KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kata siapa? Belum ada rencana akan menikah. Kalau kabarnya tahun 2009 God Bless launching album itu baru benar," kata Iyek saat ditemui di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).
Iyek juga membantah jika rencana pernikahannya terhalang oleh restu keluarga. Menurutnya, kedua belah pihak sudah sama-sama setuju.
"Apalagi Fachri, dia setuju-setuju aja. Pokoknya antara kita saling support lah. Pokoknya kalau sudah waktunya datang pasti dikasih tahu lah," ujar pria berambut kribo yang pernah berkolaborasi dengan Erwin Gutawa di lagu Jangan Ada Angkara.
"Intinya hubungan kita memang serius karena sudah memasuki 5-6 tahun. Harapannya ke depan memang akan ke arah yang lebih baik," tambah pelantun Menjilat Matahari ini. (kpl/mai/boo)

Acara yang diadakan di kantor majalah Rolling Stone di Jalan Ampera Raya No. 16 Cilandak Timur, Jakarta Selatan, ini menganugerahi lebih dari 25 artis. Di antaranya Koes Plus, Benyamin S, Slank, Iwan Fals, Ahmad Dhani, Chrisye, dan God Bless.
"Ini menjadi acuan buat kita. Dan saya berharap ada regenerasi baru yang bisa nerusin kita. Ya semoga ini bisa jadi acuan buat band-band baru," ungkap Ahmad Albar dari God Bless saat ditanya komentarnya mengenai acara yang diadakan Kamis (30/10) malam kemarin ini.
Di situ Ahmad juga menuturkan bahwa God Bless akan segera meluncurkan album baru. "Album baru sedang proses, kita masukin tren musik sekarang meski tetep dominan rock dengan warna God Bless. Saya berharap tahun depan bisa rilis," tuturnya.
Senada dengan Ahmad Albar, Ahmad Dhani juga mengungkapkan kebanggaannya mengenai acara ini.
"Masuk 25 besar aja udah seneng, bisa sejajar sama Ismail Marzuki, Benyamin, sama yang lain-lain. Sebenarnya saya ngerasa belum pantes, kan baru berkarya di musik baru 16 tahun. Di sini saya sangat seneng sekali soalnya penghargaan ini ada hubungannya dengan karya-karya saya. Tentunya ini akan menjadi kebanggaan anak-anak saya, kebanggaan saya, dan satu sejarah buat saya," kata ayah Al, El, dan Dul ini. (kpl/ant/npy)

Pasangan Suami Istri itu tampil untuk menghibur masyarakat yang membanjiri ruas jalan di samping Mesjid Al Fatah Ambon yang dijadikan lokasi perayaan Halal Bi Halal Pemprov Maluku, yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali.
"Ini kedatangan saya ke Ambon yang kedua kalinya setelah 10 tahun lalu bersama Gigi manggung di Ambon. Puji syukur kondisi Ambon sudah benar-benar pulih dan masyarakatnya sudah hidup rukun kembali. Ini sangat luar biasa," ungkap Armand Maulana.
Ia mengajak seluruh warga yang hadir untuk menyanyikan lagu Rumah Kita yang dipopulerkan artis gaek Ahmad Albar bersama group musiknya God Bless.
Spontan ribuan warga yang hadir memberikan aplaus meriah saat Armand dengan suaranya yang berat mulai melantunkan bait-bait lagu itu.
"Lagu ini untuk kita semua, siapa saja umat beragama, baik Muslim, Kristen, Hindu, Budha, aliran kepercayaan, semua menginginkan rumah yang aman dan damai. Indonesia adalah rumah kita yang aman dan damai," katanya. (kpl/dar)

JIBF 2008 ini dibesut oleh INABLUES (Indonesia Blues Association). INABLUES berdiri sejak 2005 di Jakarta oleh penikmat musik dan para pelaku musik populer dan modern, antara lain Guruh Gipsy, Badai Band, God Bless, Chaseiro, dll.
Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini proses regenerasi dan pengalihan tongkat estafet musisi blues Indonesia berjalan semakin baik.
Festival ini juga menggandeng Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI yang tengah mengedepankan Visit Indonesia Year 2008, serta Pemda DKI yang tengah mendengungkan Enjoy Jakarta.
JIBF tahun pertama akan diisi Abdee Slank, Once Dewa, Livin’ Blues Xperience (Netherland), Blues News, Eet Sjahranie Edane, Adrian Adioetomo, Syaharani, Evolution Band, S & R, Bandolong (Filipina), Raidy Noor & Friends, Deareest (Canada), Ublues (Singapore), Noor Bersaudara, Edwin Hoedioro Caseiro, The Miracle Band, Andre Harihandoyo & Sonic People, Ruzan *Gigs (Jogja), Buddy &Sons (Bali), dan Bad Boyz Blues (Bandung). (kpl/wwn/tri)

Mengusung genre pop rock, musik Lentiq Band diperkaya berbagai macam warna, seperti blues. Ini tak lepas dari peran Teddy Sudjaya mantan drumer God Bless sebagai supervisor musik mereka.
Lalu kenapa Lentiq? "Kalau Lentiq itu biasanya cenderung ke bulu mata atau jari jadi karena kita di samping nyanyi dan nge-dance kita juga memainkan alat," jawab Ayu.
Saat tampil di Nagaswara Celebrity Nge-Jam, Selasa (29/7), di Bulgary Café, Lentiq tampil kompak. "Itu pula yang bikin kita tidak rekrut pemain lain, karena saat dicoba sepertinya kita lebih pas bertiga," terang Ayu.
Selain itu konsep tampil ngeband bertiga dengan personil cewek semua menjadi salah satu keunikan Lentiq. "Itu pula yang kita pakai untuk menerobos pasar musik di sini," pungkas Ayu. (kpl/tri/ant)

"Yang terjadi kan penyeragaman, kreativitas musik diseret ke arah apa yang dimaui pasar," kata gitaris God Bless dan Gong 2000 tersebut, saat ditemui di sela acara peluncuran delapan album kompilasi lagu-lagu terbaik dari 82 band baru, di Jakarta, Kamis (17/7).
Menurut Ian, sebenarnya banyak sekali musisi muda yang bagus di berbagai daerah, namun mereka tidak bisa muncul ke permukaan lantaran karya-karyanya dinilai tidak menjual. Hal ini menuntut kerja lebih keras dari pihak manajemen band, dan musisi dituntut berkonsentrasi untuk membuat karya-karya yang bagus.
"Musisi jangan disuruh berpikir bagaimana cari uang. Mereka cukup berkonsentrasi menciptakan karya-karya baru yang bagus," katanya.
Ian mengatakan, God Bless pun, dahulu, bisa rekaman karena ada orang yang fanatik sehingga mau membiayai.
Ketika ditanyakan tentang kemungkinan God Bless kembali berkiprah, ia mengatakan bandnya itu sangat siap.
"Oh masih ... masih mungkin. Kenapa tidak? Tetapi tentu harus dengan karya-karya baru sesuai perkembangan musik saat ini," tambah pria asal Malang ini. (kpl/dar)

Menurut Fachri, dengan ditolaknya pledoi, tak perlu lagi ada replik sebagai jawaban dari duplik JPU. "Langsung vonis dan tidak usah bertele-tele," tegasnya usai mendampingi Iyek sidang di PN Depok, Rabu (18/6).
Kekasih artis Marsha Timothy ini merasa lebih saja dengan jalannya sidang. "Tapi bukan senang yang senang banget," tandasnya. Karena ia merasa ayahnya tetap bersih dari kasus ini. "Kita tidak ingin mikirin lagi apa yang telah terjadi," ujarnya berdalih.
Tapi satu catatan penting dari Fachri. Ia dan keluarga siap menerima vonis yang bakal dijatuhkan. Asal masih sesuai dengan fakta yang ada. "Kita akan lakukan semua ini agar semuanya lancar," pungkasnya. (kpl/buj/tri)