

"Itu lagu udah jadi duluan. Terus pihak Mister Potato tahu Nidji. Dan kita kerja sama dengan Mister Potato," tutur Giring ditemui di FX Center, Sudirman, Rabu (16/5).
Sayangnya, rencana awal Nidji untuk terbang ke Inggris terpaksa ditunda. Pasalnya perolehan poin Manchester United dan Manchester City masih sangat tipis di papan perolehan poin liga Inggris. "Iya, tadinya mesti bulan ini," ujar penggemar sepak bola yang lebih mencintai Timnas Indonesia daripada klub luar negeri itu.
Memangnya seperti apa sih lagu Liberty and Victory? "Basicly tentang mencari kebebasan dan kemenangan. Kebetulan itu sesuai dengan spiritnya MU. Benang merahnya ya spiritnya itu," tukas Giring.
Lalu, seandainya jadi dan Nidji bekerja sama dengan label luar negeri, apakah Giring dkk bersedia pindah dan stay di sana? Ditanya begitu, cowok berambut keriting itu langsung semangat.
"Kalau misalnya Nidji bisa tanda tangan dengan label luar, kita bisa pindah. Kita akan ajak keluarga-keluarga kita juga," pungkasnya.
(kpl/boo)

Selain bersua dengan pemain legendaris Manchester United, Gordon McQueen dan Dwight Yorke, kebahagiaan personel Nidji bertambah tatkala karya mereka berjudul Liberty Victoria dijadikan lagu penyemangat klub yang kerap menjuarai kompetisi sepak bola di Inggris itu.
"Perasaan gimana ya? Yang jelas sebagai brand ambassador Potatos kami senang bertemu dengan Dwight Yorke karena biasanya ketemu di play station dan TV. Kita juga tanya gimana Jakarta kepada dia dan dia jawab 'Indonesia's good'," ucap Giring.
Sedangkan Randy mengaku dengan kedatangan kedua pesepakbola tersebut, dia dapat menanyakan kabar pemain MU lain seperti Eric Cantona.
"Saya tanya pada Yorke, Eric Cantona lagi ngapain? Dia bilang sudah di Paris dan lagi enak-enakan. Saya denger langsung gosip Eric langsung dari pemain MU, hehehe...," terangnya.
Namun, keyboardis Nidji ini mengaku tidak terlalu memperhatikan pemain MU di era sekarang. Randy malah lebih tahu para pemain MU jaman Eric Cantona.
"Untuk sekarang gak terlalu perhatikan ya. Karena saya perhatian saat era Eric Cantona," tutur laki-laki berambut ikal tersebut. (kpl/dis/sjw)

Bagi Giring, dengan memberikannya pengetahuan lebih kepada anak-anaknya tentang dunia maya bisa membuat anak-anak cepat dewasa sebelum waktunya.
"Nggak lah, saya pingin anak-anak saya main layang, nonton channel buat anak kecil. Jangan terlalu buru-buru anak cepat besar. Mereka besar pada waktunya," ujarnya saat memperkenalkan mainan barunya Mindtalk di Pisa Kafe Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/3).
Tapi tidak dipungkiri, kini Giring menjadi keranjingan bermain di dunia maya terutama sosial media. Meski mengaku keranjingan, Giring tidak mau disebut 'autis'.
"Kata-kata itu gak bisa dipake lagi ya, mungkin jadi lebih ketagihan. Kalo lagi bete tinggal buka channel gila-gila. Chyntia kalo lagi gak sibuk bisa lihat update fashion. Mempermudah semuanya," tutupnya. (kpl/hen/dew)

Vokalis Nidji, Giring Ganesha yang sangat menggandrungi media sosial ini kini menemukan mainan baru yakni Mindtalk.com.
"Sosial media yang paling menarik yaa yang menarik buat kita, di Mindtalk bisa share apapun kesukaan kita, kayak Chyntia suka fashion, dan dia bisa share fashion ke orang. Orang juga bisa share fashion ke dia. Kalo gue suka film gue bisa share trailer film. Yang paling favorit ya Nidjiholic," papar Giring saat ditemui di Pisa kafe Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2012).
Dengan adanya sosial media ini, Giring merasa sangat diuntungkan. Salah satunya adalah bersama bandnya, Giring menjadi lebih dekat dengan Nidjiholic yang jauh, begitu pun dengan keluarganya yang sering ditinggal karena kesibukan tur dengan grup bandnya.
"Keuntungan banyak, saya sama Nidjiholic Malang, Sidoarjo, yang jauh jadi lebih deket. Sama Chyntia juga lebih deket. Kerugian kadang-kadang kalo di FB Giring banyak banget. Makanya saya lebih konsen ke Nidji, ke Giring Ganesha. Kalo lagi tur jadi gak boring. Teknologi membuat kita merasa lebih deket," tandasnya. (kpl/hen/sjw)

Ditemui di Atrium Gandaria City, Jakarta, Giring menyampaikan perasaan senangnya, "Kalau Sabtu dan Minggu, justru ngamen (kerja). Malah kalau tempatnya seperti di sini, kita bisa bawa keluarga atau pacar masing-masing," ujar sang vokalis.
"Tetapi jika di lapangan luas, keluarga nggak dibawa. Panas, kasihan," Giring menambahkan seraya tersenyum, "Nidji kan sebuah keluarga besar, sehingga kita juga bisa saling mempererat hubungan kekeluargaan."
Apalagi, intensitas bertemu keluarga terhitung tidak sering. Giring mengakui lebih sering bertemu teman-teman bandnya, "Kalau jumlah ketemu antara keluarga dan band, lebih banyak mereka," pungkasnya sambil memegang pipi Randy sang keyboardist. (kpl/dis/rea)

Namun dari semua benda yang dipajang hanya sedikit saja,. Giring mengakui hal ini, namun dia mengatakan bahwa benda ini yang sementara bisa mereka kumpulkan dari banyaknya benda yang pernah berjasa bagi mereka.
"Kita lihat begitu banyak memorabilia, saya terharu banget. Memang banyak yang belum kita pasang. Salah satu yang paling lumayan adalah gitar, sepatu tengkorak," paparnya.
Lebih lanjut Giring mengatakan bahwa selama rentang waktu ini mereka mengalami banyak perubahan. mulai dari warna musik, style dan dandanan. Bahkan ada masa dimana mereka tampil brewokan sehingga membuat bos Musica (lebel Nidji bernaung) kebingungan.
"Ada masa dimana kita semua brewokan sampe Bu Acin bingung, kenapa semuanya brewokan," ujarnya sambil tersenyum saat dijumpai di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/3).
Pun begitu Nidji tak ingin berpuas diri. mereka ingin bisa terus berkarya hingga 2 dekade dan seterusnya. Bagi mereka ini berarti harus membuat karya yang bagus.
"Untuk mencapai 2 dekade kita harus lewatin fase-fase yang dulu. Kita lihat aja, kita jalanin buat karya yang bagus," tukas Adri. (kpl/hen/faj)

Hal inilah yang membuat Nidji berkomitmen untuk menulis album dalam bahasa Inggris. Gayung pun bersambut dengan akan dirilisnya album mereka di Australia.
"Kita berkomitmen selalu bikin lagu bahasa Inggris. Insya Allah kita akan merilis album internasional di Australia, tengah tahun nanti," papar Giring mewakili personel Nidji lainnya.
Giring pun mengatakan bahwa dia siap mengambil semua resiko yang ada. Baginya ini merupakan kesempatan yang langka. Bahkan Nidji pun siap jika harus hijrah ke luar negeri untuk karirnya.
"Kalau nanti kita dikasih kesempatan dan disuruh pindah, kita siap pindah bawa keluarga ke sana untuk go internasional," tukasnya saat dijumpai di 1 Hati 1 Dekade di PPHUI, Kuningan, Jaksel, Rabu (7/3). (kpl/hen/faj)

