KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Tetap dengan formasi Widi (vokal), Gavet (keyboard), Gani (gitar), Prima (bass), dan Deddy (drum), Hello Band akan menyuguhkan konsep yang berbeda di album kedua nanti. "Tetapi masih tetap ada benang merahnya antara album kedua dengan album pertama," jelas Widi.
Hello Band saat ditemui dalam acara malam penggalangan dana peringatan 30 hari bencana alam Sumatera Barat di Kemang Food Fest, Jumat (30/10), mengungkapkan bahwa untuk seluruh materi lagu di album kedua telah selesai digarap secara keseluruhan, tinggal persiapan promo.
Dan di sela-sela waktu luang seperti saat ini, Hello mencoba memberikan apresiasi tampil di acara amal, walau minus drummer. "Ya, tadinya kita mau akustikan, gue sama gitaris, tapi keybordis dan bassis datang, jadi Prima main drum. Nyatanya asyik juga nge-jam seperti itu, yang penting bisa membuat orang bisa nyumbang," ungkap Widi.
Sejatinya, Hello sendiri kepengen bisa langsung ke Sumatera, tapi karena terbentur jadwal manggung dan jadwal rekaman, mereka terpaksa menunda keinginan mulia itu. "Kalau Hello sendiri nyumbang tapi tidak perlu disebutkan," pungkas Widi. (kpl/wwn/boo)

"Itu kalau di Hello nggak berlaku. Tahun kemarin aja kita fight banget puasanya full. Saya berharap puasanya bisa full lagi," kata Widi, sang vokalis, saat ditemui di acara Pemecahan Rekor 7.500 Orang Minum Segar Sari secara bersamaan, Lapangan Depok Jaya, Senin (17/8).
Soal job di bulan puasa tahun ini, Widhi mengaku jadwal grupnya telah full hingga seminggu sebelum Lebaran.
"Alhamdulillah jadwal udah full, paling seminggu sebelum lebaran kita udah off. Beda banget ama tahun kemarin, yang nggak full satu bulan seperti sekarang," jelasnya.
Hello Band adalah salah satu grup dari daerah yang sukses di ibukota dan turut bersaing di kancah musik tanah air. Kini, setelah selama setahun mereka hidup di Jakarta, mereka berharap pemerintah bisa mengatasi kemacetan dan kemiskinan di Jakarta.
"Selama satu tahun di Jakarta kita berpikir bagaimana pemerintah itu lebih bisa mengatasi persoalan macet di Jakarta. Karena Jakarta sekarang bukan metropolitan lagi, tapi udah megapolitan. Jadi masih banyak PR buat pemerintah, apalagi tentang pendidikan dan kemiskinan. Banyak saudara kita yang belum bisa merasakan seperti yang kita rasakan," tandas Gavet, keyboardis Hello. (kpl/ant/bun)

"Sebagai warga negara yang baik, tentunya bersedia meramaikan acara 17-an," kata Gavet, keyboardist Hello.
"Kita juga sudah punya NPWP sebagai bukti cinta kepada Indonesia," tambahnya.
Dituturkannya juga jika Hello memandang kemerdekaan sebagai sebuah evaluasi terhadap diri sendiri, baik dalam kehidupan individu ataupun dalam kehidupan berbangsa.
"Kita dituntun memiliki kecintaan terhadap bangsa karena kita bisa keluar dari segala godaan berkat kebersamaan," katanya.
Namun begitu, Gavet menuturkan jika Hello tak menganggap jika Indonesia benar-benar sudah merdeka. Pasalnya, mereka masih bisa melihat kemiskinan di mana-mana.
"Kita belum sepenuhnya merdeka. Selama road show, di pedalaman masih banyak kemiskinan maupun infrastruktur yang masih jelek yang kita temui," terang Gavet.
Karenanya, sebagai suatu wujud pembuktian cinta kepada bangsa, Hello ingin membuat karya yang bisa menolong nasib rakyat miskin.
"Saya ingin membuat suatu karya yang bisa diperdengarkan kepada pejabat pemerintah untuk mengingatkan mereka tentang nasib rakyat yang masih kurang mampu," harap Gavet.
"Kalau dulu ada tentara masuk desa, maka pengennya sekarang Hello masuk desa untuk membantu mereka-mereka yang masih kekurangan," timpal Widhi, sang vokalis. (kpl/ant/npy)

"Kami berharap nggak sampai seperti itu. Kami sadar bahwa kami itu berangkat dari daerah. Bolehlah di panggung kita menjadi star. Tapi kalau dalam kehidupan sehari-hari kita itu orang biasa. Kita masih sering nongkrong di angkringan bareng karena kita sadar awalnya kita itu nobody," terang Widi, sang vokalis, saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jaksel, Rabu (24/06).
Lebih lanjut, mereka mengaku amat bersyukur bisa memiliki barisan penggemar. Apalagi jika mereka beramai-ramai menonton saat Hello manggung. "Sebelumnya yang nonton kita itu cuma 1-10 orang. Tapi sekarang saat kita manggung, pernah sampai jebol pagar pembatasnya. Kejadiannya di Jatim. Kami merasa spektakuler saja. Ini suatu penghargaan," kata Widi lagi.
Namun, kemunculan band-band baru ternyata diiringi oleh isu-isu yang kurang sedap. Seperti d Masiv yang dituduh menjiplak lagu beberapa musisi Barat, Hello pun dikabarkan meniru band asal Amerika, Maroon 5. Hello sendiri tak ambil pusing soal itu.
"Itu biasa aja. Dalam segala sesuatu pasti ada yang mengkritik. Buat kami itu cuma referensi. Koes Plus aja mengidolakan dan menjadikan The Beatles sebagai referensi. Kami nggak takut dicap plagiat. Pokoknya kita akan terus mengevaluasi musik kita," pungkasnya. (kpl/ant/npy)

"Kita akan terus berinovasi dan terus belajar. Intinya, kita belum puas dengan yang kita capai seperti penghargaan, prestasi, dan materi," tutur Widi, vokalis Hello Band, saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jaksel, Rabu (24/06).
Karena kegigihan mereka itu, Hello yakin akan tetap bisa bersaing walaupun banyak bermunculan band-band baru di tanah air. "Meskipun banyak band yang menjamur, kita optimis saja. Terlalu dini untuk pesimis," katanya.
"Kita tentu ingin sesukses Peterpan dan Ungu. Tapi kita melakukannya step by step. Pelan tapi pasti. Daripada cepat naik cepat jatuh," pungkas Widi yang mengaku sudah bisa membeli beberapa alat musik dan kendaraan semenjak grup bandnya tenar ini. (kpl/ant/npy)

"Warga Palembang seru, setelah ini kita ingin kembali tampil di sini," kata vokalis band Hello, Widi, usai menyuguhkan lagu andalannya Ular Berbisa.
Menurutnya, Hello sangat senang bisa tampil di Palembang, karena warga yang menyaksikan penampilannya ternyata akrab dengan lagu Hello. Tidak seperti d Masiv yang sudah beberapa kali tampil di Kota Pempek ini, Widi mengaku baru pertama kali datang di Palembang dan mereka ingin tampil kembali di sini.
Selain Hello, pada ajang pencarian bakat kali ini, A Mild Live Wanted akan memanjakan pencinta musik dengan menghadirkan juara nasional ajang tersebut pada tahun 2007, d Masiv. Area Marketing Manager PT HM Sampoerna tbk wilayah Palembang, Zainal Abadi, mengungkapkan penampilan kedua bintang tamu ini merupakan salah satu dukungan penuh bagi para finalis untuk memberikan performannya yang terbaik. (kpl/boo)

Hello Band sendiri mengaku merasa amat bangga bisa terpilih dari tujuh nominasi band yang akan mengisi acara itu. "Semoga ini menjadi motivasi dan kita bisa lebih memberi warna dalam belantika musik Indonesia," kata Widhi, sang vokalis.
Widhi juga menuturkan bahwa ini kali kedua Hello tampil di HRC. Sebelumnya mereka sempat tampil di HRC Bali. Di situlah Hello merasa amat terkesan.
"Di sana kita terkesan banget, yang nonton itu banyak bulenya. Mereka enjoy terus mereka juga banyak ngasih input. Mereka juga bisa bergoyang dengan musik kita, sampai ada yang dansa. Makanya kita sangat terkesan," katanya.
Lalu apakah penampilan kedua mereka di HRC Jakarta menjadi suatu beban tersendiri bagi Hello? "Bagi kami, ini adalah sebuah tantangan dan tanggung jawab untuk menampilkan sesuatu yang lebih baik lagi," jawabnya.
Lebih lanjut Widhi mengungkapkan bahwa dengan tampil di HRC, mereka bisa mendapatkan banyak keuntungan. "Intinya kita bisa makin dikenal, musik kita bisa lebih dihargai. Meski kita nggak dapat best di RBT maupun penjualan, tapi kita ngasih sesuatu yang terbaik buat penggemar. Ya semoga semuanya lancar dan kita bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (kpl/ant/npy)