
"Saya awalnya hanya syuting FTV (film televisi), saya kembali stripping karena saya mau menikah, nggak hanya untuk keluarga, tetapi untuk dia (Rasti) karena kita mau nikah," ujar Eza dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Eza mengaku syuting dari pagi hingga bertemu pagi sampai akhirnya pernah muntah darah saat di tempat kerja. Akan tetapi yang membuatnya bingung, Rasti tak pernah peduli akan kesehatannya.

Ardina Rasti: Jawaban Eza Gionino Selalu Berubah
Eza Gionino: Ardina Rasti Pernah Hampir Dibunuh Ibunya Sendiri
Eza Gionino Akui Bersalah Tendang Kaca Rumah Rasti
Cemburu, Awal Pertengkaran Eza - Ardina Rasti
Ardina Rasti Yakin Kesaksian Eza Bohong
"Di lokasi syuting saya muntah, terakhir saya muntah darah. Lokasi syuting saya dan dia dekat, di Cibubur. Di saat saya selesai syuting dia tak mau mendatangi saya," katanya.
Meski demikian, hubungan yang dijalani Eza bersama Rasti bertahan selama dua tahun. Pertengkaran demi pertengkaran selalu mewarnai kisah mereka, sampai pernah Eza pernah mengancam akan meninggalkan Rasti, karena tidak tahan dengan sifatnya.
"Saya bilang, kalau kamu masih begini, saya akan meninggalkan kamu, pergi dari kehidupan kamu, saya enggak akan ganggu kamu lagi," ucap Eza. (kpl/aal/sjw)

Saat mendengarkan mantan kekasihnya menjawab pertanyaan yang diajukan hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rasti melihat banyak kejanggalan atas jawaban Eza.

"Tadi terlihat sekali, terdakwa penganiaya jawabannya selalu berubah. Satu-satunya dia tenang, saat ditanya oleh pengacaranya sendiri," ujar Rasti usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Apalagi dalam kesaksiannya, Rasti mengatakan tak satu pun Eza mengakui tindak penganiayaan yang dilakukannya, sampai mengakibatkan ia masuk rumah sakit. "Dia (Eza) tidak mengakui pada saat dia menganiaya," kata Rasti kesal.
Sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (22/5) Minggu depan. Dalam persidangan nanti, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan membacakan tuntutan kurungan yang harus dijalani pesinetron PUTIH ABU-ABU itu atas tuduhan penganiayaan yang dilakukan terhadap Rasti. (kpl/aal/sjw)

"Saya emosi dan saya menendang pintu yang ada kacanya. Kacanya pecah, pecahannya masuk ke ruang keluarga," jelasnya ketika dimintai keterangan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Meski saat itu Eza kehilangan kontrol namun ia mengaku sama sekali tak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan anak perempuan Erna Santoso itu. Ia mengaku malah merasa bersalah atas perbuatan yang baru dilakukannya.
"Setelah saya tendang kaca itu, saya jalan ke arah kolam renang. Setelah itu kita diem-dieman. Saya merasa saya bersalah karena saya menendang kaca rumah dia," tukasnya.
Seperti diberitakan, ikhwal pertengkaran Eza dengan Rasti karena Eza menanyakan isi percakapan Rasti dengan seorang sutradara melalui BBM. Namun Rasti malah balik menuduh Eza berselingkuh. (kpl/aal/dis/sjw)

"Ternyata di situ (isi BBM) tidak ada pertanyaan tentang film atau kerjaan lainnya, yang ada pertanyaan seperti kamu lagi ngapain? Udah makan belum?" jawab Eza saat hakim menanyakan awal mula pertengkaran mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Saat membaca isi BBM tersebut, Rasti sedang berada di dalam kamar mandi. Ketika selesai, Eza mengaku menanyakan isi BBM itu secara baik-baik. "Saya bertanya dengan baik-baik, BBM ini maksudnya apa? Dari awal dia malah ketawa-tawa," katanya.
Usai kejadian itu, Eza mengaku malah dituduh berselingkuh oleh Rasti. Dari situlah awal mula cekcok mulut yang terjadi antara dirinya dengan mantan kekasihnya itu. "Dia (Rasti) nuduh saya yang selingkuh. Kata-kata itu yang buat kita cekcok mulut," imbuhnya. (kpl/aal/dis/sjw)

"Hampir setiap hari saya ada di rumah, setelah saya pulang syuting saya ke situ. Saya tinggal di rumah itu. Saya tidak pulang ke rumah saya," ujar Eza saat duduk menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Eza menambahkan sebelum Rasti memutuskan untuk tinggal seorang diri, Erna Santoso sempat hampir mau membunuh mantan kekasihnya tersebut. "Selama ini sebelum kenal Rasti sampai kenal, lalu akhirnya berpacaran sama dia, Rasti mengatakan ke saya, mama dan keluarga saya, dia bilang, dia hampir dibunuh ibunya sendiri," sambungnya.
Kendati Eza tidak menceritakan secara detil sebab ketakutan Rasti terhadap ibunya namun pelakon sinetron Putih Abu-Abu itu mengatakan kalau Rasti itu takut kalau-kalau ibunya datang ke rumahnya.
"Dia selalu takut kalau ibunya datang ke Pejaten. Enggak banyak yang tau alamat rumah Rasti di Bintaro karena dia menghindari ibunya," tambahnya.
Untuk melindungi Rasti, Eza pun akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama-sama kekasihnya kala itu. "Jadi kalau Rasti enggak pulang ke rumah Pejaten karena nyanyi atau syuting, saya tetap pulang ke rumah Pejaten karena saya pegang kuncinya," pungkasnya. (kpl/aal/dis/phi)

"Ada seorang yang telpon saya, namanya Bisma. Katanya kakaknya Rasti, dia ngaku punya rekaman percekcokan," ujar Eza saat duduk menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Gagal meminta uang damai yang diminta pada Eza, orang itu lalu menghubungi pihak manajemen tempat pria kelahiran 10 Mei 1990 itu bekerja. "Akhirnya dia menghubungi manajemen Tika," sambungnya.
Karena tidak mendapatkan uang yang diinginkan, orang yang mengaku kakaknya Rasti itu mengancam akan melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan Eza pada pihak manajemen dan keluarganya.
"Ya sudah kalau enggak mau bayar ya dilaporkan. Mama pernah terima sms, bukan nominalnya," pungkasnya.
Eza Gionino: Ardina Rasti Pernah Hampir Dibunuh Ibunya Sendiri
Ardina Rasti Yakin Kesaksian Eza Bohong
Ardina Rasti Membantah Bukti Rekaman Untuk Menjebak Eza Gionino
Eza Gionino Yakin Video Rekaman Rasti Hanya Jebakan
(kpl/aal/dis/phi)

"Dari awal dia sudah memakai atas nama Tuhan, keluarganya pun demikian. Sampai tadi rekaman yang asli yang diakui majelis itu dia juga pakai atas nama Tuhan," ujar Rasti saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/5).
Meski demikian, Rasti yakin bahwa orang-orang yang melihat kesaksian Eza tahu bila semua ucapannya tidak benar. "Alhamdulillah semua yang di pengadilan lihat bagaimana dia mengelak, berbohong," sambungnya.
Tetapi pada kesaksian yang diberikan Eza, Rasti menilai satu-satunya kejujuran hanya pengakuan tentang rekaman yang telah dijadikan salah satu alat bukti. "Satu-satunya yang dia berani jujur dari rekaman 44 menit, ya itu dia yang lakukan," pungkasnya. (kpl/aal/dis/phi)
