

Belakangan, dalam berita-berita yang banyak beredar, beberapa selebriti dikait-kaitkan dengan nama Ratu Pantai Selatan ini. Mulai dari gelaran ritual-ritual untuk penghormatan pada Kanjeng Ratu Kidul, hingga pameran lukisan sang legenda ini. Siapa saja mereka yang erat kaitannya dengan Kanjeng Ratu ini?
1. Julia Perez
Dekat dengan Ratu Kidul karena merupakan salah satu syarat dari keinginannya untuk menjadi titisan Suzanna.

2. Fifie Buntaran
Mendampingi saat Julia Perez menjalani ritual-ritual dalam proses menjadi titisan Suzanna.

3. Nikita Mirzani
Jadi bintang tamu di pameran lukisannya bapak Suardy yang bertajuk Dewi-Dewi/99 Karakter Kanjeng Ratu Kidul.

4. Dan yang terakhir dan tak bisa dilupakan adalah Suzanna
Aktris yang satu ini memang dikenal sangat dekat dengan ritual dan segala hal berbau Ratu Pantai Selatan.

Yang menjadi pertanyaan, apakah makan bunga seperti yang mereka lakukan ini adalah juga kebiasaan sang Kanjeng Ratu? (kpl/dew)

"Terjun ke dunia seni peran memang benar-benar baru buat kami dan merupakan hal menantang. Kami anggap ini sebagai media pembelajaran agar ke depan semakin kreatif dalam berkarya," ujar Anisa yang kelahiran Bandung, 12 Oktober 1990 tersebut.
Film ini mengajak remaja Indonesia memaknai apa arti cinta sebenarnya. Diceritakan, pengalaman yang paling berharga adalah dari kehidupan sehingga menganggap betapa pentingnya belajar tentang hidup.
Selain Anisa, dalam nonton bareng di Cinema 21 Tunjungan Plaza, semua personel Cherry Belle masing-masing Wenda, Sherly, Felly, Christy, Angel, Gigi, Devi dan Ryn menyempatkan diri hadir.
Peran utama dalam film ini semua personel Cherry Belle. Sedangkan pemain pendukung antara lain Uchie Wiby, Panca Makmun, Wendy Rompies, Leo Lumanto, Diana Puspita dan Fifie Buntaran.
Menurut Wenda, antara akting dan menyanyi dinilainya hampir sama karena menggunakan perasaan dan hati. Hanya bedanya, kata dia, menyanyi menggunakan not balok dan lagu, sedangkan main film penuh dengan kata-kata.
Sebelum menggelar nonton bareng, mereka menyempatkan bertemu dengan penggemarnya. Dalam pertemuan tersebut, kelompok girl band yang berdiri pada 27 Februari 2011 itu memberikan kejutan dengan tampil bersama sembilan bocah Surabaya yang hafal gaya dan aksi panggung Cherry Belle.
"Surabaya luar biasa. Mulai anak-anak hingga dewasa ternyata bisa membawakan aksi panggung kami. Terima kasih Surabaya," kata dara kelahiran Jakarta, 22 tahun silam tersebut.
Sementara itu, salah satu penggemar Cherry Belle asal Surabaya, Andhika Ahmad mengaku senang bisa bertemu dengan idolanya. Tidak ingin melewatkan kesempatan, siswa kelas empat sekolah dasar itu memberikan kenang-kenangan kepada Anisa.
"Aku sudah lama ingin ketemu Kak Anisa. Dia yang paling cantik dan aku paling suka. Aku sengaja kumpulkan uang untuk beli boneka dan diberikan kepada Kak Anisa," ucapnya sambil menangis terharu karena bisa memberikan hadiah ke idolanya. (antara/dar)

Keberangkatan Ananta dan tim tidak mendapat sokongan biaya dari sponsor. Praktis Ananta menggunakan biaya sendiri untuk mengharumkan nama Indonesia.
"Aku lagi sedih nih, karena teman aku Ananta yang menang lomba nyanyi tingkat Asean justru tidak dihargai di negerinya sendiri," ujar Fifie kesal ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/3).
Dalam ajang tersebut Indonesia menang dalam dua kategori, Dangdut dan Pop. Tapi kedatangan rombongan Ananta di Indonesia juga tidak mendapat sambutan dari pihak pemerintah. Meski begitu, Ananta tidak patah semangat untuk bisa mengharumkan nama Indonesia.
"Kalau saya gak kapok, karena teman-teman saya mendukung," tutup Ananta. (kpl/hen/dew)

Hal tersebut dikarenakan, sebelumnya bintang film RUMAH BEKAS KUBURAN ini sudah diambil darahnya untuk pemeriksaan rutin fisiknya. "Sebenarnya mau ikut donor, tapi karena hari ini aku baru tes darah, udah diambil 7 tabung untuk sample. Jadi kalau dipaksain untuk donor takutnya kepalaku keliyengan (pusing). Jadi aku ngutang nih hari ini," ujarnya.
Kekhawatiran tersebut cukup beralasan, pasalnya, Fifie selalu mengendarai mobilnya sendiri. "Tadi aku sempet nanya sama suster, katanya sih bisa tapi disarankan untuk tidak donor dulu, karena tadi sample darah yang diambil cukup banyak. Aku takut kolaps aku kan nyetir sendiri takut nubruk," jelasnya.
Diakui Fifie, karena manfaat yang dirasakan setelah donor, dirinya selalu rutin untuk mendonorkan darahnya setiap enam bulan sekali. "Aku biasanya kalau donor langsung ke PMI, biasanya 6 bulan sekali. Tapi kalau ada momen kayak gini aku biasanya donor," tandasnya. (kpl/hen/dew)

"Saya berenang nggak bugil. Saya nggak bugil kok. Saya pakai bikini di kolam renang. Dalam film itu saya juga main bareng Fifie Buntaran," ungkap Julia Perez saat dihubungi melalui telepon, Selasa (3/1/2012).
Jupe, demikian dia bisa dipanggil, mengaku memiliki batasan-batasan tertentu dalam setiap menerima tawaran akting, meski adegan itu tidak melanggar secara hukum. Namun sebagai orang timur dan tinggal di Indonesia, Jupe tidak sembarangan menerima tawaran setiap adegan.
"Kalau kita memainkan adegan itu (hot) sah-sah saja. Tanya saja sama Demi Moore saat bermain dalam film Striptease. Tanya saja sama Angelina Jolie saat beradegan ranjang dengan Antonio Banderas dalam film Original Sin. Itu kan tuntutan pekerjaan. Kita menghormati pekerjaan itu. Namun, tetap ada batasan tertentu," ungkapnya.
Batasan yang diterapkan Jupe adalah jalan cerita. Dirinya tidak akan menerima adegan panas yang tidak berhubungan secara cerita. Tanpa ada kaitan dengan cerita tiba-tiba ada beradegan seperti ranjang.
"Jadi harus sesuai konteks dan jalan ceritanya. Misalnya, di kolam renang, saya pakai bikini. Terus adegan mandi masa pakai baju, itu pun kamera menyorotnya kan dari belakang tidak kelihatan semuanya. Ciuman juga gitu. Intinya, nuansa seninya tetap terlihat. Tapi kalau mau lihat yang buka-bukaan tonton saja Vivid," terangnya.
Adegan yang selama ini diperankan oleh Jupe memiliki batas. Dia akan berpikir panjang untuk beradegan buka-bukaan dan tidak mungkin beradegan vulgar seperti film-film di luar negeri.
"Lagian kan di Indonesia juga ada lembaga sensor. Adegan seperti itu juga tidak akan ditayangkan. Jadi untuk apa kita beradegan seperti itu kan," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Padahal dia tidak dapat. Dia kan pekerja sosial, dan mencari santunan. Kalau dia ada di TV dan dia tidak mendapatkan santunan, akan menimbulkan persepsi yang lain. Beda kalau misalnya dia mendapatkan bantuan, mungkin nggak masalah," ujar Ezki Suyanto selaku Koordinator Isi Siaran (KPI) usai menemui Silly di kantor KPI, gedung Bapetan Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).
Kini, pihak KPI sudah mengumpulkan keterangan dari Silly dan TV One. KPI pun akan melakukan rapat pleno dengan komisioner lainnya.
Sementara itu, Silly yang ditemui di KPI enggan untuk memberikan keterangan. Dirinya enggan untuk diwawancara. Namun, untuk pengambilan gambar, dirinya memperkenankan diri.
"Beliau memang nggak mau dan mempercayakan keterangannya kepada kita," tutup Ezki.
Sebelumnya, Silly sempat menuding sosialita yang juga selebriti Fifie Buntaran merekayasa acara penggalangan dana yang dilangsungkan di acara Socialite tersebut. Dan buntut dari permasalahan itu sampai kini masih simpang siur. (kpl/adt/aia)

"Jadi hari ini kami memanggil Valencia untuk mengklarifikasi soal kasus dugaan charity settingan. Seperti sudah diketahui Silly datang ke acara tersebut karena diundang oleh Fifie Buntaran, dan akan menerima bantuan untuk Nando. Nando adalah anak yang sakit dan rencananya akan diberi dana," ujar Ezki Suyanto selaku Kordinator Isi Siaran (KPI) usai menemui Silly di kantor KPI, Gedung Bapetan Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).
Namun sayangnya dalam acara tersebut, Silly tidak sama sekali menerima bantuan seperti yang dijanjikan. Bahkan, Silly mendengar sendiri kalau acara tersebut hanya settingan belaka.
"Setelah acara itu, dia tidak mendapatkan dana untuk Nando. Dia diberitahu kalau acara ini adalah settingan untuk TVOne. Bahkan reporter dan produser acaranya tahu kalau ini semuanya hanya settingan dan kepentingan gambar," ujar Ezki.
Karena kekecewaan tersebutlah, Silly yang datang ke acara tanggal 10 November meminta kepada TVOne untuk tidak menampilkan gambar dirinya.
"Dia juga mempertanyakan kredibilitas acara tersebut dan menghubungi Fifie dan reporter TVOne dan minta untuk tidak ditayangkan," pungkasnya. (kpl/adt/dar)

