

CINTA DI SAKU CELANA diadaptasi dari cerpen berjudul Cinta Di Saku Belakang Celana yang terangkum dalam sebuah kumpulan cerpen bertajuk I Didn't Loose My Heart, I Sold It On Ebay! karya Fajar Nugros.
Film yang disutardarai oleh Fajar Nugros tersebut ditulis naskahnya oleh Ben Sihombing. Nama Ben sebelumnya dikenal saat menulis skenario untuk film PENGEJAR ANGIN.
CINTA DI SAKU CELANA dibintangi oleh banyak aktor aktris ternama seperti Lukman Sardi, Ramon Jusuf Tungka, Donny Alamsyah, Endhita, Luna Maya dan Agus Kuncoro.
Film produksi Starvision ini berkisah tentang perjalanan seorang pria yang mengharapkan datangnya sebuah cinta sederhana dalam hidupnya. Sayangnya, cinta berjalan tak sesederhana itu.
(kpl/abs)

Semula dari video yang tidak tampak jelas wajah pelaku prianya itu, muncul dugaan nama Aria Bima, anggota fraksi PDIP yang juga Wakil Ketua Komisi VI. Namun kemudian dibantah oleh yang bersangkutan, bahkan melaporkan kasus itu ke polisi. Aria Bima yang merasa terganggu menyebut nama inisial EGM, yang belakangan diketahui Elya Geeraldy Muskitta, Sekjen Parade Nusantara sebagai pelakunya.
Sementara terkait keaslian video itu, pakar telematika Roy Suryo menyebut kalau video itu tidak ada rekayasa atau editing apa pun terhadap sosok perempuan dalam video tersebut. Menurut pria yang juga anggota DPR Fraksi Demokrat itu, 'sulit dibantah' kalau perempuan itu memang yang disebut-sebut selama ini, yang dikenal sebagai seorang dokter dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu.
Hal senada juga disampaikan oleh pakar telematika Wahyoe Widayat yang menyebut kalau ada wilayah hitam dari potongan video itu yang sepertinya sengaja untuk mengaburkan wajah pelaku prianya. Sehingga tidak menutup kemungkinan munculnya spekulasi adanya motif tertentu yang diarahkan pada pelaku perempuannya.
Belum ada bantahan secara resmi dari Karolin tentang keaslian video tersebut, namun melalui ayahnya, Drs. Cornelis, MH, yang juga Gubernur Kalimantan Barat, menyebut kalau video itu palsu. Dia menyebut adanya motif tertentu di balik penyebaran video porno tersebut.
Setidaknya ada tiga pihak yang telah mengeluarkan pernyataan akan mengambil langkah terkait kasus ini, yakni Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP, Badan Kehormatan (BK) DPR dan Kepolisian.
DPP PDIP mengaku telah mengambil tindakan, dengan membentuk Tim yang dipimpin langsung oleh Puan Maharani, Putri Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Namun hasil dari tim tersebut terbatas hanya menjadi konsumsi partai, dan hingga kini belum pernah muncul pernyataan resminya.
Sementara Badan Kehormatan (BK) DPR berjanji akan memanggil Karolin untuk dimintai keterangan. M. Prakosa, selaku Ketua BK, merasa perlu untuk segera mengambil tindakan karena polemik tentang pelaku video tersebut menyeret nama DPR sebagai sebuah institusi, dan semakin santer.
Pihak Kepolisian juga berjanji akan menindak tegas pelaku penyebaran video porno, dalam hal ini kilikitik.net, yang diduga sebagai sumber pertama kali video itu disebarkan. Polisi kini mulai mengumpulkan bahan untuk diteliti, lebih lanjut termasuk mengetahui pelaku lain yang kemungkinan terlibat.
Banyak kalangan menyesalkan kejadian semacam ini kembali terulang, apalagi kali ini terjadi di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), lembaga tinggi negara yang sangat terhormat. Bahkan kalau kembali pada kasus Ariel beberapa tahun lalu, DPR lah saat itu yang mendorong kuat agar kasus vokalis Peterpan itu dituntaskan.
Meski ada tiga pihak yang siap turun tangan, kasus ini pun masih seperti bola panas yang belum tahu di mana akan berujung. Masyarakat menunggu tindakan tegas PDIP, tempat Karolin bernaung. Begitupun dengan BK DPR, yang memiliki wewenang memberikan sanksi kepada para anggota DPR yang dianggap bersalah.
Tentu yang paling ditunggu adalah tindakan dari penegak hukum, yang diawali dari Kepolisian. Korps baju cokelat itu ditantang membongkar secara mendalam kasus ini, hingga tuntas, termasuk menemukan motif-motif penyebarannya.
Memang masih terbuka untuk menetapkan pelaku video porno itu sebagai tersangka pelaku tindak pornografi atau juga penyebarannya, sebagaimana pernah dialami oleh Ariel saat itu, tergantung dari hasil pemeriksaan. Namun bisa jadi polisi juga hanya mengejar pelaku penyebarannya, tanpa menyentuh pelaku kejahatan moralnya. Kita tunggu saja! (kpl/dar)

Luna Maya pun angkat bicara soal geng motor ini. "Ini tugas pemerintah, walikota, semua yang bertanggung jawab, polisi yang mengupayakan keamanan. Selain itu juga masyarakatnya harus lebih waspada," ujarnya.
Menurut Luna, apa yang mereka lakukan itu tidak membuktikan apapun. "Mereka terlihat bodoh. Mencelakakan orang lain, juga mencelakakan diri sendiri. Yang dirugikan tidak hanya diri sendiri," ungkapnya saat dijumpai di bilangan Menteng beberapa waktu lalu.
Hanya karena ingin dipandang dan gaya, yang ikut sedih orang tua mereka juga. "Yang ikut sedih orang tuanya, yang mendidik mereka, keluarga yang tewas. Tetapi ini susah juga, dari sekolah harus mengedukasi juga," papar Luna.
Tak hanya dari orang tua dan sekolah saja yang seharusnya berperan. "Peran pemerintah sangat besar. Harusnya patroli di daerah rawan. Bagaimana supaya membuat jadi nyaman," pungkasnya. (kpl/uji/dew)

"Pasti banyak karena kita berharap berjalan lancar dan butuh kerja keras yang lebih-lebih sampe gak tidur, harus datang lebih pagi dari pemainnya dan cek semua harus perfect, lihat angle, set, dari akting si aktor," ujar Luna saat ditemui di kawasan Pangeran Jayakarta, Minggu (22/4).
Meski banyak pekerjaan melelahkan yang harus dilakukannya, Luna merasa bahwa pekerjaannya tersebut sangat menyenangkan. Terlebih saat namanya tampil di layar lebar ketika film diputar. "Pada saat tampil di layar bioskop kan nama kita yang dilihat," ujarnya senang.
Satu hal yang Luna tekankan dalam penggarapan film barunya ini adalah kesempurnaan hasil. "Di sini harus perfect banget jadi cukup melelahkan itu saat kita mengulang-ulang adegan untuk dapat yang perfect," ucapnya lagi.
Meski di film yang bergenre family drama ini Luna ingin tampil perfect, Luna mengaku tidak banyak melakukan persiapan. "Gak terlalu yang gimana persiapannya, lebih kepada mengalir aja, dan fokus pada saat syutingnya aja," tandasnya. Jadi penasaran nih, seperti apa nantinya hasil penggarapan seorang Luna Maya. (kpl/gum/dka)

"Pengen jadi makelar tanah. Gak, bercanda. Saat ini belum tahu dan bisa bikin apalagi, biasanya spontanitas sama seperti nge-direct film ini. Aku masih baru di sini dan belajar. Jadi ngalir aja, dan lihat saja nanti," ujarnya di kawasan Pangeran Kayakarta, Jakarta, Minggu (22/4).
Ada kenikmatan tersendiri yang diakui oleh Luna saat menjadi seorang sutradara. "Rasanya ada bangganya juga bisa juga bikin. Dan yang bisanya cuma main, dan sekarang kita yang buat," terangnya.
Film PINTU HARMONIKA yang digarap oleh tiga orang sutradara yaitu Luna Maya, Sigi Wimala dan Ilya Sigma ini, bercerita tentang drama keluarga. Film tersebut digarap secara bergantian oleh ketiganya.
"Ya, hari ini kebetulan saya full. Dan lokasinya kan berderet. Untuk menghemat waktu ya dibagi. Dan kebetulan, untuk tiga hari ke depan full saya yang direct," terang Luna.
Ia mengaku tidak mengalami hambatan saat di lokasi syuting. "Ya kebetulan sudah lama dan saling kenal di film sebelumnya. Jadi sudah kenal lah sama krunya. Gak ada yang susah ya," tandasnya. (kpl/gum/dew)

"Sibuk lagi bikin film PINTU HARMONIKA. Tentang anak-anak, tentang remaja juga. Basic-nya family drama," ujar Luna disela waktu istirahat syuting di kawasan Pangeran Jayakarta Kota, Jakarta Barat, Minggu (22/4).
Ketertarikan Luna Maya untuk membuat sebuah film dirasa sudah cukup lama. Namun, menurut pemain film ALEXANDRIA ini, waktu yang tepat adalah sekarang. "Sudah lama, cuma kesempatannya baru ada. Timming itu gak pernah salah jadi ini pas banget dari aku, Sigi dan Ilya Sigma," terangnya sambil tersenyum.
Dalam membuat sebuah film, Luna mengaku tidak ada inspirasi dari siapa-siapa. Tapi, ketertarikannya muncul saat Luna menggarap sebuah film pendek pada 2010 lalu. "Gak ada dari siapa-siapa cuma 2009 dapat kesempatan LA Light Indie Movie bikin film dari situ, buta banget gak ngerti cuma pengalaman syuting jadi aktor," tuturnya.
Ia pun akhirnya ketagihan untuk meneruskan bakat terpendamnya itu. "Aku pikir, dari situ aja dan beranikan diri aja, dan ternyata bikin nagih. Jadi aku pikir boleh lah dicoba lagi," tegasnya. (kpl/gum/dew)

"Kalau dua-duanya dibikin bagus pasti berhasil, kalau suatu aktor yang berhasil itu karena peran sutradara. Film yang bagus kalau filmnya dapat dinikmati, itu karena peran aktornya," paparnya saat ditemui di syukuran film yang disutradarainya, PINTU HARMONIKA di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakpus, beberapa waktu lalu.
Luna termasuk berani dengan terjun menjadi sutradara tanpa sebelumnya belajar secara formal mengenai teknik-tekniknya. Ia mengaku belajar secara otodidak dengan banyak nonton film, melihat proses syuting, dan juga bertukar ilmu dengan orang-orang di belakang layar.
"Aku lebih banyak gaul orang di belakang layar dan banyak mendapat input dari mereka. Awalnya gak mengerti akhirnya learning by doing. Fondasi aku otodidak, aku lewat feel aja, kalau menurut aku bagus itu sudah cukup," ujar Luna
Aktris yang bermain dalam HI5TERIA ini berharap semangatnya dalam membuat film terus terjaga sehingga nantinya ia bakal terus membuat film. "Gue gak mau santai habis bikin film, selalu ada kerinduan memang udah pekerjaannya seperti ini jadi pengen kembali lagi," pungkasnya. Besar harapan Luna untuk terus menyutradarai film yang nantinya bisa turut mengubah wajah perfilman Indonesia. Seperti yang kita tahu kini perfilman kita masih didominasi film berbau seks. (kpl/uji/dka)

