

Hal itu dibuktikan dengan dua single yang pernah dirilisnya. Yang pertama berjudul Main Hati dan yang terbaru adalah Whatever. Untuk menunjang promosi single keduanya, wanita yang pernah berseteru dengan perancang busana kenamaan Adjie Notonegoro ini pun membuat video klip.
Diceritakan oleh Dewi, lagu ini mengangkat soal sosok wanita yang cuek akan hubungannya dengan seorang pria, " Ini bercerita tentang kecuekan seorang perempuan, masih tetep seputar cinta, jadi cowoknya gak puas atau apalah. Makanya judulnya Whatever, perempuan itu harus kuat. Lirik-liriknya juga ekstrem," ujarnya saat ditemui di studio Gudang Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (10/05).
Video klip yang disutradarai oleh Wawan ini mengambil konsep dunia mimpi. Dalam video klip tersebut, Dewi mengenakan gaun seperti seorang putri dengan setting tempat seperti berada di alam mimpi. (kpl/hen/rea)

"Jadi emang beberapa bulan ini aku sedot lemak, sekarang udah kembali sehat, gak perlu korset. Udah bisa beli baju ukuran L. Bisa pake celana jins dengan enak, penampilannya enak deh. Kemarin kan emang udah terlalu gemuk, mau olahraga gak bisa. Sekarang udah turun 25 kilo, enak," tutup Ivan.
Keponakan desainer ternama Adjie Notonegoro yang dijumpai di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (11/10) ini menambahkan bahwa dirinya juga berkeinginan memperkenalkan dokternya kepada masyarakat.
"Jadi aku ini pake laser, sekarang udah berhasil banget. Aku juga aman-aman aja, jadi gak ada kesulitan apa-apa ya. Sekarang lebih mengurangi nasi aja, kalo malem usahain gak makan apa-apa. Targetku pengennya turun 15 kilo lagi, karena aku kan kerja di TV," usai mantan kekasih penyanyi Rossa ini. (kpl/gum/aia)

"Ya, kita pikir-pikir dulu ya. Saya mau konsultasi ke pengacara. Saya sih gak tau ya soal putusan ini, karena sebenarnya hakimnya sama, tapi kok putusannya bisa berbeda," jelas Adjie.
Sementara sang kuasa hukum, Alfian Bonjol menambahkan bahwa ketika divonis 10 bulan penjara, Adjie memiliki kesempatan satu minggu untuk berpikir. Dirinya mengaku akan mengambil kesempatan tersebut. Namun, Adjie justru tampak lebih santai perihal keputusan tersebut.
"Ya, harus santai lah. Karena inilah kehidupan. Setiap masalah pasti ada jalan masuk dan jalan keluar, saya sih keinginannya bebas," usai Adjie. (kpl/adt/aia)

Adjie yang ditemui bersama kuasa hukumnya, Alfian Bonjol usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/8) mengungkapkan perasaannya terhadap vonis yang membuatnya besar kemungkinan menghabiskan Lebaran di dalam penjara.
"Melihat fakta ini sudah jelas perdata aja, ini kan masalah pinjam meminjam, cuma hubungan bisnis aja. Di mana pidananya? kalo emang ada yang kecewa dengan mas Adjie, bisa diajukan perdata, jangan ke polisi," beber Alifian.
Alfian juga menambahkan, bahwa dengan keputusan tersebut dirinya mengaku akan melihat dan mempelajarinya terlebih dahulu. Lantas apakah Adjie kaget dengan keputusan tersebut?
"Biasa aja tuh, saya sudah pasrah. Tapi sekarang mau berfikir dulu," usai Adjie. (kpl/adt/aia)

"Menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal penipuan. Menjatuhkan hukuman penjara 10 bulan penjara potong masa tahanan," ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/8).
Ini adalah kali kedua Adjie harus menerima vonis kasus penipuan. Sebelumnya, tahun lalu, Adjie juga mengalami kasus yang sama.
"Yang memberatkan terdakwa adalah karena pernah dihukum. Namun yang meringankan, yang bersangkutan pernah mengharumkan nama bangsa melalui karyanya," ujar Majelis Hakim.
Atas putusan tersebut, Adjie dan kuasa hukumnya pun mengaku pikir-pikir apakah akan menerima vonisnya atau akan banding. (kpl/adt/aia)

"Enggak. Anak saya tidak boleh, karena enggak baik. Biarkan saja. Anak saya sedih, dia selalu telepon saya, yah pokoknya aku didoain aja lah. Setiap terdakwa kan pasti pengennya bebas, keadilan," beber Adjie yang ditemui di PN Jakarta Selatan, Rabu (10/8).
Saat ditemui Adjie sedang menjalani persidangan dengan agenda duplik. Dirinya mengaku bahwa tuntutan pidana penipuan itu tidak tepat karena dirinya sudah melunasi tanggungan hutangnya.
"Hikmahnya ya sekarang saya lebih banyak mengenal sifat manusia. Mungkin perancang yang lebih banyak temen saya, karena dari perampok, narkoba, mereka orang baik. Kalo merampok kan juga karena perut ya. Saya mendekatkan diri sama Allah saja," tutupnya diplomatis. (kpl/adt/aia)

"Ramadhan kali ini mengalami sama dengan tahun lalu. Ya, jalani dengan ikhlas, tawakal dan pasrah aja. Di bulan ini saya yakin ada berkah. Kemarin saya batal tiga hari karena demam tinggi, pikirin anak. Sekarang juga masih kepikiran," beber Adjie.
Adjie yang ditemui di PN Jakarta Selatan, Rabu (10/8) mengungkapkan bahwa selama di penjara dia harus menyesuaikan jam makan sahurnya.
"Kalo sahur saya minum satu botol aqua dan kurma sih, saya kalo makan jam 11-12 malam. Menunya juga biasa aja, kalo minta ya dibawain. Kita bisa mesen kok. Apa yang saya pengen, saya makan. Kemarin malam makan ayam goreng sama sayur asem. Ada rendang ati ampela, risoles, oseng dari temen. Sedih juga sih karena gak ketemu sama anak saya, mereka kan harta saya," ujarnya.
Paman Ivan Gunawan ini juga mengaku bahwa dirinya merasa sama saja melewati puasa di penjara. Hanya kini dirinya lebih khusyuk beribadah. (kpl/adt/aia)

