Blog AT MAHMUD


Sony Music Siapkan Album Khusus Lagu AT Mahmud

Kapanlagi.com - Maestro musik anak AT Mahmud telah berpulang untuk selamanya, namun karyanya tetap abadi dikenang. Kurang lebih 600 lagu ciptaannya kini masih berada di Sony Music.

Ditemui saat melayat di rumah duka di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/7), Jan Djuhana selaku produser Sony Music berjanji akan tetap memberikan hak royalti atas lagu-lagu AT Mahmud.

"Selama ada penjualan pasti ada royalti, kami pasti akan berikan kepada pihak keluarga. Ada 600-an lagu yang dipercayakan kepada kami untuk mengelolanya," tutur Jan Djuhana.

Bahkan Jan juga berencana akan membuatkan album khusus lagu-lagu karya AT Mahmud yang dibawakan oleh musisi yang bernaung di bawah bendera Sony Music.

"Memang kita ada rencana, tentunya akan dibawakan penyanyi lain, kalau dulu Tasya dengan beberapa album, jadi nanti rencananya akan sama artis lain," ujarnya.

Sebelumnya Sony Music pernah mengeluarkan album lagu-lagu AT Mahmud yang dinyanyikan oleh Tasya, dan hasilnya mendapat double platinum.

"Tahun 2005 kami memproduksi album Tasya, penjualannya luar biasa sampai mendapat dua platinum sejak enam bulan dirilis, album GEMBIRA BERKUMPUL," pungkasnya.

AT Mahmud meninggal sekitar pukul 13.00 WIB, akibat gangguan pernafasan dan stroke yang dideritanya. Seminggu sebelumnya, almarhum juga menjalani perawatan di rumah sakit. Hari ini, Rabu (7/7) sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah almarhum akan dikebumikan.    (kpl/hen/dar)


Lihat profil: Tasya Kamila, AT Mahmud
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 07 Juli 2010 09:09 |

Helmy Yahya Ingin Buat Film dari Karya AT Mahmud

Kapanlagi.com - Kepergian pencipta lagu anak-anak, AT Mahmud, tentunya membuat masyarakat Indonesia merasakan kehilangan yang sangat besar. Pasalnya, AT Mahmud yang seorang guru ini adalah seseorang yang telah berjasa menyumbangkan karya-karyanya dalam dunia musik tanah air.

Tak kurang 500 karyanya banyak dikenal dari anak-anak sampai orang tua. Oleh karena itu, presenter kondang, Helmy Yahya, menyatakan keinginannya untuk membuat film musikal dari karya-karya almarhum.

"Saya ada rencana ingin membuat film drama musikal dari karya-karya beliau. Tapi setengah jam lalu saya dengar kabar beliau sudah meninggal," ungkap Helmy saat ditemui di rumah duka, di jalan Tebet Barat II, Jakarta Selatan, Selasa (06/07).

Rasa kagumnya akan sosok AT Mahmud mendorong Helmy meminta pemerintah Palembang memberi penghargaan kepada pencipta lagu yang satu ini. "Beliau orang Palembang, sekarang kita lagi menghidupkan kembali pembicaraan itu, saya selalu mengatakan kepada pemerintah tolong jangan terlambat," ujarnya.

Helmy meyakini bahwa selama masa sekolah, hampir tidak ada seorang pun yang tidak mengenal lagu-lagu ciptaan AT Mahmud. Oleh sebab itu, kepergiannya dirasa Helmy sebagai sebuah kehilangan besar. "Di saat kita kehilangan lagu-lagu anak-anak, sekarang kan kita sangat kehilangan. Banyak anak-anak yang bernyanyi lagu-lagu dewasa, tapi memang sekarang sudah terlambat," papar Helmy. Ke depannya, ia berpikir akan membuat drama musikal Ambilkan Bulan Bu ke pentas layar lebar.

"AT Mahmud itu orang yang tak tergantikan, penghargaan-penghargaan beliau walaupun sudah banyak tapi masih kurang," pungkasnya.    (kpl/hen/dka)


Lihat profil: Helmy Yahya, AT Mahmud
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 06 Juli 2010 22:01 |

AT Mahmud Rindu Lagunya Diputar di Teve

Kapanlagi.com - Indonesia kembali kehilangan salah satu seniman handal tanah air. Pencipta lagu, AT Mahmud meninggal dunia hari ini, Selasa (06/07) di usianya yang ke-80 akibat penyakit stroke yang dideritanya sejak lima tahun yang lalu, ditambah lagi dengan infeksi paru-paru yang dideritanya makin memperparah kondisinya. Walau telah dirawat selama seminggu di RS MMC, namun sang pencipta lagu ini tak bisa terselamatkan nyawanya.

Kepergiannya tentu membuat anak-anak yang ditinggalkan merasa kehilangan. "Sosok bapak itu paling disiplin luar biasa, kalau janji harus ditepati," kenang Rika Fitrina, anak kedua AT Mahmud kala ditemui di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (06/07).

Sebelum meninggalkan dunia untuk selama-lamanya, almarhum sempat mengutarakan uneg-unegnya kepada sang anak tentang lagu-lagunya yang kini tak lagi diputar di teve.

"Lagu papa enggak dinyanyikan lagi, dia sering bilang begitu. Kita mau mewujudkan tapi sekarang belum, tapi nanti kita coba bicarakan dengan keluarga," ungkap sang anak.

Sebelum meninggal, AT Mahmud memang sering keluar masuk rumah sakit untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan Rabu (07/07), jam 9 pagi di Menteng Pulo.      (kpl/hen/dka)


Lihat profil: AT Mahmud
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 6 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 06 Juli 2010 20:25 |

AT Mahmud Wafat di Usia 80 Tahun

Kapanlagi.com - Musisi senior Abdullah Totong Mahmud atau AT Mahmud wafat, menghembuskan nafas terakhir dalam usia 80 tahun, pada Selasa (6/7/2010).

Cucu pencipta lagu anak-anak ini, Prasasti Nurria menginformasikan, almarhum dipanggil Yang Maha Kuasa sekitar pukul 13.00 WIB, di rumahnya setelah seminggu sebelumnya mendapatkan perawatan medis akibat penyakit paru-paru yang dideritanya. "Minggu lalu baru pulang dari rumah sakit," tutur Prasasti, Selasa (06/07).

AT Mahmud telah menciptakan lebih dari 230 lagu anak-anak, di antaranya menjadi karya yang melegenda, sebut saja lagu Pelangi, yang dibuat saat mengantar sang anak ke sekolah. Syairnya sederhana, namun mengena di hati anak-anak.

Lagu populer lain seperti Kunang-Kunang, Naik Kelas, Awan Putih, Anak Indonesia serta Anak Gembala dan Ambilkan Bulan yang sukses dibawakan oleh Tasya.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumahnya, Jl. Tebet Barat 2A No.18, Jakarta Selatan, dan menurut rencana akan dimakamkan Rabu (7/6/2010) pukul 10.00 WIB.    (kpl/dar)


Lihat profil: Tasya Kamila, AT Mahmud
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 06 Juli 2010 14:51 |

Nia Zulkarnaen: Lagu Gesang Itu Abadi

Kapanlagi.com - Meninggalnya sang maestro keroncong tanah air, Gesang, Kamis (20/05), tak pelak membuat banyak orang merasa kehilangan. Jasa beliau dalam mengembangkan musik keroncong amatlah besar. Sempat dikabarkan membaik kondisinya, Gesang akhirnya menutup usia di umur 92. Kabar tersebut sontak membuat banyak orang kaget, termasuk di antaranya Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen yang pada saat itu sedang melakukan launching Komik TANAH AIR BETA.

"Saya memang nggak kenal dengan beliau, bertemu langsung juga belum pernah. Tapi saya ini kan penyanyi juga ya, siapa sih penyanyi Indonesia yang belum pernah menyanyikan lagu Bengawan Solo," tutur Nia saat ditemui di Planet Hollywood, Kamis (20/05). Nia mengaku bahwa dirinya pernah menyanyikan lagu ciptaan Gesang tersebut pada acara kenegaraan.

Mendengar kabar sedih ini, Nia mengutarakan harapannya supaya di masa mendatang akan ada generasi penerus yang bisa meneladani komposer-komposer besar seperti Gesang, Ismail Marzuki, ataupun AT Mahmud. "Lagu-lagu beliau itu abadi. Liriknya nggak seragam. Punya warna tersendiri. Nggak seperti lagu-lagu jaman sekarang yang kebanyakan seragam," ucap Nia.

"Dia menciptakan sesuatu yang sampai kapan pun tidak akan pernah dilupakan orang. Bahkan karyanya sudah dikenal sampai Jepang juga," tambah Ari.        (kpl/ato/dka)


Lihat profil: Nia Zulkarnaen, Ari Sihasale, Gesang, AT Mahmud
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Jum'at, 21 Mei 2010 21:36 |



Lihat Arsip Berita AT Mahmud

2011



Kota

Merk