KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Jangan sampai deh, aku nggak pernah ikhlas dipoligami, amit-amit jabang bayi deh jangan sampai dipoligami. Oleh karena itu kalau dari segi perempuan aku sangat kontra sama poligami, karena tidak ada manusia itu yang bertindak adil," kata Marsha saat ditemui di pembuatan video klip Hello Band di komplek Bukit Cinere Indah, Cinere, Depok, Kamis (3/12) sore.
Meski demikian, mantan kekasih Mario Lawalata ini mengaku sangat tertarik dengan ide cerita poligami. Apalagi dirinya memang belum pernah bermain sinetron atau menjadi model video klip dengan poligami sebagai jalan ceritanya.
"Saya lihat ceritanya menarik soal poligami, kalau bandnya aku nggak kenal banget. Aku belum pernah jadi model video klip yang bercerita tentang poligami," pungkas Marsha. (kpl/adt/dar)

"Ceritanya beda, kalau Dhani membawa aspirasi kaum pria, kalau kita wanita. Kita cuek aja, nggak masalah dibilang ngekor," ujar sang vokalis, Widi.
saat disinggung soal lagu Dua Cincin milik mereka yang bisa saja dituding mengkampanyekan anti poligami, Hello Band justru dengan bijak mengomentarinya.
"Kita fine-fine aja kalau lagunya bisa membawa dampak positif, yang pasti kita berlima anti poligami," lanjutnya.
Ditemui di perumahan Cinere Indah, Depok, Kamis (3/12), Widi lalu menguraikan alasan kenapa pihaknya tak memilih sosok Aa Gym sebagai bintang video klipnya.
"Sebenarnya pengen pakai bintang video klip Aa Gym, tapi kami ingin tidak ada masalah di kemudian hari," tandasnya. (kpl/adt/bar)

"Kita tidak mendukung, ini yang merasakan pihak wanita. Jadi ini adalah suara hati kita yang tidak mau berbagi cinta," ujar Widi sang vokalis.
"Karena poligami susah mengaplikasikan keadilan. Sedangkan kita tidak tahu adil itu seperti apa," tambahnya menegaskan.
Ditemui di perumahan Cinere Indah, Depok, Kamis (3/12), Widi lantas menuturkan latar belakang dipilihnya Marsha Timothy sebagai bintang video klip.
"Karena dia orangnya ikhlas mukanya, dia cantik dan jago akting, jadi pas," ungkap Widi sambil tersenyum. (kpl/adt/bar)

"Kita lagi bikin video klip, judulnya Dua Cincin ceritanya soal poligami," ujar Widi sang frontman.
"Karena sekarang lagi hangat-hangatnya kontroversi soal poligami, apalagi sekarang jarang ada yang bawain lagu tentang poligami," imbuhnya beralasan.
Ditemui di perumahan Cinere Indah, Depok, Kamis (3/12), Widi lantas menjelaskan lebih jauh soal konsep video klipnya.
"Awalnya lagu ini bukan buat Hello, karena segmennya nggak pas buat kita. Tapi setelah di-review kebetulan temanya lagi hangat banget jadinya kita ambil," terangnya.
"Itu khas dari kita, dengan judul kaya gitu, dan emang bawaan karakter band kita," tambahnya.
Ketika disinggung soal cerita detail di balik lagunya, Widi nampak antusias saat menjelaskan.
"Ada seorang wanita yang tidak ikhlas ketika suaminya memberikan cincin kepada orang lain, tapi dia tetap menerima dengan kondisi sedih, di sana ada cucuran air mata," tandasnya. (kpl/adt/bar)

Tetap dengan formasi Widi (vokal), Gavet (keyboard), Gani (gitar), Prima (bass), dan Deddy (drum), Hello Band akan menyuguhkan konsep yang berbeda di album kedua nanti. "Tetapi masih tetap ada benang merahnya antara album kedua dengan album pertama," jelas Widi.
Hello Band saat ditemui dalam acara malam penggalangan dana peringatan 30 hari bencana alam Sumatera Barat di Kemang Food Fest, Jumat (30/10), mengungkapkan bahwa untuk seluruh materi lagu di album kedua telah selesai digarap secara keseluruhan, tinggal persiapan promo.
Dan di sela-sela waktu luang seperti saat ini, Hello mencoba memberikan apresiasi tampil di acara amal, walau minus drummer. "Ya, tadinya kita mau akustikan, gue sama gitaris, tapi keybordis dan bassis datang, jadi Prima main drum. Nyatanya asyik juga nge-jam seperti itu, yang penting bisa membuat orang bisa nyumbang," ungkap Widi.
Sejatinya, Hello sendiri kepengen bisa langsung ke Sumatera, tapi karena terbentur jadwal manggung dan jadwal rekaman, mereka terpaksa menunda keinginan mulia itu. "Kalau Hello sendiri nyumbang tapi tidak perlu disebutkan," pungkas Widi. (kpl/wwn/boo)

"Itu kalau di Hello nggak berlaku. Tahun kemarin aja kita fight banget puasanya full. Saya berharap puasanya bisa full lagi," kata Widi, sang vokalis, saat ditemui di acara Pemecahan Rekor 7.500 Orang Minum Segar Sari secara bersamaan, Lapangan Depok Jaya, Senin (17/8).
Soal job di bulan puasa tahun ini, Widhi mengaku jadwal grupnya telah full hingga seminggu sebelum Lebaran.
"Alhamdulillah jadwal udah full, paling seminggu sebelum lebaran kita udah off. Beda banget ama tahun kemarin, yang nggak full satu bulan seperti sekarang," jelasnya.
Hello Band adalah salah satu grup dari daerah yang sukses di ibukota dan turut bersaing di kancah musik tanah air. Kini, setelah selama setahun mereka hidup di Jakarta, mereka berharap pemerintah bisa mengatasi kemacetan dan kemiskinan di Jakarta.
"Selama satu tahun di Jakarta kita berpikir bagaimana pemerintah itu lebih bisa mengatasi persoalan macet di Jakarta. Karena Jakarta sekarang bukan metropolitan lagi, tapi udah megapolitan. Jadi masih banyak PR buat pemerintah, apalagi tentang pendidikan dan kemiskinan. Banyak saudara kita yang belum bisa merasakan seperti yang kita rasakan," tandas Gavet, keyboardis Hello. (kpl/ant/bun)

"Sebagai warga negara yang baik, tentunya bersedia meramaikan acara 17-an," kata Gavet, keyboardist Hello.
"Kita juga sudah punya NPWP sebagai bukti cinta kepada Indonesia," tambahnya.
Dituturkannya juga jika Hello memandang kemerdekaan sebagai sebuah evaluasi terhadap diri sendiri, baik dalam kehidupan individu ataupun dalam kehidupan berbangsa.
"Kita dituntun memiliki kecintaan terhadap bangsa karena kita bisa keluar dari segala godaan berkat kebersamaan," katanya.
Namun begitu, Gavet menuturkan jika Hello tak menganggap jika Indonesia benar-benar sudah merdeka. Pasalnya, mereka masih bisa melihat kemiskinan di mana-mana.
"Kita belum sepenuhnya merdeka. Selama road show, di pedalaman masih banyak kemiskinan maupun infrastruktur yang masih jelek yang kita temui," terang Gavet.
Karenanya, sebagai suatu wujud pembuktian cinta kepada bangsa, Hello ingin membuat karya yang bisa menolong nasib rakyat miskin.
"Saya ingin membuat suatu karya yang bisa diperdengarkan kepada pejabat pemerintah untuk mengingatkan mereka tentang nasib rakyat yang masih kurang mampu," harap Gavet.
"Kalau dulu ada tentara masuk desa, maka pengennya sekarang Hello masuk desa untuk membantu mereka-mereka yang masih kekurangan," timpal Widhi, sang vokalis. (kpl/ant/npy)