

"Lagi kerjain album duet sama Uthe (Ruth Sahanaya), sudah dicicil beberapa lagu yang dikumpulkan, tinggal tunggu arranger-nya," ujar Titi.
"Targetnya bulan Mei atau Juni. Ini adalah proyek impian kita berdua. Sudah beberapa tahun berencana, baru terlaksana sekarang. Masalahnya di waktu, Uthe sibuk, saya juga sibuk. Music Factory yang mau menyambut rencana duet kita," Titi melanjutkan dengan senang.
Selain mempersiapkan album duet, Titi ternyata juga sibuk bersama Dara Jana, quintet vokal bentukannya yang diambil dari para peserta INDONESIAN IDOL, "Sebentar lagi mereka akan keluar single. Waktu saya jadi juri INDONESIAN IDOL, banyak sekali talenta yang saya lihat. Yang nggak masuk final itu bukan berarti nggak bagus, dan waktu itu banyak sekali peserta yang bagus. Akhirnya beberapa dari mereka, aku ambil," tuturnya.
Walaupun sekarang sedang menjamur tren girlband-boyband, Titi tidak setuju dikatakan ikut-ikutan, "Dara Jana kan sudah 2 tahun lalu. Tahun lalu saya sudah sama mereka bikin album tribute to Diana Nasution. Nggak penting dibilang ikut-ikutan, yang penting saya mau buktiin Dara Jana itu grup vokal yang bisa menyanyi," tegasnya.
"Dara Jana lebih dewasa, penampilannya dan lagu-lagunya. Mereka sempat belajar di Elfa Secioria, saya berani jamin mereka bisa bernyanyi," tandas Titi.
Selama 20 tahun berkarir, Titi mengaku bersyukur memiliki manajer dan manajemen yang solid. Baginya, meskipun mempercayai manajer, tetap ada peraturan-peraturan yang harus disepakati, termasuk soal keuangan. Hal itu dilakukannya untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi. (kpl/uji/rea)

"Kita kerja sama dengan Kementrian Perdagangan dan BKPM. Kita mempromosikan Indonesia ke luar negeri, ke Cape Town, Korea, Amerika, dan Eropa. Kita banyak lebih promosikan Indonesia. Di antara kegiatan itu, kita bikin album," ungkap Agus Wisman.
Sepeninggal sang guru, Elfa Secioria yang biasa mereka panggil dengan sebutan 'abang', Elfas Singer mengaku semakin solid. Mereka kini bahkan tengah dalam persiapan album baru yang diakui mereka, mengikuti permintaan pasar pada masa ini.
"Konsepnya sih tak jauh dari album kita yang lama, ada juga ciptaan lagu abang Elfa, lagu jaman dulu. Menurut kita tetep update, tapi buat lagunya lebih modern juga," ungkap Lita saat dijumpai dalam acara jumpa pers HUT TV One ke 4 bertajuk Indonesia Hebat di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (23/2).
"Albumnya rencananya 10 lagu, paling banyak 12. Kombinasi lagu lama (recycle) dan lagu baru," imbuh Agus Wisman. (kpl/adt/dew)

"Setelah kepergian abang Elfa, kita seperti kehilangan pegangan. Tapi sudah banyak warisan yang ditinggalkannya. Kita paling senior, tugas kita meneruskan perjuangan abang Elfa. Dia seorang guru, banyak sekali murid-muridnya, mereka kehilangan sosok guru. Mungkin, kita menggantikan sosok Elfa Secioria. Tapi kita terus maju dengan peninggalannya abang," ungkap Lita Zein.
Dijumpai dalam acara jumpa pers HUT TV One ke 4 bertajuk Indonesia Hebat di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (23/2), Elfas Singer mengungkapkan kesedihan mereka sepeninggal Elfa. Namun mereka mengaku tetap maju dan bahkan tengah menyiapkan album baru.
"Setelah abang pergi, kita lebih solid. Kita mau buat album. Tapi belum ada judulnya. Kita diajak kerja sama ama sebuah label. Di tengah industri seperti ini, masih memandang kita sebagai grup vokal, bikin satu album. Tunggu aja tahun ini, kita akan tampil lebih fresh lagi, meski tanpa ada abang Elfa. Kita sedikit kompromi dengan pasar, tanpa meninggalkan kualitas," papar Lita panjang lebar. (kpl/adt/dew)

"Dasarnya, dari dulu, nyanyi bukan untuk diikutin. Sebenernya penyanyi kan harus pemanasan, latihan, banyak yang harus dilakukan secara akademik lah. Tetapi gak kayak dulu, seperti ama Mas Elfa," papar Mama Ina.
Keseharian seorang Vina Panduwinata adalah bernyanyi apa adanya. Karena menurutnya, menyanyi itu dengan hati. Tak bisa dipungkiri, memang suasana hati bisa mempengaruhi aktivitas seseorang, termasuk menyanyi.
"Penting kan pitch control, kerasa banget sama orang. Mama berpegangan, dengan ekspresi itu berbicara, kadang parau biasa, indah, tergantung dari ekspresi kita saat itu. Tapi jangan diikutin," ujarnya saat dijumpai di kediaman Guruh, Jumat (23/9). (kpl/gum/dew)

"Yang di Bandung rencananya ikut, sama Makasar, Medan dan Jakarta juga akan ikut ambil bagian. Kemarin sih sudah dihubungi sama teman-teman untuk ikut ambil bagian," ujar Taura kepada wartawan di restoran Sate Senayan, Jakarta, Selasa (19/7) lalu.
Taura menceritakan bagaimana dia bisa bersekolah di EMS dan sempat dikirim sebagai perwakilan EMS dalam ajang internasional.
"Sejak kecil memang suka nyanyi, suka ikut lomba dan juga sudah ikut les vokal di Elfas. Tahun kemarin sebelum abang Elfa meninggal juga sempat ikut lomba ke Korea dan dapat gold. Itu acara quaire/ paduan suara olimpic," ujar pria kelahiran 14 Maret 1984 itu.
Taura sendiri memang masuk EMS sejak 2002 sampai SMU kelas 3. Sampai almarhum Elfa meninggal, dia pun tetap bersekolah di situ.
Lalu sedekat apa hubungannya dengan Elfas Secioria? "Bisa dibilang dekat, soalnya dalan grup quaire atau paduan suara itu, hubungannya bukan hanya guru ke murid, tapi keluarga. Curhat juga sering. Di sekolah itu kan diajari banyak banget, di situ diajarin teknik nyanyi. Kalau intens sama satu guru, juga diajari teknik bernafas, menyanyi dan lainnya. Lalu juga diajarin piano dan hearing juga. Kalau sama bang Elfa diajarin show man, bagaimana kita diajarin di atas panggung," pungkasnya. (kpl/adt/dar)

"Pengabdian dirinya terhadap musik sampai akhir hayat, dia berhasil menciptakan penyanyi muda berbakat melalui aransemen, lagu ciptaannya menggondol piala-piala bergengsi di luar negeri, serta membangun sekolah yang difokuskan untuk musik," ungkap Tantowi Yahya selaku Ketua Umum Yayasan AMI.
Dalam ajang penghargaan musik tahunan yang menginjak usia 14 tahun tersebut, yang hadir menerima piala spesial tersebut adalah kerabat yang juga Public Relation Elfa, mewakili keluarga yang berhalangan datang. Namun bukannya merasa senang, mereka malah mengaku sedih.
"Sedih dapat ini sebenarnya. Kita nggak pernah terpikir dia dapat itu, dia masih muda tapi karyanya luar biasa. Dia orangnya rendah hati, sedih lah, nggak ada kata lain. Istrinya berhalangan, jadi saya harus mewakili keluarga, keluarganya semuanya berhalangan," tutur Shinta Mangkoedjojo usai menerima piala di Central Park Ballroom, Jakarta Barat, Rabu (6/7). (kpl/ato/boo)

Melalui serangkaian penjurian yang ketat, akhirnya 47 nominasi yang dihadirkan telah mengantongi nama-nama terbaik di bidangnya.
Berikut nominasi dan pemenang AMI Awards 2011.
BIDANG POP
Artis Solo Wanita Terbaik:
Agnes Monica
Artis Solo Wanita Pop Trendi Terbaik:
Nindy
Artis Solo Pria Terbaik:
Sandhy Sandoro
Artis Solo Pria Pop Trendi Terbaik:
Teuku Wisnu
Penampilan Duo/Grup Terbaik:
Kotak
Penampilan Duo/Grup Pop Melayu Terbaik:
D Bagindas
Lagu Pop Terbaik:
Pelan Pelan Saja (Kotak) - Pay, Dewiq
Produser/Penata Musik Terbaik:
Mantan Terindah (Kahitna) - Yovie Widianto
Album Pop Terbaik:
WINNING 11 (Yovie and Nuno) - Yovie W, Jan Djuhana/Sony ME
BIDANG ROCK
Artis Solo, Duo/Grup Rock Terbaik:
Slank
Album Rock Terbaik:
EDAN (Edane) - Log Zhelebour/Logiss Records
BIDANG JAZZ - INSTRUMENTALIA
Jazz Vokal - Artis Penampil Solo, Duo/Grup Terbaik:
Syaharani & Queen Fireworks
Jazz/Instrumentalia Jazzy - Artis Penampil Solo, Duo/Grup Terbaik:
Java Jazz
Album Jazz Vokal/Instrumentalia Jazzy Terbaik:
SANDHY SONDORO (Sandhy Sondoro) - Sony ME
BIDANG DANGDUT
Artis Solo Wanita/Pria Dangdut Terbaik:
Evie Tamala
Duo/Grup Dangdut Terbaik:
3 Kembang (Ikke Nurjanah, Kristina, Cici Paramida)
Lagu Dangdut Terbaik:
Akhir Sebuah Cerita (Evie Tamala) - Evie Tamala
Produser/Penata Musik Dangdut Terbaik:
Akhir Sebuah Cerita - Evie Tamala, Fris Arsudi
BIDANG DANGDUT KONTEMPORER
Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik:
Erie Suzan
Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik:
Beniqno (Pujaan Hati)
Lagu Dangdut Kontemporer Terbaik:
Cinta Dibuat-Buat (Cici Paramida) - Cici Paramida, Siti Rahmawati
Produser/Penata Musik Terbaik:
Cinta Dibuat-Buat - Cici Paramida, Siti Rahmawati
BIDANG ALTERNATIVE
Karya Produksi Alternative Terbaik:
Endah N Rhesa (Monkey Song) - Rhesa Adityarama (produser)
BIDANG R&B
Karya Produksi R&B Terbaik:
Joeniar Arief (Terlambat) - Catz Records
BIDANG RAP/HIP HOP
Karya Produksi Rap/Hip Hop Terbaik:
Bondan & F2B (Ya sudahlah) - Jan Djuhana/Sony ME, Bondan P
BIDANG DANCE/DANCE ELECTRONIC
Karya Produksi Dance/Dance Electronic Terbaik:
Cinta Laura (Cinta Atau Uang) - Jan Djuhana/Sony ME
BIDANG REGGAE/SKA/DUB
Karya Produksi Reggae/Ska/Dub Terbaik:
SKJ'94 (Skutermatik) - Jan Djuhana/Sony ME
BIDANG WORLD MUSIC
Karya Produksi World Music/Instrumentalia Terbaik:
Dwiki Dharmawan (The Spirit of Peace) - Dwiki Dharmawan/Omega Pacific Production
BIDANG KRONCONG (LANGGAM, STAMBUL, KRONCONG KONTEMPORER)
Karya Produksi Kroncong, Langgam, Stambul, Kroncong Kontemporer Terbaik:
Sundari Soekotjo (Lgm. Gunung Batur) - Waryoto 177/Virgo Ramayana Records
BIDANG DANGDUT MELAYU
Karya Produksi Dangdut Melayu Terbaik:
Cici Paramida (Gadis Melayu) - DG Production
BIDANG DANGDUT BERBAHASA DAERAH
Karya Produksi Dangdut Berbahasa Daerah Terbaik:
Sonny Josz & Dewi Purwati (Pak Pos) - Tri Josz Production
BIDANG DANGDUT HOUSE/TECHNO
Karya Produksi Dangdut House/Techno Terbaik:
Melinda (Cinta Satu Malam) - R. Kertawiguna & Rudi MCM/N.A.M
BIDANG LAGU DAERAH/BERBAHASA DAERAH
Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik:
Didi Kempot (Gonjang Ganjing) - IMC Duta Records
BIDANG KOLABORASI
Produksi Kolaborasi Terbaik:
Titi DJ ft Diana Nasution (Jangan Biarkan) - Yonathan Nugroho, Titi DJ /Trinity
BIDANG LAGU ANAK-ANAK
Artis Solo Wanita Anak-Anak Terbaik:
Audy
Artis Solo Pria Anak-Anak Terbaik:
Umay
Artis Duo, Grup/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik:
Fortunate Kids
Pencipta Lagu Untuk Anak=Anak Terbaik:
Mama, Aku Ingin Pulang (The Ladies) - Elfa/Fera Syl
Produser/Penata Musik Lagu Untuk Anak-Anak Terbaik:Burung Berkicau - Elfa Secioria
Album Lagu Anak-Anak Terbaik:
UMAY (Umay) - Harun Nurasyid- Music Factory Ind/K.F.C
BIDANG PENUNJANG PRODUKSI
Produser Album Rekaman Terbaik:
ENERGI (Kotak) - Warner Music Indonesia
Grafis Desain Terbaik:
Killing Me Inside (Killing Me Inside) - Handi X
Peramu Rekam/Mix Engineer Terbaik:
Karena Ku Sanggup (Agnes Monica) - Tommy Hoetomo
BIDANG UMUM (Terbaik - Terbaik)
Pendatang Baru Terbaik - Terbaik:Sandhy Sondoro
Album Terbaik - Terbaik:
ENERGI - Kotak
Karya Produksi Terbaik - Terbaik:
Karena Ku Sanggup (Agnes Monica) - Pt. Aquarius Musikindo
Serta satu lagi penghargaan spesial yang tidak ada di daftar nominasi, yaitu Legend Award: diberikan kepada almarhum Elfa Secioria. (kpl/ato/sjw)

