

Untuk mengetahuinya, Anda harus nonton Magnum Filter Urban Jazz Crossover (MFUJC) 2012 dulu. Dalam konferensi pers yang diadakan Selasa (15/05), Andien mengiyakan kolaborasi tersebut.
"Ada tiga lagu, tapi nggak boleh dikasih tahu dulu. Lagu luar dan Indonesia, nggak nyanyiin lagu sendiri," ujar Andien berahasia.
Baru tahun ini terlibat dalam MFUJC, penyanyi mungil ini mengaku sangat senang, "Nunggu-nunggu kapan diajak, senang banget karena tahun-tahun sebelumnya udah denger kesuksesannya," ungkap Andien.
Meskipun sama-sama memainkan genre jazz, Andien menjanjikan penampilan baru dalam kolaborasinya nanti, "Jazz itu nggak bisa digeneralisasi, nggak bisa dibilang pemain jazz itu sama. Barry itu atraktif kalau main, dinamis, sementara aku kan lebih ke smooth," ujarnya.
"Ketika kolaborasi, pasti ada sesuatu yang baru," pungkas Andien. (kpl/gum/rea)

"Aku nggak bisa mengklasifikasi genre-ku. Aku bakal nyanyiin lagu-lagu Indonesia yang dibuat sama sekali beda aransemennya, dan music director-nya keren banget," tukas Andien mengenai penampilannya di Magnum Filter Urban Jazz Crossover yang akan dihelat Juni mendatang.
Dalam event akbar tersebut, Andien memang akan berkolaborasi bersama Barry Likumahuwa, bekerja sama dengan Viky Sianipar untuk aransemen lagu-lagunya. Walaupun sudah beberapa kali kerja sama, pelantun Moving On ini mengaku masih terkejut mendengar hasil aransemen Viky.
"Ini kerja sama yang paling menantang. Kaget dengan aransemennya, ini memang Viky banget!" tandas Andien dalam konferensi pers MFUJC di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (15/05).
Sebagai musisi, Andien merasa siap menyambut tantangan yang diajukan Viky, "Sama sekali nggak kebayang, karena sebenernya kita bawain lagu-lagu Indonesia. Sudah tau di kepala lagunya seperti apa, begitu ada aransemen yang beda banget, kaget. Bingung cara nyanyiinnya, butuh waktu memahami," ungkapnya tanpa mau menyebut judul-judul lagu yang dimaksud.
"Sampai sekarang aku merasa belum maksimal membawakan lagu tersebut, padahal aku udah tau lagunya dari dulu dan aku memang ngefans banget," aku Andien lagi.
"Harus belajar bawa lagu lain. Buat kita para musisi, buat belajar challenge kayak gitu susah buat didapat karena kita main di zona aman," pungkas Andien. (kpl/gum/rea)


"Saya terdeteksi tumor di payudara waktu berumur 16 tahun. Waktu itu mau operasi usus buntu, sekalian saya bilang dokternya. Jadi satu operasi angkat dua penyakit," tutur Andien dalam Kampanye Delapan (Deteksi Berkala Payudara Anda) di Rumah Sakit Pondok Indah.
Karena usia yang masih sangat muda, Andien tak memahami bahayanya penyakit itu sehingga ia santai saja menjalani operasi, "Saya nggak kepikiran kalau itu tumor. Gaya hidup saya sehat, saya nggak punya keturunan (kanker). Saya kira itu hanya masalah hormon," katanya.
"Pengetahuan yang diberikan kepada masyarakat itu kurang. Katanya usia muda tidak bisa kena kanker payudara. Kalau dulu mungkin iya. Kalau sekarang sudah bergeser, anak usia 14 tahun pun bisa kena kanker. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu," jelas Andien panjang lebar.
Karena terdeteksi di awal dan lekas ditangani, tidak ada akibat yang ditanggung Andien. Namun demikian ia mengaku sampai sekarang masih rajin memeriksa sendiri payudaranya. Dan ia menegaskan hal itu harus dilakukan setiap wanita secara teratur.
"Kalau mandi, cobalah memeriksa payudara sendiri. Para wanita, sesudah 7 hari atau 8 hari datang bulan, coba periksa payudaranya. Saya waktu itu ketahuannya begitu. Kalau merasakan ada benjolan, buru-buru diperiksa ke dokter. Jangan nunggu-nunggu kayak saya," tandas Andien. (kpl/dis/rea)

"Album ketiga ini beda banget, beralih ke beberapa lagu yang club anthem. Up beat banget. Saya kan mellow dan ballad," tukasnya kala ditemui di JITEC Mangga Dua.
Mengerjakan sesuatu hal yang belum pernah dikerjakan, tentu Afgan menemui kesulitan, "Ini di luar comfort zone saya. Kayak LMFAO. Saat saya bawain di panggung itu dengan gaya apa nanti," ujarnya seraya menambahkan ada sekitar 2 atau 3 lagu yang bertempo cepat dalam album terbarunya nanti.
Album yang belum punya nama ini, dikerjakan Afgan bersama musisi-musisi ternama seperti Bebi Romeo. Nantinya, juga akan ada kolaborasi bersama Raisa, RAN dan Andien.
"Saya nggak mau pengulangan musik. Album satu sama dua beda. Di album tiga nggak mau ulangi. Saya pingin orang nggak sangka ini Afgan," tandas penyanyi yang demi album barunya sampai harus belajar menari.
"Saya belajar nge-dance. Nggak pernah kan, sebelumnya? Saya selalu andalkan suara saya," tutup Afgan. (kpl/ato/rea)

Saat menghadiri acara Marc Jacobs SS12 Party di Epicentrum Walk, Jakarta, ada yang berubah dari Vidi. Tak lagi sendiri, pelantun tembang Nuansa Bening ini justru terlihat hadir bersama penyanyi jazz Andien.
Sayangnya, ketika dikonfirmasi mengenai kedekatannya dengan Andien, Vidi lebih memilih untuk menghindar tanpa memberikan jawaban pasti. "Ada deh, mau tau aja," jawab Vidi saat ditemui di Margasatwa No.7 Ragunan Jakarta Selatan (13/4).
Tak hanya dekat, kabarnya Vidi bahkan sudah mengenalkan Andien ke kedua orangtuanya. Namun, Vidi justru menyangkal kabar ini. "Oh enggak, mereka (orang tua) nggak ada yang komentar lah. Kalau kayak gini kan biasa lah kita di dunia kayak gini emang sering diberitain gitu. Nggak ada komentar lah, biasa aja," jelasnya.
Penyanyi bersuara khas ini juga mengaku sama sekali tak merasa terlalu terbebani dengan masalah jodoh. Pasalnya, orang tuanya juga mengharapkan Vidi untuk berpacaran setelah berusia 26 tahun. "Bokap gue aja menargetkan gue untuk punya pasangan aja umur 26 ke atas. Jadi kalau gue pribadi masih lama lah. Target nikah juga masih 30 (tahun) atau 29 (tahun). Masih lama banget. Untuk saat ini belum priority lah buat gue," pungkasnya. So, Vidies, boleh bernafas lega untuk sementara ya! (kpl/mae)

Konser Simfoni Dua Rasa yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Senin (2/4) malam tersebut merupakan rangkaian launching Tango Fusion. Sebuah perpaduan dua rasa antara coklat mewah dan susu lembut, layaknya harmonisasi yang apik antara Judika dan Citra di atas panggung.
Judika dan Citra berduet menyanyikan beberapa lagu di antaranya Kita Bisa dan Saat Bahagia yang dipopulerkan oleh Ungu dan Andien. Range suara Judika dan Citra terdengar berbaur apik lewat sentuhan Izzi Orkestra. Judika tetap bernyanyi dengan suara rocker-nya yang khas dan suara Citra pun tetap terdengar lembut.
Kolaborasi dua rasa antara Judika dan Citra pun ditutup lewat lagu Dancing Queen yang tidak kalah menarik dari lagu-lagu sebelumnya. "Kita memang menemukan banyak kesulitan ya untuk kolaborasi ini. Tapi karena ini acara yang luar biasa makanya kita harus memberikan yang lebih dari biasanya," ucap Citra di sela konser.
Di sesi solo, Judika membawakan lagu Bendera. Dengan latar belakang bendera merah putih, lincah dan masih tetap dengan suara rocker-nya, Judika pun melanjutkan dengan membawakan single perdananya yakni Rayuan Gombal. Usai aksi panas Judika, Citra pun mendinginkan suasana dengan balutan busana seksi dress putih ketatnya membawakan lagu terbarunya Pasti Bisa dan Everybody Knew. (kpl/ato/dew)

