

"Justru saya bermula sebagai make up artist. Bahkan pertama kali saya main sinetron, awalnya gara-gara saya lagi merias Yuni Shara di Bali. Eh, dapat tawaran main sinetron," urainya.
Ozy menambahkan sejak lulus SMA tahun 1983, dunia tata rias telah ia geluti. Maka tak heran jika hampir semua selebritis dahulu pernah ia tangani.
"Dulu hampir rata-rata artis sudah saya rias. Seperti Ruth Sahanaya, Dorce, Endang S Taurina, Tri Utami, Elfas Singer, Emilia Contessa dan lain-lain," lanjutnya lewat BBM.
Namun untuk saat ini, Ozy hanya merias artis Angel Lelga. Hal tersebut karena dirinya belum mempunyai waktu di tengah kesibukan yang ia jalani.
"Untuk sekarang hanya Angel Lelga yang selalu minta diriasin. Kalau untuk yang lainnya waktuku masih belum sempat karena berbagai kegiatan," jelasnya lagi.
Ditanya adakah kepuasan mendandani seseorang? Ozy mengaku senang melihat orang cantik. "Saya senang melihat orang menjadi cantik, enak dilihat. Ada kepuasan tersendiri apalagi melihat klien puas," tutup Ozy, Kamis (10/05). (kpl/dis/sjw)

"Kita akan tetap adanya kita. Kita enggak mau keluar dari jalur. Kita enggak akan mungkin koreografernya kaya Smash atau Cherry Belle. Saya rasa, fans Elfas Singer tidak mengharapkan kita berkoreografi seperti itu," ujar Lita saat ditemui di acara jumpa pers HUT TV One ke 4 bertajuk Indonesia Hebat di Epicentrum Walk, Jakarta Pusat, Kamis (23/2).
Ditanya tentang harapan Elfas Singer ke depannya, Agus menuturkan bahwa ia berharap ia dan kawan-kawannya bisa tetap eksis dan bisa menjaga kualitasnya.
"Masih terus eksis, menjaga kualitas, karena barometer penyanyi dunia, seperti New York Voice tetap ada dari jaman dulu. Kita ingin beberapa tahun ke depan jadi barometer buat pendatang baru," tutur Agus. (kpl/adt/adb)

"Kita kerja sama dengan Kementrian Perdagangan dan BKPM. Kita mempromosikan Indonesia ke luar negeri, ke Cape Town, Korea, Amerika, dan Eropa. Kita banyak lebih promosikan Indonesia. Di antara kegiatan itu, kita bikin album," ungkap Agus Wisman.
Sepeninggal sang guru, Elfa Secioria yang biasa mereka panggil dengan sebutan 'abang', Elfas Singer mengaku semakin solid. Mereka kini bahkan tengah dalam persiapan album baru yang diakui mereka, mengikuti permintaan pasar pada masa ini.
"Konsepnya sih tak jauh dari album kita yang lama, ada juga ciptaan lagu abang Elfa, lagu jaman dulu. Menurut kita tetep update, tapi buat lagunya lebih modern juga," ungkap Lita saat dijumpai dalam acara jumpa pers HUT TV One ke 4 bertajuk Indonesia Hebat di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (23/2).
"Albumnya rencananya 10 lagu, paling banyak 12. Kombinasi lagu lama (recycle) dan lagu baru," imbuh Agus Wisman. (kpl/adt/dew)

"Setelah kepergian abang Elfa, kita seperti kehilangan pegangan. Tapi sudah banyak warisan yang ditinggalkannya. Kita paling senior, tugas kita meneruskan perjuangan abang Elfa. Dia seorang guru, banyak sekali murid-muridnya, mereka kehilangan sosok guru. Mungkin, kita menggantikan sosok Elfa Secioria. Tapi kita terus maju dengan peninggalannya abang," ungkap Lita Zein.
Dijumpai dalam acara jumpa pers HUT TV One ke 4 bertajuk Indonesia Hebat di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (23/2), Elfas Singer mengungkapkan kesedihan mereka sepeninggal Elfa. Namun mereka mengaku tetap maju dan bahkan tengah menyiapkan album baru.
"Setelah abang pergi, kita lebih solid. Kita mau buat album. Tapi belum ada judulnya. Kita diajak kerja sama ama sebuah label. Di tengah industri seperti ini, masih memandang kita sebagai grup vokal, bikin satu album. Tunggu aja tahun ini, kita akan tampil lebih fresh lagi, meski tanpa ada abang Elfa. Kita sedikit kompromi dengan pasar, tanpa meninggalkan kualitas," papar Lita panjang lebar. (kpl/adt/dew)

Dalam acara yang bertajuk EVENT TRIBUTE TO 90's yang akan bertempat di Nuansa Sky Lounge, Jalan Polonia Medan itu, Yana Julio memang dijadwalkan akan mengisi bersama dua musisi lain.
"Event ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Medan. Setelah banyaknya event yang kami lakukan. Seharusnya kami tampilkan tiga musisi dari generasi berbeda dalam satu panggung. Tapi Yana Julio tidak bisa karena sibuk di Amerika saat ini," jelas Hari Wibisono, Regional Marketing PT HM Sampoerna Tbk saat konferensi pers hari Kamis (7/7).
Sedangkan musisi lain yang hadir pada saat konferensi pers, yakni Katon Bagaskara mengaku sangat bangga perihal keterlibatannya.
"Saya bangga sekali bisa tampil bersama mas Fariz, dia adalah musisi yang saya idolakan. Dan ini satu kesempatan yang luar biasa buat saya, karena jarang bisa terjadi. Lagipula nanti saya tidak membawa nama KLa Project, jadi bisa lebih bebas menyanyikan lagu seperti Dinda, dan single terbaru saya, Kaulah Bahagiaku," ujar Katon panjang lebar.
Sementara itu Fariz RM sendiri mengatakan bahwa dalam pertunjukan musik tersebut, mereka berdua bisa membawakan musik sesuai identitas masing-masing.
"Kita akan buktikan pada masyarakat walaupun kita berbeda generasi, tapi bisa saling nyambung di panggung," imbuh Fariz. (romulo/aia)

"Rencana konser ini akan dijadikan sebagai sebuah penghargaan terhadap beliau. Abang kita yang sudah pergi meninggalkan kita. Akan ada banyak artis yang pernah terlibat dengan Bang Elfa nanti dan artis-artis itu adalah yang pernah Bang Elfa didik dan pernah belajar dengan beliau," ujar Hedi Yunus yang bertindak selaku promotor saat gathering dengan wartawan di gedung Telkomsel, Jalan Haji Rangkayo Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (4/7).
Sosok Elfa Secioria merupakan musisi yang banyak memiliki banyak murid dan menjadi penyanyi terkenal. Bahkan, banyak musisi yang belum menjadi apa-apa ketika ditanganinya menjadi musisi hebat.
"Bang Elfa adalah jiwa pendidik yang sangat besar, dia bisa mengamati dan memprediksi seseorang yang dari bukan apa-apa menjadi apa. Dari yang bukan siapa siapa menjadi penyanyi hebat," ujar Yana Julio dari Elfas Singer di tempat yang sama.
Konser Tribute to Elfa Secioria ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 24 September 2011 di beberapa kota besar seperti Bandung, Medan, Palembang, Makassar dan diakhiri di kota Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2011. (kpl/adt/faj)

"Saya sebagai salah satu muridnya Abang Elfa, ini adalah salah satu bentuk penghormatan untuk Abang Elfa. Jadi saya merasa bagian dari acara ini meskipun partnya kecil," ungkap Titi DJ yang merasa perasaannya jadi campur aduk di konser itu.
"Yang saya rasakan terharu, bangga, sedih, dan rasa yang nggak bisa diungkapkan, karena pengisi acaranya adalah rata-rata murid Abang yang berhasil, baik senior maupun junior. Saya bangga menjadi bagian dari acara Tribute To Elfa ini," sambungnya.
Bagi Titi DJ, sosok almarhum Elfa Secioria punya peranan penting dalam karir bermusiknya. Elfa banyak memberikan ilmunya hingga Titi bisa menjadi sukses seperti sekarang ini.
"Pada saat saya menjadi anggota Elfas Singer, saya banyak diajarkan teknik bernyanyi yang baik oleh Abang, jadi Elfa adalah sosok penting buat saya," pungkas Titi DJ. (kpl/ato/boo)

