

CINTA DI SAKU CELANA diadaptasi dari cerpen berjudul Cinta Di Saku Belakang Celana yang terangkum dalam sebuah kumpulan cerpen bertajuk I Didn't Loose My Heart, I Sold It On Ebay! karya Fajar Nugros.
Film yang disutardarai oleh Fajar Nugros tersebut ditulis naskahnya oleh Ben Sihombing. Nama Ben sebelumnya dikenal saat menulis skenario untuk film PENGEJAR ANGIN.
CINTA DI SAKU CELANA dibintangi oleh banyak aktor aktris ternama seperti Lukman Sardi, Ramon Jusuf Tungka, Donny Alamsyah, Endhita, Luna Maya dan Agus Kuncoro.
Film produksi Starvision ini berkisah tentang perjalanan seorang pria yang mengharapkan datangnya sebuah cinta sederhana dalam hidupnya. Sayangnya, cinta berjalan tak sesederhana itu.
(kpl/abs)

Aktor kelahiran Jakarta, 12 Februari 1983 ini tak hanya fokus pada kemampuannya melakukan aksi laga saja, tapi juga pada kemampuannya berakting. "Di MERANTAU jadi diri sendiri cuma beda aksen perannya Padang, saya Betawi. Di THE RAID sebagai rama, saya tidak pusing-pusing karakter sebagai siapa. Gareth memberikan kebebasan lepas aja," tuturnya tentang pengalaman beraktingnya kala ditemui di Studio DAHSYAT, Jumat (20/04).
Dengan dua filmnya yang telah ia perankan, Iko sendiri tak mau disebut aktor lantaran ia merasa belum bisa menjadi seperti orang-orang yang ia anggap aktor sungguhan.
"Aktor tuh kayak Bang Haji Dedy, Slamet Raharjo. Bisa memerankan satu karakter yang beda-beda. Bisa main di genre film beda-beda kayak drama, action, dan komedi," ujarnya. Iko sendiri memang merasa belum fasih berakting, namun untuk latihan koreo laga, ia percaya diri dengan kemampuannya. Meski belum bisa disebut legenda seperti Barry Prima.
"Saya sama pak Yayan sebagai action koreografer, meng-create gerakan silat. Alhamdulillah makasih banget masih bisa dipercaya. Kita lumayan kangen, 20-15 tahun lalu zamannya Barry Prima, tapi menggantikan sih belum. Mereka legenda," paparnya.
Dalam benak Iko, yang ada hanyalah membangkitkan kembali film silat dalam dunia perfilman. "Kemarin terakhir di Toronto, saya sama Gareth diajak ke rumah salah satu host namanya Collin, dan dia langsung setel dvd film golok setan film Barry, itu berarti sudah mendunia. Sekarang bukan mati tapi vakum. Diteruskan di era yang beda. Ada pak Yayan, Donny, Joe Taslim," pungkasnya. (kpl/gum/dka)

Saat ditemui di studio DAHSYAT pada Jumat (20/4) lalu, dia mengungkapkan kerinduannya pada action figure seperti Jet Li, Jackie Chan dan Steven Seagal yang semuanya membawakan ikon bela diri masing-masing. Harusnya, Indonesia yang memiliki bela diri silat juga bisa berjaya seperti mereka.
"Kita kangen dengan action figure, ada Jet Li dengan kung fu, Jackie Chan dengan tai chi wushu, Steven Seagal dengan muai thai. Nah Indonesia apa? Silat. Menimbulkan action figure-nya seperti Pak Yayan, Donny Alamsyah, Joe Taslim.
Berbekal keyakinan bahwa silat sudah mendunia, maka Iko pun berusaha memperkenalkan budaya silat ke mata dunia. Menurutnya, tanggapan publik internasional terhadap bela diri ini juga cukup positif.
"Silat sudah mendunia, sebelum ada THE RAID atau MERANTAU. Di indonesia silat dipandang sebelah mata. Saya sebagai atlet pencak silat memperkenalkan budaya Indonesia, sudah ke Inggris, Rusia, Perancis. Pertukaran budaya, ternyata mereka antusias mau tau silat seperti apa," lanjutnya. (kpl/gum/ris)

Bintang reality show dan juga sosialita terkenal tersebut mem-posting tweet tentang rencananya menonton film THE RAID tepat di akhir pekan ini (lihat gambar di bawah). Tak hanya sekedar menonton, Paris memberikan pujian kepada film laga yang dibintangi Iko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, dan Yayan Ruhian ini. "AMAZING action movie," begitu ia tuliskan dalam tweetnya.

Dengan follower sebanyak 6.901.836, tentu ini menjadi sebuah 'promo' gratis bagi film THE RAID dalam minggu ke-4 peredarannya di Amerika Utara. Sampai saat ini, seperti yang tercantum dalam situs RottenTomatoes.com, film THE RAID sudah mengumpulkan pemasukan sebanyak 1,2 juta Dollar Amerika.
Film tentang penyerangan tim SWAT ke gedung markas gembong penjahat ini memang istimewa dalam penggarapannya, karena ditangani oleh tim produksi lokal dengan kualitas internasional. Terlebih bintang dalam film ini adalah beberapa nama yang memang selain jago akting, juga piawai dalam mengolah tubuh memainkan silat.
Kira-kira seleb mana lagi yang bakal kepincut untuk menonton THE RAID ya? Atau kamu juga mau ikut menonton seperti Paris? Mumpung akhir pekan lho.
10 ALASAN THE RAID WAJIB DITONTON
(twt/dka)

Aryo Sagantoro, produser Merantau Films, berharap antusiasme penonton masih terus berlanjut sehingga jumlah penonton di Indonesia bisa tembus 1 juta.
"Bersyukur dan senang pasti. Apalagi kalau dilihat di bioskop penonton indonesia masih terus menyerbu film THE RAID," ujarnya saat dihubungi KapanLagi.com, Rabu (4/4). Dia menargetkan minggu ini target 1 juta penonton terpenuhi.
Optimisme pencapaian target tersebut bukan cuma karena kemeriahan di bioskop, tapi menurut Aryo, juga terbantu dengan adanya jejaring sosial di masyarakat.
"Kami merasa sangat terbantu dengan jejaring sosial. Penonton yang sudah selesai menonton, memberi dukungan lewat Twitter. Bahkan nama peran Yayan Ruhian, Maddog sempat menjadi TT di Twitter. Dan itu bisa membantu orang yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Jadi penasaran gitu," lanjut Aryo.
Akting Yayan Ruhian memang patut diacungi jempol dalam film itu. Pada pertarungan paling sengit, kang Yayan, diduelkan dengan Iko Uwais dan Donny Alamsyah.
"Durasinya cukup panjang. Dan di adegan itulah silat benar-benar memperlihatkan keindahan dan keunggulannya," kata produser yang akrab disebut Toro itu. (kpl/uji/aia)

"Jarang-jarang ada yang tepuk tangan terus ada yang ikut bersemangat, ikut teriak-teriak, alhamdulillah. Gue kaget juga sama bangga juga, gue gak pernah ngalamin yang kayak gitu," ujarnya takjub.
Ia turut gembira karena film yang mengangkat bela diri silat ini disambut meriah. Dari keluarga, Donny pun mendapat pujian. "Bahkan kakak ikut bangga begitu nonton penonton tepuk tangan. Semua jadi ikut bangga dengan ada film yang bisa bikin mereka bangga, dan mereka bilang ini baru film Indonesia yang dikerjakan serius," paparnya.
THE RAID sukses memadukan kisah yang bagus dan juga pemanfaatan budget secara efektif. Donny sendiri mengutarakan kekagumannya dengan penggarapan THE RAID yang sukses mengakali kendala budget dan menghasilkan film laga dengan kualitas bagus.
"Kendala film Indonesia biasanya kendala di budget, berhubungan dengan penonton tapi kalau ada beberapa pihak yang mau investasi, bikin cerita yang sudah matang, bisa lah," pungkasnya. (kpl/dis/dka)
10 Alasan mengapa kamu wajib tonton THE RAID

(thr/dka)

