Blog MAUDY KOESNAEDI


Maudy Koesnaedi Boyong Opor ke Belanda

Senin, 22 Agustus 2011 10:27 | 

Maudy Koesnaedi

 | Tag: Ramadhan 2011

Kapanlagi.com - Artis Maudy Koesnaedi berencana merayakan lebaran di negeri suaminya, Belanda. Dia bersama sang suami, Erick Meijer dan anaknya Eddy Malik Meijer, akan berangkat ke negeri Kincir Angin tersebut menjelang Lebaran hingga hingga waktu yang belum ditentukan kapan pulangnya.

"Tahun ini saya mudiknya ke kampung suami ke Belanda. Gantian saja kan yang di Belanda juga lebaran," tegas Maudy Koesnaedi di premier film 5ELANG di XXI Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2011).

Seperti keluarga lain, Maudy biasanya selalu menyediakan kue dan masakan-masakan khas lebaran untuk keluarganya di rumah. Ketupat sayur, lontong, opor ayam, rendang, sambel goreng ati, keripik kentang biasanya adalah menu yang selalu ada saat berkumpul.

Serasa ada yang kurang kalau tidak ada menu tersebut di meja makan, saat lebaran tiba. Karenanya dia mengusahakan tetap menyediakan masakan khas tersebut, saat berada di Belanda. Bahkan jika tidak memungkinkan, berencana membawa langsung dari Indonesia.

Apa tidak kesulitan mbak bawanya? "Kalau packingnya sudah bener sih nggak yah," pungkasnya.   (kpl/hen/dar)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |


Maudy Koesnaedi: Anak Muda Zaman Sekarang Instant

Kamis, 21 Juli 2011 03:05 | 

Maudy Koesnaedi


Kapanlagi.com - Pernah menjadi None Jakarta pada tahun 1993, membuat Maudy Koesnaedi teringat kembali atas perjuangannya dulu mengikuti ajang pemilihan duta wisata bagi provinsi DKI Jakarta tersebut.

"Kalo dulu saya memang melakukan segala-segalanya sendiri. Bawa baju sendiri, make up sendiri, gak ada yang nganterin, gak ada EO. Dulu itu struggle for life-nya, motivasi ikut ajang ini tinggi banget. Kalo gak begitu capek, duitnya juga gak seberapa. Kalo sekarang kan, udah ada EO, ada make up artist, sponsor, udah teroganisir," beber Maudy panjang lebar.

Maudy juga menambahkan bahwa model kegiatan sosial serupa Abnon pada masa sekarang sudah semakin matang. Standart kualitasnya juga mengalami peningkatan.

"Kalo saya ikutan lagi di ajang ini sekarang, saya gak bakalan menang. Bahasa Inggris mereka sangat bagus, sekarang kan udah Bahasa Inggris udah jadi standart. Kalo angkatan saya dulu harus les dulu. Makanya yang menang-menang dulu anak-anak yang orangtuanya kerja di Deplu," tambah istri dari Eric Meijer ini.

Pemeran Zaenab dalam SI DOEL ANAK SEKOLAHAN ini saat ditemui di Hotel Twins Plaza, Jakarta Barat, saat preskon ajang Abnon 2011, Rabu (20/7) juga memiliki pendapatnya sendiri mengenai generasi penerusnya dalam Abang None 2011 ini.

"Kadang ketika saya jadi juri lihat mereka, anak-anak ini manja-manja sekali ya. Struggle for Life-nya kurang. Tapi emang kondisi anak muda jaman sekarang selalu instant, jadi bukan salah mereka. Makanya kalo anak-anak ini dikasih workshop, konsep, mereka akan memiliki kesadaran yang luar biasa. Saya berharap mereka bisa menggantikan kami ini," tutupnya.   (kpl/hen/aia)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |


Perubahan Persyaratan Dalam Abang None Jakarta 2011

Rabu, 20 Juli 2011 21:45 | 

Maudy Koesnaedi


Kapanlagi.com - Ketika ditemui di acara preskon ajang Abang None (Abnon) 2011 di hotel Twins Plaza, Jakarta Barat, Rabu (20/7), Maudy Koesnaedi mengungkapkan perasannya mengenai ajang yang akan melangsungkan malam puncaknya di JCC, Senayan, Jumat (29/7) tersebut.

"Kalo saya dulu kan angkatan 93, dari angkatan 90-an lumayan banyak orang yang jadi publik figur saat ini. Untuk menjadi Abnon itu banyak sekali persyaratannya, harus tau budaya betawi. Dan kebudayaan itu harus diangkat, kita butuh anak-anak muda seperti mereka," beber None Jakarta 1993 ini.

Maudy juga menambahkan perihal perbedaan yang terjadi dalam ajang Abnon tahun ini. Mengingat semakin banyaknya acara serupa yang berlangsung saat ini.

"Kemarin kita sempat membahas umur. Sebelumnya batasannya 18-23 tahun. Tapi kita melihat Abnon sekarang dalam rentang usia itu tidak sematang di masa saya. Kelihatan banget bedanya yang manja. Belum mateng jadi belum siap. Jadi kita pertimbangkan usianya mundur jadi 25 tahun. Usia segitu kita nilai udah bisa bersosialisasi, bisa berkomunikasi dengan pejabat dan tamu dari luar negeri," ungkap pemeran Zaenab dalam SI DOEL ANAK SEKOLAHAN ini.

Dirinya juga mengaku bahwa ada tambahan persyaratan untuk menjadi Abnon tahun 2011 yakni ada lebih banyak workshop tabble manner, dan up greading.

"Makanya saya bilang sama mereka. Ini bukan bicara menang atau kalah. Tapi pengalaman dan kesempatan yang kalian dapat. Dan bagaimana memanfaatkan kesempatan dan pengalaman itu," tutupnya. (kpl/hen/aia)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |


'SANGKALA 9/10', Cinta di Balik Pembantaian Etnis China

Senin, 09 Mei 2011 11:31 | 

Maudy Koesnaedi


Kapanlagi.com - VOC yang menguasai Batavia pada tahun 1740 merasa terancam dengan keberadaan etnis China yang menguasai perdagangan di Batavia. Apalagi jumlah pendatang dari negeri Tiongkok itu semakin banyak dan tak terkontrol. Pendatang dari China mulai maju di sektor ekonomi lewat perdagangan beras, bahan makanan, dan obat-obatan. VOC, melalui Gubernur Batavia, membuat rencana untuk membantai orang-orang China di Batavia. Dengan politik adu domba, VOC menyebarkan fitnah bahwa pendatang China suatu saat akan memusnahkan kaum pribumi karena keberhasilannya dalam ekonomi. VOC menghasut para pemimpin golongan pribumi dengan sekantong gulden.

Namun, kebijakan pembantaian yang dikeluarkan Gubernur Batavia itu langsung ditentang oleh Madi bin Somad, seorang guru silat keturunan Betawi asli Bidara China, bersama anaknya, Said, dan tiga murid setianya. Somad merasa etnis China yang dikenalnya tidak ada yang jahat. Tak ingin terpengaruh dengan VOC, Somad mengirim anaknya, Said untuk mengetahui kebenaran di kampung China.

Sementara itu, pihak etnis China bukan tidak memberikan perlawanan. Lili, seorang gadis keturunan Tiongkok yang ibunya seorang penjual obat tradisional, merasa kekejaman VOC harus dihentikan. Bentrokan antara Lili dan serdadu VOC akhirnya tak terelakkan lagi, hingga akhirnya Said muncul dan membela Lili. Gayung bersambut, karena kebaikan Said, ibu Lili memperbolehkan Said tinggal di kampung China.

Semenjak tinggal di benteng China, pertemuan Said dan Lili berlanjut dan tumbuh perasaan cinta. Namun, saat keadaan semakin genting Lili mengetahui tujuan Said ke kampungnya untuk memata-matai. Ia pun murka, dan meminta Said diadili.

Sementara keadaan semakin kacau. Somad yang menantang kebijakan VOC dianggap sebagai pemberontak. Maka diapun dijatuhi hukuman. Selama dalam tawanan, Said sedang diadili. Nasib Said pun tak kalah menyedihkan. Ia terancam dibunuh jika terbukti sebagai mata-mata VOC. Nasib cintanya terkatung-katung.

Penggalan cerita sandiwara musikal SANGKALA 9/10 yang diprakarsai oleh anggota Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) mencoba melukiskan penderitaan etnis China di tangan VOC. Dipentaskan 6 sampai 8 Mei 2011 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, drama musikal ini diproduseri Maudy Koesnaedi dan digarap oleh sutradara Adjie NA, serta tata panggung Sanca Bachtiar.

Menonton sandiwara ini seperti melihat lenong dalam konsep modern. Dengan setting dan musik live membuat sandiwara ini asyik ditonton. Guyonan segar khas Betawi juga tidak ditinggalkan. Harga tiket mulai Rp150.000 hingga Rp450.000 dengan durasi 2,5 jam ini adalah pertunjukan bagus dengan harga tiket termurah sepanjang pertunjukan di Teater Jakarta digelar setelah renovasi.  (kpl/uji/boo)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |


Maudy Koesnaedi: Betawi Bukan Hanya Ondel-Ondel

Sabtu, 07 Mei 2011 11:21 | 

Maudy Koesnaedi


Kapanlagi.com - Seni pertunjukan Sangkala 9/10 merupakan sebuah sandiwara lenong modern yang berakar pada budaya Betawi. Pertunjukannya yang berlangsung di Teater Jakarta, TIM, Jakarta Pusat, Jumat (06/05/2011) diprakarsai oleh Ikatan Abang None Jakarta. Pegelaran ini yang ketiga kalinya, setelah dua tahun sebelumnya mementaskan Cinta Dasima dan Si Doel.

Maudy Koesnaedi, selaku produser pertunjukkan menegaskan bahwa tujuan digelarnya acara ini adalah untuk lebih memperkenalkan keragaman budaya Betawi. Akar budaya seni pertunjukkan, dalam hal ini lenong, sudah tidak lagi familiar di masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa akar budaya lokal kami kuat. Di tengah gempuran budaya luar kami ingin orang tahu bahwa Betawi bukan cuma ondel-ondel dan kerak telor. Tapi juga punya budaya seni pertunjukan Lenong. Berangkat dari teater lenong, kita bikin sandiwara musikal," ungkap Maudy Koesnaedi dalam preview sandiwara musikal Sangkala 9/10 di Teater Jakarta, TIM, Jakarta Pusat, Jumat (06/05/2011).

Moudy yang juga mantan None Jakarta itu, bersama tim membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk pertunjukkan yang digelar selama tiga hari, yaitu 6, 7 dan 8 Mei 2011.

"Kerja keras dari 6 bulan untuk latihan. Akhirnya kami sampai pada titik ini," tegasnya.

Sutradara pertunjukan, Adjie Nur Ahmad melihat kalau pertunjukan ini memberikan tanggung jawab lebih besar daripada pertunjukan yang pernah digelar sebelumnya. Dukungan fasilitas juga menuntutnya untuk lebih memahami secara teknis.

"Resiko dan tanggung jawabnya besar. Karena gedungnya beda, dan ini jadi standarisasi nasional," tegasnya.

Sementara itu, Tina dari Departemen Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa karya yang dipertujukan itu merupakan buah dari kerja bersama. Diharapkan akan menjadi kegiatan tahunan.

"Ini adalah buah dari kerja keras menggandeng pemuda untuk melestarikan budaya. Ini bentuk generasi muda tidak melupakan akar budayanya. Tampilannya kreatif dan menarik. Semoga ini jadi agenda tahunan yang selalu dinanti-nantikan," ungkapnya.  (kpl/uji/dar)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |


Maudy Koesnaedi Produseri Drama Musikal

Senin, 18 April 2011 14:25 | 

Maudy Koesnaedi


Kapanlagi.com - Sudah lama tak melihat Maudy Koesnaedi di layar kaca, ternyata kali ini dia sedang sibuk untuk mempersiapkan drama musikal Abang None Sangkala. Di drama ini, Maudy diberi kepercayaan sebagai produser.

"Tercetus dari bang Atin, berdasarkan sejarah 9 Oktober 1790," ujar Maudy tentang ide cerita drama musikal ini. Drama ini sudah dipersiapkan sejak bulan januari lalu.

Drama musikal ini mengangkat tema komedi, heroik, drama dan tragis. Ceritanya tentang bangsa Cina yang datang ke Betawi dan berhasil menguasai perekonomian Indonesia sehingga VOC cemas dan mengadu domba Cina-Indonesia.

"Tapi karena sudah hidup ratusan tahun di Betawi, mereka sangat baik dan membaur dengan pribumi. Jadi Bangsa Cina dengan pribumi malah bergotong royong melawan VOC," cerita Maudy.  (kpl/uji/nan)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |


Maudy Koesnaedi Pikir-Pikir Dulu Bawa Anaknya

Jum'at, 01 April 2011 22:46 | 

Maudy Koesnaedi


Kapanlagi.com - Artis cantik yang populer lewat perannya dalam SI DOEL ANAK SEKOLAHAN tersebut menyatakan bahwa dia harus berpikir dua kali untuk membawa anaknya ke tempat kerja. Saat ditemui di Mal Taman Anggrek, Senin (28/03) kemarin Maudy Koesnaedi mengungkapkan bahwa dia harus mempertimbangkan situasi tempat kerjanya jika akan membawa anak.

"Saya belum membiasakan ajak anak ke acara saya kalau memang dia gak bisa nikmati. Dilihat dulu situasinya. Nggak selalu dibawa sih," ujar Maudy

"Kalau di tempat saya menjadi MC, misalnya, ada tempat bermain anak bisa saya ajak. Tapi kalau enggak ya di rumah aja," lanjutnya.

Walaupun saat ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan acara sandiwara musikal Abang None yang akan digelar bulan ini, Maudy memang tetap memilih mengasuh anaknya sendiri. Dia lebih nyaman jika pengawasan sang buah hati ditanganinya sendiri.

"Biasa asuh sendiri. Kecuali saya atau suami sama-sama keluar kota. Jadi titipin sebentar," ungkap Maudy lagi. (kpl/uji/ris)


Lihat profil: Maudy Koesnaedi
Diposting oleh: Editor |




Lihat Arsip Berita Maudy Koesnaedi

2011

MAUDY KOESNAEDI


WHAZZ UP!







Kota

Merk