Blog NUR AFNI OCTAVIA


Henry, Mengalah Untuk Menang

Jum'at, 30 Mei 2008 18:12 | 

Nur Afni Octavia


Kapanlagi.com - Tekad Henry telah bulat. Hari ini boleh cerai. Tapi suatu saat Yuni harus bisa dia rebut kembali. Begitu ungkapan cinta Henry kepada Yuni. Cerai bagi Henry adalah akhir pernikahan, tapi bukan akhir dari hubungan antara dirinya dengan Yuni.

"Mungkin saat ini saya tidak seperti suami-suami pada umumnya, yang mengecewakan Yuni. Tapi kita telah sepakat untuk itu (cerai). Dan ke depan saya harus kerja keras dan rebut dia kembali," tekadnya.

"Aku tidak peduli orang mau ngomong apa, yang jelas kita memang cerai. Tapi ini tidak menghalangi saya untuk tetap bisa berhubungan dengan Yuni dan anak-anak," tambahnya.

Yuni sendiri sudah memberikan signal untuk Henry agar ia bisa menemui anak-anak dalam waktu yang tak terbatas. "Karena apapun yang kami lakukan sekarangpun demi anak-anak juga," tandas Yuni. "Kita juga akan menjelaskannya kepada mereka tentang hal ini," imbuh Henry.

Tascha Astetica, yang akrab disapa Chia, putri kedua Henry dari hasil pernikahannya dengan Nur Afni Octavia pun berharap keputusan ini menjadi yang terbaik bagi mereka.

"Kami anak-anak hanya bisa mendukung keputusan papa dan mama, kalau memang ini dianggap yang terbaik," tutur Chia. Apapun itu, anak tetaplah jadi korban dalam sebuah perceraian. (kpl/buj/tri)


Lihat profil: Yuni Shara, Nur Afni Octavia
Diposting oleh: Editor |


Yuni Terbebani Kondisi Ekonomi

Kamis, 29 Mei 2008 21:42 | 

Nur Afni Octavia


Kapanlagi.com - Terkuak sudah penyebab melayangnya gugatan cerai Yuni Shara, yakni tak lain adalah karena persoalan ekonomi. Sejak setahun lalu, tepatnya usai Henry bebas dari penjara akibat kasus 'mark-up' proyek Polri, pada saat itu pula nama Henry jatuh di mata para koleganya. Henry tak dipercaya lagi. Ujungnya, Henry menjadi pengusaha yang pengangguran.

Dan sejak saat itu pula Yuni Shara mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Keadaan tambah berat karena Yuni harus menghidupi Henry beserta keempat anaknya, yakni dua dari pernikahan Henry dengan istri pertamanya, Nur Afni Octavia dan dua dari pernikahan Yuni dengan Henry, Calvin dan Cello. Tercatat, Calvin adalah anak angkat Yuni dan Henry.

"Ya, bang Henry semakin tua dan anak semakin gede, tentunya semakin banyak tuntutan. Mungkin ada tuntutan Yuni yang tidak kesampaian. Jelasnya, bukan soal biologis, tetapi psikis. Ya memang ini adalah faktor ekonomi," jelas Krisdayanti, di kediamannya Radio Dalam, Kamis (29/5).

Sebagai keluarga besar mereka mendukung apa yang telah diputuskan Yuni.

"Itu adalah keputusan terbaik dari Yuni. Dan yang penting keputusan ini bukan karena sesuatu, tapi untuk sesuatu yang Insya Allah akan memberikan kebaikan bagi Yuni," ujar KD, yang saat itu didampingi adiknya yang paling bungsu, Kartikasari.

Di sisi lain, keluarga besar mereka tidak akan memutus tali silaturahmi dengan Henry. Karena pada dasarnya keluarga besar mereka telah dekat dengan keluarga besar Henry. Kedua anak tertua Henry dari pernikahan pertamanya pun sudah dekat. "Bahkan mereka yang paling terpukul dengan ini," ungkap KD(kpl/buj/tri)


Lihat profil: Yuni Shara, Nur Afni Octavia, Krisdayanti
Diposting oleh: Editor |


Menikah Lagi, Nur Afni Octavia Masuk Islam

Rabu, 30 Januari 2008 20:40 | 

Nur Afni Octavia

 | Tag: Perkawinan Selebriti

Kapanlagi.com - Setelah gagal membina rumah tangga dua kali, artis yang pernah jaya di era tahun 90-an, Nur Afni Octavia kini untuk ketiga kalinya kembali merajut mahligai rumah tangga pada hari Minggu (27/1) di Medan.

Hajatan pernikahan Nur Afni ini dilangsungkan di sebuah kawasan yang cukup jauh untuk dijangkau orang bagi yang tidak mengetahui lokasinya, tepatnya di Kompleks Kejaksaan/Kedokteraan di Jl. Kasmalah Simpang Pemda, Medan, yang merupakan rumah kakak pertamanya.

Nur Afni, si pelantun lagu Gereja Tua itu, telah dipersunting oleh H. Taufik Pountung, seorang pria yang disebut-sebut sebagai seorang pengusaha asal Bogor, Jawa Barat.

Pernikahan Nur Afni ini benar-benar membuat keluarga besarnya merasa bahagia, karena ia sebelumnya gagal membina mahligai rumah tangga, di mana pernikahan pertamanya dengan Henry Siahaan harus kandas dan terakhir dengan Edwin Rondonuwu, MBA, juga kandas.

Setelah perceraiannya yang kedua, perempuan kelahiran Medan, 27 Oktober 1965, itu secara resmi tetap menjalankan misinya sebagai seorang penginjil. Namun kini, Nur Afni telah memeluk agama Islam, seperti yang dikemukakan oleh salah seorang kerabatnya.

"Mbak Nur udah masuk Islam pada tanggal 5 Januari kemarin," ujar salah satu kerabat keluarga Nur Afni. Apa yang dikatakannya juga dibenarkan oleh para tetangga.

"Dengar sih udah masuk Islam, maka sekarang dibuat pesta," ujar salah satu tetangga yang tidak jauh dari tempat dilangsungkannya resepsi pernikahan.

Berdasarkan pantauan kontributor Kapanlagi.com di Medan yang langsung hadir ke rumah pasangan pengantin baru tersebut, rumah milik H. Iwarifuddin dan Hj. Habibah ini menjadi saksi kebahagiaan pernikahan ketiga Nur Afni, yang dilangsungkan cukup mewah.

Menurut Ny. Iwarifuddin, pihaknya hanya mengundang para keluarga dekat. "Kita hanya undang para keluarga dan kerabat saja," ujarnya.

Ny. Iwarifuddin menjelaskan, untuk pernikahan ini memang sengaja dilakukan di Medan dan bukan di Jakarta, karena Medan merupakan kota kelahiran Nur Afni.

"Nur Afni kan lahir di Medan, jadi agar pernikahan ini sakral saja. Dan pesta ini tidak kami anggap pesta besar-besaran, tetapi hanya pesta syukuran keluarga besar saja," tuturnya kepada wartawan.

Saat ditemui, Nur Afni, tampak pancaran wajah ceria tanda kebahagiaan, tetapi Nur Afni tidak bersedia untuk diwawancarai. Dalam resepsi pernikahan tersebut, puteri Nur Afni, yakni Tasya dan Celia, tak hadir.

Namun menurut salah satu kerabat keluarga, kedua puteri Nur Afni sudah tahu tentang pernikahan itu. "Anaknya sudah tahu mamanya menikah, dengar kabar yang satu lagi sibuk ujian," ungkap seorang wanita yang memakai baju merah dan enggan menyebutkan namanya.

Para tamu yang datang ke hajatan pesta ini benar-benar sangat betah berada di acara ini, karena selain dihibur oleh lantunan suara merdu Nur Afni, para tamu dapat menikmati berbagai hidangan yang tersedia.  (romulo/bun)


Lihat profil: Nur Afni Octavia
Diposting oleh: Editor |




Lihat Arsip Berita Nur Afni Octavia

2008






Kota

Merk