
"Nama klien kami Fadlun yang harusnya awal hurufnya F tapi ditulis Jaksa Penuntut Umum P," bebernya usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, Senin (20/5).
Menurutnya, kesalahan nama yang dilakukan tersebut sangat fatal dan bisa menyebabkan kerancuan dalam dakwaan. "Itu merupakan kesalahan yang cukup fatal, karena nama saja bisa salah. Sehingga menyebabkan kerancuan dalam dakwaan tersebut," imbuhnya.
Tak hanya itu, beberapa kejadian dari rangkaian kronologis ada juga yang tidak disertakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya. Lebih lanjut ia pun memaparkan kronologis yang terjadi.
"Sebenarnya, pada saat itu klien saya mendapatkan nomor telepon ibu Musdalifah dan menghubunginya meminta uang Rp 4 miliar. Mas Fadlun-nya sendiri pernah bilang," paparnya.
Dalam dakwaan tersebut tertulis bahwa pada tanggal 16 Januari dan 24 Januari 2013 Fadlun menghubungi ibu Musdalifah untuk meminta uang tebusan. (kpl/aha/uji/phi)

"Saya cukup kecewa karena harusnya beliau memantau jalannya persidangan Mas Fadlun sendiri di PN Tangerang," ungkap Fransisca di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, Senin (20/5).
Pada sidang lanjutan itu mengagendakan pembacaan nota keberatan dari terdakwa atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab dalam dakwaan tersebut, JPU atas mengubah inisial kliennya serta adanya perbedaan kornologis penculikan.
Namun baik Nassar maupun istrinya, Musdalifah, tidak hadir dalam persidangan itu. Karenanya Fransisca berharap, kehadiran Nassar bukan hanya saat putusan nanti.
"Jangan sampai pas putusan dia baru memberikan komentar," pungkasnya. (kpl/aha/dis/phi)

Nana diketahui diculik pada 17 Januari 2013 di sekolahnya, yakni SDN 6 Kota Tangerang, sesaat setelah pulang sekolah. Fadlun melakukannya dengan terencana bersama-sama dengan rekannya bernama Asep Suhendar yang kini masih buron.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dian Hardiman mendakwanya dengan pasal berlapis, yakni Pasal 328 KUHP, Pasal 55 tentang melakukan penculikan lebih dari satu orang, Pasal 330 KUHP dan Pasal 80 tentang perlindungan anak dengan ancaman seluruh pasal mencapai 20 tahun penjara.
"Terdakwa terencana melakukan perbuatannya bersama rekannya Asep Suhendar yang masih dikejar petugas kepolisian," ujar Jaksa di hadapan ketua majelis hakim Gerchard Pasaribu.
Fransiska Indra Sari, kuasa hukum Fadlun mengatakan, pihaknnya akan mempersiapkan pembelaan atas dakwaan jaksa yang mengancam kliennya terpenjara 20 tahun tersebut. "Tentu kita akan susun pembelaan. Ini 20 tahun ancamannya," ujarnya.
Sedangkan Fadlun menceritakan aksi penculikan itu di hadapan majelis hakim. Dia menerangkan, sudah lama mengincar korban baik di sekolah maupun di kediamaannya.
"Saya punya ide melakukan penculikan ketika saya menonton acara televisi. Saya lihat waktu acara pernikahan Nazar-Musdalifah menghabiskan Rp 4 miliar. Dan saya pun tergiur dengan adanya pesta yang sangat mewah dan megah di acara pernikahan pasangan itu," ujar Fadlun.

Pada saat itu juga, dirinya memulai aksi dengan mengikuti kegiatan Nana. Fadlun pun mengajak Asep Suhendar dengan mengunakan kendaraan sepeda motor Yamaha Mio. Lalu kedua pelaku membawanya, namun Nana ketika di jalan berteriak. "Saya mengancam dia. Saya bilang kalau saya membawa senjata," ujar Fadlun.
Pelaku membawanya ke kawasan Parung Bogor, tepatnya ke rumah Asep Suhendar. Setelah sampai di lokasi, terdakwa membawa Nana ke dalam kamar untuk istirahat dan makan. "Saya lalu menanyakan nomor telepon orang tuanya . Tetapi dia (Nana) bilang tidak tahu," ujarnya.
Keduanya kemudian mencari tahu telepon keluarga, dan meminta uang tebusan Rp 4 miliar hingga akhirnya terjadi penawaran Rp 300 juta. "Tetapi kami tak mau, saya dan teman meminta Rp500 juta. Tak lama saya pun tertangkap," ujarnya. Sidang akan kembali digelar pada 20 Mei 2013 mendatang dengan agenda pembacaan pembelaan oleh terdakwa. (kpl/mdk/dar)

Menurut Harsiwi Ahmad, selaku Direktur Program dan Produksi SCTV, musik dangdut adalah genre yang membuktikan diri bisa bertahan di industri musik hingga saat ini.
"Di SCTV Music Awards kali ini, kami memberi penghargaan untuk musik dangdut karena selama ini dangdut terus eksis, jadi kami berikan penghargaan khusus," katanya di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4).
Diteruskan, untuk kategori ini diisi pedangdut yang masih fresh seperti Ayu Ting Ting, Fitri Carlina, Nassar, Trio Macan dan Zaskia Gotik.
Selain dengan kategori anyar, helatan ini juga dijanjikan spektakuler. Karena ajang bagi insan musik tanah air ini disuguhkan dengan konsep pendukung yang menarik.
"Tata panggung, lighting akan spektakuler karena SMA ini adalah rangkaian puncak dari Karnaval SCTV," lanjut Harsiwi.
Ucu Putra selaku perwakilan kreatif menyatakan bahwa tidak ada performers atau penampilan tanpa ada treatment khusus.
"Baik itu dari pembacaan nominasi, performers, dance, dan lainnya. Jadi acara nanti benar-benar dibuat seperfect mungkin. Panggung, multimedianya juga khusus," tandasnya. (kpl/ato/dis/sjw)

Sebagai seorang pencipta lagu, kualitas Pasha memang tidak diragukan lagi. Beberapa lagu ciptaannya selalu menjadi hits ketika dibawakannya bersama Ungu.

"Sibuk promo single terbaru Seperti Mati Lampu, ciptaan Pasha Ungu," ujar Nassar saat dijumpai di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (27/03).
Nassar pun senang bisa membawakan lagu ciptaan musisi idolanya. Dia menambahkan, meski Seperti Mati Lampu bergenre dangdut, Pasha tidak menghilangkan unsur Ungu yang menjadi ciri khasnya.
"Saya suka Pasha, dia orangnya baik, lagunya dangdut tapi ada unsur Ungu-nya," kata Nassar.
(kpl/hen/rea/adb)

Ada yang berbeda 6 tahun, ada pula yang berbeda 12 tahun. Namun mereka berhasil melewati tantangan dalam pernikahan dan masih langgeng hingga sekarang. Siapa saja mereka? mari kita simak di halaman berikut.. (kpl/phi)

"12 koper karena sama anak-anak, kalo gak sama anak-anak gak segitu," kata Muzdalifah di kediamannya dikawasan Tangerang, Banten, Sabtu (16/2/2013).
Dari sekian banyak koper yang dibawa, ada beberapa barang yang wajib dibawanya. Obat-obatan dan Al-quran menjadi barang yang wajib dibawa. "Banyak, ada makanan, pakaian ihram, yang wajib dibawa obat-obatan, Al-quran," katanya.

Umroh kali ini merupakan umroh pertama Nassar kesama anak-anaknya. "Kalau umroh bersama, baru. Karena kan ibaratnya berkeluarga, ini baru pertama. Kalau yang lalu-lalu kan itu mah belajar, pembelajaran. Kalau sekarang ini kan ibaratnya pemimpin, jadi walaupun belum ngerti banget, minimal bisa mimpin anak-anak," pungkasnya. (kpl/hen/rzm)
