

"Sebenarnya sisi kemanusiaan itu tidak ada, secara prinsip penahanan itu dilihat apakah orang ini ada itikad baik dengan hukum, sementara dia sudah dua kali dipanggil tapi mangkir. Tapi apa layak orang yang mangkir tapi tidak ditahan," ujar kuasa hukum Posma Simanjutak, Coki TN. Sinambela SH saat ditemui di Mapolsek Mampang Prapatan, Rabu (7/4) dini hari
Secara keadilan, pengacara Posma ini juga berharap pihak kepolisian menunjukkan keadilan serta tidak berpihak kepada salah satu pihak.
"Secara prinsip kita minta keadilan, pihak polisi secara profesional tidak ada keberpihakan. Dia meminta keadilan seadil-adilnya, dia minta polisi bertindak secepatnya. Kita menanyakan kenapa dijerat dengan pasal 351, sementara jawabannya adalah karena pelakunya tunggal, tapi sementara masih dikembangkan. Kita serahkan saja ke polisi. Ini ada indikasi ada perencanaan, dan ini pengakuan yang belum didapatkan oleh kepolisian," ujar Coki.
Coki pun berharap pihak kepolisian untuk fokus menyelidiki kasus penganiayaan terhadap kliennya itu. Karena jika tidak maka kasus ini disinyalir akan membias.
"Kami percayakan juga ke polisi untuk segera mengkonfrontir agar terlihat pidananya, karena kalau sudah begitu akan segera ditahan dan dipenjarakan sesuai dengan hukum pidana. Ini agar tidak melebar, karena seperti di media diberitakan korbannya adalah Posma Sinambela, sementara sebenarnya adalah Posma Simanjuntak," ujarnya. (kpl/adt/dar)

"Nggak bisa ada mampu membalas jasa ibu walau dengan harta sekali pun. Tapi saya rutin lakukan say I love you melalui telepon atau jika beliau kesepian saya ada. Ibu itu nggak membutuhkan kemewahan tapi butuh perhatian walau kecil," katanya, Senin (5/4).
Kala ditemui di FX Plaza, Ayu mengaku satu atau dua bulan sekali kerap mengunjungi ibunya yang masih tinggal di sekitaran Jakarta. Bahkan bila lokasi syuting dirinya tidak jauh dengan rumah ibu, Ayu selalu menyempatkan mampir.
"Ya walau 5 atau 10 menit itu saya berkunjung namun moment seperti ini sangat penting," ucap mantan penyiar RCTI ini. (kpl/dis/boo)

"Sekarang Joy tertekan sekali sepertinya. Dia sudah nggak megang HP. Dia juga sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan kita. Pulanglah nak, Mama akan menerimamu dengan tangan terbuka. Tapi kalau dia datang dengan Daniel untuk meminta restu ke saya, tidak akan terima," ujar Roma saat ditemui di kediamannya di Gang K, Jalan Mampang Prapatan IV, Jakarta, Selasa (6/4) malam.
Roma sendiri kini telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Posma Simanjuntak. Namun, dirinya mengaku tak merasa bersalah dengan kasus yang sudah menjadikannya sebagai tersangka itu.
"Saya rela dipenjara tapi kesaksian mereka itu palsu semua. Sampai kapanpun yang namanya penjahat tidak akan pernah menang melawan orang-orang yang benar," ujar Roma. (kpl/adt/bun)

"Saat ini dia dalam masa-masa sulit. Dia selalu merencanakan pakaian apa yang akan ia kenakan selanjutnya. Ia juga selalu berusaha berbuat lebih dari yang ia mampu," ungkap seorang sumber seperti dikutip dari Splash News. Akibatnya, Lady GaGa mengalami kesulitan tidur atau yang dikenal dengan sebutan insomnia.
"Dia tidak pernah berhenti. Tidak pernah. Saya yakin tak lama lagi dia akan mengalami masalah dan kami semua sudah khawatir," lanjut sumber yang sama. Sepertinya apa yang diucapkan oleh sumber ini tak jauh dari kenyataan. Beberapa waktu sebelumnya, Lady GaGa sempat mengatakan kalau ia tak tidur selama tiga hari karena mengurusi masalah pekerjaan. (spl/roc)

"Aku latar belakangnya suka main bowling, tapi jago sih nggak, sebatas main bowling aja. Yang kedua kaitannya adalah ketua umumnya, Oky Harwanto Joedo, yang baru meminta saya untuk masuk sebagai humas. Kemudian saya pikir ini kesempatan saya dan nggak terlalu asing dengan wartawan," papar Alya saat ditemui di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia Lt. 3, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/4).
Oleh karena jabatan barunya tersebut, Alya mengaku ingin lebih jauh mendalami seluk beluk olahraga bowling. Ia ingin lebih mengenalkan bowling ke masyarakat dan membuat olahraga tersebut lebih terasa 'fun'. Selain itu, Alya menegaskan bahwa dirinya tak mau setengah-setengah dalam menjalankan tugasnya dan akan lebih bertanggung jawab.
Soal dirinya yang tak mau mengikuti jejak rekan-rekannya sebagai anggota legislatif, Alya mengatakan, "Kalau politik itu tidak sportif, kalau olahraga universal. Bisa bangga dan nasionalismenya tinggi."
Lalu bagaimana dengan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya? Apakah dirinya tak takut kehilangan job?
"Nggak, saya sudah di tahap di mana ambisi seperti itu tidak ada lagi. Sudah punya cita-cita lagi. Saya nggak mundur 100 persen dan sekali-sekali juga ada kegiatan di dunia hiburan buat memuaskan kepuasan batin saya," pungkasnya. (kpl/hen/bun)

"Saya sudah setahun lebih mengerjakan parfum ini. Waktu mereka meminta saya, rasanya mereka tidak mengharapkan saya terlalu perfeksionis. Tapi terus terang saya tak bisa kalau aromanya tidak tepat seperti yang saya inginkan," ungkap Jennifer Aniston seperti dikutip dari Splash News.
Menurut berita yang sama, parfum ini adalah hasil kerja sama Jennifer Aniston dengan Falic Group. Perusahaan ini juga sempat menjalin kerja sama dengan Eva Longoria saat artis ini meluncurkan produk parfumnya. April ini, Inggris akan kebagian jatah pertama peluncuran parfum ini sebelum nantinya produk ini diboyong untuk dijual di daratan Amerika. (spl/roc)

"Saya hanya akan menerima anak saya. Tapi bukan Daniel, karena tidak ada maaf bagi dia orang yang jahat. Saya sudah ingatkan dia karena dia sudah dekat dari dulu. Nggak ada pernikahan, saksinya juga nggak ada. Nggak ada maaf bagi keluarga Sinambela. Kekecewaan saya sudah sangat dalam," ujar Roma saat ditemui di kediamannya di Gang K, Jalan Mampang Prapatan IV, Jakarta, Selasa (6/4) malam.
Roma memang serius dengan ucapannya. Baginya, apa yang dialaminya ini tidak begitu saja mudah untuk dilupakan. Apalagi, sudah sejak lama dirinya menginginkan anaknya bisa menikah dengan adat Batak dan dilakukan dengan baik-baik.
"Tidak segampang itu melupakan kejadian ini. Masa menikah seperti itu, apalagi kita kan memang orang Batak yang biasanya menikah dengan adat," ujar Roma.
Dalam kesempatan itu, wanita yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan itu juga membantah jika dirinya sejak awal telah mengekang anaknya.
"Saya nggak pernah mengekang Joy, saya selalu berikan yang terbaik buat anak saya, saya nggak pernah melarang. Saya berharap Joy pulang, semua menunggu kamu, cari jalan yang tepat, jangan takut pulang, kau jangan mau dikekang, makannya mama tuh berat mengizinkan, maafkan mamamu kalau mama salah," ujar Roma dengan sedikit meneteskan air mata. (kpl/adt/bun)