

Namun untuk saat ini, Acha mengaku belum sepenuhnya percaya diri untuk terjun sebagai sutradara. Untuk sementara ini, ia lebih sering mengamati rekan-rekannya dalam menjadi sutradara.
"Research dulu. Ini kan masih kakak-kakak aku, Olga Lidya, Rachel, mungkin next kalau ada tawaran aku pengen banget," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). Banyak rekannya yang menjadi sutradara diterimanya sebagai bentuk motivasi untuk dirinya.
Acha meyakini bahwa profesi menjadi sutradara lebih meyakinkan daripada menjadi aktor. Oleh karenanya, ia memilih belajar penyutradaraan untuk bekal karirnya kelak.
"Syukur-syukur kalau kayak Christine Hakim yang dipakai terus. Kenapa aku kuliah itu karena aku pingin jadi sutradara. Jadi tunggu aja." tegasnya.
Pilihan Acha tak salah, karena terbukti karyanya menjadi salah satu yang terbaik di sekolahnya. "Kemarin waktu kuliah itu sudah pernah coba dan jadi salah satu yang terbaik di kampus," pungkasnya. Sembari mengumpulkan rasa percaya dirinya, Acha bakal mencari pengalaman terlebih dahulu di lapangan. (kpl/adt/dka)

Acha yang akan berperan sebagai sosok Amanda dalam CURHAT BUAT SAHABAT membocorkan sedikit tentang film barunya tersebut.
"Ini ceritanya tentang seorang cewek yang mengidamkan laki-laki tapi enggak dapat-dapat. Dia cari-cari ke mana-mana padahal sahabatnya sendiri yang selalu ada di sebelahnya itu yang sebenarnya paling tepat," paparnya ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Setelah mempersiapkan diri selama beberapa bulan, Acha merampungkan syuting selama 3 hari bersama Indra dan sang sutradara, Olga Lydia. Ia senang karena dirinya bisa bekerja bersama dengan orang-orang yang menyenangkan.
"Justru yang lucunya aku sama mbak Olga kayak teman, aku mandang dia sebagai sutradara, tapi dia pendekatannya kayak teman," ceritanya. Aktris yang kerap diberi peran dalam film romantis ini pun memuji kepiawaian Olga dalam mengarahkan pemain.
"Salah satu director yang mulai menunjukkan dedikasinya sebagai director yang bagus. Dia bisa mengarahkan jadi baik," pungkasnya.
(kpl/adt/dka)

"Saya sama Reza kan satu angkatan di film. Sekarang saya lihat Reza udah naik satu tingkat lagi. Hebat deh. Saya harus belajar banyak dengan dia," puji Acha yang juga baru mengetahui film pendek arahan Reza.
"Dia suka kasih masukan, sabar kasih arahan. Kayak satu kamera, satu take, itu idenya Reza," lanjut Acha yang sedang terlibat dalam film arahan Marcella Zalianty.
Bagi keduanya, syuting selama 6 jam terhitung sangat cepat. Namun hasil didapat ternyata memuaskan. Sementara Reza menegaskan, walaupun bernyanyi, seni peran tetap prioritas untuknya.
"Seni peran nomer satu. Sekarang juga belajar lebih untuk penyutradaraan. Kalau one day nyanyi, ya terbuka kemungkinan," pungkas Reza. (kpl/uji/rea)

"Saya main di LOVE STORY bareng Acha. Dia cukup berbakat sebagai pemain. Mainnya deep, pakai perasaan. Dipasangkan dengan Acha menambah koleksi pasangan, karirnya baik," sanjung Reza terhadap teman duetnya itu.
Selain film cinta, ada film-film lain di mana Reza ingin terlibat, "Pengen sesuatu yang beda. Main thriller misalnya. Acha kan lekat banget sama percintaan," tukasnya.
Tampak kompak berdua, Reza pun menolak menggantikan Irwansyah yang dulu pasangan duet Acha, "Saya nggak mau gantiin pasangan duet atau pasangan film," tegasnya. (kpl/uji/rea)

Berpendapat mengenai musibah Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat, ia berkata, "Secara teknis, saya nggak tahu. Yang saya tahu, untuk masalah seperti itu harus nunggu komando air traffic control. Yang berhak mengarahkan naik atau turun, manuver, ya mereka," ungkap Reza.
MENYINGKAP MISTERI KABUT TEBAL DI GUNUNG SALAK
"Semoga bisa jadi pelajaran untuk semua orang, melakukan apa-apa nggak boleh sembarangan," ujar pria yang juga bernyanyi duet bersama Acha Septriasa ini.
Merasa menyesali peristiwa tersebut, Reza percaya pihak-pihak yang terlibat sudah berusaha keras dalam proses evakuasi, "Semua sudah bekerja keras, melakukan yang terbaik. Semoga keluarga korban sabar," pungkasnya. (kpl/uji/rea)

Ditemui di lokasi syuting video garapannya, Broken Hearts di Taman Barito (Taman Langsat), Jakarta Selatan, Senin (14/5), Reza berbagi cerita mengenai pengalaman pertamanya menjadi sutradara.
Dalam kesempatan itu pula, Reza mengungkapkan tantangan yang harus dihadapinya saat mengarahkan Acha Septriasa sebagai modelnya. "Bagaimana bisa menyampaikan isi lagu itu, dengan rasa yang juga tepat. Apalagi, Acha mendeliver dengan baik. Penting untuk membawakannya dengan baik. Teknis, pergerakan kamera yang tidak gampang, tapi karena banyak one shot nggak gampang juga," paparnya panjang.
Serunya lagi, Reza juga harus 'mengarahkan' dirinya sendiri. Aktor yang satu ini juga menjadi model video klip menemani Acha Septriasa. "Jadi abis men-direct, gue main. Repot juga sebenarnya. Kalau direct doang fokus di situ, ini kan dua-duanya,"ungkapnya.
Baginya menjadi sutradara yang handal butuh proses yang panjang. Dan pada tahapan ini, Reza merasa belum bisa membanggakan diri sebagai sutradara. "Butuh proses yang panjang. Aku belum bisa bilang, Yes, I'm a director," pungkasnya. (kpl/uji/dka)

"Iya, terakhir nyanyi tahun 2010. Bikin video klip lagi juga rindu banget. Ketemu teman duet baru. Karena pas keluar pertama, saya juga duet," ujar Acha, dijumpai saat syuting video klip BROKEN HEARTS di Jakarta Selatan.
Didaulat Melly Goeslaw untuk menyanyikan lagu soundtrack film, Acha memenuhinya dengan senang hati. Ternyata, sudah 8 kali gadis cantik ini bernyanyi soundtrack film!
"Kalau dikenal sebagai penyanyi soundtrack ya nggak apa-apa sih. Kebetulan dapat lagu lagi, nanti kalau manggung kan lagunya banyak," tukas Acha seraya tertawa. (kpl/uji/rea)

