PERSONAL
Manohara Odelia Pinot adalah model belia kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992. Lahir dari seorang ibu keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina dan ayah berkebangsaan Perancis, Reiner Pinot Noack, tak heran jika Manohara, nama panggilannya, mewarisi wajah dan bentuk tubuh yang rupawan.

Sayangnya kehidupan model yang menyukai belajar bahasa dan seni ini tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Manohara harus menikah muda dengan seorang pangeran dari Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry di usianya yang masih 16 tahun.

Hal ini bermula dari pertemuan Manohara dengan Tengku Fakhry di bulan Desember 2006. Mereka dipertemukan dalam acara jamuan makan malam. Dari situlah, sang pangeran jatuh hati. Meski terpaut selisih usia, namun akhirnya kedua insan ini berpacaran dengan seijin ibunda Manohara, Daisy.

Tak lama setelah itu, Tengku Fakhry menyatakan keinginannya untuk memperistri mantan kekasih Ardie Bakri ini. Pada 17 Agustus 2008, Manohara beserta keluarga berangkat ke Malaysia atas undangan keluarga Tengku Fakhry.

Meski terkesan terlalu cepat dan sempat tidak menyetujui, namun akhirnya pasangan ini menikah pada 26 Agustus 2008. Ternyata pernikahan ini tak seindah bayangan sang Bunda, Daisy. Manohara ternyata tak bahagia dan kabur ke Jakarta melalui Singapura pada akhir 2008.

Mengetahui sang istri kabur, Tengku Fakhri berusaha membujuk sang istri untuk kembali pulang. Tak tanggung-tanggung, sang pangeran menghadiahi Manohara dengan sebuah mobil di hari ulang tahun Manohara pada 25 Februari 2009.

Tak hanya membujuk sang istri, Tengku Fakhry berusaha mengambil hati keluarga Manohara pula. Sang pangeran mengajak Manohara beserta keluarga untuk umroh di akhir Februari 2009. Di sinilah mulai terjadi peristiwa yang membuat sang bunda kalang kabut. Saat pulang, keluarga Manohara ditinggal begitu saja, sedang Manohara dan sang suami sudah dinaikkan ke pesawat.

Sekembalinya ke tanah air, pada pertengahan Maret 2009, Daisy melaporkan kejadian ini kepada Raja Kelantan, Malaysia namun tidak ada respon hingga saat ini. Bahkan Daisy mendapatkan pencekalan di Malaysia.

Baca juga:


Setelah menempuh berbagai jalan guna mengetahu kondisi Manohara, akhirnya pada Mei 2009, Daisy dapat berkomunikasi dengan Manohara meski hanya lewat telepon. Hal ini dapat terlaksana dengan bantuan dari Dato Khadar Syah, wakil resmi dari Kerajaan Kelantan.

Akhirnya pada 31 Mei 2009, Manohara dapat melarikan diri dari 'kungkungan' suaminya. Saat itu iatengah menjenguk keluarga Kelantan di Singapura. Berkat kerjasama antara kedutaan Singapura, Kedutaan Amerika Serikat serta juga pihak Indonesia, akhirnya pada Minggu (31/5) pagi Manohara dapat pulang ke Indonesia.

Setelah kepulangannya ke Indonesia, Mano mulai menata kembali hidupnya. Ia mulai menata karirnya di dunia entertainment. Namun tak lupa ia juga tetap memproses kasusnya. Setelah pengacara OC Kaligis mengundurkan diri, maka Mano langsung menggaet 7 pengacara kenamaan, di antaranya Hotman Paris Hutamea dan Farhat Abbas.

Sementara kasusnya tengah diperiksa yang berwajib, Mano mulai meniti karirnya sebagai bintang sinetron. Ia mendapat kontrak eksklusif dari rumah produksi SinemArt untuk membintangi sinteron yang menceritakan kisah hidupnya. Ia juga merambah bidang lain, yakni model video klip.

Terkait kasusnya, Mano sempat terancam dideportasi namun pengacaranya, Hotman menegaskan hal itu tidak bisa dilakukan. Pada pertengahan Juni 2009, Mano mulai menunjuk pengacara di Malaysia, Muhammed Zaini Mazlan untuk mengurus kasusnya di Malaysia.

Tak hanya melawan Tengku Fakhry di pengadilan Mano kini mendapat tekanan dan perlawanan dari mantan orang kepercayaan sang bunda, Rudiansyah Fachry. Di pertengahan November 2009, Rudi membeberkan fakta-fakta yang dianggapnya sebagai kebohongan publik yang dilakukan oleh Daisy.

Awal November, secara mengejutkan kasus Manohara yang tengah disidangkan di pengadilan Malaysia membuahkan kekalahan padanya. Menurut Pengadilan Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur, ia dan ibunya terbukti melakukan fitnah dan harus membayar ganti rugi sebesar RM105 juta atau sekitar Rp291 miliar. Namun, menghadapi tuntutan ini, Mano tidak ciut nyalinya. Baginya keputusan itu hanya sepihak.

KARIR
Namanya mulai melambung saat masuk ke dalam daftar 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper's Bazaar. Di usia yang masih belia ia sudah memiliki cita-cita mulia, yakni mempunyai sebuah yayasan sosial, guna membantu sesamanya yang kurang mampu.

Show More ▼



Show More ▼