Blog DORCE GAMALAMA


Cici Paramida Tak Sempat Bulan Madu

Senin, 20 April 2009 10:22 | 

Dorce Gamalama

 | Tag: Perkawinan Selebriti

Kapanlagi.com - Resepsi pernikahan Cici Paramida yang berlangsung Minggu malam (19/4) di Balai Sudirman, Jl Dokter Saharjo, Jakarta Selatan dihadiri tamu dari berbagai kalangan, dari pejabat hingga selebriti. Pasangan ini belum berencana berbulan madu lantaran kesibukan Ebi.

Ditanya soal bulan madu, Cici mengaku belum ada rencana. "Untuk bulan madu belum dipikirkan tapi memang ada rencana tapi sampai sekarang nggak tahu mau ke mana, pengennya menikmati keindahan aja. Ya kita berdua masih sibuk banget, jadi belum ada rencana," terang Cici yang dijumpai dalam jumpers di Balai Sudirman, Jl Dokter Saharjo, Jakarta Selatan Minggu (19/4).

Resepsi pernikahan ini membuatnya senang, pasalnya semua teman datang. "Alhamdulillah lega dan senang. Teman-teman datang dan memberikan doa restu. Ini merupakan pesta perpaduan antara Timur Tengah dan adat Indonesia. Tadi juga banyak teman-teman yang spontan ngasih lagu buat kita," tambahnya.

Beberapa selebriti datang ke pernikahan ini seperti Krisdayanti dan Rossa, Elvi Sukaesih dan beberapa yang lainnya. Sedang Ferdi Hasan dan Dorce Gamalama bertindak sebagai host. Menurut kabar penikahan ini menelan biaya 2,5 milyar.  (kpl/hen/erl)


Lihat profil: Cici Paramida, Krisdayanti, Rossa, Elvi Sukaesih, Dorce Gamalama, Ferdi Hasan
Diposting oleh: Editor |


Dorce Gamalama Bangga Berbahasa 'Multi-Indonesia'

Rabu, 01 April 2009 20:25 | 

Dorce Gamalama


Kapanlagi.com - Sebagai selebriti multi talenta, Dorce Gamalama memang dikenal sebagai artis yang bisa berbicara dengan banyak bahasa daerah, mulai dari Sabang sampai Merauke. Menurut Dorce, kemahirannya tersebut diperolehnya ketika ia berkunjung ke beberapa daerah.

Dan dalam setiap kunjungannya itu, ia selalu bersosialisasi ke pasar tradisional dan lingkungan masyarakat sekedar untuk mempelajari bahasa yang dipakai oleh masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, hampir semua bahasa aku bisa. Karena kalau aku ke daerah itu, aku selalu terjun ke lapangan, seperti ke pasar dan ke lingkungan-lingkungan masyarakat," ujar Dorce, ketika dihubungi KapanLagi.com, Selasa (31/3).

Kepiawaiannya berbicara dengan menggunakan bahasa beberapa daerah itu kadang membuat masyarakat tak tahu kalau Dorce berasal dari Sumatera Barat, karena logat bahasa Minang-nya tidak begitu kental.

"Alhamdulillah gak lama, karena setiap aku di mana, orang gak tahu kalau aku orang Sumatera Barat, karena logat Minang aku tidak keliatan. Saya itu orangnya multi-Indonesia, artinya kalau aku di Jawa, jadi orang Jawa, kalau di Minang, aku jadi orang Minang, kalau di Makassar, aku jadi orang Makassar," terang Dorce.

Dari berbagai macam bahasa daerah yang dikuasainya itulah, menurut Dorce, bahasa Papua adalah bahasa daerah yang susah dikuasai dengan sempurna, karena memiliki jutaan dialek.

"Buat aku bahasa yang paling susah itu adalah bahasa Papua, karena ada jutaan bahasanya setiap daerah berbeda-beda. Tapi kalau bahasa Papua itu aku ambil yang yang ada bahasa Melayunya. Jadi kalau menurut aku ada bahasa-bahasa yang kita tahu tata kramanya, seperti bahasa Jawa, kan ada yang halus dan kasarnya," papar Dorce(kpl/buj/bun)


Lihat profil: Dorce Gamalama
Diposting oleh: Editor |


Ruben Onsu Bikin Video Klip Untuk Anak

Sabtu, 07 Maret 2009 13:39 | 

Dorce Gamalama


Kapanlagi.com - Ruben Onsu, Jumat (06/03) kemarin nampak cukup sibuk. Dia rupanya sedang bikin video klip untuk lagunya sendiri yang bernuansa anak-anak. Pembuatan video klip itu sendiri mengambil tempat di rumah susun Arum Tebet, Jakarta Selatan dan diambil dari album KAK RUBEN BERSAMA SANGGAR ANANDA yang belum dirilis sampai sekarang.

"Hari ini aku lagi bikin video klip untuk lagu yg berjudul Maaf. Ini bisa dibilang tawaran untuk nyanyi kayak disambar petir, hari Jumat ditawarin, hari Sabtu udah rekaman. Dan proses rekamannya cuma satu minggu. Album ini bersama Sanggar Ananda. Di album ini, penciptanya ada Aditya Dumai, aku sendiri, trus juga Dorce," ungkap Ruben.

Tema anak-anak yang diambil dalam album ini dikatakan Ruben sebagai salah satu bentuk kepeduliannya pada anak-anak. "Mudah-mudahan ini satu terobosan baru di dunia anak-anak yang bisa dibangkitkan lagi. Gue peduli banget sama anak-anak yang ngamen di pinggir jalan," katanya.

Namun begitu, ternyata Ruben mengaku tidak ingin alih profesi menjadi seorang penyanyi profesional. Dia mengaku ingin tetap mempertahankan karirnya sebagai presenter walaupun albumnya kali ini bisa dibilang cukup lancar proses rekamannya.

Ruben juga menuturkan bahwa dirinya tidak terlalu menarget keberhasilan album perdananya ini. " Kalau boleh jujur sih gue cuma modal badan sama suara. Makanya buat gue nggak ada target, mungkin produser gue punya target," tutur mantan pacar Sheza Idris ini.

Disinggung mengenai masa peralihan karena putus dari pacar, Ruben meminta agar pekerjaannya ini tidak dicampur-adukkan dengan masalah pribadinya. "Gue nggak mau campur aduk urusan gue ke anak-anak. Yang sudah lewat sudah, kalo gue tetep mikirkan itu, gue nggak pernah maju," pungkasnya.   (kpl/ant/npy)


Lihat profil: Ruben Onsu, Sheza Idris, Dorce Gamalama
Diposting oleh: Editor |


Ryan 'Jagal Jombang' Fans Berat KD

Rabu, 04 Maret 2009 18:25 | 

Dorce Gamalama


Kapanlagi.com - Terdakwa kasus mutilasi terhadap Heri Santoso, Ferry Idham Henyansah (Ryan bin Ahmad) mengaku penggemar berat artis penyanyi Krisdayanti.

"Saya ngefans sama Krisdayanti," kata Ryan, sebelum menjalani persidangan, di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (4/3).

Ryan mengaku mengagumi Krisdayanti karena suaranya yang bagus dan penampilannya yang menarik. Namun Ryan enggan berbicara lebih lanjut tentang biduanita idolanya tersebut.

Sebelumnya Ryan juga pernah bercerita bahwa dirinya dekat dengan Indra L Brugman dan Dave Hendrik. Selain itu Ryan juga pernah berencana menikahi Dorce Gamalama. Hubungan keduanya cukup dekat ketika itu, setelah lama berkomunikasi meski hanya melalui telepon.

Sejak kasus mutilasi tersebut terungkap, Ryan tidak pernah bertemu dengan Dorce, dan ia berharap akan ada kesempatan lagi untuk bertemu dengan Dorce. "Saya ingin ketemu lagi dengan Dorce. Itu juga kalau ada kesempatan." ujarnya.

Ryan mengaku kedekatan dengan para artis tersebut, bukan semata-mata untuk mengejar popularitas. "Tidak ada niat saya untuk mencari popularitas," katanya.      (kpl/bar)


Lihat profil: Krisdayanti, Indra L Bruggman, Dave Hendrik, Dorce Gamalama
Diposting oleh: Editor |


Dorce Ingin Temui 'Si Jagal Dari Jombang'

Kamis, 26 Februari 2009 11:40 | 

Dorce Gamalama


Kapanlagi.com - Presenter kondang Dorce Gamalama ternyata punya penggemar sangat beragam. Salah satunya 'Si Jagal Dari Jombang' Ryan yang sampai saat ini masih mendekam dalam bui dan sedang menjalani sidang. Dua tahun silam Ryan sempat menghubungi Dorce melalui SMS dan MMS. Dia menyatakan kekagumannya pada presenter yang kerap disapa Bunda ini.

"Ryan pernah mengirimkan SMS kagum sama gue, dan pernah MMS juga bersama anak–anak pengajian," jelas Dorce saat disambangi di Nagaswara, Rabu (25/2).

Pada saat itu Dorce sama sekali tidak pernah tahu dan menyangka pengirimnya adalah Ryan, pelaku pembunuhan berantai berdarah dingin.

"Aku pingin lihat dia sebelum ajal. Saya yakin tidak akan terjadi sesuatu. Ini kan hanya sekedar menemuinya, wajar kan dia juga manusia, dan mungkin juga dia mengagumi aku sebagai ibu atau tante–tante, tak tahu dah," selorohnya.

Menyinggung buku Ryan yang ditulisnya, Dorce menganggap sebagai sesuatu yang bagus. "Dia bisa mengatakan sesuatu yang jujur dalam buku tersebut. Itu patut dihargai juga sebagai manusia," pungkasnya.  (kpl/wwn/erl)


Lihat profil: Dorce Gamalama
Diposting oleh: Editor |


Asal-Usul Nama Belakang Dorce

Kamis, 26 Februari 2009 09:51 | 

Dorce Gamalama


Kapanlagi.com - Sebagai presenter kondang nama Dorce sudah pasti banyak dikenal orang. Namun tidak semua orang tahu asal usul nama Gamalama di belakang nama Dorce. Usut punya usut ternyata nama belakang itu didapat dari nama sebuah gunung di Ternate. Dan untuk mendapatkan nama tersebut, Dorce perlu satu ritual khusus dan harus mendapat restu dari Sultan Ternate.

"Dulu untuk bisa ke puncak Gamalama, kita harus masuk ke sana sebelum subuh dan mengambil air wudhu, untuk naik ke atas pun kita perlu ijin lebih dulu. Tidak sembarangan untuk bisa ke sana. Kalau kita tidak direstui kita tidak bisa ke sana. Dan di tengah–tengah itu ada air suci yang disebut Abdas. Kalau kita tidak dapat ridho air itu tidak bisa keluar. Ini ajaib," tutur Dorce di Nagaswara, Rabu (25/2).

Kata Dorce, gunung Gamalama kalau dilihat secara seksama merupakan gunung 3 dimensi. Dorce datang pertama kali ke Gamalama pada tahun 1984. Dan sejak menggunakan nama Gamalama secara kebetulan namanya terus meroket di dunia hiburan tanah air.

"Gunung tetaplah gunung, kalau kita percaya gunung yang memberikan kita rejeki itu namanya sirik. Semuanya ini karena Allah," tandasnya.

Dan sampai saat ini ketika hari–hari besar seperti Maulid Nabi, Dorce kerap datang ke sana untuk melakukan selamatan dengan menyembelih kambing untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

"Kalau dapat saya katakan Ternate itu seperti bidadari yang belum terjamah. Dengan menggunakan nama Gamalama saya sama sekali tidak terbebani apalagi diprotes masyarakat sana, kan saya ikut mempromosikan tempat tersebut," pungkasnya.   (kpl/wwn/erl)


Lihat profil: Dorce Gamalama
Diposting oleh: Editor |


Djakarta Pictures Rangkul Bintang–Bintang Lawas

Rabu, 18 Februari 2009 09:20 | 

Dorce Gamalama


Kapanlagi.com - Mendirikan sebuah Production House bukanlah mimpi seorang Fadly Fuad. Mengawali karir dunia film hanya sebagai pemain figuran, lajang kelahiran Jakarta 26 April 1981 tersebut tak bermimpi bisa membangun Djakarta Pictures.

Dengan biaya nyaris menyentuh angka Rp2 miliar, film HANTU BIANG KEROK menandai torehan awal dia sebagai produser, penulis skenario, sekaligus pemain utama. Dan sebagai PH, Djakarta Pictures mempunyai visi dan misi merangkul kembali dan memberi kesempatan kepada para aktris dan aktor senior yang hampir terlupakan untuk berkiprah agar tetap eksis.

"Saya tidak bermimpi untuk mempunyai PH. Ini menjadi karunia banget bagi gue," kata Fadly usai press screening HANTU BIANG KEROK di XXI Senayan City, Selasa (17/2).

"Dan ini menjadi jalan bagi gue untuk merealisasi niatan untuk memberi kesempatan kepada senior kita, seperti Mpok Nori, H. Nazar Amir, Elvi Sukaesih, Ali Gohom, Dorce Gamalama - untuk dapat berkiprah kembali di dunia perfilman nasional kita yang mana era untuk mereka memang sudah menyempit kalau tidak dibilang sudah tidak ada sama sekali. Istilahnya Djakarta Pictures adalah wadah untuk memberikan penghargaan bagi mereka. Kalau bukan kita–kita, siapa lagi?" bebernya lebih lanjut.

Gayung pun bersambut. Para senior–senior itu menanggapi maksud dan tujuan Djakarta Pictures dengan antusias. "Padahal kita tetap melakukan casting pada beliau–beliau itu," ungkap Fadly.

Tujuan lain didirikannya Djakarta Pictures adalah sebagai sarana untuk melestarikan budaya Betawi. "Karena gue cinta banget sama kota Jakarta," pungkas Fadly(kpl/wwn/boo)


Lihat profil: Fadly Fuad, Elvi Sukaesih, Dorce Gamalama
Diposting oleh: Editor |




Lihat Arsip Berita Dorce Gamalama

2009

WHAZZ UP!







Kota

Merk