

"Saya nggak pernah ada permasalahan dan saya menganggap ini sebagai ujian buat kami berdua. Insya Allah akan berakhir indah," katanya.
Keyakinan hubungan mereka akan berjalan baik lantaran Audy melihat sosok Iko sebagai orang yang pas dan cocok baginya, "Saya lihat dia pribadi yang luar biasa. Dia selalu support, orangnya shaleh," sambungnya dijumpai seusai launching Tiviku di Planet Hollywood, Jakarta, Senin (21/5).
Namun, dari semua itu, gadis cantik ini justru mengagumi Iko kala di luar pekerjaan.
"Sebagai seorang pemain film saya mengagumi dia, tapi lebih mengagumi dia sebagai orang biasa," ucap Audy. (kpl/dis/rea)

"Saya di sini tidak harus bicara banyak, bisa ditanyakan langsung ke orangnya (Jane). Saya klarifikasi di sini bahwa saya bukan orang ketiga. Iko nyamperin, deketin saya, tidak mungkin kalau dia masih jadian," tegasnya.
Dijumpai usai mengisi acara peluncuran Tiviku di Planet Hollywood, Jakarta, Senin (21/5),
Audy juga mengaku tak ingin menanggapi kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan Jane melalui media sosial di dunia maya.
"Kalau saya buat fitnahan, makian di Twitter atau Facebook, saya anggap buat doa saja," ucapnya santai lalu tersenyum. (kpl/dis/rea)

"Bukan rencana sudah lama, semua baru beres sekitar 2 hari lalu. Barang-barang sudah dipacking, pindahin. Kayak embak (pembantu) aku nggak mau asal, harus aku yang keluarin dulu baru dia nata," ungkap Jane Shalimar yang mengaku mengumpulkan barang-barang pemberian mantan pacarnya itu.
Jane sendiri mengaku masih berhubungan baik dengan keluarga Iko, karena memang selama ini sudah sangat dekat. Sehingga meski sudah resmi tidak ada hubungan dengan Iko, dirinya masih kerap kirim BBm dan telepon.
"Masih (berhubungan), sepupu BBM-an. Teteh apa kabar, ya dia juga bilang agak sungkan, takutnya aku masih dalam keadaan sudah atau gimana, tapi ngobrol enak, mereka anggap aku kayak kakak. Masih baik," tegasnya.
Tidak banyak yang tahu kapan pastinya Jane dan Iko mengakhiri hubungan. Publik mengetahui saat ramai kabar kalau Iko tengah menjalin hubungan dengan penyanyi Audy. Bahkan sempat muncul kabar kalau Audy sebagai pihak ketiga perpecahan hubungan mereka.
"Pada prinsipnya aku sudah maafin Iko, sudah nahan ini selama sebulan, dikasih pelatihan dulu. Begitu jeder...! pas hari H nggak jumpalitan, sudah ternyata jawabannya ini. Bisa tenang," terangnya. (kpl/gum/dar)

"Nggak trauma, banyak yang kasih support, merasa banyak yang sayang sama aku, care, aku merasa ditunjukin sekarang. Meski sakit sekarang, jangan sampai dah nikah, serius akan lebih sakit lagi kan," ungkapnya.
Jane yang ditemui di Indosiar, Jakarta Barat, Rabu (16/5/2012) malam mengungkapkan, berusaha mengumpulkan barang-barang pemberian Iko, karena saat ini dirinya juga tengah pindahan ke rumah baru. Sekalian mengumpulkan jadi satu barang=barang yang menyimpan banyak kenangan itu.
"Barang masih ada, ya itu aku baru pindahan pas lagi beres-beres nemu, ah nemu lagi. Banyak barang-barang yang memiliki nilai historis kayak sweater yang dia beliin di London, tulisan London, baru pake sekali pas nyanyi. Perjuangan dapat ini juga susah. Langsung aduh, kenangan itu," ungkapnya.
"Awal-awal nyes lah ya (kalau ingat), sekarang sudah mulai bisa (melupakan), yang itu memori meninggalkan kesan manis, mengingat dengan senyum bukan air mata. Pernah mendapat kenangan dari dia yang didapat tidak dengan cara yang mudah. Jadi penguat aku juga. Tidak gampang dilupakan," sambungnya.
Tidak banyak yang tahu kapan pastinya Jane dan Iko mengakhiri hubungan. Publik mengetahui saat ramai kabar kalau Iko tengah menjalin hubungan dengan penyanyi Audy. (kpl/gum/dar)

Sempat menangis di dalam studio, Jane mengaku ia sebenarnya tak ingin mengingat lagi foto-foto yang ditunjukkan sang presenter padanya. "Nangisnya ya itulah, membicarakan hal yang otomatis menceritakan, mengingat, ditunjukin fotonya lagi. Dapat dari mana dia (Uya). Itu yang buat apa ya, mau tidak mau inget lagi," jelasnya.
Terkait akun twitter Jane yang telah di-unfollow oleh Iko, Jane mengaku tak tahu soal ini. "I have no idea sudah di-unfollow (sama Iko), bukan tipikal orang penasaran, biarin aja, merasa cara mengekspresikan kalau mereka udah pacaran. Ya orang kan punya cara masing-masing," tuturnya.
Meskipun masih merasa terluka, Jane mengaku telah melakukan berbagai hal agar perasaannya membaik. "Walau terluka, pasti. Makin ke sini, ditunjukin, banyak kasih support, semangat, aku masih dikasih kekuatan untuk bantu orang. Kayak kemarin jadi relawan. Tuhan ga kasih waktu aku bersedih berkepanjangan," urainya.
Merasa tersakiti dinilai Jane sebagai sesuatu yang wajar. "Sedihnya 3 hari aja, tersakiti wajar. Selebihnya dikasih seneng terus, ini ternyata yang Allah kasih. Entah men-distract perhatian menurut temen-temen. Aku merasa masih bisa di kasih kekuatan nyenengin orang," pungkas Jane. (kpl/gum/rzm)

Mantan pacar aktor Iko Uwais itu terus terlibat, berpindah dari satu posko ke posko lain, milik organisasi Dompet Dhuafa yang ada di sekitar lokasi bencana, di rumah sakit Polri dan Bandara Halim Perdana Kusuma. Bahkan hari kedua, dirinya sempat ke mengunjungi Posko di sekitar Gunung Salak.
"Jadi aku di sana itu ikut di posko jurnalis untuk mempersiapkan kebutuhan logistik teman-teman pers. Kemarin lokasi kita nggak jauh dari jatuhnya pesawat tersebut. Kita sebelahan dengan posko Polri, jadi kita selalu dengar ada berita apa," ungkapnya.
"Kemarin sempat rancu soal korbannya kan tapi yang kita dengar baru 12 kok. Intinya kerancuan pemberitaan sih jadikan keluarga korban bertanya-tanya. Juga ada komentar yang bilang proses evakuasinya lambat dan lain-lain," sambungnya.
Jane yang sudah beberapa kali terlibat dalam aksi sosial semacam ini, mengaku terus memantau perkembangan yang dilakukan oleh Tim SAR. Lewat jaringan yang dimiliki berusaha untuk ikut terlibat membantu, sesuai yang bisa dilakukan. Karena faktor kebiasaan, dirinya sudah tidak kesulitan untuk mengambil peran saat dalam situasi darurat.
"Memang di sana medannya berat banget, tapi dari yang kita pantau dari google map memang medannya berat banget. dan tim SAR sudah berusaha memasuki lokasi jatuhnya pesawat ini, itu dari segala sisi tapi memang semuanya tidak bisa menjangkau ke situ. memang medannya curam banget 90 derajat," terangnya.
Sebagai relawan, hal utama yang harus dijaga adalah faktor kesehatan. Karena dalam situasi darurat, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memang mengandalkan kekuatan fisik. Semua berbagi peran, dan biasanya terasa capek saat pekerjaan selesai, baru terasa.
"Yang nomor satu sih vitamin dan istirahat, kemarin saja sudah berasa capeknya. jadi ya sudah langsung bantai vitamin aja," tegasnya. (kpl/buj/dar)

Ambil bagian dalam tim sukarelawan untuk tragedi yang terjadi di Gunung Salak ini, Jane Shalimar tak hanya membantu secara materi, namun juga turun berpartisipasi. "Keterlibatan aku di crisis centernya Dompet Dhuafa. Kemarin poskonya di atas, di Sukabumi, karena kemarin lihat poskonya di sana itu aman," ujarnya.
MENYINGKAP MISTERI KABUT TEBAL DI GUNUNG SALAK
Bagi mantan kekasih Iko Uwais ini, menjadi sukarelawan seperti ini memang bukan untuk yang pertama kalinya ia lakukan. "Ini sebenarnya sudah kesekian kalinya sih ya. Aku kan tergabung di crisis centernya Dompet Dhuafa, entah itu bencana alam. Dan ini terjadilah bencana ini dan aku diajak bergabung di sini," paparnya.
Jane yang memang tidak mengenal takut ini bahkan pada awalnya ingin ikut terjun bersama tim SAR. "Tadinya aku mau bergabung ke Tim SAR-nya, tapi karena medannya berat dan cuacanya juga tiba-tiba sering berubah, jadi faktor keamanan juga sih aku gak ikut," ungkapnya saat dijumpai di RS POLRI, Kramat Jati, beberapa waktu lalu. (kpl/buj/dew)

