

"Drama musikal ini mempunyai nilai edukasi tinggi serta memberikan tontonan yang menghibur masyarakat penikmat seni pertunjukan. Pula, event ini sebagai wadah pengembangan bagi seniman muda," ujarnya di Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta pada Rabu (16/5).
Perhelatan yang setiap harinya berlangsung dua kali show tersebut, dimulai pada jam 16.00-18.00 dan 20.00-22.00 WIB. Tak ketinggalan sejumlah selebriti turut berpartisipasi dalam drama musikal yang digagas Titiek Puspa ini. Mereka adalah Camelia Malik, Be3, Nina Tamam, Dea Mirella, Sita Nursanti, Tike Priatnakusumah, Candil, Ivan Gunawan, Mytha, Ari Tulang dan lain-lain.
Drama musikal Semut Merah-Semut Hitam menceritakan kerajaan-kerajaan semut yang semula damai menjalani kehidupan tiba-tiba menjadi tidak rukun lantaran isu-isu yang disebarkan semut penghasut. Namun berkat doa orangtua, kerajaan-kerajaan semut itu kembali saling damai. (kpl/dis/ris)

Dari acara pelantikan yang digelar, Senin (7/5) malam di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, beberapa bintang populer seperti Katon Bagaskara, Once Mekel, Yovie Widianto, Kadri, Dea Mirella, Nina Tamam, Iga Mawarni, Ermi Kulit, Mila Rosa, Dina Mariana, dan lainnya. Pilihannya kakak kandung Helmy Yahya itu dikatakannya sebagai bentuk keberagaman.
"Pengurus yang baru dilantik ini sangat beragam, sangat Indonesia, semuanya terwakili, hampir semua suku dan genre musik ada di kepengurusan," ujar Tantowi usai acara pelantikan.
Dalam rangkaian acara juga ditampilkan pagelaran bertajuk Lintas Musik Indonesia yang menggambarkan perjalanan musik tanah air mulai dari tahun 50an hingga sekarang. Para artis yang tampil antara lain Katon Bagaskara menyanyikan Yogyakarta, Kadri dengan Smaradana, Once Mekel dengan lagu Separuh Nafas, Ermi Kulit untuk Pasrah, Dea Mirella lewat Sempurna dan lainnya, termasuk mantan ketua Dharma Oratmangun menyanyikan Pesanku dan ketua baru Tantowi Yahya melantunkan Senja di Kaimana.
Dan terakhir pemberian penghargaan kepada beberapa orang yang sudah sangat berjasa dalam musik Indonesia. Penghargaan itu bernama Anugerah Bhakti Musik Indonesia dan diberikan kepada A. Rianto, Dharma Oratmangun, Elly Kasim, Frangky Sahilatua dan Rhoma Irama. (kpl/adt/faj)

"Ternyata tidak mudah mengajak penyanyi penyanyi lama apalagi mereka juga punya kesibukan masing masing. Ada yang masih di dunia musik, ada juga yang sudah berumah tangga tapi aku coba pelan pelan menghubungi mereka ternyata aku mendapat respon dari mereka yang siap mendukung," urai Iis, Minggu (16/10).
Maka karena itu juga proses pengerjaan album cukup memakan waktu. Kendati begitu, dia ingin segera merealisasikan kumpulan bernyanyi bersama dengan Fariz RM, Tantowi Yahya, Rika Roeslan, Nicky Astria, Dea Mirella, Dian Permatasari dan lainnya tidak lama lagi.
'Kira-kira makan waktu hampir setahunan dan sekarang juga masih dalam proses pengerjaan, karena sepuluh artis lainnya juga punya kesibukan," paparnya di sela soft peluncuran album BLING BLING di Metropolis Town Square, Tangerang. (kpl/dis/faj)

Dan kini setelah beberapa waktu vakum dari tarik suara, Iis tengah mengerjakan proyek album. Di album yang sedang berjalan ini Iis tak sendiri. Dia mengajak penyanyi lainnya untuk kolaborasi.
"Ada sepuluh penyanyi seusiaku yang ikut di album ini. Mereka antara lain Fariz RM, Tantowi Yahya, Rika Ruslan, Nicky Astria, Dea Mirella, Dian Permatasari dan beberapa penyanyi lainnya," ujarnya di sela peluncuran album BLING BLING di Metropolis Town Square, Tangerang, Minggu (16/10).
Diakui keterlibatan para penyanyi seangkatan dirinya tersebut lantaran masih banyak yang meminta agar Iis berkarya walau dengan lagu lama.
"Kenapa aku pakai penyanyi seumuran aku? Karena banyak permintaan untuk aku berkarya lagi tapi aku coba bikin album baru dan lagunya aku pakai lagu lama," jelasnya lagi.
Iis menambahkan pada album barunya nanti karya dari Rinto Harahap dan Panbers masih mendominasi. "Albumnya berisikan lagu lagu lama yang pernah hits di tahun 80 an," imbuhnya. (kpl/dis/faj)

Namun untuk kostum panggung nanti, keduanya mengenakan pakaian tradisional masyarakat setempat. Demikian diungkapkan Hasan dari Karma Event hanya kepada KapanLagi.com®.
"Nantinya Dea akan muncul di pembukaan dan malam grand final Miss Pearl. Untuk Dea akan dicoba dengan tema Lombok dengan aplikasi mutiara dari laut Selatan. Juga dengan Ari. Dia akan pakai busana nasional dengan songket Lombok," katanya di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (28/6).
Dia menambahkan berbeda dengan Dea yang hanya melantunkan suara, Ari Warna mempunyai tugas lain yakni sebagai pemandu alias pembawa acara memanen mutiara.
"Jadi dia akan pandu kala panen mutiara. Selain itu juga mengajak sejumlah pengusaha untuk menanam bibit mutiara sehingga akan dipanen pada dua atau tiga tahun kemudian. Kita akan laporkan perkembangan bibit tiap enam bulan sekali misalnya pada mereka. Kan, berbeda rasanya yang beli langsung dengan yang menanam dari bibit," jelasnya lalu tersenyum. (kpl/dis/faj)

Menurut Hasan dari Karma Event, perhelatan yang telah ketiga kalinya ini kerap mendatangkan artis untuk menghibur pengunjung. Namun pada tahun 2011 pihaknya telah menentukan Dea Mirella dan Ari Warna sebagai pengisi acara.
"Sebenarnya beberapa alternatif kita sodorkan. Tahun 2009 AB Three, 2011 artis Indonesia Idol dan tahun ini kita coba beberapa artis. Kebetulan yang cocok dengan budget ya itu. Karena kan sekarang harga artis tinggi tinggi. Misalnya mau Rossa, kita harus datangkan 17 orang, itu ongkosnya tinggi," katanya hanya kepada KapanLagi.com®, Selasa (28/6) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Namun begitu, penunjukan Dea Mirella dan Ari Warna tersebut bukan berarti menyampingkan kualitas yang bersangkutan. Bahkan dengan minimal budget, pihaknya memperoleh tampilan yang tak kalah apik dengan artis berharga tinggi.
"Kalau Dea, ongkosnya minimal dan dari segi suara, bagus, di samping cantik pula. Pun dengan Ari Warna, jadi dengan kualitas bagus dengan biaya tak terlalu mahal, pula sesuai dengan segmentasi yang ada di sana," imbuhnya. (kpl/dis/faj)

"Orang jadi pengen tahu, siapa Dea Mirella. Sebelumnya kan banyak yang gak tahu siapa dia. Jadi banyak yang nyari di arsip lagu untuk mencari versi aslinya. Bahkan banyak yang dengan gamblang menyatakan bahwa mereka lebih suka versinya Dea Mirella daripada versi gue," ujarnya saat dijumpai di Jl. Margasatwa No.45, Jakarta Selatan, Rabu (23/2).
Meski akhirnya banyak yang menyukai versi aslinya dan dibilang dirinya tak enak dalam membawakan, namun Marcell tetap senang karena mereka akhirnya bisa mendengarkan lagu-lagu bagus.
"Tapi saya bangga, mereka jadi mendengarkan lagi musisi yang menjadi aset bangsa, itu yang penting. Jangan hanya mendengarkan musik yang itu-itu doang, yang disetir oleh industri," paparnya.
Dijuluki sebagai tukang recycle juga tak membuat Marcell marah. Dia sepertinya telah kebal menghadapi berbagai komentar pedas mengenai dirinya.
"Oh gak apa-apa, mau dibilang tukang sayur juga saya gak peduli. Biarin aja, gak pernah takut dibilang seperti itu. Mau dibilang aji mumpung juga gak masalah, yang penting saya buktiin aja. Orang kan tahu kalo saya bukan seperti itu," terangnya yang akan menyiapkan promo singel terbarunya yang berjudul Sisa Semalam.
"Mungkin dalam waktu dekat akan ada di radio. Tapi saya sih udah sounding ke beberapa orang dekat. Sedikit memberikan hints di twitter, mereka banyak yang penasaran seperti apa. Soalnya kan Sisa Semalam ini, mereka sebelumnya lebih kenal versi Java Jive. Tapi saya yakin ini akan jadi sesuatu yang baru," tukasnya yakin. (kpl/ato/faj)

