KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net"Bagi jenazah yang belum diketahui identitasnya (Mr X) dan lima yang sudah diketahui, setelah hasil DNA-nya diketahui segera akan diserahkan ke keluarganya," kata Direskrim Polda Jatim, Kombes Pol Rusli Nasution usai menyerahkan jenazah salah satu korban Ryan, Grady Gland Adam warga Jakarta di RS Bhayangkara, Surabaya, Selasa.
Menurut Rusli Nasution , pihaknya hingga kini masih menunggu hasil DNA dari tim Labfor Polda Jatim. Setelah itu, pihaknya akan menyerahkan jenazah secepatnya ke Polda Jatim.
Sementara itu, pihaknya hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan. Pasalnya dari pengakuan Ryan ada dugaan masih ada satu korban lagi yang belum ditemukan.
"Penyelidikan jalan terus. Kalau ada fakta , kita akan gali," katanya.
Sementara itu, petugas kepolisian setempat juga masih terus mengamankan lokasi rumah Ryan yang dijadikan tempat kuburan itu.
Sementara itu, Jenazah Grady Gland Adam direncanakan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Sukolilo, Surabaya, Selasa .
Sebelum dimakamkan, jenazah tersebut disembahyangkan terlebih dahulu menurut agama yang dianut korban semasa hidup di Gereja Tabernakel, Jalan Nias Surabaya. (*/bee)

Setelah jenazah Graddy diotopsi, Polda Jatim akhirnya menyerahkannya secara simbolis ke pihak keluarga korban di kamar jenazah RS Bhayangkara, Jalan A.Yani Surabaya, sekitar pukul 09.00 WIB Selasa pagi (12/8). Penyerahan jenazah langsung oleh Direskrim Polda Jatim, Kombes Pol Rusli Nasution kepada pihak keluarga.
Sebelum dimakamkan, jenazah tersebut disembahyangkan terlebih dahulu menurut agama yang dianut korban semasa hidup, di Gereja Tabernakel, Jalan Nias Surabaya. Jenazah diangkut dengan menggunakan mobil jenazah milik RS Bhayangkara.
Pada kesempatan itu, Pendeta Daniel Tumbel selaku perwakilan dari pihak keluarga korban, mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap misteri pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan, setahun lalu.
"Sehingga jenazah para korban pembunuhan, khususnya Graddy berhasil ditemukan. Semoga diberkahi Tuhan", katanya.
Sementara paman almarhum, Mauritz menyatakan, bersyukur atas ditemukannya jenazah, sehingga dikebumikan di Surabaya. "Surabaya lebih dekat, sehingga kita makamkan di sini saja", katanya menambahkan.
Terkait dengan hukuman terhadap Ryan, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. "Pihak kepolisian lebih tahu, keputusan ada di hakim. Selain itu, kita serahkan kepada Tuhan saja", katanya. (kpl/boo)

"Kenal sama Graddy itu dulu karena kita pernah satu produksi selama satu tahun. Yang aku tahu dia orangnya baik, bersahabat dan ramah. Aku hanya tahu sebatas itu. Kalau untuk gimana-gimananya aku kurang begitu paham, karena dia orangnya tertutup. Aku tahu ada nama Graddy yang jadi korban, tapi aku nggak yakin kalau itu dia, mungkin cuma namanya yang sama, karena si Graddy ini sangat jauh di Jawa Timur. Justru aku tahu dari temen-temen wartawan kalau itu Graddy yang aku kenal. Ya shock aja sih, kaget juga, nggak nyangka," komentar Roger yang ditemui di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Kamis (31/07/08).
Walau sempat kenal selama setahun, Roger mengaku sama sekali tak tahu menahu soal orientasi seksual temannya ini. "Aduh, bingung untuk komentarnya. Dia itu suka berteman sama siapa aja. Kalau dibilang gay atau tidak. Aku nggak bisa men-judge dia," ungkap Roger saat ditanya soal orientasi seksual Graddy.
Selain itu, Roger pun juga mengaku tak pernah merasakan ada perbedaan sikap dari Graddy selama dia mengenalnya, "Aku nggak pernah ngerasain (didekati Graddy). Yang pasti sih kita sebatas temen, yang aku tahu, dia normal-normal aja."
Sebelum kematian Graddy yang tragis, Roger sama sekali tak pernah bertemu dengannya, apalagi sejak usai syuting sinetron yang sama-sama mereka bintangi. "Udah bertahun-tahun, udah lupa. Ya sekitar tiga tahunan (terakhir bertemu). Ya sebenarnya aku berteman sebatas di lokasi syuting saja. Nggak kenal secara detail seperti apa," tambah Roger. (kpl/hen/erl)

Kepastian soal Graddy menjadi salah satu korban mutilasi itu masih menunggu hasil tes DNA, yang hasilnya baru bisa diketahui pada hari Senin pekan depan.
"Walaupun hidup dan mati kita ada di tangan Tuhan. Tapi saya maunya penegak hukum memberikan sanksi dan ganjaran sesuai perbuatan dia," ujar Rima, saat ditemui di Golf Course Kota Wisata Legenda Cibubur, Kamis (31/7).
Seperti dikatakan Rima, apa yang dilakukan oleh Ryan itu sudah sangat biadab. Dengan tanpa perasaan, ia melakukan 'eksekusi' pada beberapa orang korbannya itu dengan tanpa merasa takut berdosa.
"Motifnya, kata Polisi, juga perampokan. Bukan karena dia sakit," tandas istri dari Frans Tumbuan ini.
Sementara, dalam lubuk yang terdalam Rima mengaku masih optimis kalau cucu angkatnya tersebut masih hidup. Walau ia melihat keluarga Graddy sudah begitu pasrah. "Kita berharap Graddy masih hidup," pungkasnya. (kpl/buj/tri)

Terkait pembunuhan yang dilatarbelakangi hubungan sejenis, Rima menyakinkan kalau Graddy bukanlah seorang gay.
"Karena selama ini dia tidak pernah mengenalkan teman – teman sejenisnya atau lawan jenisnya. Untuk soal ini Graddy memang tertutup. Dan saya tidak yakin kalau dia gay," tandasnya.
Lebih lanjut, kata Rima, saat ditemui di lokasi syuting Golf Course Kota Wisata Legenda Cibubur, Kamis (31/7), melihat korban tidak semuanya laki–laki, di dalamnya masih ada ibu dan anaknya.
"Dan keterangan dari pihak Kepolisian menyebutkan motifnya perampokan, bukan karena penyakit," ujarnya. (kpl/buj/tri)

Saat ditemui di lokasi syuting Golf Course Kota Wisata Legenda Cibubur, Kamis (31/7), Rima masih berharap kalau itu bukan Graddy, cucunya. "Karena nama aslinya bukan Tumbuan, tapi Graddy Adam," ujar Rima sedikit menghibur diri.
"Saya masih berharap kalau dia masih hidup. Karena saya belum melihat hasil tes DNA-nya, yang kemungkinan baru diketahui hari Senin nanti. Tapi kalau keluarga Graddy terlihat pasrah," ujarnya.
Rima mengaku terakhir kali bertemu Graddy di Ola la Café akhir tahun lalu. Sejak itu dia sama sekali tidak lagi berkomunikasi dengan Graddy. "Biasanya dia selalu memberitahu kalau mau ada kegiatan apa," tutur Rima.
Dalam pandangan Rima, Graddy sosok anak yang baik dan gigih, "Walau sedikit tertutup kalau soal pribadi." Frans juga, kata Rima, sedih mendengar kabar seperti ini. "Kita tetap berharap itu (korban) bukan dia (Graddy)," harap Rima. (kpl/buj/tri)

Saat dikonfirmasi melalui telepon oleh KapanLagi.com, Mike mengaku tak percaya. Begitu pun dengan manajer Mike, Fauzan.
Menurut Fauzan, Graddy selain artis juga pengelola O la la Cafe di Kemang Food Fast. Tapi, Graddy sudah lama tidak ke O la la Cafe.
"Graddy juga aku cari di situ sudah tidak ada, kami terakhir ketemu pas acara ulang tahun aku bulan Oktober tahun 2007 lalu," ujar Fauzan.
Sampai sejauh ini, Graddy masih diduga sebagai salah satu korban jagal Ryan yang awalnya diidentifikasi sebagai WNA Belanda, meski kemudian polisi mengklarifikasi bahwa Graddy berasal dari Manado, bukan WN Belanda seperti diinformasikan sebelumnya. (kpl/wwn/rit)