

"Jadi mengenai asuransi itu kami belum mau mikirin dulu. Yang jelas papa kami sudah dikuburkan dengan baik dan mendapatkan tempat yang layak," ungkap Badai saat ditemui di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur (23/5).
Ditambahkan oleh istri Badai, Citra atau yang akrab disapa Eci, kalau sampai saat ini pihaknya belum diberi tahu secara rinci mengenai pemberian asuransi tersebut. "Sampai saat ini kami belum diberi tahu sama sekali, jadi kemarin sempet ada orang dari Jasa Marga, tapi saya juga kurang yakin, karena dari pihak keluarga itu belum ada pemberitahuan sama sekali," ucap Eci.
Mencoba untuk ikhlas, itulah yang selalu dikedepankan Badai dan keluarga mertuanya, makanya dirinya pun selalu menyerahkan semua urusan kepada pihak yang bertanggung jawab. "Kalau urusan asuransi itu udah ada instansi yang mengurusi dan kita menyerahkan ke pihak-pihak yang terkait," pungkas Badai. (kpl/ato/dew)

"Bentuk support kami ya selalu memantau info, nanya perkembangan. Dan kami selama tragedi ini selalu siap untuk datang menemani, kapanpun. Support dan doa ke dia-Badai," ucap Fandy, vokalis Kerispatih saat ditemui di rumah duka mendiang Capt. H Herman Suladji S.E, Jl. Pondok Kopi 1 Blok A7 no.8, Jakarta Timur (23/5).
Fandy pun menambahkan, tak hanya dirinya dan teman-teman yang ikut melayat, beberapa fans Kerispatih pun terlihat ikut mengawal jenazah usai disholatkan di Masjid Al Muhajirin, yang berada tak jauh dari rumah duka. "Tadi juga ada fans Kerispatih yang ikut konvoi ke pemakaman," imbuhnya.
Tak hanya dukungan moral, sebagai teman, Kerispatih pun memberikan masa tenang kepada Badai karena kepergian untuk selamanya sang mertua. "Beberapa even sempat di-cancel. Kami harus mengerti dengan kondisi ini, dan untungnya pihak yang bikin acara juga masih bisa menerima dan mengerti," tukas Fandy. (kpl/ato/dew)

"Kami sangat sedih, berduka cita mendalam. Gak nyangka ada keluarga kita juga disitu," ucap Fandy, vokalis Kerispatih saat ditemui di rumah duka mendiang Capt. H Herman Suladji S.E, Jl. Pondok Kopi 1 Blok A7 no.8, Jakarta Timur (23/5).
Para personil Kerispatih pun begitu kaget saat mendengar kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi SJ 100 di Gunung Salak pada hari Rabu 9 Mei 2012 lalu.
"Kita waktu itu ada event juga, ama Badai. Pas pulang, Badai pasang status, 'Papa bakal selamat'. Ternyata beliau adalah salah satu korban pesawat Sukhoi. Kaget aja," lanjut Fandy yang ikut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Meski tidak begitu mengenal dekat, namun sosok Capt. H Herman Suladji S.E bagi para personil Kerispatih adalah sosok pendiam yang sangat baik. "Nggak kenal deket. Paling kalau ketemu salaman. Orangnya pendiam. Namun kami tahu sosok baik beliau dari cerita Eci (sapaan istri Badai)," cetus Fandy lagi.
"Yang pasti, ini udah diatur ama Yang Di Atas. Semoga lebih sabar dan tawakal bagi yang ditinggalkan," pungkasnya. (kpl/ato/rea)

Menurut Badai, dirinya dan keluarga ingin pihak-pihak kepolisian secepatnya mengidentifikasi korban Sukhoi. Namun dia tidak bisa memaksa karena yang menjadi korban bukan hanya keluarganya saja.
MENYINGKAP MISTERI KABUT TEBAL DI GUNUNG SALAK
"Saya ke sini ingin mengetahui identifikasi seperti apa. Ya memang untuk mengetahui hasil identifikasi korban itu minimal 2 minggu. Cuma terlalu lama banget ya. Tapi kalau aku mau maksain juga gak enak. Karena korbannya kan bukan dari keluarga kita doang. Banyak korban yang harus ditangani. Saya dan keluarga udah pasrah deh. Tapi yang jelas saya berharap mertua masih bisa survive. Paling tidak bisa bertahan dari pengalaman dia di dunia penerbangan dan militer juga." Terang Badai saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (12/5).
Untuk mempermudah pihak kepolisian mengidentifikasi korban, Badai dan keluarga telah menyerahkan data-data yang diperlukan untuk keperluan pemeriksaan DNA.
"Yang jelas kami sudah memberikan data struktur gigi untuk kebutuhan DNA. Tapi tetap keyakinan kita ini bukan fatamorgana. Mudahan-mudahan di situ tidak ada ayah kita. Mungkin gue setiap hari ke sini untuk update data," ujar Badai. (kpl/buj/abs)

"Gue dapat kabar ada 10 orang yang ditemukan, cuma selamat atau tidaknya, gue nggak tau. Tapi kalau dilihat dari reruntuhan pesawat secara visual itu hancur. Ini udah hari ketiga, walaupun kemungkinan tipis tapi gue masih berharap," kata Badai mencoba optimis.
MENYINGKAP MISTERI KABUT TEBAL DI GUNUNG SALAK
Badai memang harus kuat, karena keluarganya diakuinya drop dengan musibah ini. Di Twitter, Badai sempat menulis ia sudah tidak takut lagi. Baginya, keberaniannya itu diinspirasi dari ayah mertuanya tersebut.
"Air mata gue udah nggak ngalir. Gue pikir gue laki-laki, nggak boleh sedih, nggak boleh cengeng," tegas Badai.
"Bokap gue itu cuek, rock n roll. Jungle survival juga. Satu-satunya yang bisa bikin semangat berjuang sekarang untuk dia. Gue harusnya lebih tegar menghadapi ini," ujar keyboardist tersebut.
Badai pun berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya. Bukan hanya keluarga dan teman-teman, tetapi juga Presiden SBY yang mengunjungi keluarga korban, serta follower-nya di Twitter.
"Terima kasih buat semua follower gue, teman-teman musisi, teman-teman kuliah. Gue berterimakasih buat Pak SBY. Memang support atau keprihatinan tidak cukup memberikan yang terbaik, tapi bagi gue itu sangat berarti. Kami perlu banget, mengurangi beban," pungkas Badai. (kpl/hen/rea)

Sebut saja, Kotak, d Masiv, Kerispatih, Dewa, Gun N Roses, Nidji, J-Rocks, Padi dan Coldplay. Karya grup grup band tersebut pun dilantunkan Belinda (Terbang), Sandy (Apa Salahku), Ivan (Cinta Putih), Regina (Cemburu), Rosa (Risalah Hati), Yoda (Sweet Child O'Mine), Sean (Merindukanmu), Febri (Disco Lazy Time), Dera (Ceria), Rio (Kasih Tak Sampai) dan Dion (Viva La Vida).
Dari studio 8 RCTI, Jumat (20/4), para kontestan pun mengeluarkan semua skill tarik suara diiringi gaya masing-masing. Tetapi polling sms penonton di akhir acara yang menentukan siapa yang melanjutkan ke babak selanjutnya.
Belinda akhirnya tersingkir. Air mata kontestan asal Jakarta ini pun jatuh. Namun dia berusaha tegar lantaran usahanya masuk ke babak spektakuler show kedua ini telah menyisihkan sekira 150 ribu peserta. Selain itu, penampilan kesebelas kontestan, kemeriahan babak Spektakuler Show 2 Indonesian Idol pula dihibur TRIAD dan Wali. (kpl/dis/faj)

"Gue declare kalau ini karya gue. Saat ini, saat gue punya album, gue bisa declare ke semua orang kalau ini karya gue sendiri. Lebih nyaman solo," tegas Sammy di peluncuran album Aku Kembali di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/4).
Sammy pun menegaskan keseriusannya dalam bermusik dengan terus menampilkan karya yang terbaik. Tiga lagu dari total 12 lagu di album ini merupakan karyanya. Tiga lagu tersebut adalah Aku Kembali, Sudahi Semua Ini dan Jaga Hatiku. Sementara lagu lainnya yakni Sedang Apa dan Di mana, Kesedihanku, Tak Bisa Mencintaimu, Rela Kehilangan, Takkan Berhenti, Dia, Bunda, Jangan Takut dan Kaulah Segalanya.
Lewat album Aku Kembali, kekecewaan Sammy dikeluarkan dari Kerispatih terasa telah terbayarkan. "Kecewa itu sudah terbayarkan dengan teman-teman semua ada di sini. Jadi dengan mengungkit itu semua adalah kayak luapan kebahagiaan gue," ungkapnya.
Lewat album ini, Sammy berharap karyanya akan bisa diterima oleh masyarakat luas. Karyanya ini bukan sekedar pembuktian kesuksesan, akan tetapi bukti bahwa Sammy masih bisa bangkit, dan dirinya sudah tidak peduli lagi dengan band terdahulunya (Kerispatih).
"Sebenarnya sih nggak mau membuktikan. Waktu saya ditinggalin ada teman-teman yang dukung. Karena mereka saya bisa bangkit, nunjukin ke mereka. Kalau ke yang dulu (Kerispatih) saya sudah nggak peduli," terangnya. (kpl/dis/dar)

