

Fakta itulah yang tertulis dalam buku yang dikeluarkan oleh NOAH band berjudul Kisah Selamanya, seperti diceritakan oleh Ariel.
Menghuni rutan Bareskrim tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Ariel. Apalagi, dirinya memang terbiasa dengan kehidupan mewah ala anak band. Ariel pun sempat khawatir saat harus tidur di dalam sel. Maklum, banyak cerita yang berkembang di masyarakat soal tahanan baru yang pertama kali masuk sel.
Di dalam rutan, Mabes Polri, Ariel menceritakan kalau dirinya banyak mendapatkan teman. Dari mulai pengusaha, anggota DPR dan juga ustad. Ariel sempat was-was ketika dirinya dibentak dengan suruhan untuk mengepel lantai. Namun, akhirnya, kejadian itu tak menimpa dirinya.
Di ‘rumah’ barunya tersebut, Ariel tinggal di kampung atas. Di dalam rutan memang ada sebutan Kampung Atas, Kampung Tengah dan Kampung Bawah. Para tahanan yang tinggal disesuaikan dengan tingkat kejahatan yang dilakukannya.
Ariel lantas bercerita bagaimana dirinya hilang komunikasi dengan dunia luar dan juga teman-temannya. Maklum, dirinya dilarang menggunakan handphone, begitu juga tahanan lainnya. Satu-satunya info yang bisa didapat oleh Ariel adalah ketika sahabat atau asistennya datang menjenguk.
(kpl/adt/sjw)

Untuk membiasakan nama tersebut bagi pendengar musik di tanah air, Ariel cs mengaku memiliki cara jitu. Sayang mereka tidak mau membeberkan cara tersebut begitu saja. "Kita ada strategi sih. Cuma kami ga bisa bilang. Memang perlu waktu supaya bisa terbiasa menyebut nama NOAH," terang Ariel saat ditemui di peluncuran buku Kisah Lainnya, di FX Lifestyle, Kamis (9/8)
Tak hanya dari penggemar yang sebelumnya dikenal dengan nama Sahabat Peterpan. Kembalinya Ariel, David, Lukman, Reza dan Uki ke panggung hiburan mendapat dukungan penuh dari keluarga masing-masing.
"Keluarga melihat lebih tidak mempedulikan omongan orang. Mereka percaya sama saya sebagai anak, suami, bapak," ujar Lukman. "Sama sih. Keluarga saya sangat dukung. Istri anak juga sama. Mereka ga masalahin apa yang terjadi. Justru lebih memikirkan apa yang akan dilakukan," sambung Uki.
Hal senada juga diungkap oleh Reza. "Yang ngeband gak cuma saya. Keluarga juga ngeband. Panjang kalau diceritain. Beli aja bukunya," timpalnya.
(kpl/adt/buj/sjw)

Dalam buku tersebut, Ariel berbagi soal banyak hal ketika ditahan akibat kasus video porno. Selain itu, pelantun tembang Separuh Aku ini juga tuliskan beberapa puisi.
Walau terlihat mudah, ternyata Kisah Lainnya sempat alami 4 kali revisi. Diduga revisi itu karena isi buku mengarah pada hal kontroversi. Namun dugaan itu buru-buru disanggah wakil dari pihak penerbit, Chandra Gautama.
“Revisi itu lebih ke isi. Banyak catatan yang didiskusikan sama personel dan penerbit, dan ada pertimbangan patut atau nggak, pantas atau nggak. Yang tidak kami cantumkan adalah cerita yang dianggap 'sepele' menurut Ariel,” tutur Chandra saat Launching Kisah Lainnya di FX Lifestyle, Kamis (9/8).
Selain Ariel, ternyata Uki juga menyumbang cerita dalam buku tersebut.
(kpl/ben/adt/abs)

"Mudah-mudahan sih ada, bukan gitu ya, saya males bilang. Saya males, ngomongin yang kemarin, gak perlu. Saya gak usah omongin. Saya harap mudah-mudahan terjadi (perubahan) tanpa saya harus ngomong tapi orang bisa lihat. Ada pengalaman terjadi, dan itu secara sadar atau tidak bisa mengubah cara pandang saya. Gak usah saya bilang, " ujar Ariel
saat ditemui di peluncuran buku Kisah Lainnya, di FX Lifestyle, Kamis (9/8)
Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai kedekatannya dengan Alea, putri semata wayang dari perkawinan dengan Sarah, Ariel lagi-lagi tampak enggan berbagi.
"Saya gak bisa cerita banyak soal ini. Saya bisa bilang hubungannya baik-baik aja. Gak ada masalah. Kapan dan di mana ketemu gak perlu saya cerita. Sejauh ini saya baik-baik aja. Hubungan saya masih seperti dulu " tegas Ariel. (kpl/buj/adt/abs)

Hampir keseluruhan isi buku tersebut ternyata ditulis oleh sang vokalis, Nazril Irham, atau yang kerap disapa Ariel. Hal ini dibenarkan oleh Uki, saat jumpa pers di FX Lifestyle, Kamis (9/8).
“Di buku ini banyak Ariel yang nulis, lebih dari 60-70%. Dia yang lebih banyak ditulis adalah kisah di dalam sel," ujar Uki.
Ariel sendiri mengaku tak pernah terpikir untuk membuat sebuah buku. Namun, pada akhirnya ia pun memberanikan diri untuk menulis apa yang menjadi pengalamannya, dan juga dari puisi puisi yang pernah dibuatnya.
"Ya waktu didalam sana, awalnya ngga ada maksud untuk dibikin buku. Malah ide tulisan yang tertulis disini diambil dari puisi. Akhirnya puisi puisi itu yang bisa diambil untuk jadi tulisan di buku ini," papar Ariel menambahkan.
Saat ditanya apakah dirinya takut luka lama dalam hidupnya kembali terkuak dalam buku ini, Ariel hanya menjawab singkat. “Alhamdulillah saya bisa mengatasi itu kok sejauh ini,” ungkapnya
(kpl/ben/adt/faj)

"Yang bisa saya ucapkan untuk buka acara ini, kita sangat senang bahwa buku ini akhirnya diluncurkan, dan yang kita inginkan terlaksana. Maksud awal bikin buku ini kita ingin sahabat Peterpan tahu siapa kita, tahu lebih dekat, Semoga mereka dapat memetik hal positif dari buku ini. Sejauh ini respon yang saya terima baik. Semoga ke depan lebih bagus lagi responnya," ujar Ariel membuka sesi press conference.
Judul Kisah Lainnya sendiri dipilih berdasarkan rapat bersama para personel NOAH, dan juga dari pihak penerbit. Pemilihan judul sendiri menurut Ariel juga untuk menghindari adanya kesan berisi biografi.
"Memang tadinya awalnya ada sedikit khawatir pas disarankan untuk buat buku. Judul memang harus pendek dan ada tulisan catatan bla..blanya, supaya tidak terkesan seperti biografi. Jadi ya soal judul diputuskan ramai-ramai. Biar ada hubungan juga dengan album Suara Lainnya. Kalo ini kan Kisah Lainnya," sambung Ariel.
Dalam buku tersebut, terdapat beberapa sketsa, yang ternyata digambar oleh Ariel. Dirinya menyatakan kalau semua sketsa hasil pekerjaannya itu, dilakukan selama ia berada di Bareskrim.
"Saya gambar sendiri. Saya lebih banyak bikinnya di Bareskrim karena di sana jarang ada kegiatan. Kalau Kebon Waru cuma ada satu sketsa aja. Karena saya lebih punya waktu luang di Bareskrim. Di sana saya nggak ngapa-ngapain. Kalo di Kebon Waru lebih banyak kegiatan,” paparnya.
Sementara itu, pihak penerbit yakni Kompas Gramedia melalui Benedanto menjelaskan kalau pihaknya sudah dengan jelas mengetahui arah dan tujuan dibuatnya buku ini. Benedanto juga mengakui jika pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan penelitian sederhana soal isi buku.
"Sejak pertama dihubungi bu Acin, udah jelas kalo buku ini arahnya ke mana. Ini buku inspiratif bukan sensasi. Kami juga bikin riset kecil soal ini, umumnya pada simpatik dengan kasus Ariel," ujarnya.
(kpl/ben/adt/faj)

Uki, Lukman, Reza dan David tampil membawakan 2 lagunya yakni Di Atas Normal versi intrumental. Di lagu kedua, posisi Ariel digantikan Raisa dalam membawakan lagu Tak Ada Yang Abadi. Ariel sendiri tampak duduk di bangku penonton menyaksikan rekan-rekannya.
Beberapa saat sebelum keempat personel NOAH itu menggelar aksinya, Ariel menyempatkan diri untuk melontarkan sebuah kicauan di Twitter. "Kapan lagi nonton band sendiri live!!" tulisnya di akun @R_besar.
Raisa yang menggantikan posisi Ariel tampak bangga dengan penampilannya malam itu. Melalui Twitter, ia berharap para penggemar NOAH puas dengan kolaborasi tersebut.
"thanks for all the lovely comments :) smoga para fans Noah jg enjoy dengerin "Tak Ada yg Abadi" versi aku td, good night xxxxx," tulis Raisa beberapa saat setelah penampilannya.
(twt/adb)
