indonesia," katanya.
Kegiatan Pesta Rakyat itu dimulai dengan aneka games pada pukul 10.00 - 12.00 dan dilanjutkan dengan konser band lokal, pertunjukan tarian Ekspresi, Gamelan, tari Megapati (Bali), angklung, tari Nusa Tenggara Timur, Saman (Aceh), tari Minahasa, simfoni Indonesia, serta pameran busana daerah.
Pesta Rakyat 2009 merupakan puncak kegiatan perayaan HUT RI yang sudah ketiga kalinya digelar komunitas Indonesia di Brisbane yang dimotori Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Queensland sejak 2007. (kpl/boo)

"Kami akan berlebaran dengan para mahasiswa Indonesia di Australia, tapi Lebaran pertama dan kedua kita kumpul bareng keluarga masing-masing. Saling silaturahmi dan saling kunjung-mengunjungi," katanya baru-baru ini di Ancol, Jakarta Utara.
Ditambahkan, Nidji akan berada di dua kota yakni Melbourne dan Brisbane guna memuaskan para pelajar yang haus hiburan aksi mereka.
"Kalau tak ada rintangan kita berangkat 23 September mendatang," lanjut pria berambut kriwil itu seraya menambahkan tak ada ritual khusus saat Lebaran selain bermaafan dan santap bersama ketupat plus opor ayam. (kpl/dis/boo)