

"Kalau dulu kan prioritas utama make money dari sini, kalau sekarang lebih kangen aja sama lokasi syuting," ujarnya saat ditemui XXI Playa Senayan, Minggu (03/04). Meski begitu, bukan berarti ia mau menerima semua peran yang ditawarkan kepadanya.
"Asal jangan action aku ga mau, capek... Gedebag-gedebug. Aku lebih seneng main di komedi, di lokasi syuting ga stres," tuturnya. Satu yang nampak berubah darinya tentu saja penampilannya yang kini tak terlampau seksi seperti dulu.
"Dulu lebih berani, kalo sekarang wajar-wajar aja kok. Paling yang mencolok kayak colornya (permainan warna). Aku lebih seneng film-film dulu," ujarnya. Bagi Kiki, tak masalah memakai baju-baju seksi, yang terpenting adalah tahu batasnya.
"Ga masalah, asal yang penting ada batasannya gini. Sesuai dengan lokasinya kalau di kolam renang," pungkasnya seraya bercanda. (kpl/gum/dka)

"Kocak, ini film kayak Warkop," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di XXI Senayan City, Senin (02/04). Dalam film komedi terbarunya tersebut, Kiki berperan sebagai ibu kos. Dalam film tersebut, Kiki bermain bersama TeamLo
Sedari dulu, wanita berdarah Sunda dan Pakistan ini memang suka bermain dalam film komedi. Semasa muda dulu wajah Kiki banyak menghiasi layar lebar bersama dengan trio Dono, Kasino, dan Indro. Namun seiring dengan bertambahnya usia, ia pun mengurangi intensitasnya bermain dalam film sejenis.
"Seiring bertambahnya usia, aku gak mungkin ngedampingi anak-anak kuliahan ini, kalo dulu Kiki Fatmala ngedampingi Warkop, jadi pacarnya Warkop, karena di sini aku main karakter ibu kosnya yang galak, judes, selalu minta uang kostnya duluan," pungkas bintang film yang juga pernah bermain sebagai sosok antagonis dalam sebuah film horor ini. (kpl/gum/dka)

"Aku masih mau kok, badan masih oke juga. Nggak kalah sama Julia Perez meskipun usia sudah 40 tahun, nggak masalah," ujar Kiki saat ditemui di syukuran film ENAK SAMA ENAK di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (24/02).
Diakui oleh Kiki jika dirinya memang tetap percaya diri. Meskipun banyak bintang-bintang muda yang bermunculan. Menurutnya sejak dulu Kiki selalu menerima peran apa saja.
"Kalau percaya diri kan pasti ada. Cuman kan sekarang kan ada masanya kasih ke yang muda sajalah. Kalau aku dari dulu terima peran apa saja. Kalau sekarang melihat yang masih muda-muda saja, ya mending dikasih ke mereka sajalah," ujarnya.
Demikian Kiki menganggap apa yang dilakukannya adalah sebagai mengisi aktifitas di tengah kesibukan. "Kalau sekarang syuting kan emang ngisi waktu di tengah kesibukan di dunia entertainment. Nggak apa-apa lah," pungkasnya. (kpl/adt/sjw)

"Saya curiga dia makelar yang sering jual-jual mebel, dan pernah ke sini, karena logat suaranya yang sama seperti dia," ungkap Farida yang sebelumnya tinggal di daerah Tangerang Selatan, Jakarta itu.
Farida menduga, para perampok itu mengenal dirinya, karena salah satu perampok saat beraksi sempat berinteraksi dengan Seprida (adik Kiki Fatmala) dan mengetahui Farida baru ke luar rumah sakit, karena menjalani operasi di rumah sakit Bintaro akibat penyempitan syaraf.
"Saat disekap, anak saya minta mereka tidak melukai dan mengikat saya, namun salah satu perampok sempat mengatakan, ia tahu ibu kamu habis operasi," kata dia, Rabu (04/05/2011) menirukan ucapan perampok.
Farida, korban yang merupakan pemilik toko mebel, dirampok di rumah yang juga difungsikan sebagai toko, di Jl. Antasari No 162 Bandarlampung. Pelaku mengambil emas seberat 350 gram.
"Kejadiannya begitu cepat, mereka masuk ke toko dengan merusak 'rolling door' menggunakan linggis, dan naik ke lantai dua ruko," katanya.
Aksi perampok yang mengenakan topeng dan bersenjata golok itu menyekap dirinya dan sang anak, Seprida (18), yang baru menunggu toko meubel 'Seprida Art' itu selama dua bulan.
"Mereka menodongkan golok ke anak saya. Menyekap mulut, menutup mata dan mengikat kaki dan tangan Seprida. Setelah itu, mereka mengambil empat keping emas batangan yang ada di dalam tas," kata dia.
Perampok itu tidak hanya mengambil logam mulia senilai Rp145 juta yang baru dibelinya tersebut, namun juga kalung, gelang kaki seberat 17 gram, beserta kalung 5 gram yang dipakai Seprida. Selain juga mengambil dua telepon genggam, dan satu kunci mobil Honda City beserta STNK. (antara/dar)

"Sejak ribut kita memang jarang komunikasi. Dia nggak bilang-bilang pindah rumah ke Lampung, jadi semuanya nggak tahu. Aku baru tahu dia kerampokan baru tahu tadi pagi. Harusnya yang namanya orang tua harusnya ngasih tahu kalau pindah ke mana, bukan malah orang lain," ujar Kiki saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (5/5).
Kiki pun mengelak jika dirinya memang sengaja mencari masalah dengan sang ibu. Dirinya pun berupaya untuk mencoba menjalin komunikasi dengan sang ibu.
"Aku sebenarnya nggak pernah ribut sama orang tua dan mau cari masalah sama dia. Dia tetap orang tua aku. Aku mau dekat, tapi kalau maminya nggak mau dekat sama aku, kan susah juga. Aku sudah capek dan nggak mau ngomongin itu lagi deh. Biar anak juga jangan disalahin, nanti salah ngomong lagi," ujarnya.
Lalu, adakah upaya yang dilakukannya untuk menjalin silaturahmi dengan sang ibu?
"Aku sudah ngomongin sama adik aku juga untuk lihat kondisinya. Karena anaknya kan bukan cuma aku saja. Ini karena aku public figure saja, jadi kesannya aku yang disalahin terus. Padahal anaknya cuma bukan aku saja, jadi dia saja yang ke sana," pungkasnya. (kpl/adt/bun)

"Iya benar memang. Tapi aku memang nggak tahu langsung dari Mama. Kaget juga sih. Pas baca koran dan tahu malah dari wartawan. Aku tanya keluarga aku yang lain juga pada nggak tahu. Aku baru tahu tadi pagi pas wartawan banyak yang tanya ke aku. Kalau tidak ada yang tanya ya aku nggak akan tahu kejadian Mami kerampokan itu," ujar Kiki saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (5/5).
Kejadian kerampokannya sendiri terjadi di rumah sang bunda di daerah Lampung. Padahal, setahu Kiki, sang Ibu yang memang sudah lost contact dengan dirinya itu tinggal di kawasan Pamulang, Tanggerang Selatan.
"Yang aku tahu dia tinggal di Pamulang, tapi ternyata dia pindah ke Lampung tanpa bilang-bilang. Apalagi sampai kerampokan seperti itu dia nggak ngabarin ke aku. Karena aku nggak tahu Mami aku pindah," ujarnya.
Dengan kejadian yang dialami sang ibu, kontan saja membuat mantan bintang film panas ini khawatir. Kini, dirinya berupaya untuk menghubungi sang ibu.
"Pastinya ikut khawatir juga. Biar bagaimanapun juga dia tetap orang tua aku juga. Aku malah bersyukur dikasih tahu wartawan," pungkasnya. (kpl/adt/faj)

Namun Kiki yang selama ini kurang akur dengan sang mama, baru mengetahui setelah membaca koran, kalau rumah di Jl. Antasari, Lampung itu menjadi sasaran perampokan. Dia baru sadar setelah banyak wartawan melakukan konfirmasi kepadanya.
"Banyak wartawan yang menghubungi aku tadi pagi. Kalau tidak aku tanya, ya aku nggak tahu kalau mami kerampokan," ungkap Kiki Fatmala sebagaimana dilansir Detikhot.com, Kamis (5/5/2011).
Sang mama menurut Kiki pindah ke Lampung tanpa kemunikasi dengan anak-anaknya, akibatnya semua anak dan kerabatnya yang ada di Jakarta tidak tahu kalau ibunya tertimpa musibah.
"Dia nggak bilang-bilang pindah rumah ke Lampung. Jadi semuanya nggak tahu. Harusnya yang namanya orang tua memberi tahu kalau pindah ke mana. Bukan malah orang lain yang diberitahu," tambahnya lagi dengan nada jengkel.
Emas batangan sekitar 350 gram milik Farida digondol perampok berikut gelang kaki 17 gram dan kalung yang dipakai anaknya. Seprida juga ikut dirampas perampok. Dua ponsel berikut kunci mobil Honda City beserta STNK ikut lenyap dari rumah yang juga difungsikan sebagai toko itu. (kpl/dar)

