KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Ya, aku menyampaikan opini-opini yang aku mampu. Aku nggak mungkin demo atau mogok makan berminggu-minggu," kata Happy saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (8/11).
Lebih lanjut dikatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan sehingga ada anggapan bahwa negeri ini lebih besar pasak daripada tiang. "Maksudnya, produksi lebih sedikit daripada konsumsi. Terus pejabat publik kalau ada kesempatan ya mereka ambil keuntungan. Makanya kondisi ini menyedihkan. Kalau nggak mau hancur jangan melakukan korupsi," sambungnya.
Lalu kontribusi nyata apa yang dibuat Happy? Disinggung begini, dia mengatakan membayar pajak merupakan salah satu bentuk realisasi yang paling mudah. Namun tetap harus ada pengawasan.
"Aku bayar pajak dan melakukan pekerjaan halal dengan tidak mengambil rezeki orang lain. Kita bekerja mengeluarkan keringat tapi kalau diambil orang lain, aku nggak rela dong," terangnya lagi.
Ketika ditanya soal dukungan apakah Cicak atau Buaya, dengan lantang Happy mengatakan Cicak. "Cicak lah. Tapi kalau Cicak berbisa ya bisa berbuat sesuatu makanya Cicak ngumpul," imbuh Happy. (kpl/dis/erl)

"Aku dari dulu concern sama pemberantasan korupsi dan aku selalu nunggu acara seperti ini. Aku tahu cikal bakal dari pembunuhan dan kejahatan adalah korupsi," ujarnya ketika ditemui di acara konser musik Indonesia Sehat Lawan Korupsi di Bundaran HI, Minggu (8/11).
Kendati setia mengikuti perkembangan korupsi namun dirinya mengaku pusing dengan tak hentinya perseteruan antara KPK dan polisi belakangan ini. Bahkan Happy menganggap bagai melihat sebuah sinetron.
"Kasusnya lebih seru kayak sinetron. Aku kalau ngikutin suka pusing selalu muncul peran baru tapi aku optimis kebenaran yang bakal menang. Sebenarnya ini menakutkan tapi ini awal baru, dengan acara ini semoga jadi bola besar," sambungnya.
Diakui lagi bahwa setiap lembaga tidak bebas 100% dari korupsi. Namun begitu dia percaya masih ada lembaga yang sama sekali mengharamkan perbuatan tercela itu. Untuk itu diperlukan pemimpin yang tegas.
"Aku percaya lembaga-lembaga tidak 100% murni bebas dari korupsi. Makanya kita butuh seseorang yang mengatakan tegas, itu kan namanya pemimpin," pungkasnya. (kpl/dis/erl)

"Tadi saya baca puisi Bunga dan Tembok karya Wiji Thukul, aktivis demokrasi yang hilang saat ini masih diculik, yang pada masa orba selalu menentang sebagai wujud dukungan terhadap pemberantasan korupsi. Dan pembacaan puisi ini saya lakukan sebagai cara yang saya tahu karena saya seniman. Bagi saya yang bikin hancur nomor satu itu korupsi," kata Happy di gedung KPK, Sabtu (7/11) malam.
Artis berparas ayu ini terang-terangan membela Komisi Pemberantasan Korupsi yang saat ini didera masalah. Happy bahkan 'dekat' dengan KPK sejak lembaga ini dipimpin ketuanya yang pertamanya, Taufiequrachman Ruki. Dirinya bahkan kerap mengikuti pemberitaan soal KPK vs Polri.
"Kalau dipikir-pikir berita kriminalisasi Bibit dan Candra mengalahkan acara sinetron. Saya memantau berita itu setiap hari lewat internet, koran dan televisi. Saya benci korupsi, paling saya benci. Jadi, bukan karena personalnya. Karena korupsi adalah sumber kehancuran negara, bisa memicu orang untuk bunuh-bunuhan, bertengkar, dan kejahatan-kejahatan lain," tegas Happy. (kpl/adt/bar)

"Bisa dibayangkan kalau nggak ada KPK, pasti kondisinya lebih parah dari sekarang. Kalau KPK dihapuskan, namanya Indonesia degradasi. Lihatlah negara-negara maju. Mereka juga mempunyai lembaga serupa untuk membasmi korupsi," kata Happy di acara Malam Seni Antikorupsi yang diselenggarakan di pelataran Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (07/11) malam.
Happy percaya tiap-tiap lembaga pasti ada yang mencatut alias korup. "Tapi, menurutku KPK adalah lembaga terbaik dari semua lembaga pemerintahan yang korupsi," tegas Happy.
Meski prihatin dengan kasus yang mendera KPK, Happy justru mengaku senang KPK kena kasus. Baginya, dengan adanya kriminalisasi terhadap KPK, maka semua kasus korupsi yang melibatkan para pejabat negara bisa terbongkar.
"Aku sebenarnya senang karena dengan kasus ini, semuanya jadi terbongkar. Kalau bisa kasus ini dan kasus-kasus sebelumnya seperti Century bisa diusut kembali sampai tuntas," katanya. (kpl/adt/npy)

Ayah dara asal Sukabumi itu, Dahlan Suhendra memang menderita penyakit jantung dan telah dirawat di RS Harapan Kita sejak selama 3 minggu. Namun kondisinya menjadi semakin menurun pada Jumat (21/8) pagi.
"Yang saya tahu sakitnya sakit jantung, dan itu sudah dirawat kurang lebih 3 minggu, rencananya memang mau dioperasi tapi sudah nggak keburu," ujar Yuli, sahabat aktris berusia 29 tahun itu.
"Sakit jantungnya mendadak sih, serangan jantung tiba2. Yang saya tahu meninggalnya sekitar jam 6.30 pagi tadi di RS Harapan Kita Jakarta," tambahnya.
Dihubungi oleh KapanLagi.com melalui line telepon, Jumat (21/8) siang, Yuli kemudian juga menjelaskan pemakaman almarhum yang digelar di daerah asal Happy, Sukabumi.
"Dimakamkannya di TPU daerah Sukabumi, sudah diberangkatkan jam 8 pagi tadi dan sudah dimakamkan setelah sholat Jumat. Happy sendiri sudah di Sukabumi kok," jelasnya.
Sampai berita ini diturunkan, KapanLagi.com tak bisa mendapatkan keterangan langsung dari Happy Salma, karena Happy nampaknya masih dalam kondisi berkabung dan sama sekali tak bisa dihubungi melalui ponselnya. (kpl/hen/bar)

"Bagi saya budaya itu jangan hanya dibikin sebagai life style. Kita harus bisa melestarikannya. Saya bangga bisa ikut serta di acara ini. Acara ini memiliki makna yang sangat dalam, karena yang membawakan nggak Cuma dari kalangan artis atau seniman. Tapi juga dari berbagai macam profesi. Kita melebur menjadi satu karena kebudayaan," ungkap Happy membawakan puisi yang turut dinikmati menteri ekonomi dan keuangan negara, Sri Mulyani.
Membawakan puisi yang cocok dengan status diri, Happy menunjukkan rasa sensitifnya, setiap kata ditelusuri dengan sepenuh hati. "Saya membawakan dengan sensitifitas yang tinggi. Saya memaknai setiap kalimat yang saya baca. Dan saya harus penuh kejujuran supaya orang bisa merasakan kejujuran tersebut," ungkap wanita yang sampai saat ini masih betah sendiri.
Tak sengaja mendapatkan bagian puisi tersebut, Happy merasa bahwa puisi Jelang Pernikahan memang pas dibawakan olehnya, "Mungkin Mas Remmy pikir itu cocok buat saya yang belum menikah," tutur Happy diiringi dengan senyum. (kpl/ant/bee)

"Kebudayaan itu unsur yang sangat penting bagi semua negara. Kita sebagai seniman prihatin, padahal budaya itu merupakan unsur yang kuat dari sebuah negara. Tapi sejauh ini hanya dipandang sebagai alat, jadi seniman juga dijadikan alat. Padahal kita juga peranan yang penting," kata Happy di acara Mufakat Kebudayaan, Tea Addict, Jl. Gunawarman, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).
Menurut pemeran utama Nyai Ontosoroh itu, langkah nyata untuk menyelamatkan kebudayaan harus datang dari masyarakat dan didukung oleh Pemerintah RI.
"Kalau langkah konkritnya ini langkah awal kita untuk buat mufakat untuk menyelamatkan budaya bangsa. Kita mengajukan kepada instansi atau pemerintah agar dalam setiap kebijakannya untuk memasukkan unsur kebudayaan, agar budaya lebih mendarah daging kepada masyarakat," tandasnya. (kpl/buj/bun)