< >

BLOG HIM DAMSYIK


Sandra Dewi, Banyak Menolak Tawaran

Kapanlagi.com - Film TARZAN KE KOTA merupakan film kedua bagi bintang cantik Sandra Dewi, setelah sebelumnya sukses membintangi film QUICKIE EXPRESS bersama Tora Sudiro. Senggang antara dua film itu Sandra mengaku banyak mendapat pertanyaan seputar film barunya.

"Setelah film QUICKIE EXPRESS, aku kan tidak main film lagi terus banyak penggemarku yang bertanya kapan main film lagi Sandra," kata perempuan peraih penghargaan Pendatang Baru Terfavorit versi Indonesia Movie Award (IMA) 2008 itu.

Sebenarnya, bukan karena sepi job, namun bagi perempuan kelahiran Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 8 Agustus 1983 itu, tawaran yang datang kepadanya belum cocok dan belum membuatnya tertarik. Alasannya cerita film yang disodorkan padanya tidak sesuai dengan keinginan hatinya.

"Selama ini banyak yang nawarin film ke aku, tapi aku tolak, karena ceritanya nggak pas sama aku," katanya.

Namun film TARZAN KE KOTA telah menjauhkan Sandra Dewi dari banyak pertimbangan. Film yang dibintangi Vincent Club Eighties, Conny Sutedja, HIM Damsyik dan Ajul Juing itu membuatnya berpikir terkait penghargaan untuk seniman Betawi, Benyamin S.

"Aku persembahkan khusus untuk tokoh serta seniman asal Betawi almarhum Benjamin S," katanya saat ditemui di acara Meet and Great film TARZAN KE KOTA di Bandung Trade Center (BTC), Rabu (10/12).   (kpl/dar)


Lihat profil: Sandra Dewi, Vincent Club Eighties, Conny Sutedja, HIM Damsyik, Tora Sudiro
Diposting oleh: Editor | Kamis, 11-12-2008 |

Sandra Dewi: 'TARZAN KE KOTA' Didedikasikan Buat Benyamin

Kapanlagi.com - Film TARZAN KE KOTA yang dibintangi artis muda Sandra Dewi, didedikasikan dan untuk menghormati serta mengapresiasi seniman asal Betawi, almarhum Benyamin S.

"Film keduaku ini, aku persembahkan khusus bagi tokoh serta seniman asal Betawi almarhum Benyamin S," kata Sandra Dewi pada acara Meet and Great film TARZAN KE KOTA di Bandung Trade Center (BTC), Rabu (10/12).

Menurut artis kelahiran Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 25 tahun silam ini, selain didedikasikan untuk almarhum Benyamin S, film ini juga didedikasikan bagi para penggemar setianya.

Selain dibintangi Sandra Dewi, film TARZAN KE KOTA juga dibintangi Vincent Club Eighties, aktris dan aktor senior Conny Sutedja serta HIM Damsyik dan pendatang baru yang mirip dengan almarhum Benyamin S, Ajul Juing.

Film itu diawali dengan penculikan Ratna (Sandra Dewi) oleh Arde (Vincent Club Eighties) dan disembunyikan di sebuah gua. Di dalam gua, Ratna berkenalan dengan Tarzan (Ajul Jiung).

Ratna dan Tarzan segera menjadi teman baik. Tarzan pun mengantar Ratna pulang ke kota naik kuda. Para binatang teman-teman Tarzan terlihat sedih atas kepergiannya, namun Tarzan berjanji untuk kembali dan membawakan mereka semua oleh-oleh.

Setibanya di kota, dimulailah petualangan Tarzan. Hidup di kota membuat Tarzan bingung. Ratna harus mengajari Tarzan cara hidup di kota, yang sangat berbeda dengan hutan. Mulai dari menggunakan toilet, cara makan, sampai berbahasa Inggris.   (kpl/dar)


Lihat profil: Sandra Dewi, Vincent Club Eighties, Conny Sutedja, HIM Damsyik
Diposting oleh: Editor | Rabu, 10-12-2008 |

Totalitas, Sandra Dewi Berakting Dengan Binatang

Kapanlagi.com - Aktris cantik Sandra Dewi rupanya ingin tampil total dalam sebuah film. Terbukti, saat membintangi film TARZAN KE KOTA, harus rela menunggu dan mengikuti mood para binatang yang dilibatkan dalam film keduanya itu.

"Di sini lucu, melebihi anak kecil. Kalau anak kecil ngambek bisa langsung kasih permen. Tapi kalau kuda atau macan harus tunggu mood-nya baik, baru syuting," papar Sandra saat ditemui di jumpa pers TARZAN KE KOTA di Bombay Blue, Cikini, Jakarta, Rabu (5/11).

Diakui Sandra kendati harus berakting dengan banyak binatang, justru bintang QUICKIE EXPRESS itu mendapatkan tantangannya sendiri. Dari situ pula ia langsung setuju terlibat dalam pembuatan film.

"Tarzan itu sudah melegenda, makanya waktu dengar judulnya pertama kali aku sudah tertarik. Di sini aku berakting dengan banyak binatang. Ada monyet, kambing, sapi, ayam jago, kuda, dan macan tutul," aku Sandra yang sempat kena gigit monyet itu.

Menurut Sandra, macan tutul yang digunakan di lokasi syuting mulanya akan digunakan harimau asal India. Tapi karena lagi bete maka posisi harimau digantikan.

TARZAN KE KOTA bercerita tentang Ratna (Sandra Dewi) yang diculik pesaing bisnis ayahnya dan dibuang ke dalam gua. Di situ, Ratna bertemu Tarzan (Ajul Jiung) yang baik hati. Sebagai balas budi, Ratna mengajak Tarzan ke kota dan petualangan pun dimulai. Di film ini, aktor dan aktris senior seperti HIM Damsyik dan Conny Sutedja turut ambil bagian.

Saat ini, film sudah memasuki tahap pasca produksi dan jika tak ada aral melintang, TARZAN KE KOTA akan beredar di Bioskop pada 4 Desember 2008 mendatang.   (kpl/wwn/dar)


Lihat profil: Sandra Dewi, HIM Damsyik, Conny Sutedja
Diposting oleh: Editor | Rabu, 05-11-2008 |

HIM Damsyik Gabung Tim Relawan Presiden SBY

Kapanlagi.com - Usia lanjut bukan masalah bagi aktor senior HIM Damsyik. Sampai sekarang pun bintang yang tenar sejak era 1970'an masih tetap terjun di dunia akting. Baginya, segala sesuatu yang dilakukannya kini tidak ada sangkut pautnya dengan usia, termasuk saat mendaftar sebagai relawan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya menjadi relawan SBY bersama teman-teman murni keinginan saya sendiri. Kesehatan tidak masalah karena saya alhamdulillah diberikan kesehatan yang luar biasa, nggak ada penyakit, tidak ada kolesterol, tidak ada apa-apa karena saya olahraga," ungkap HIM Damsyik yang ditemui di Tugu Proklamator kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (25/10).

Presiden SBY dalam pandangan HIM Damsyik merupakan sosok yang luar biasa. Beliau adalah presiden yang bisa menstabilkan rupiah dan hal-hal lain. "Paling besar melawan korupsi. Baru kali ini pejabat, anggota DPR yang dijebloskan ke penjara. Saya salut Bapak SBY, itu yang jadi motivasi saya," ujarnya.

"Saya pribadi melihat, daripada orang baru yang mulai dari nol, lebih baik ini diteruskan. Saya bukan keluarga, bukan teman dekat Pak SBY. Saya kagum saja pada Pak SBY, saya salut," imbuhnya.

Lantas, adakah keinginan HIM Damsyik untuk mendaftarkan diri menjadi caleg ketimbang sebagai relawan saja? Soal ini, aktor kelahiran 14 Maret 1929 memilih dengan tegas jawaban tidak. "Karena usia saya sudah lanjut jadi nggak mungkin. Saya tidak ada motivasi jadi caleg atau orang dekat SBY (pemerintahan)," pungkasnya. (kpl/buj/boo)


Lihat profil: HIM Damsyik
Diposting oleh: Editor | Minggu, 26-10-2008 |

HIM Damsyik, Suzanna Unik Makanannya Bunga Melati

Kapanlagi.com - Meski disebut sebagai pasangan ideal dari aktris Suzanna dalam membintangi film-film horor, HIM Damsyik mengaku tidak sepenuhnya mengetahui sisi pribadinya. Ada bagian yang tidak dapat 'ditembusnya' selama mereka bersama memainkan peran masing-masing.

"Dia itu orangnya sungguh unik, jarang makan nasi putih, yang dia makan hanya kembang melati, daun anggur, bluntas dan daun bunga rose," ungkap Damsyik.

Damsyik yang ditemui di acara Rapat Penetapan Relawan SBY oleh Partai Demokrat, di rumah makan Gundul Sapi, Jakarta Pusat, Kamis (16/10), mengaku kerap melihat Suzanna menjalani ritual tertentu sebelum memulai syuting film.

"Almarhum itu, kalau mau main film horor selalu semedi terlebih dahulu, kadang-kadang kalau semedi ada ular di kepalanya, dan dia selalu berdoa, meminta agar selamat," ungkap pemeran Datuk Maringgih dalam sinetron SITI NURBAYA itu.

Entah apa maksud di balik ritual yang dilakukan Suzanna, termasuk kebiasaannya mengkonsumsi bunga dan dedaunan itu. Damsyik melihat sebagai sebuah keyakinan pribadi yang hanya dapat dijawab oleh Suzanna sendiri.

"Ya itu seperti mendapatkan wahyu, yang mengatakan kalau dia harus menjaga konsumsi makanannya, ya seperti yang saya sebutkan, dan sampai sekarang belum terjawab. Mengapa almarhum memakan bunga melati dan sebangsanya?" tambahnya.

Namun di sisi lain, Damsyik melihat Suzanna sebagai sosok yang ramah dengan para penggemarnya. Ia juga seorang bintang akting yang hebat, memiliki karakter sendiri yang dibangun lewat peran-perannya selama ini.

"Aktingnya almarhum hebat, malah pas memerankan Nyi Blorong, seakan-akan seperti sungguhan, kemisteriusan dia yang tidak bisa kita masuki," pungkas Damsyik.    (kpl/hen/dar)


Lihat profil: Suzanna, HIM Damsyik
Diposting oleh: Editor | Jumat, 17-10-2008 |

HIM Damsyik, Dapat Kabar Dari SMS Kiki Maria

Kapanlagi.com - Aktor HIM Damsyik dalam sejarahnya kerap tampil bersama aktris legenda horor Indonesia, Suzanna. Damsyik merupakan pasangan 'langgeng', sehingga banyak mengetahui sisi pribadi Suzanna, termasuk kegiatannya selama di luar syuting.

"Ya kabar itu saya dapat dari Alicia Johar, katanya dia dapat SMS dari anaknya yang bernama Kiki, Alicia terus memberi tahu pada teman-teman PARFI," ungkap Damsyik saat ditanya perihal kabar meninggalnya sahabatnya itu.

Dengan kabar dari Kiki Maria itu, Damsyik yang ditemui di acara Penetapan Relawan SBY Oleh Partai Demokrat, di rumah makan, Gundul Sapi, Jakarta Pusat, Kamis (16/10) itu mengaku yakin dengan kebenaran kabar tersebut. Karena sebelumnya juga pernah muncul kabar yang sama, namun ujung-ujungnya kabar itu tidak benar.

"Untuk kali ini saya percaya, ini beda, karena yang memberi kabar itu anaknya," terang Damsyik.

Pria pemilik nama lengkap Haji Incik Muhammad Damsyik itu mengaku sudah sekitar 10 tahun tidak lagi ketemu dengan almarhumah. Selain karena kesibukan dan posisi jarak yang berjauhan, antara Jakarta dan Magelang, sejak lima tahun terakhir Suzanna sudah mulai sakit-sakitan.

Suzanna meninggal dunia Rabu (15/10) sekitar pukul 23.15 WIB di rumahnya di Jalan Kebondalem II RT. 1/RW III, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, dalam usia 66 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Giriloyo, Kota Magelang, Kamis (16/10) sekitar pukul 09.30 WIB dihadiri sejumlah umat Katolik di sekitarnya.

Untuk sahabatnya itu, HIM Damsyik berdoa dan mengucapkan selamat jalan.   (kpl/hen/dar)


Lihat profil: Suzanna, HIM Damsyik, Alicia Johar, Kiki Maria
Diposting oleh: Editor | Jumat, 17-10-2008 |

Main Film, Joe Taslim Ingin Tetap Harumkan Bangsa

Kapanlagi.com - Atlet Judo, Joe Taslim (26) mengatakan akan tetap mengabdikan diri sebagai olahragawan untuk mengharumkan nama bangsa, kendati kini mulai serius menekuni profesi sebagai aktor film.

"Aku mencintai dunia seni peran dan bahagia bisa bermain film, tapi kalau negara memerlukan maka aku akan tetap menomorsatukannya melebihi apapun," kata Joe di Jakarta, Selasa (22/7).

Di sela-sela padatnya jadwal latihan di Pelatnas, Joe membintangi film horor berjudul KARMA bersama model Dominique Agisca Diyose, HIM Damsyik, Jonathan Mulya dan Hengky Solaiman.

"Film ini yang pertama buat aku dan suatu kehormatan bisa memerankan tokoh Armand. Saya mendapatkan peran ini lewat casting berkali-kali, dan ternyata susah banget jadi aktor," kata pria berdarah Tionghoa ini.

Joe mengungkapkan ada perbedaan yang besar antara menjadi aktor dan atlet. Sebagai atlet Pelatnas sejak 1997, Joe harus melahap porsi latihan fisik yang banyak dan mengalami kehidupan asrama yang sangat disiplin.

"Kalau sebagai aktor aku harus memainkan karakter dengan sepenuh hati, harus pakai perasaan. Beda dengan atlet yang berlatihnya lebih ke fisik," kata bungsu dari empat bersaudara ini.

Demi keinginannya tetap aktif sebagai atlet, selama pembuatan film KARMA, Joe mengaku harus tetap berlatih keras di sela-sela jadwal syuting. Ia juga diwajibkan pelatihnya untuk selalu melaporkan perkembangan latihannya selama 20 hari masa syuting.

"Syuting film KARMA bertepatan dengan proses saya berlatih di Pelatnas menjelang Sea Games 2007. Tapi saya yakinkan pelatih saya bahwa selama 20 hari syuting saya tetap berlatih dengan disiplin. Ternyata pelatih saya memperbolehkan saya syuting," katanya.

Sebagai atlet, Joe telah menorehkan beberapa prestasi diantaranya meraih Medali Perak dalam Sea Games 2007 di Thailand dan sebagai kontingen Palembang meraih medali emas dalam PON 2008 di Kalimantan Timur.

"Almarhum ayah saya semasa hidupnya pernah berpesan pada saya, kapanpun negara memanggil harus siap mengabdikan diri sebagai atlet dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," demikian ujar Joe yang lahir di Palembang, 23 Juni 1981. (kpl/dar)


Lihat profil: Dominique Agisca Diyose, Jonathan Mulia, HIM Damsyik
Diposting oleh: Editor | Selasa, 22-07-2008 |

«12»

LIHAT ARSIP BERITA HIM DAMSYIK TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA HIM DAMSYIK TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA HIM DAMSYIK TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA HIM DAMSYIK TAHUN 2004