

"Selain pameran yang diadakan 9 Oktober di museum Del Troje, saya juga akan dikenalkan dengan asosiasi perancang dan model-model Spanyol. Ini kesempatan emas bagi saya untuk mengenalkan busana asal Indonesia yang dapat dipakai dalam event apa saja," ujarnya pada Kapanlagi.Com di rumah butiknya, Selasa (2/9) sore.
Ia menambahkan selama ini batik yang dipandang masyarakat hanya dipakai pada acara tertentu. Tapi di tangan Adjie batik juga dapat digunakan di acara lain tanpa menutupi kesan glamor bagi pemakainya.
"Jadi saya coba memperkenalkan batik bisa dipakai sebagai busana malam tanpa mengurangi keanggunan si pemakai. Saya cuma menyelipkan rancangan itu dengan kebiasaan masyarakat setempat," lanjut Adjie yang menyiapkan pameran tunggal ini selama satu tahun.
Di luar pameran tersebut, Adjie tengah berusaha mematenkan hak cipta baju kebaya sebagai pakaian resmi Indonesia. Ia tak ingin hak itu jatuh ke negara lain seperti halnya batik yang diklaim sebagai busana asal Malaysia.
"Saya terus usaha untuk itu. Kebaya itu punya bangsa Indonesia dan harus dipopulerkan di masyarakat kita. Hal itu penting karena selama ini kebaya identik dengan pakaian orang tua. Saya juga bangga sekarang banyak desainer yang bergaya dengan kebaya," terangnya.
Dengan tema "Malam Indonesia Dalam Batik" nanti, Adjie akan memamerkan 30 potong hasil rancangan yang dibawakan oleh 10 model asal Indonesia. (kl/opa)

"Pengerjaan busana itu memakan waktu lima setengah bulan. Dan keduanya menyerahkan semuanya seratus persen untuk saya berkreasi," tutur Adjie. Selama lima setengah bulan untuk mengerjakan desain tersebut, Adjie, mengaku tidak menemui kendala yang berarti.
"Kitakan tahu, Alya itu tipikalnya seperti apa. Dia itu simple dan tidak neko-neko. Sebenarnya saat dia mengatakan ingin gaya modern yang sederhana tapi ingin menghormati suaminya yang beradat Madura, saya mempunyai banyak sekali ide. Tapi baru beberapa ide disodorkan dia sudah langsung menentukan pilihannya," tutur Adjie. Bahkan untuk fiting saja, masih dituturkan Adjie, Alya datang saat diundang untuk fiting. "Itupun dilakukannya hanya sekali," tambahnya.
Untuk biaya, Adjie tidak mau menyebutkan angka. Sebagai sahabat dia hanya berharap Alya bisa berbahagia. "Saya turut mendoakan semoga menjadi keluarga bahagia dan Insya Allah keduanya sangat cocok," ujar Adjie. (kl/wwn)

"Lelang akan dilaksanakan di Malang 25 Juni 2006 di Malang, selain melelang tiga rancangan saya yakni kebaya, gaun malam dan gaun pengantin, saya juga akan menyisihkan 20% hasil penjualan rancangan terbaru saya yang akan diperagakan 10 orang top model Jakarta untuk korban bencana gempa bumi Yogyakarta ini," kata Adji Notonegoro yang ditemui di Hotel Tugu Malang, Rabu pagi.
Ia mengakui, gelaran penggalangan dana melalui fashion show di Malang tersebut baru yang pertama kalinya pasca terjadinya gempa bumi di Yogyakarta dan acara serupa kemungkinan juga bakal digelar dibeberapa kota, meskipun bukan dirinya yang menangani tetapi ada perancang lain yang bisa melakukannya.
Ia menjelaskan, dalam acara penggalangan dana yang nantinya diberi tema Remember For Yogyakarta itu akan dikemas dalam suasana Yogyakarta baik nuansa Fashion Shownya maupun makanan dan hiburan yang bakal dihadirkan juga bernuansa khas Yogyakarta bahkan sebelum gelaran peragaan busana, juga ditampilkan slide Yogyakarta yang 'cantik' sebelum terjadi gempa hingga kondisi porak poranda setelah diterjang gempa 5,9 SR beberapa hari lalu.
Selain slide tentang Yogyakarta,katanya, ditengah peragaan busana hasil rancangannya, dirinya juga akan membacakan puisi yang bertutur tentang Yogyakarta sehingga nuansa yang ada benar-benar nuansa klasik Yogyakarta.
Ia berharap, gelar penggalangan dana melalui lelang busana dan peragaan busana hasil rancangannya itu mampu menggugah nurani warga Malang, kalaupun tidak bisa datang pada saat acara fashion shownya, pihaknya juga menyediakan kotak amal yang seluruhnya juga bakal disumbangkan ke Yogyakarta melalui Ibu negara Ani Yudhoyono.
"Tidak hanya warga Malang, tetapi seluruh pejabatdan aparatur pemerintahan dan keamanan seperti Kapolda hingga Kapolsek dan Gubernur hingga Kepala Dinas bahkan sampai kelurahanpun, kami harapkan bisa hadir dan terketuk hatinya untuk menyisihkan sebagian rejekinya bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta," katanya.
Pada kesempatan itu Adji juga membantah, jika ketukan hatinya untuk berbuat banyak termasuk melelang gaun rancangannya itu hanya dilatarbelakangi dirinya yang berasal dari Yogyakarta bahkan sanak saudaranya juga banyak yang berada di Yogya dan mengalami musibah tersebut.
Menyinggung kepedulian pemerintah pusat terhadap musibah bencana tersebut, Adji mengatakan, cukup bagus dan responsif bahkan bisa dikatakan luar biasa, karena Prsiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai memindahkan pemerintahan (kantornya) ke Yogyakarta dan melonggarkan protokoler kepresidenan, karena presiden ingin melihat dari dekat dan berkomunikasi dengan masyarakat khususnya korban bencana.
"Saya sendiri juga tidak tahu bagaimana pak presiden melobi para koleganya dari negara-negara sahabat sehingga aliran dana bantuan begitu cepatnya dan itu membuktikan negara-negara sahabat itu sangat perhatian terhadap negeri ini dan masyarakat Indonesia secara luas," ujarnya. (*/erl)

"Wajahnya mirip banget sama Mas Bambang. Cantik banget, hidungnya mancung rambutnya tebal kayak bapaknya, bibirnya yang seksi baru mirip ibunya," ujar Adjie saat dijumpai di RS Bintaro.
Lebih lanjut, Adjie mengatakan, saat proses melahirkan Bambang setia menemani Mayang hingga proses persalinan selesai. Usai melahirkan, Mayang, menurut Adjie, langsung menyusui sendiri bayinya. Mayang kelihatan senang sekali, dengan status ibu yang disandangnya.
Adjie sendiri mengaku ikut merasa bahagia, saat kali pertama mendengar Mayang melahirkan dengan selamat. "Mayang dengan Mas Bambang sudah punya nama yang cocok buat si bayi, Tadi sempat disebutkan tapi saya lupa soalnya, panjang banget namanya itu," katanya.
Mayang di RS Bintaro menyewa dua kamar persalinan sekaligus yakni kamar VVIP No 301dan 302. Langkah tersebut menurut Adjie, sengaja diambil oleh ayah si bayi lantaran saat persalinan, keluarga besar Mayang ikut menemani. Sedianya pada Senin (3/4) mendatang Mayang dijadwalkan akan meninggalkan RS, seiring pemulihan kondisi tubuhnya. (kl/zee/dar)

Dalam kesempatan kali ini Kapanlagi.com menunggu kedatangan kedua sahabat yang tengah makan malam ini. Tepat pukul 24.00 keduanya datang, dan mercy yang mereka tumpangi langsung masuk ke garasi, namun sesaat kemudian Adjie keluar, menjumpai para wartawan.
Malam itu, Adjie membenarkan dirinya makan malam dengan Mayangsari. Dan sesuai keinginan Mayang, mereka menyantap masakan Jepang. Sepertinya keinginan itu terkait dengan ngidam. Menanggapi hal tersebut desainer kondang ini hanya tersenyum.
"Untuk sekarang, Mayang enjoy dan sedang menikmati hari-harinya. Paling tidak kita menghargai privasi dia yang untuk sementara tidak mau berbicara. Dan tadi kami tidak membicarakan hal-hal yang pribadi," terang Adjie, tentang kondisi dan isi dari pertemuan mereka.
Menanggapi kondisi Mayang yang beberapa waktu lalu muncul di public dengan kondisi sehat dan cantik, Adjie menanggapi, "Kalau tebak manggis, sepertinya anak yang akan dilahirkan perempuan. Tapi kalau hasil USG saya tidak tahu," tebaknya, yang mengaitkan kondisi kecantikan Mayang dengan anak yang akan dilahirkan berdasarkan tradisi jawa.
Mengenai kedatangan Bambang Triadmojo yang berkunjung ke rumah pelantun Rasa Cintaku ini dan berada di sana selama 20 jam. Adjie yang sering disebut-sebut sebagai jubir Mayang dan Bambang, menolak menanggapinya. "Saya tidak tahu kalau ada mas Bambang dan tidak pernah bertemu," tampiknya. "Dan kalaupun saya tidak ketemu, kemudian Mayang memceritakannya. Tentunya, saya tidak perlu bercerita dengan anda," tegasnya. (kl/ww)
Lihat Foto:
Bungkam

Kabar yang beredar dikalangan wartawan yang sejak pagi menunggui rumah Mayang, mendapat informasi bahwa perempuan yang sedang hamil tujuh bulan ini bakal berbicara dengan pers didampingi Adjie Notonegoro.
Pada pukul 00.30, Rabu (28/2) dini hari, Adjie bersama rombongannya keluar dari rumah Mayangsari. Namun, kabar tentang jumpa pers ternyata nihil. Adjie hanya mengabarkan kalau Mayangsari dalam keadaan sehat, dan mereka hanya ngobrol-ngobrol biasa layaknya teman.
Mengapa Adjie mendadak pelit bicara ? Padahal, sebelumnya, Adjie adalah orang yang terbuka terhadap insan pers. Adjie-lah orang pertama yang berani mengungkap seputar kehamilan Mayang. Mungkinkah ada perintah untuk tidak berkomenter kepada wartwan? " Ah tidak ada itu," papar Ajie saat ditanya perihal kebisuannya.
Mayangsari sendiri, menurut pengakuan Adjie tidak mengeluhkan kehadiran wartawan yang siang dan malam menunggui kediamannya.
Sedang, Adjie sendiri tidak diberitahu kapan tepatnya penyanyi ini akan berbicara kepada wartawan. Masalah perburuan yang dilakukan wartawan pada Senin (26/2) kemarin, Mayang-pun tidak mempermasalahkannya.
Tentang kabar Mayang yang akan melahirkan di Singapura, Adjie-pun hanya mengangkat kedua bahunya. "Saya belum tahu, nanti dikabarin," ungkapnya pendek sambil ngeloyor masuk mobil. (kl/lia)

