Blog NOVIA KOLOPAKING


Novia Kolopaking Dukung 'TIKUNGAN IBLIS'

Selasa, 09 Desember 2008 14:20 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Novia Kolopaking dan Emha Ainun Nadjib tak hanya kompak dalam hubungan rumah tangga yang harmonis. Di dunia kerja pun mereka saling mendukung satu sama lain. Ini terlihat dari dukungan Novia terhadap pementasan lakon TIKUNGAN IBLIS - yang didukung oleh aktor-aktor Yogyakarta - karya Emha yang bakal diadakan di Gedung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 29-30 Desember 2008 nanti.

Teater memang bukan hal baru bagi Novia, yang sudah mengenalnya sejak SMA. Namun ia merasa bangga bisa berinteraksi dengan Keluarga Besar Teater Dinasti dan Kiai Kanjeng.

"Mereka itu sangat kreatif, ide-idenya nakal, spontan dan kadang tak terduga. Saya percaya, teater bisa memperkaya cara pandang manusia tentang kehidupan," tutur Novia.

Fadjar Suharno, pimpinan Teater Dinasti, juga memberikan tanggapan positif atas partisipasi Novia.

"Keterlibatan Mbak Novia akan memberikan suasana baru dalam pementasan ini. Dengan kualitas vokalnya, beliau akan bernyanyi tentang burung Garuda yang kesepian. Selain itu, beliau juga berperan sebagai Siti Majenuna, 'tokoh kiriman' iblis yang menyuarakan banyak soal tentang nilai-nilai filosofis," jelasnya.

Sementara itu, Emha Ainun Nadjib mengungkapkan bahwa TIKUNGAN IBLIS lebih dimaksudkan sebagai pentas kebahagiaan Keluarga Besar Dinasti dan Kiai Kanjeng, selain mencoba menyodorkan berbagai paradigma yang berbeda tentang sosok Iblis dan ide-ide pemanggungan.

"Di tengah tarikan berbagai kepentingan, manusia kini makin sulit menemukan kebahagiaan karena manusia telah tereduksi menjadi fungsi-fungsi yang kadang kurang manusiawi. Teater bisa menjadi media untuk merebut kebahagiaan itu, selain untuk pengembangan potensi," ujar Emha.

Ditambahkan Emha, ketika para politisi dan aktor-aktor kekuasaan sibuk berlomba meraih kekuasaan lewat pemilu 2009, Dinasti dan Kiai Kanjeng justru mengajak masyarakat untuk belajar memahami berbagai persoalan sosial, budaya, dan religiusitas.  (kpl/prl/boo)


Lihat profil: Novia Kolopaking, Emha Ainun Nadjib
Diposting oleh: Editor |


Novia Kolopaking, Perbedaan di 'TIKUNGAN IBLIS' Surabaya

Selasa, 18 November 2008 22:21 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Novia Kolopaking, salah satu pemain dalam pementasan teater berjudul, TIKUNGAN IBLIS mengatakan, ada yang berbeda dalam pementasan di Yogyakarta dengan Surabaya.

"Di Surabaya akan ada tokoh Laserta, tokoh yang segolongan dengan iblis, tapi dengan tugas berbeda antara malaikat dengan iblis itu sendiri," katanya dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa malam (18/11).

Istri Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang malam itu didampingi Toto Rahardjo itu mengemukakan, tokoh Laserta memberikan gambaran mengenai persoalan-persoalan di masa depan.

"Munculnya tokoh ini setelah kami merespon situasi sejak pementasan di Yogyakarta hingga kini. Jadi sebetulnya naskah TIKUNGAN IBLIS ini tidak betul-betul selesai," katanya.

Sementara Toto Rahardjo yang juga salah seorang supervisor dalam pementasan itu mengatakan, pada pementasan di Surabaya, kelompok teater Dinasti itu akan mengangkat sesuatu yang khas dari Jawa Timur, seperti Ngremo dan lainnya.

Ia mengemukakan, pementasan yang didukung kelompok musik Kiai Kanjeng itu tergolong kontemplatif. Namun demikian, pihaknya tidak akan menutup peluang penonton untuk menikmati kesegaran.

"Ini memang pilihan bahwa kami tidak menampilkan teater yang cengengesan. Meskipun demikian, kami tetap menyuguhkan sesuatu yang cair sehingga ada kesegaran," katanya.    (kpl/dar)


Lihat profil: Emha Ainun Nadjib, Novia Kolopaking
Diposting oleh: Editor |


Emha Ainun Nadjib Pentaskan 'TIKUNGAN IBLIS'

Senin, 17 November 2008 20:39 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Lakon teater berjudul TIKUNGAN IBLIS karya Emha Ainun Nadjib akan dipentaskan oleh Teater Dinasti bersama komunitas Kiai Kanjeng di Gramedis Expo, Surabaya, Rabu, 19 November 2008.

Panitia pementasan, Rahmat Rudianto kepada wartawan di Surabaya, Senin malam (17/11) menjelaskan, lakon yang sebelumnya sudah dipentaskan di Yogyakarta itu bercerita tentang iblis yang selama ini selalu dicap salah oleh manusia.

"Padahal sebetulnya menurut lakon ini, iblis itu bukan makhluk yang patut disalahkan oleh manusia. Dia memang makhluk Tuhan yang sudah diseting sedemikian rupa pada posisi yang seperti itu," katanya.

Menurut cerita itu, katanya, kalau manusia selalu menyalahkan iblis setiap melakukan kesalahan, maka hal itu menunjukkan kerendahan dari manusia itu sendiri. Karena itu sudah sepatutnya manusia berintrospeksi diri.

"Hal kedua yang ingin disampaikan Cak Nun, adalah mengenai Indonesia yang saat ini mengalami degradasi dalam berbagai bidang. Pada awal penciptaan negeri kan disimbolkan dengan burung garuda yang memiliki kekuatan dan potensi besar," katanya.

Namun, katanya, kondisi Indonesia saat ini bukan lagi burung garuda, melainkan menjadi burung emprit. Karena itu dalam dialog-dialog di pementasan itu terlihat bahwa manusia, khususnya di Indonesia tidak usah menyalahkan iblis.

"Salah manusia Indonesia itu sendiri, karena sudah diberi potensi seperti burung garuda kok sekarang malah menjadi emprit," katanya.

Pada pementasan yang didukung komunitas BangBang Wetan dan Dewan Kesenian Surabaya (KDS) itu, lakon Tikungan Iblis disutradarai Fajar Suharno dan Jujuk Prabowo, musik oleh Robiet Santosa dan Kiai Kanjeng.

Aktor pendukungnya adalah, Joko Kamto, Novi Budianto, Tertib Suratno, Jemek Supardi, Eko Winardi, Cithut DH, Seteng, Bambang Susiawan, Untung Basuki dan puluhan aktor muda lainnya. Penata multi media adalah, Ipung Wai Ming dengan didampingi kontributor gagasan dari aktivis LSM Fauzie Ridjal dan Toto Rahardjo. Emha Ainun Nadjib dan istrinya Novia Kolopaking, dijadwalkan hadir pula di acara tersebut.  (kpl/dar)


Lihat profil: Emha Ainun Nadjib, Novia Kolopaking
Diposting oleh: Editor |


Novia Kolopaking Kangen Anak

Kamis, 16 Oktober 2008 20:10 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Bepergian tiga pekan ke mancanegara membuat Novia Kolopaking tersiksa. Penyebabnya rasa rindu yang tak tertahan kepada tiga buah hatinya di Tanah Air. Sejak pekan lalu, ia menyambangi tujuh kota di Belanda bersama rombongan gamelan Kiai Kanjeng pimpinan suaminya, Emha Ainun Nadjib. Setelah lawatan rampung pada 20 Oktober, bersama sang suami dia masih harus berkeliling di Jerman selama seminggu.

Lawatan Kiai Kanjeng itu memanggul beberapa tema. "Dari musik, agama, diplomasi kebudayaan, sampai silaturahmi,” kata penyanyi berusia 35 tahun ini. Mereka bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat Belanda, dari warga asli sampai imigran. Novia kebagian menyanyi, terutama lagu-lagu diatonik Indonesia dan Barat.

Untuk melepas kangen kepada anak-anak, Novia mengandalkan kecanggihan teknologi informasi lewat pesan pendek telepon seluler dan chatting di Internet. Ia juga kerap memandangi foto ketiga anaknya, Haya, Jembar, dan Rampak.

Bersama sang suami, Emha Ainun Nadjib, Novia di Belanda banyak komunitas. Namun yang menarik saat mengunjungi komunitas di sebuah kota Deventer. Novia bertemu dua komunitas, salah satunya promo: kumpulan kaum perempuan Muslim dan perempuan Protestan. Mereka memiliki program-program bersama untuk saling belajar mengembangkan kehidupan, ketrampilan kerja, pertukaran idiom budaya, makanan, lagu, bahkan bersama-sama melaksanakan program bantuan kepada siapapun saja yang secara sosial perlu mendapat support.

Pada tingkat komunitas, apa yang berlangsung di kalangan masyarakat Deventer mencerminkan konsep yang di Indonesia disebut Masyarakat Madani, di mana berbagai kelompok manusia yang berbeda-beda bangsa dan agamanya menyusun semacam kode etik bersama untuk saling bersaudara, tidak mengganggu keyakinan orang lain, bekerja sama secara kebudayaan dan sosial ekonomi.

Pada malam harinya Kiai Kanjeng mengadakan konser, disela-sela konser Emha sambil menyisipkan penjelasan tentang konsep Masyarakat Madani dengan cara berkisah tentang apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW di Madinah, bagaimana metodologi maupun strategi pengorganisasian masyarakat yang diterapkan nabi bersama masyarakat di Madinah dengan mengembangkan proses saling belajar, partisipasi serta mengeksplorasi berbagai managemen di bidang pertanian dan perdagangan antara Kaum Muslimin, Nasrani, Yahudi dan Animis. Puncak dari proses tersebut melahirkan apa yang dikenal dengan Piagam Madinah. Kesan salah seorang pendeta Jance Smith Emha adalah Ambassador of the Heart. (kpl/prl/dna)


Lihat profil: Novia Kolopaking, Emha Ainun Nadjib
Diposting oleh: Editor |


Novia Kolopaking Siapkan Album Baru

Rabu, 08 Oktober 2008 06:25 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Penyanyi Novia Kolopaking kini lebih mantap menyebut dirinya sebagai ibu rumah tangga, meski sesungguhnya istri budayawan Emha Ainun Nadjib itu, juga memproduksi sejumlah lagu yang diedarkan di kalangan terbatas. Album itu masih secara terbatas beredar di kalangan komunitas Kiai Kanjeng, grup musik pimpinan suaminya itu.

"Tapi kelihatannya Insya Allah tidak lama lagi saya akan masuk peta 'mayor' musik Indonesia dengan album baru," demikian ungkap penyanyi yang juga bintang sinetron itu.

Meski belum secara jelas, mengungkapkan rencana albumnya itu, namun Novia yang kini mendampingi Kiai Kanjeng dalam rangkai tur di tujuh kota di Belanda tanggal 6 hingga 21 Oktober 2008 itu, optimis dengan albumnya kali ini. Ia meyakini album barunya akan menyusul sukses album-album sebelumnya.

Dalam perjalanan bermusiknya Novia telah berhasil merilis sekitar tujuh album, di antaranya album sukses UNTUKMU SEGALANYA (1994), DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH, AKU SELALU CINTA (Single) dan ASMARA (1997).

Selain itu ibu tiri Noe Letto ini kini juga sibuk terlibat dalam sinetron RINDUKU CINTAMU (2008).  (kpl/rilis/dar)


Lihat profil: Novia Kolopaking
Diposting oleh: Editor |


Novia Kolopaking Dapat Sesuatu Yang Beda

Rabu, 08 Oktober 2008 05:09 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Bagi Novia Kolopaking yang selama ini menyertai tur Kiai Kanjeng ke berbagai belahan dunia, mengaku mendapatkan kepuasan, pengalaman dan pengetahuan yang sangat khas dan beda dalam hidupnya. Perjalanan ini menurutnya berbeda dengan show-show musik yang sebelumnya pernah dilakoninya.

"Lain rasanya tampil di panggung tidak hanya dalam dimensi dan posisi sebagai penyanyi," ungkap istri Emha Ainun Nadjib yang notabenenya sebagai pimpinan Kiai Kanjeng itu.

Bersama Kiai Kanjeng Novia mengaku begitu menikmati dialog-dialog budaya, kemanusiaan, yang juga sering nyerempet ke ranah dunia politik.

"Yang lebih menarik adalah bahwa audience yang saya hadapi kebanyakan bukan orang Indonesia. Itu sangat menolong pematangan ke-Indonesiaan saya," pungkasnya.

Novia bersama Kiai Kanjeng mulai 6 hingga 20 Oktober mendatang berada di Belanda dalam rangkaian tur musik dan dialog dengan berbagai komunitas di tujuh kota di sana. Novia diiringi Kiai Kanjeng didapuk membawakan lagu-lagu religi mengiringi dialog budaya yang melibatkan multi agama di negeri kincir angin itu.   (kpl/rilis/dar)


Lihat profil: Novia Kolopaking
Diposting oleh: Editor |


Kiai Kanjeng Ajak Masyarakat Belanda ke Forum Diskusi

Selasa, 07 Oktober 2008 19:21 | 

Novia Kolopaking


Kapanlagi.com - Budayawan Emha Ainun Nadjib dan kelompok musiknya Kiai Kanjeng akan terlibat diskusi dengan para mahasiswa dan masyarakat Leeuwarden dan Windesheim. Cak Nun, demikian biasa dipanggil, yang juga didampingi istrinya Novia Kolopaking mulai 6 hingga 20 Oktober berada di Belanda dalam rangkaian tur musik dan dialog dengan berbagai komunitas di tujuh kota di sana.

"Tentu dengan iringan musik Kiai Kanjeng," ungkap pria asal Jombang, Jawa Timur ini.

Di Rotterdam, Emha dan Kiai Kanjeng akan tampil di Universitas Islam Rotterdam. Di Utrecht, pentas di Theater de Nobelaer.

Kiai Kanjeng yang sampai saat ini sudah merilis 14 album dan yang terbaru berlabel TERUS BERJALAN mempersiapkan nomor-nomor musik dikemas sesuai tema membangun situasi dialogis antar budaya dan antar agama.

"Persembahan medley internasional sebagai bentuk sapaan akrab bagi publik antar bangsa, serta akan membawakan lagu yang sedang populer di Belanda namun diaransemen ala Kiai Kanjeng," katanya.

Cak Nun juga diminta menyampaikan presentasi di beberapa forum dialog, dengan fokus pengembangan dialog antar budaya dan antar agama.

Di forum-forum itu, Cak Nun akan menyampaikan pandangannya tentang Islam dan pluralisme, Islam dan lingkungan hidup, serta alam dan kebebasan beragama, dengan sudut pandang khas pria yang juga disebut sebagai Kyai Mbeling ini. (kpl/dar)


Lihat profil: Emha Ainun Nadjib, Novia Kolopaking
Diposting oleh: Editor |




Lihat Arsip Berita Novia Kolopaking

2008






Kota

Merk