

Yang menarik, dari 20 finalis, enam peserta berasal dari Bandung. Karena jumlah mojang asal kota Kembang tersebut lebih banyak daripada kota audisi lain, timbul anggapan panitia sengaja melakukan hal itu. Namun Executive Produser SCTV, Al Moenir Rahmat membantah.
Menurutnya dominasi finalis asal Bandung di grand final Miss Celebrity 2011 bukan di sengaja. Tetapi merupakan hasil jaringan peserta terbaik dari enam puluh peserta dari 6 kota audisi.
"Jadi saat dikumpulkan sepuluh finalis dari masing-masing kota audisi di Jakarta, kami acak lagi tanpa mengetahui dari mana kota audisi peserta. Kebetulan kali ini finalis banyak dari Bandung. Namun yang pasti, kami ingin memperoleh talenta-talenta terbaik dari seluruh kota audisi. Bukan kuantitas per kota namun kami tarik dari sisi kualitas keseluruhan peserta," urainya di SCTV Tower, Kamis (27/10).
Pada malam grand final Miss Celebrity 2011 nanti, semua kontestan dinilai tim juri seperti Anjasmara, Mathias Muchus, Alya Rohali, Choky Sitohang, Jerry Aurum, Cathy Sharon dan John Fair Kaune.
Selain menentukan pemenang utama dengan hadiah uang Rp50 juta, Runner Up I Rp30 juta dan Runner Up II Rp20 juta, akan ditentukan gelar untuk Miss Celebrity Favorite, Miss Celebrity Photogenic, Miss Celebrity Best Hair, Miss Celebrity Best Acting serta Miss Celebrity Best Presenting. Sebelumnya, di tahun 2010, Sylvia Fully Rahesita meraih gelar Miss Celebrity dan sudah sering wira-wiri di layar kaca TV. (kpl/dis/aia)

"Bikin sekuel kalau laku," ujarnya saat dijumpai di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (12/10) malam.
Anjasmara merasa optimis dengan filmnya ini. Terlebih film horor komedi masih banyak penggemarnya dan tak akan pernah surut. Selain itu Anjasmara juga ingin menghidupkan kembali horor seperti era Warkop yang menjadi acuannya.
"Iya, semoga benar-benar jadi film horor terkomedi 2011," pungkasnya. (kpl/uji/faj)

Di film terbarunya berjudul SETANNYA KOK BENERAN, Anjasmara mencoba mengadaptasi dengan mengemas komedi ala Warkop. Pun begitu Anjas sadar jika Warkop tak akan tergantikan.
"Memulai lagi yang pernah ada tidak ada salahnya, tapi dengan kemasan baru. Warkop tidak mungkin tergantikan," ujarnya saat dijumpai di pers Junket film SETANNYA KOK BENERAN di FX Mall, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (29/9).
Film yang berbalut horor komedi ini menceritakan Zacky Zimah yang menjadi sarjana dan bekerja di rumah sakit. Sedangkan Desta yang berpikir kerja di rumah sakit dan menjadi dokter tenyata hanyalah penjaga kamar mayat.
Dari situ mereka akhirnya bertemu dengan Deril yang meminta menjaga rumah warisannya. Dalam rumah tersebut mereka sempat ditakut-takuti dengan hantu bohongan namun hantu tersebut ternyata beneran, dan keseruan serta kelucuan terjadi di sini.
Penampilan Desta, Deriel dan Zacky Zimah diharapkan oleh Anjas bisa menjadi next Warkop. Menurutnya akting ketiga artis tersebut sangat baik.
"Kami harapkan dapat jadi Warkop baru. Sehingga ikon ini bisa di franchise. Mereka sangat baik memerankan karakter yang ditugaskan dengan baik," tukasnya. (kpl/uji/faj)

"Sebagai produser harus bisa mengakomodir semua genre film. Sebenarnya ini nggak horor total, justru komedi yang diandalkan, meskipun ada balutan lain, ada horornya," ujarnya.
Anjas menerangkan jika film komedi masih menjanjikan dan tak pernah turun. Dalam pembuatan film ini, Anjas mengaku jika dia terinspirasi dengan film Warkop, yang mana sangat menarik dan belum ada yang menandinginya.
"Film komedi penontonnya selalu menjanjikan. Pasarnya stabil," paparnya saat dijumpai di Pers Junket film SETANNYA KOK BENERAN di FX Mall, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (29/9).
Pun begitu Anjas membutuhkan kerja keras agar bisa memenuhi target penonton. Baginya banyak cara untuk mempromokan film ini agar penonton tertarik.
"Perlu semua pihak ikut membantu ya. Misalnya wartawan juga membantu menulis resensi. Ya kita promosi juga udah jauh-jauh hari begini," tukasnya. (kpl/uji/faj)

"Insya Allah tahun depan ada film kartun 3D dari Multivision. Nanti buat all segment kok. Kalo soal cerita? ada deh. Pokoknya 3D, ceritanya dari tim kreatif Multivision ya," jelasnya.
Anjasmara yang ditemui di Blok M Square, usai nonton film MUDIK, Sabtu (10/9) menjelaskan bahwa film animasinya kelak akan mirip serial kartun asal Malaysia, UPIN DAN IPIN.
"Mungkin mirip UPIN DAN IPIN, tapi lebih baik lah. Dan kita semua pake teknisi dari Indonesia," usai suami dari selebritis Dian Nitami ini," (kpl/uji/aia)

"Kalo saya bikin film lebih kepada mengayomi semua pihak yang punya kepentingan. Seperti investor biar laku, produksi, kreatif. Ya, pokoknya jangan sampe ada pihak yang merasa tertekan dengan pembuatan film," jelasnya.
Suami dari Dian Nitami ini menambahkan bahwa secara prinsip dirinya ingin selalu membuat film yang bisa dinikmati semua pihak dan menguntungkan perusahaan.
"Saya gak pernah mutusin satu jenis film, film itu harus bisa mengakomodir semuanya. Pokoknya tujuan utama bikin film jangan sampe rugi aja. Kalo bikin film rajin tapi gak pernah laku, ya mubazir dong," usainya. (kpl/uji/aia)

"Ya, di sini saya bukan jadi pemain, tapi saya jadi produser pelaksana. Ini merupakan film ke-3 yang saya produksi, jadi gak ada masalah lah," jelas suami dari selebriti Dian Nitami ini.
Anjasmara mengaku, dalam film yang diproduksi dalam waktu cukup singkat tersebut, dirinya mengaku puas dan berharap bisa membuat sekuel MUDIK tahun depan.
"Banyak teman yang membantu dengan baik, jadi semuanya lancar. Film ini kan harusnya tahun lalu, tapi karena saya sibuk, bagian kreatif juga belum dapat ide baru tahun lalu. Film ini juga sebetulnya butuh waktu lebih, tapi karena waktunya mepet, ya puas lah," tutupnya. (kpl/uji/aia)

