
Di bawah editor KapanLagi.com® sertakan daftar film apa saja yang akan rilis bulan ini. Bisa jadi salah satu dari film yang ada sudah kamu tunggu kehadirannya. Penasaran apa saja film itu? Simak rekapnya berikut. Jangan sampai dilewatkan!
Note: Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu. (kpl/abs)

Aktris peraih piala citra Festival Film Indonesia (FFI), Prisia Nasution punya cara menyikapinya. Dari sekian film yang sudah dibintangingya terbukti seorang Prisia tetap seorang Prisia Nasution yang memiliki karakter.

"Kalau saya, seorang artis harus punya ego, harus tahu diriku seperti apa. Saat berperan dengan sebuah karakter, 'ya bentar ego aku, saya tinggal dulu' setelah selesai seorang Pia kembali. Ego masih ada, dan masih pada karakter semula seorang Pia," ungkap Prisia Nasution di LA Light Indiemovie 2013 di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) Dome, Sabtu (20/04).
Prisia Nasution menjadi salah satu pembicara dalam ajang tahunan LA Light Indiemovie 2013. Sejumlah sineas senior menjadi mengembleng 500 anak muda di sekitar Malang dan Surabaya yang berminat mengeluti dunia perfilman.
Selain Prisia yang juga alumni Indiemovie, Garin Nugroho (sutradara), John De Rantau (sutradara), Henny R Saputra, Putut Wijanarko (Produser), Faozan Rizal, Gina S Noer dan lain-lain berbagi ilmu seputar perfilman. Bahkan make up artis Jerry Oktavianus (The Raid) dan costume artist Retno Damayanti (SOEGIJA) turut membagikan tekniknya.
"Kalau satu kali gagal jangan langsung putus asa, harus dicoba lagi. Enak kok bermain film, yang utama cintai dulu dunia film, kalau sudah cinta jadi enak. Jatuh bangun jatuh bangun tidak terasa," ungkap Pia. (kpl/dar/rth)

LAURA & MARSHA bakal membawa penonton berjalan-jalan ke seberang benua, yakni Eropa lewat kedua tokohnya, Laura (Prisia) dan Marsha (Adinia). Sebelum filmnya tayang 30 Mei mendatang secara serentak di bioskop tanah air, simak terlebih dulu sepotong ceritanya berikut.
Laura (Prisia Nasution), hampir tak pernah berpikir untuk bepergian keluar Jakarta. Apalagi semenjak empat tahun lalu ia menjadi orang tua tunggal untuk putri semata wayangnya. Berbeda dengan Marsha (Adinia Wirasti), sahabat Laura, penulis buku travelling yang belum pernah ke Eropa. Keinginan yang sangat dalam ke Eropa untuk mengenang kepergian Ibundanya.
“Hidup tuh singkat banget ,kematian bisa dateng kapan aja dan gue gak mau mati sebelum ngewujudin impian gue” ungkap Marsha. Ungkapan inilah yang membuat Laura akhirnya mengiyakan perjalanan ke Eropa meskipun tak sepenuh hati diinginkannya.
Perjalanan dimulai, perselisihan-perselisihan kecil muncul. Aturan-aturan ditetapkan Laura, dan Marsha dengan santainya mengiyakan. Perselisihan semakin menajam ketika kemudian Marsha menyetujui membawa penumpang bernama Finn ikut mobil sewaaan mereka.
Finn tak pernah sampai ke tempat tujuan bersama mereka. Laura mengusirnya, karena dianggap malah menyesatkan jalan mereka. Marsha tak bisa berbuat apa-apa. Serba salah. Ia memilih menjalani saja semua tanpa beban. Tiap kali Laura menghadapi kesulitan, Marsha tanpa banyak syarat, membantu mereka keluar.
Persahabatan dari SMA ternyata tidak menjamin keduanya sama-sama terbuka satu sama lain. Ada maksud yang tak mereka jelaskan dari perjalanan ini. Tanpa diketahui Marsha, Laura sebenarnya punya alasan khusus hingga akhirnya ia setuju ke Eropa. Hal ini membuat mereka berada disatu titik pertengkaran yang hebat. Perjalanan ke Eropa tidak semulus yang mereka duga.
#berita pilihan:
(prl/dka)

Sebagai pembuka film festival, ARTE Indonesia Arts Festival 2013 memutar film yang berjudul LAURA & MARSHA. Film yang diperankan Adinia Wirasti, Prisia Nasution dan Restu Sinaga itu diputar untuk pertama kalinya sebelum tayang reguler Mei 2013.
"Ini pertama kali ARTE Indonesia Art Festival menggelar festival film. Dan film pertama ini adalah film LAURA & MARSHA yang pertama kali diputar di Indonesia," ujar Ayu Vibrasita ketua pelaksana Arte Indonesia Arts Festival 2013.
Khusus untuk festival film, ARTE Indonesia akan memutar tujuh film selama lima hari berturut-turut hingga akhir Maret nanti. Menariknya, beberapa film yang diputar bukanlah film Indonesia komersil yang mendapat kesempatan diputar di bioskop.
"Jadi Konsepnya kita membuat satu susunan film-film yang alternatif yang jarang diberi kesempatan ke jalur distribusi di Indonesia. Jadi kita putar film yang rata-rata masuk ke festival di luar negeri. Kita putar film yang nilai artistiknya sangat tinggi, yang mungkin sesuatu yang baru di Indonesia," jelas Film Programmer ARTE Indonesia, John Badalu.
Pegiat film satu ini percaya diri dalam memperkenalkan sisi lain dari film Indonesia. "Ini tantangan, bagi saya enggak apa-apa share aja buat penonton. Bisa menerima bagus, tidak mengerti juga enggak apa. Ini kayak perkenalan bahwa ada lho film-film lain," pungkasnya. (kpl/hen/abs/phi)

ARTE Indonesia Arts Festival 2013 ini adalah festival seni terlengkap karena menggabungkan enam jenis seni yang terdiri dari Visual Art, Performing Art, Culinary Art, Film Festival, Music Performances, dan Art Market. Festival seni ini akan digelar pada 29-31 Maret 2013 dan gratis.
Khusus untuk festival film yang diputar di Platinum XXI, FX Mall, pemutaran film dimulai pada tanggal 26 Maret. Menurut Ayu Vibrasita dari Enterprise dan Asia Expo, pihak penyelenggara, film-film yang akan diputar bertemakan cinta.

"Kami ingin menampilkan tema cinta yang seluas-luasnya. Setiap film yang diseleksi harus mempunyai nilai artistik. Selain film Indonesia kami juga putra film dari luar yang sudah lulus seleksi film festival kelas dunia,” ujar Ayu Vibrasita kepada wartawan, Kamis (21/3) siang, di kawasan Senopati, Jakarta.
LAURA DAN MARSHA adalah road movie yang dibintangi oleh Prisia Nasution dan Adinia Wirasti. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini mengisahkan perjalanan dua orang sahabat keliling Eropa dengan sifat keduanya yang bertolak belakang.
Selain LAURA DAN MARSHA ada juga VAKANSI YANG JANGGAL DAN PENYAKIT LAINNYA serta WHAT THEY DONT TALK ABOUT WHEN THEY TALK ABOUT LOVE sebagai film penutup.
Simak jadwal pemutarannya berikut ini. Jangan ragu untuk datang karena festival ini terbuka untuk umum dan gratis.
26 Maret
12.15 - LAURA DAN MARSHA(Opening Film)
14.45 - TANGO LIBRE
27 Maret
12.15 - 7 DAYS IN HAVANA
14.45 - VAKANSI YANG JANGGAL DAN PENYAKIT LAINNYA
28 Maret
12.15 - PIETA
14.30 - TANGO LIBRE
29 Maret
12.15 - 36
14.30 - 7 DAYS IN HAVANA
30 Maret
12.15 - Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya
14.30 - PIETA
31 Maret
12.15 - 36
15.00 - What They Don’t Talk About When They Talk About Love
Dont' miss it guys!
Read also this hot news:
(kpl/hen/uji/dka)

"Ada beberapa yang belum boleh dikasih tahu," ujar saat dijumpai di acara jumpa pers LA Light Indie Movie di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Ketika kembali disinggung soal film di luar negeri tersebut, mantan istri Ananda Siregar ini tetap tidak mau mengungkapkan soal tawaran itu. Dia justru mengatakan kalau dirinya sekarang sedang dalam proses syuting untuk film dalam negeri.
"Saat ini lagi syuting film lokal. Belum bisa dikasih tahu (judulnya) karena saya kan bukan produsernya," pungkas Pia.
Dari Pencak Silat, Prisia Nasution Dalami Muay Thai
Jalan-Jalan ke Eropa Dalam Trailer 'LAURA & MARSHA'
'SANG PENARI' Tak Lolos Short List Oscar 2013
[Foto] Prisa Nasution dan Happy Salma, Duet Maut Sesama Ronggeng
(kpl/hen/dis/phi)

"Aku dulu sempet pencak silat dari SMP. Terakhir tanding itu pas 2007. Kangen sih pengen pencak silat lagi," ujar Prisia ditemui di Gala Premiere film RECTOVERSO di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (7/2) malam.

Kecintaan bintang utama SANG PENARI dengan pencak silat, berawal saat mengikuti ekstra kurikuler di sekolah. Sejak saat itu Prisia mengikuti berbagai kejuaraan.
"Dulu sih awalnya pas SMP karena ekskul aja. Keterusan akhirnya ikut kejuaraan nasional kaya Pornas dan Porda gitu," tutur Prisia.
Setelah lama meninggalkan dunia pencak silat, Prisia lebih memilih untuk mendalami olahraga beladiri asal Thailand, Muay Thai. "Kalau sekarang sudah gak pencak silat lagi. Aku sekarang lagi nyoba Muay Thai," pungkasnya. (kpl/pur/abs/dar)
