

Awal kariernya bermula saat ia mulai tampil di berbagai acara pentas seni di kota kelahirannya, menjadi finalis Bintang Pelajar 2005 serta finalis Bintang Radio 2006 di kota Ambon. Existensi Honey bertambah dengan penampilannya di ajang musik Internasional, Java Jazz Festival 2009 bersama Audrey Papilaja, Pasto, Andre Hehanusa, Bob Tutupoli, Harvey Malaiholo, diiringi oleh Benny dan Berry Likumahuwa serta artis-artis dari Maluku lainnya. Di tahun yang sama, Honey juga berhasil menjadi Runner Up Vocal Grup Indomaret. Dengan semua pengalamannya, bisa dikatakan Honey tidaklah terlalu asing di kalangan industri musik negeri ini.
Pada tahun 2008 bersama teman-teman, Honey membuat album kompilasi daerah Song Of Black People di mana ia menyanyikan beberapa single-nya yang berjudul Rindu Pulang dan Gandong. Selain itu, Honey juga mempunyai album Rohani Kristen yang berjudul Dia Memilih Disalib, diluncurkan pada tahun 2008 lalu dan sudah menghasilkan 12 video klip untuk album-album tersebut.
Kecintaannya pada dunia tarik suara kini mengantar Honey bergabung dengan Emotion Entertainment dalam pembuatan single perdana yang berjudul Don't Worry Baby. Mengusung genre pop yang memang menjadi pilihan favorit penikmat musik Indonesia.
Single Don't Worry Baby bercerita tentang kisah hubungan asmara yang terlalu over protective terhadap pasangannya. Karena terlalu protective inilah yang membuat hubungan selalu dibumbui oleh pertengkaran. Secara realita kisah yang tersirat di single Don't Worry Baby ini ada di kehidupan kita.
Dengan sedikit sentuhan R&B juga dengan nuansa dance Honey hadir dengan warna musik yang fresh. Berbeda dari penyanyi solo pria kebanyakan Honey muncul dengan warna vokalnya yang unik dan penampilannya yang sangat khas.
Dalam debut pertamanya ini, Honey menggandeng komposer Alam Urbach yang karyanya sering dibawakan oleh artis penyanyi ternama Indonesia. Dan kali ini kolaborasi antara Honey dan Alam Urbach diyakini mampu memberikan warna yang lebih segar di blantika Musik Indonesia. (kpl/prl/adb)

"Bukan karena itu, gue cinta sama dunia bisnis dan gue juga cinta sama dunia entertainment, dunia bisnis juga sudah ada di darah gue, jadi kalau dibilang ini buat persiapan si nggak ya. Gue melihat kayak Tantowi Yahya, Bob Tutupoli, Deddy Mizwar bisa jadi berkarir sampai umur berapapun, jadi gue pengen seperti itu," ungkapnya.
Lalu bagaimana Daniel Mananta membagi waktu dengan dua profesi yang ia jalani tersebut. Kala ditemui di Bapindo, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (24/11), ie mengaku telah memiliki delegasi.
"Ya gue sudah ada orang yang gue delegasiin, jadi memang sudah ada orang dipercaya ya itu namanya pasif income,'" katanya.
Daniel saat ini memiliki 3 cabang toko Damn! I Love Indonesia, di mana menurutnya animo dari masyarakat cukup bagus.
"Bagus banget, sampai sekarang aja perkembangannya bagus banget, jadi kalau buka 2 toko lagi gue yakin bisa berkembang lagi," tuturnya. (kpl/adt/sjw)

"Saya memilih hadir di sini. Meskipun saya Komisi 1 dan lagi ada pembahasan soal Papua. Acara ini penting. Bob itu living legend. Gak cuma masalah umurnya, dari tahun 65 dia sudah tampil. Saya rasa tidak ada di Indonesia ini yang sudah 72 tahun tapi masih konsisten berkarya," puji Tantowi.
Menurut Tantowi, Bob bukan hanya seorang penyanyi, tapi juga seorang MC yang bisa menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan sama baiknya.
"Kalau Komodo baru masuk jadi keajaiban dunia, Bob sudah masuk keajaiban dunia juga. Dia bisa bahasa Inggris tanpa belajar formal. Jadi hanya tinggal di New York 7 tahun tapi udah bisa, dan secara grammar bagus banget," ungkapnya.
Saudara dari presenter kondang Helmy Yahya ini juga menambahkan bahwa sosok Bob adalah inspirasi baginya yang membuat dirinya memutuskan untuk menjadi seorang MC. Dan Tantowi bersyukur mendapatkan idola yang benar. (kpl/ato/aia)

"Saya nggak hanya mau merecycle lagu-lagu musisi. Tapi saya membantu mereka menghasilkan karya lagi. Di sini ada legenda sampai sekarang masih berkarya, dan kenapa nggak saya bantu. Oleh siapa lagi musisi dihargai," paparnya.
Dalam proyek ini Maia berkontribusi sebagai pemilik label. Di sini dia ingin kembali mengorbitkan kembali pelantun tembang Widuri ini ke industri musik Indonesia.
Meski banyaknya penyanyi baru, namun Maia tak ragu dengan proyeknya. Dia optimis jika Bob Tutupoli masih laku.
"Lagu dia masih edan sampai sekarang. Aku kebanyakan merecycle," tukasnya saat dijumpai di Luv bar, Cirtiwalk, Jakarta Pusat, Selasa (15/11). (kpl/ato/faj)

Ditemui di Luv Bar, Citiwalk, Jakarta Pusat, Selasa (15/11), Bob tampak bersama musisi Maia Estianty yang menjadi produser label di mana albumnya akan diproduksi. Dan dalam album yang berjudul The Legend is Back itu, akan berisi total 10 lagu.
"Saya sangat terharu ya, baru kali ini bisa merekam lagu-lagu yang bagus. Saya masih diberi kesempatan untuk terus bernyanyi. Saya bersyukur. Saya pilih Maia karena kita sesama musisi harus saling memberikan kesempatan berkarya di bidang musik. Dia tetap aktif dan sudah mulai investasi masa depan," jelas Bob.
Album itu sendiri di antaranya akan berisi lagu Melody Cintaku, Ku Kan Tetap Mencintaimu, Di mana, Kemuning, Cuma Ale Sendiri, Rinduku Rindumu, Ijinkan, Sayang, Pesona Anganmu, Widuri (versi English). Lantas apa alasan Maia bersedia menjadi produser bagi Bob?
"Om Bob ini legenda ya. Saya sebagai pemilik label dan bisa mengapresiasikan lagu yang om Bob mau. Ini buat saya senang hati dan bangga. Market untuk album ini lebih ke RBT. Tembang kenangan masih banyak peminatnya. Yang pasti targetnya untuk orang dewasa yang sudah kangen sama om Bob," jelasnya. (kpl/ato/aia)

"Pasarnya ada, tapi tergantung dari lagu-lagu yang dibawakan. Lagu baru terutama yang laku di Indonesia berpeluang untuk punya pasar di sini," kata General Manager Tropic Jaya Entertainment Sdn Berhad, Suminto di sela-sela peluncuran album duet Anang - Ashanty berjudul Jodohku di Kuala Lumpur, Selasa (08/06/2011).
Tapi, lanjut dia, tidak semuanya lagu yang di Indonesia populer juga mendapat pasar yang tinggi di negara itu.
Contohnya, ketika lagu-lagu beberapa penyanyi yang saat itu populer di Indonesia, ternyata penjualan CD-nya hanya 30 ribu keping. Di sisi lain, grup band Wali yang pada album I tidak meledak tapi pada album kedua (Cari Jodoh) penjualannya bisa mencapai 100 ribu keping.
Diakuinya, memang sulit untuk menargetkan penjualan tinggi karena banyak faktor yang mempengaruhi salah satu yang sangat jelas adalah saat ini masyarakat dapat mengunduh lagu-lagu baru yang mereka sukai melalui jaringan internet.
Namun demikian, sejumlah penyanyi dan grup band Indonesia masih mendapatkan perhatian yang bagus di negeri ini karena hampir tiap bulan ada saja artis ataupun grup band Indonesia baik pentas di negeri ini.
Misalnya, pada bulan April lalu, penyanyi kawakan Indonesia, Bob Tutupoly menghibur para penggemarnya di salah satu hotel bintang lima di Kuala Lumpur.
Selanjutnya, grup band legendaris D`lloyd juga tampil apik di hadapan penggemarnya di Kuala Lumpur, bahkan pentas grup band asal Indonesia ini berlangsung selama tiga hari dengan membawakan lebih dari 20 lagu-lagu mereka yang pernah populer di zamannya.
Bahkan, pada tanggal 9 dan 10 Juni 2011, penyanyi bersuara merdu, Rossa juga akan tampil menghibur para penggemarnya di Damansara, Selanggor.
Pada bulan-bulan mendatang juga direncanakan sejumlah artis Indonesia manggung di negeri jiran ini.
Suminto membenarkan hal tersebut karena pihaknya juga pada bulan Juli 2011 juga berencana mendatangkan Opick, penyanyi yang kerap membawakan lagu-lagu bernafaskan Islam.
"Setelah Anang dan Ashanty, kami berencana datangkan Opick pada bulan Juli yang sasarannya guna menyambut bulan suci Ramadhan yang akan datang sebentar lagi," ungkap Suminto yang mengaku belum memastikan tanggalnya. (antara/dar)

