< >

BLOG IKRANEGARA


'LASKAR PELANGI' Borong Penghargaan Film di Jepang

Kapanlagi.com - LASKAR PELANGI, film Indonesia yang meraih banyak penghargaan di dalam negeri maupun di luar negeri, akan menjadi salah satu film yang diputar di Festival Film Internasional Fukuoka 2009, Jepang.

Sutradara film LASKAR PELANGI, Riri Riza, yang dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (16/9), mengatakan, karena dirinya harus menyelesaikan proses pembuatan film kedua Andrea Hirata, yaitu SANG PEMIMPI, maka dia tidak bisa berangkat ke festival yang dimulai pada 18 September.

"Yang akan hadir mewakili itu Ikranegara (pemeran Pak Harfan) dan Andrea Hirata (penulis novel LASKAR PELANGI). Besok malam mereka akan berangkat," kata Riri.

LASKAR PELANGI yang bercerita mengenai perjuangan 10 anak Belitung untuk bersekolah itu telah diputar di beberapa negara di lima benua.

"Kemarin, LASKAR PELANGI baru saja diputar di Harare, Namibia. Sebelumnya pernah diputar di Spanyol, Italia, Hongkong, Singapura, Jerman, lima kota di Amerika, empat kota di Australia dan Portugal," kata sutradara film yang melejit lewat film PETUALANGAN SHERINA itu.

Ajang film internasional yang memutar LASKAR PELANGI antara lain di Barcelona Asian Film Festival 2009 di Spanyol, Singapore Internasional Film Festival 2009, 11th Udine Far East Film Festival di Italia, dan Los Angeles Asia Pacific Film Festival 2009 di Amerika Serikat.

Riri mengatakan LASKAR PELANGI juga akan diputar di Pusan International Film Festival 2009 pada Oktober mendatang.

Sejak dibuat tahun 2008, LASKAR PELANGI telah meraih penghargaan internasional antara lain The Golden Butterfly Award untuk kategori film terbaik di Internasional Festival of Films for Children and Young Adults di Hamedan, Iran.

LASKAR PELANGI masuk nominasi kategori film terbaik di Berlin Internasional Film Festival 2009, pada Asian Film 2009 di Hong Kong, dan editor filmnya, yaitu W. Ichwandiardono menjadi nominator untuk kategori editor terbaik.   (kpl/bun)


Lihat profil: Riri Riza, Andrea Hirata, Ikranegara
Komentar : 4 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 16-09-2009 |

'GARUDA DI DADAKU' Menghibur dan Penuh Inspirasi

Kapanlagi.com - Film GARUDA DI DADAKU merupakan suguhan film keluarga berkualitas yang membumi, menyentuh, menghibur dan menginspirasi. Demikian hal itu dikatakan oleh Produser Eksekutifnya, Putut Widjanarko, di bioskop 21 Tamini Square Jakarta, Jumat (26/6).

"Hal ini terlihat dengan banyak masyarakat yang menonton film pada beberapa bioskop yang kita pantau di daerah," kata nya.

Para pemain GARUDA DI DADAKU sejak pemutaran film perdana pada 18 Juni 2009, sudah melaksanakan road show lima kota di Indonesia yakni Banjarmasin, Yogyakarta, Bandung, Medan, dan Makassar.

"Antusiasme terhadap film ini terlihat dengan banyaknya penonton yang memesan tiket beberapa hari sebelum, agar dapat menyaksikan film keluarga sekaligus sebagai pengisi hari libur," katanya.

Film GARUDA DI DADAKU merupakan film inspiratif yang menggambarkan nilai persahabatan, kekeluargaan dan nasionalisme, kata Putut, menjelaskan.

Film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah di bawah bendera SBO Films dan Mizan Productions yang telah sukses sebagai Co-Produser LASKAR PELANGI.

Putut menceritakan bahwa GARUDA DI DADAKU bercerita tentang kerja keras Bayu yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar mewujudkan satu mimpi dalam hidupnya yakni sebagi pemain sepak bola yang baik dan berhasil, sehingga bisa membanggakan keluarga terutama ibu dan kakeknya.

Dibantu kedua sahabatnya Heri yang penggila bola dan Zahra yang misterius, Bayu berupaya untuk dapat masuk menjadi Tim Sepak Bola Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional untuk membela nama harum bangsa.

"Namun berbagai hambatan menghadang Bayu, termasuk kakeknya yang sangat keras melarang Bayu menjadi pemain sepakbola," katanya.

Film drama keluarga untuk semua umur ini mengetengahkan berbagai nilai dalam kehidupan lewat kacamata anak-anak, mengetengahkan kembali soal persahabatan, kerja keras, perjuangan, dan semangat mencapai cita-cita, kejujuran, kasih sayang, dan kebanggaan untuk menjadi anak Indonesia.

Inspirasi cerita film ini didapat oleh Salman Aristo, sang penulis skenario, lewat dua kejadian penting yaitu kecintaan para pendukung sepak bola Indonesia dengan terus menyanyikan lagu GARUDA DI DADAKU.

"Garuda Kebanggaanku. Ku yakin, hari ini pasti menang? meskipun tim nasional jarang menang, dan kemenangan tim Indonesia," kata Putut.

Sementara itu Maudy Koesnadi sebagai Wahyuni (ibu Bayu) dalam film ini mengatakan bahwa, dengan latar belakang seperti itu, tidak heran cerita film sangat inspiring (memberi semangat), karakter anak-anaknya juga sangat inspiring.

"Bayu sudah jelas menggambarkan anak yang punya impian tinggi dan bekerja keras penuh semangat demi cita-citanya. Heri adalah motivator gila bola berotak cerdas yang banyak mendukung Bayu soal ketahanan mental dan keahlian teknis," katanya.

Sementara Zahra adalah representasi anak perempuan yang kuat dalam mengatasi cobaan dan kesulitan hidup.

Tiap karakter memiliki latar belakang yang berbeda, namun kekayaan perbedaan itu justru menginspirasi satu sama lain dan hal ini yang menjadi dasar persahabatan ketiganya.

Selain itu aktor senior lainnya adalah Ramzi bertransformasi sebagai Bang Duloh yang kocak mengocok perut penonton, Ikranagara sebagai Usman (kakek Bayu) membuat penonton geregetan dengan keras kepalanya.

Sementara Maudy Koesnadi sebagai ibu Bayu yang merupakan orang tua tunggal menarik penonton bersimpati dan Ari Sihasale sebagai Pak Johan yang instruktur pelatih sepak bola membangkitkan kepercayaan dan penghargaan penonton pada orang-orang di balik layar bidang olah raga yang masih banyak menjunjung sportivitas, idealisme dan kejujuran.    (kpl/dar)


Lihat profil: Maudy Koesnadi, Ari Sihasale, Ikranegara
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 27-06-2009 |

Mizan Tawarkan Persahabatan Lewat Film

Kapanlagi.com - Mizan productions, selaku produser film GARUDA DI DADAKU menawarkan pentingnya sebuah persahabatan lewat film produksinya tersebut. Film ini akan menjadi sarana pendidikan dalam pentingnya persahabatan, mencintai tanah air dan penghormatan kepada orang tua.

"Film ini memiliki unsur-unsur pendidikan dalam pentingnya persahabatan, mencintai tanah air, dan penghormatan kepada orang tua sehingga menjadi ramuan yang baik untuk anak-anak," ungkap Vice President Operation Mizan Publika Putut Widjanarko dalam peluncuran perdana film tersebut di Jakarta, belum lama ini.

GARUDA DI DADAKU menceritakan tentang Bayu yang memiliki impian untuk menjadi pemain sepak bola handal dan menjadi pemain tim nasional Indonesia U-13. Bayu dibantu oleh temannya, Heri yang memiliki cacat tubuh, namun sangat gila terhadap sepak bola, dan Zahra, yang memiliki kesulitan hidup namun kuat dalam menghadapi cobaan.

Kisah persahabatan mereka bertiga menjadi inspirasi dan energi positif yang dapat ditularkan kepada para penonton terutama anak-anak yang memiliki potensi dan mimpi untuk berkembang.

Film ini memiliki kemiripan dengan film produksi Mizan pertama yang fenomenal LASKAR PELANGI terutama dari segi persahabatan dan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua. "Konsep ini sangat cocok dengan semua misi Mizan untuk menyuguhkan hal-hal yang memberikan inspirasi dan menambah pengetahuan kita," ujar Putut.

Menurut rencana, bila film ini meledak di pasaran, maka juga akan mengikuti jejak pendahulunya LASKAR PELANGI untuk dipasarkan di tingkat internasional. Selain itu, film ini juga akan dibuat versi bukunya berdasarkan skenario film yang ditulis Salman Aristo.

Penulis skenario, Salman Aristo mengatakan tentang film ini yang juga mengajarkan militansi mimpi dan potensi anak bangsa yang selama ini belum terlihat. "Ini memang sebuah cerita untuk mewujudkan harapan, mimpi dan kebanggaan terhadap tanah air Indonesia," tambahnya.

Film ini dibintangi oleh bintang cilik Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan dan didukung oleh Maudy Koesnadi, Ikranagara, Ari Sihasale dan Ramzi(kpl/dar)


Lihat profil: Marsha Aruan, Maudy Koesnadi, Ikranegara, Ari Sihasale, Ramzi
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 13-06-2009 |

'LASKAR PELANGI' Bawa Empat Penghargaan di IMA

Kapanlagi.com - Perhelatan Indonesian Movie Awards (IMA) ketiga yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Sabtu malam (16/5) menentukan 12 kategori pemenang di ajang ini. Film LASKAR PELANGI berhasil membawa empat penghargaan. Ikranegara, Cut Mini, Lukman Sardi, Nasya Abigail, Judika, Laura Basuki, Sophan Sopian dan Revalina S Temat merupakan bintang-bintang yang mendapat keberuntungan dengan membawa pulang piala.

Dari 42 karya film yang dirilis pada 31 Januari 2008 hingga 28 Februari 2009 lalu, tujuh juri yang ditunjuk di ajang ini, yakni Arswendo Atmowiloto, Ratna Riantoiarno, Didi Petet, Jajang C Noer, Darwis Triadi, L Manik dan Ninik L Karim memutuskan pemenang IMA tahun 2009. Tahun ini lebih banyak film yang masuk seleksi dibanding tahun lalu yang hanya 40 film. Di IMA 2009 kebanyakan memilih film bergenre drama. Dari 42 film hanya 16 yang berhasil masuk nominasi. Pemenangnya dipilih dari hasil SMS untuk kategori terfavorit dan keputusan dewan juri untuk kategori terbaik.

Di acara tahun ini mengambil tema 'Semua Bisa Jadi Bintang.' Luna Maya, Raffi Ahmad dan Ruben Onsu dipercaya sebagai pemandu acara ini. Acara ini juga diramaikan oleh penampilan Peterpan, Ungu, Changcuters, Nidji, ST12. Bukan itu saja finalis The Master (Joe Sandy, Limbad) ikut tampil pula.

Berikut pemenang ajang Indonesian Movie Award yang digelar RCTI: Pemeran Utama Pria Terbaik: Ikranegara (LASKAR PELANGI); Pemeran Utama Wanita Terbaik: Cut Mini (LASKAR PELANGI);Pemeran Pembantu Pria Terbaik: Lukman Sardi (KAWIN KONTRAK LAGI); Pemeran Pembantu Wanita Terbaik: Nasya Abigail (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN); Pemeran Pendatang Baru Pria Terbaik: Judika (SI JAGO MERAH); Pemeran Pendatang Baru Wanita Terbaik: Laura Basuki (GARA-GARA BOLA); Pemeran Utama Pria Tervavorit: Sophan Sophiaan (LOVE); Pemeran Utama Wanita Terfavorit: Revalina S Temat (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN); Pendatang Baru Pria Terfavorit: Zulfani (LASKAR PELANGI); Pendatang Baru Wanita Terfavorit: Laura Basuki (GARA-GARA BOLA); Soundtrack Terfavorit: LASKAR PELANGI; Film Terfavorit : LASKAR PELANGI.    (kpl/ant/erl)


Lihat profil: Ikranegara, Cut Mini, Judika, Laura Basuki, Sophan Sophiaan, Revalina S Temat
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Minggu, 17-05-2009 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA IKRANEGARA TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA IKRANEGARA TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA IKRANEGARA TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA IKRANEGARA TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA IKRANEGARA TAHUN 2004